Melibatkan Anjing (dan Babi) dalam Solat


Yang pasti, ini bukan berarti merekrut anjing sebagai satpam mesjid.

Dalam perjalanan di Banjar dua hari lalu, gw dan keluarga host gw mampir sebuah mesjid buat solat. Saat itu host gw baru nyadar bahwa anaknya keluar dari mobil nenteng tas flanel berbentuk babi warna pink. (Centil banget ngga, sih?)

Anaknya itu bilang, dalam tasnya itu dia nyimpen mukena. Maka host gw bingung kenapa mukena disimpan dalam tas babi.

Kemarin, solat Id gw ngga khusyu gara-gara gw tersadar bahwa jemaah di depan gw solat di atas sajadahnya yang bermotif dalmatian. Sampai-sampai gw pengen solatnya buru-buru kelar supaya gw bisa motret sajadahnya.

Kata Cosmo, sekarang motif animal print lagi trendy. Dan muslimah Indonesia terkenal paling modis, bahkan melebihi para muslimah di Milan, New York, atau Paris. Contohnya aja, ketika orang-orang make motif leopard untuk tas, jaket, dan bikini; maka para desainer muslimah make motif leopard untuk kerudung. Leopard emang seneng makan manusia, tapi siapa yang melarang motifnya dipake buat busana religi? Makanya gw pengen banget motif leopard juga..untuk sajadah.

Islam mengharamkan hewan dua alam, tapi orang dengan santainya ke pengajian bawa Qur’an dalam tas dari kulit buaya. Katanya anjing itu najis, tapi jemaah di depan gw malah solat di atas motif anjing. Siapa mau protes anak host gw nenteng mukena dalam tas babi?

Agama itu jalan hidup kita. Mode itu urusan kreativitas. Haruskah dua-duanya dipisahkan satu sama lain?

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *