Selingkuhkah Kita?


Menulis tentang selingkuh itu ngga gampang. Pertama, karena pengalaman selingkuh gw terbilang sangat minim, hehehe.. *Brad, Tom, gw belagak ngga kenal kalian..*

Kedua, karena nggak ada dalil ilmiah yang valid tentang selingkuh. Ribuan buku sudah ditulis tentang cara menolong melahirkan bayi yang tepat, tapi ngga ada yang nulis tentang kaidah selingkuh yang baik dan benar. Louis XIV dan John Fitzgerald Kennedy mungkin pakar yang tepat untuk nulis hal ini, tapi sayangnya ada masalah kecil: mereka sudah keburu mati.

Ketiga, selingkuh begitu tabu sebagai budaya, sampai-sampai ngga ada terjemahannya dalam bahasa Inggris. Ayo, siapa bisa nemu apa bahasa Inggris-nya selingkuh, gw kasih permen cokelat! Kolega gw, Adhi, yang mungkin umurnya kalo bukan 35 ya 53 (duh, gw lupa umurmu, Doc!), pernah gw bikin kelabakan waktu gw minta cariin terjemahannya ‘selingkuh’ dalam software Thesaurus-nya yang canggih. Kenapa gw sebut canggih, coz dengan kamus itu dia nemu bahasa Inggrisnya ‘asam jawa’. Bayangin, asam jawa kan adanya ya di Jawa, kok pake ada istilah Inggrisnya sih? Dan terjemahannya bukan ‘Javanese sour’. Istilahnya: tamarind.
*jauh banget yak?*

Anehnya, dengan kamus Thesaurus selengkap itu, ngga ada padanan Inggrisnya ‘selingkuh’. Paling-paling keterangannya, ‘make affair’. Menurut gw itu bukan padanannya, itu definisinya. Istilah ‘affair’ itu terlalu luas. Bupati menggelapkan duit proyek jalan, menurut gw, itu juga ‘affair’. Masa’ penggelapan duit disebut selingkuh?

Lebih banyak lagi terjemahan untuk ‘selingkuhan’. Ada ‘mistress’, ‘concubine’, yang kesemuanya menurut gw merujuk pada perempuan. Itu nggak adil. Memangnya cuman perempuan yang sering selingkuh? Laki-laki juga banyak!

Dengan alasan-alasan di atas, perkara selingkuh jadi masuk area abu-abu. Ada yang bilang boleh, ada yang bilang nggak boleh. Tapi nggak ada yang bilang halal atau haram. Saat asosiasi ulama terbesar di dunia ini rame ngomongin fatwa merokok dan golput itu haram, mereka nggak mau repot-repot memfatwakan selingkuh itu haram. Mungkinkah karena mereka membolehkan selingkuh?

*gw bisa dengar reaksi mereka, “Selingkuh itu tidak boleh. Yang boleh itu poligami!*
Huh, apa bedanya sih?:-S

Karena selingkuh sulit didefinisikan, batas-batas selingkuh jadi kabur. Contoh, ketika suami sudah beristri, boleh nggak dia bergaul sama perempuan lain? Boleh nggak dia nganter perempuan lain pulang? Boleh nggak dia nyium perempuan lain kalo ulang tahun? Atau yang gampang aja, boleh nggak dia bilang perempuan lain itu cantik dan nyimpan keinginan untuk berposisi 69 dengannya, meskipun cuman dalam khayal?

Seorang teman perempuan kirim pesan ke gw kemaren, bahwa seorang laki-laki telah kirimin SMS kangen ke kolega gw ini. Masalahnya, laki-laki ini udah beristri.

Gw, yang biasa mengkotakkan semua masalah dalam kategori legal dan ilegal, bingung harus bereaksi apa. Apakah bilang kangen itu selingkuh? Memangnya manusia nggak boleh kangen ya? Coba dipikir, berapa kali gw kangen sama Brad Pitt?:p

Sekarang bayangkan aja Brad kangen sama gw.. (I know! Ini susah. Tapi kau harus melakukannya sekarang. Bayangkan. Bayangkan! *megang cambuk*)
Lalu Brad kirim e-mail dan berkeluh-kesah bahwa hidupnya makin sulit semenjak gw hengkang dari sisinya dan mutusin buat bertapa di Cali. (proses membayangkan ini makin susah)
Dan dia mulai sering baca iklan agen perjalanan buat itung-itung harga tiket pesawat dari Beverly Hills ke Pulang Pisau supaya bisa ketemu gw. (sampai di sini, pasti udah ada yang mendam hasrat pengen lemparin gw sendal jepit)
Padahal dia udah punya Angelina Jolie yang udah kasih dia tiga anak. Ini baru tahap ‘kangen-kangenan’ lho, belum tahap meet and greet (minjem istilah event organizer karena kalo udah meet and greet itu namanya ‘temu kangen’).
Kalo baru ginian, Brad selingkuh sama gw, nggak?

Coz, kangen itu seperti tunas kelapa. Kalo gulma dipupuk dan disiram terus-menerus, lama-lama ya jadi parasit (salah, Vic, kalo disiram terus ya lama-lama tanemannya busuk!). Kalo rasa kangen pada perempuan lain itu dipiara terus, lama-lama ya jadi hubungan baru yang merusak hubungan lama dengan perempuan pertama.

Tak pernah berhasil dalam sejarah, dua perempuan dan satu suami bisa rukun di satu tempat tidur. Alasannya, kasur jenis kingsize itu masih kekecilan buat dihuni bertiga. Nggak percaya? Tanya sama pedagang kasur!

Bahkan ketika dua ayam betina dimasukin ke kandang berisi seekor ayam jantan, kedua betina itu langsung berkelahi sampai bulu mereka rontok semua. Tapi apa yang terjadi ketika dua babi betina dimasukin ke kandang berisi seekor babi jantan? Alih-alih berkelahi, mereka malah threesome dengan rukun. Silakan coba eksperimen ini pada peternak babi. Resiko ditanggung sendiri.

Makanya yang punya otak selingkuh itu berarti mentalnya mirip babi. Itulah sebabnya babi itu haram.

Jadi, apakah kangen pada orang lain, saat kita udah berkomitmen, itu termasuk selingkuh? Mari kita dengar pendapat sodara-sodara semua..

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

14 comments

  1. mastein says:

    bingung juga saya mbak, kayaknya ada 2 faktor di sini ya, fisik dan pikiran. menurut saya selingkuh yang absolut ya kontak fisik disertai dengan penghayatan pikiran (halah!)

    kalo cuma salah satu ya masih semi selingkuh lah. hehe

  2. nugie says:

    waduh…. berarti sy tukang selingkuh donk hehehee….

    sama vick, mash bingung juga klo mo mendefinisikan arti kata selingkuh. apakah hanya menyangkut perasaan aja, komitmen ato faktor lain. terkadang hal yang qta anggp biasa aja, akan di anggp berbeda oleh pasangan. saling memahami aja deh… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *