Ributnya Kualitas


Semua orang kepingin eksis di internet. Cara standar buat eksis, ya punya account Friendster atau Facebook. Ada juga yang kepingin eksis dengan komentar di website punya orang-orang.

Pernah ngga kau perhatikan komentar-komentar yang nyatronin blogmu? Berapa jumlahnya sekali post? 30? 50? 75? Punya gw sih masih jauh dari sebanyak itu. Maklum, masih blogger gurem, hehehe.. Tapi gw percaya, dengan peningkatan mutu, audience tetap akan makin banyak. Masalahnya adalah gimana merangsang mereka supaya mau berpartisipasi dengan urun berisik alias berkomentar.

Lalu, pernah ngga kau perhatikan komentar-komentar macam apa yang dilontarin? Ada yang nampak cerdas, ada yang biasa-biasa aja, ada yang keliatan banget cuman mau mejeng nama doang. Inilah contohnya:

1. KOMENTAR NGGA ADA MANFAATNYA
Komentar yang dikasih ngga kasih info baru, atau cuman idem doang sama tulisan gw. Persis beo, cuman nulis satu kata, “Setuju!” Orang kayak gini kayaknya lebih repot nulis nama dan URL-nya panjang-panjang ketimbang mengapresiasi blog gw.

2. GW NULIS KE MANA, KOMENTARNYA JUGA KE MANA.
Jaka sembung jadi Batman. Ngga nyambung, Man! Gw nulis soal peredaran obat palsu, yang dikomentarin malah maskara gw yang terlalu lentik. Ibaratnya nonton seminar, penontonnya bukannya menyimak isi seminarnya, tapi malah sibuk perhatiin presenternya yang bohay. Aih, dangkal banget sih lu!

3. KOMENTAR SAMPAH.
Sebenarnya tujuannya dateng ke blog gw bukan mau baca tulisan gw, tapi mau ngiklanin website dia yang penuh Adsense. Biasanya isinya, “Mau duit gratis? Klik http://…” Enaknya siapa-siapa yang berani ngiklan di blog gw, gw tarikin pajak.

4. KOMENTAR NGGA DIKASIH NAMA
Dalam dunia internet, banyak ngomong tanpa nampakin jatidirinya sah-sah aja. Tapi gw masih pegang ajaran guru-guru bahasa gw jaman sekolah dulu (biarpun udah berkali-kali gw pisuh di blog ini): jangan sekali-kali nulis surat kaleng, coz itu nggak sopan. Dan gw juga mau jemaat yang dateng ke blog gw orangnya punya etika dan mau perkenalkan diri, bukan orang gaptek yang cuman bisa ngomong tanpa pamerin batang idungnya.

Karena itu gw putusin sekarang dengan otoritas penuh, komentar yang masuk kategori-kategori di atas, akan langsung gw reject, hahaha! Sori buat yang merasa komentarnya nggak diapresiasi sama gw, dan gw tau ini akan mereduksi jumlah pengunjung yang ngedatengin gw. Tapi gw toh emang bukan blogger komersil yang sudi disetir oleh ranking Alexa atau setoran Adsense, jadi ngga peduli soal kuantitas komentar. Coz gw cuman mau jemaat gw berkualitas, bukan cuman pamer link atau mejeng surat kaleng doang.. Dan taruhan deh, kalian juga gitu kan?

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

10 comments

  1. Remba, aku dateng ke blognya Remba, tapi kok halamannya malah kedap-kedip nggak karuan?

    Kita sih niru-niru prinsipnya Metro TV aja, stasiun berkualitas untuk pemirsa yang berkualitas. Toko-toko di Kemang pasti lebih sedikit pengunjungnya daripada Pasar Baru, tapi kan pengunjungnya juga ingin berbelanja yang berkualitas, bukan sekedar beli barang doang. Nah, kita juga gitu, bikin blog yang berkualitas buat jemaat yang berkualitas juga.

    Mudah-mudahan Ijo Punk JuTee segera merambah label profesional. Atau udah?

  2. Prof. says:

    Butuh “keberanian” untuk posting seperti ini. Mereduksi pengunjung sudah pastilah…, tapi “mereka” gak punya hak ngelarang, lah yang punya blog siapa..?? kualitas nomor satu….I agree….

    Terus terang, Aku gak pernah kepikiran sebelumnya, karena memang yang nongol di otakku, adalah gimana blogku dikenal, karyaku (lagu2 IjoPunkJutee) dapat dinikmati orang. Karena aku gak mau karyaku hanya menjadi sampah yang tak terjamah.

    Kita searah mengenai comment sampah, apalagi yang diiklanin macem “jurus jitu nyari duit lewat internet” yang berani aku jamin “0” besar!! terlalu besar bo’ongnya…!!!

    Mudah2an comment ini gak masuk tong sampah..:)
    Makasih atas kunjungan dan commentnya…

  3. endro.s says:

    salam kenal mbak..
    Kelihatannya ada teman-teman yang sok usil ya.. yah agak sabar dikit. Emang ada orang yang suka iseng, jail dan lain-lain.. dan sangat disayangkan karena mestinya kita harus berterima kasih kepada siapa saja yang telah meluangkan waktu, memeras pikiran dan tenaga untuk sebuah informasi yang sangat berharga.. saya hargai kalau mbak.. sedikit geram karena keusilan teman-teman. Tapi dari pada membuat pikiran tambah kusut lebih baik.. lupakan saja, biarkan saja, cuekin saja.

    salam sukses
    ENDRO SUNOTO. SP
    http://kliksumberuang.blogspot.com/

  4. Salam balik, Mas Fadly..
    Usul Mas Fadly tentang tiga objek manfaat itu bagus. Memang saya selalu berusaha supaya tulisan saya bermanfaat buat khalayak ramai. Sebenarnya saya lebih senang kalo ada yang mau protes bahwa tulisan saya nggak berguna apa-apa selain buang-buang bandwidth aja, tapi kok ya sampai sekarang belum ada ya? Hehehe..

    Ih, sehati deh kita. Semalam saya set kotak komentar dengan ’embedded below post’, jadi komentarnya bisa di bawah posting. Memang hasilnya ciamik bener. Tapi waktu saya minta teman saya percobaan akses blog saya via HP, kok jadinya malah bikin bingung pembacanya, sebelah mana taruh nama pengirim, sebelah mana taruh URL? Apa dia gaptek ya? Nantilah saya cobain set ulang kalo saya udah nemu tempat bersinyal banyak yang ideal buat baca blog via HP. Makasih lho..

  5. Fadly Muin says:

    salam kenal mbak Vicky…

    biacara masalah kualitas, mencerminkan kualitas diri orang tersebut. semua itu perlu proses mbak. jadi memang kita mesti sabar2 dan perlu merangsang formasi edukasi melalui blog kita masing2.

    pendapat saya: komentar dan isi artikel selayaknya bersinergi, sehingga ada 3 manfaat yg didapat. pemilik blog, pemberi komentar, dan pengunjung yg hanya ingin membaca.

    oh iya mbak, kalo boleh usul, setting kotak komentar dong, spy bs ada di bawah postingan.biar lbh gampang komen..

    SALAM SUKSES = BLOG MOTIVASI MENTAL =

  6. Wah aku lupa mikirin kemungkinan itu. Bener juga ya? Tapi yang nomer 4 jelas ngga mungkin silaturahmi. Mana ada silaturahmi nggak sebut nama?

    Tapi aku tetap tahan nomer 1 dan 2 coz antisipasi orang-orang yang cuman numpang beken. Biasanya alamat URL-nya kusimpan, lalu kapan-kapan blognya aku satronin balik. Kalo blognya layak mutu, ya komentarnya di-publish. Tapi kalo engga, ya disapu aja. Soalnya ngga cuma kualitas blog aja yang mesti kita jaga, tapi mutu pengunjung juga mesti diperhatikan lho..

  7. Well..Ada peribahasa jawa berbunyi: ngono yo ngono ning yo ojo ngono.Di blogku hanya komentar nomor 3 yg tak tolak,lainnya tak publikasikan.Terkadang,orang berkomentar tujuannya bukan untuk berdiskusi,tp sekedar bersilaturahmi.Iya kalo? 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *