Model Lux Kok Norak?


Selama bertahun-tahun, Lux adalah salah satu merk sabun paling laris di semua kalangan Indonesia. Lux adalah sabun yang banyak dipake oleh nggak cuman rakyat kecil, dan banyak pejabat pun nggak malu-malu majang sabun Lux di kamar mandi mereka. Ini juga berkat manajemen promosinya Unilever yang menciptakan strategi periklanan Lux yang efektif dan efisien sekaligus ciamik, bahwa produk boleh aja murah asalkan pemakenya nggak murahan. Seperti yang kita tau bahwa iklan sabun Lux selalu dibangun dengan tidak main-main, modelnya bukan cuman cantik, tapi juga berkelas. Itu yang bikin konsumen tersugesti bahwa pake Lux bikin kulit jadi cantik seperti bintang pilem nan yahud.

Gw mungkin adalah pengamat yang rajin ngikutin tiap kali Lux merilis iklan baru. Lux nggak pernah main-main dalam milih bintang iklannya, mereka terkenal selektif dalam urusan milih model. Tau nggak Anda bahwa Rima Melati adalah salah satu bintang Lux yang paling jadul? Waktu iklannya dirilis, gw bahkan belum lahir. Iklan Lux yang pertama kali gw liat adalah iklannya Ida Iasha di majalah wanita pada tahun ’88. Berikutnya yang gw ingat Lux juga merekrut bintang-bintang eksklusif lainnya, seperti Andri Sentanu, Okky Asokawati, Cynthia, dan Nia Zulkarnain. Di era akhir ’90-an sempat ada Vira Yuniar, Desy Ratnasari, Bella Saphira, termasuk juga AB Three yang waktu itu masih digawangin Riafinola, Widi Mulia, dan Lusy Rahmawati. Di era ’00-an muncul nama Dian Nitami, Febby Febiola, Dian Sastro, Mariana Renata, dan terakhir ini Luna Maya. Semuanya cantik dan ada karakternya sendiri-sendiri. Tapi dari mereka sendiri, yang paling gw suka, cuman Nadya Hutagalung dan Tamara Bleszinski.

Sialnya, kadang-kadang model yang udah kadung direkrut ternyata nggak bisa mempertahankan image produk yang bersangkutan. Lux yang udah sekuat tenaga dicitrain sebagai sabun bintang berkelas, kadang-kadang bisa tumbang oleh ulah bintangnya sendiri. Pengamat iklan mungkin pernah dibikin kecewa oleh Desy Ratnasari, si cantik asal Sukabumi yang ternyata suka jutek sama wartawan. (Dan ini ditiru oleh Little Laurent yang jadi seneng umbar kalimat saktinya, “No comment!”). Tapi yang mungkin masih hangat diingat orang adalah Bella Saphira. Hanya beberapa bulan setelah Bella terpilih jadi Bintang Lux oleh sayembara pilihan pemirsa dan iklannya muncul di tivi mamerin Bella yang cantik lagi mandi di kolam penuh bunga, tiba-tiba muncul Bella joget dangdut dalam sebuah iklan obat selesma. Tak heran Bella nggak pernah direkrut lagi setelah iklan Lux pertamanya itu.

Ini ngasih kita pelajaran berharga:
1. Milih bintang iklan berdasarkan pilihan pemirsa, entah itu via kartu pos atau SMS, selalu bawa bencana.
2. Kalo Anda udah jadi model iklan sabun bonafid, jangan pernah jadi bintang iklan yang ada musik dangdutnya.

Dan nampaknya, ini akan terjadi lagi.

Luna Maya, bintang Lux yang teranyar, baru aja merilis rekaman. Dia nyanyi lagu “Suara”, yang sebelumnya populer dinyanyiin Hijau Daun. Gw bahkan nggak tau band yang nyanyi lagu itu adalah Hijau Daun. Gw kirain yang nyanyinya adalah ST 12. Abis gayanya sama sih!

Dan gw sama sekali nggak ngira bahwa lagu yang nggak sengaja diputer di kompie staf kantor gw suatu siang itu adalah nyanyiannya Luna Maya. Luna nyanyi?!
Kok mendadak gw jadi inget Ayu Azhari yang tiba-tiba pernah meluncurkan video klipnya di tivi dengan lagu daur ulang milik Koes Plus. Wajar nggak siih?

Sebenarnya gw mau bereaksi yang jujur di blog ini. Tapi gw nggak tega coz salah seorang teman gw adalah masih sepupunya Luna Maya. Jadi gw terpaksa tahan mulut gw, eh..maksudnya tahan jari tangan gw, rapat-rapat.

Pertama, kalo nggak bisa nyanyi, janganlah nyanyi. Kesiyan yang dengernya, udah buang-buang listrik.
Kedua, kalo mau ngotot nyanyi, carilah lagu yang bermutu, bukan yang lagu gampangan.
Ketiga, kalo udah jadi model sabun merk internasional, di mana Anda udah sejajar dengan Aishwarya Rai dan Rachel Weisz, bertingkahlah seperti pekerja seni kaliber global, bukan seperti penyanyi kacangan.

Mudah-mudahan Lux lebih ati-ati lagi dalam menyeleksi bintang iklannya. Sayang memang kalo image produk bermerk keren jadi ancur gara-gara modelnya bikin performa ecek-ecek.

Ngomong-ngomong kok bintangnya Lux selalu model, aktris, penari, peragawati, atau penyanyi ya? Mbok sekali-kali dari kalangan lain gitu, misalnya pemenang Kalpataru, atlet angkat besi, atau astronot..

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

47 comments

  1. Hihi..saya sih ndak nolak jadi model, Mas. Tapi saya ngeri mbayangin iklan gambar saya digantung di pintu-pintu warung rokok..

    Sebenarnya waktu Titi Kamal nyanyi itu ndak pa-pa. Kan konteksnya dia berperan jadi penyanyi dangdut. Tapi di luar itu jangan lah.. Kesiyan kuping kita-kita..

  2. mastein says:

    maksud sampeyan mau ngomong gini yo mbak, “mbok sekali-kali bintang iklannya dokter gitu, lebih-lebih dokter yang di tempat terpencil, sukur-sukur kalo blogger juga, eh kalo gitu saya saja, saya memenuhi semua kriteria lho!” 😀

    *blom pernah denger lagunya luna maya*

  3. Bukan mau nyinggung. Tapi kuli-kuli di Pulang Pisau itu suka gw intipin emang punggungnya rata-rata panuan. Mungkin itu sebabnya nggak ada kuli jadi bintang Lux. Rata-rata makenya Lifebuoy, coz di warung emang harganya lebih murah.

    Mungkin bukan maunya Luna jadi penyanyi, lantaran diajakin aja, yaa aji mumpung gitulah. Sekarang tinggal nunggu waktunya Luna nyanyiin jingle Lux Magic Spell. Haiah!

    Kalo model Lux-nya obese, ntie tagline-nya ganti: Lux, sabun kecantikan orang-orang obese..

  4. Fenty says:

    O iya ding, luna maya kan bintang lux magic spell itu ya :p … lupa … hehehe, alasan mereka kan mencoba hal baru 😀

  5. trimatra says:

    hehehe….mang astronot butuh mandi juga yah?

    hu uh, bener banget tuh setujuh banget knapa ga kuli bangunan yg jadi modelnya, habis mandi pake lux trus kerjanya jadi cepat selesai krn harum.

  6. RCO says:

    Kalau yang jadi bintang iklan sabun kebetulan punya penyakit komplikasi panu kadas gatal jamur dan saudara-saudaranya, pasti deh sabun itu gak laku….keras

  7. di youtube waktu luna jd pembawa acara acara apaaaaa gitu (lupa) dia pernah dipaksa nyanyi lagu peterpan. suaranya tidak berkualitas sama sekali. sumbang, gak nyampe and jelek banget.

    kalo memang tdk berbakat jd penyanyi, mbokya jangan serakah. suara indah adalah anugerah Tuhan yg mau kursus vokal sama whitney houston juga gak bakalan berubah jd bagus.

    BTW, bintang lux fave gue nadya hutagalung

  8. reni says:

    Dokter gak jauh dari kebersihan.
    Kebersihan gak jauh dari sabun.
    Sabun gak jauh dari iklan.
    Iklan gak jauh dari model iklannya.
    Jadi, kesimpulannya : dokter dengan model iklan jauh gak ya ?

    (Ide bu dokter emang selalu tak terduga hehehe)

  9. EEL'S says:

    Klo aku setuju atlet angkat besi, habis angkat besi.. trus mandi pakai sabun lux.., tapi besinya jangan ikut disabuni nanti habis donk sabunnya

  10. hade says:

    Vic…, kamu produktif banget jadi blogger…, sebenarnya kerjaan kamu itu memang blogger aja atau yang lain sih…., bikin ngiri lho…

  11. Fanda says:

    Sama, favku jg Nadya Hutagalung. Coz dia anggun n sophisticated banget bawaannya. Sejak kasus rebutan anak dan pake histeris gitu, jd ga suka Tamara…
    Kenapa ga Anggun aja yg direkrut? Sdh anggun, nyanyinya ga malu2in lg…

  12. Lho, lebih bagus Lisa yang jadi model iklan Lux. Ntie tagnya: Lux, sabun kecantikan atlet angkat besi..

    Tapi Lux ndak mau jadi sabun kecantikan bintang dangdut..

  13. Oo saya ndak ada “perasaan” apa-apa sama Luna. Saya normal kok, masih seneng laki-laki, hahaha!

    Saya seneng nonton Luna. Di Dunia Tanpa Koma, di Extravaganza, oke lah. Tapi tolong jangan nyanyi lah, suaranya ndak pas..

    Mungkin sudah waktunya Lux bikin tagline baru. Lux; sabun kecantikan astronot, hehehe..

    Eh, astronot mandinya gimana ya? Kan di pesawatnya jungkir-balik gitu?

  14. mawi wijna says:

    Ehm, sepertinya mbak dokter ada “perasaan” khusus buat Luna Maya nih. Sempat terpikirkan, kenapa model-model Lux nggak ngambil dari finalis Putri Indonesia atau Miss Indonesia aja ya?

  15. Farid says:

    Yang Rima Melati saya gak pernah lihat,tapi dulu saya masih sempat lihat yang Widyawati, jaman cuman ada TVRI tahun 70-an hehehe. Acara iklannya hanya satu ” Mana Suka Siaran Niaga”.Udah tua banget yah hahahaha….

    Dulu emang tag iklannya : ” sabun kecantikan bintang-bintang film”, makanya sampai sekarang belum ada tuh astronot yang dijadikan modeliklannya.

  16. *Little Laurent ngakak*

    Kalo modelnya saya, setting iklannya di pinggir sungai, mandi di bawah pancuran. Abis mandi, saya keluar dan ditonton orang-orang Dayak dan Banjar yang mulutnya terperangah. Mereka menatap diriku, termasuk anak-anak lelaki buru-buru dibekap matanya oleh ibu mereka. Dan serentak..pria-pria yang menatap diriku itu, jatuh pingsan bergelimpangan di tanah.

    Apa pasal? Soalnya..Bu Dokter keluar dari kamar mandi sambil bawa suntikan!

  17. Farid says:

    Kutipan paragraf terakhir :

    “Ngomong-ngomong kok bintangnya Lux selalu model, aktris, penari, peragawati, atau penyanyi ya? Mbok sekali-kali dari kalangan lain gitu, misalnya pemenang Kalpataru, atlet angkat besi, atau astronot..”

    Komentar saya :

    Jangan hanya pemenang kalpataru, atlet angkat besi, atau astronot. Dokter yang mengabdikan diri menjadi PTT di daerah terpencil semacam Pulang Pisau juga layak dijadikan bintang Lux. Apalagi kalau dokternya emang cantik seperti dirimu hehehehe (bukan gombal, tapi fakta loh).

    Have a nice day there, bu dokter!!!

    Cheers 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *