Bercerai Itu Indah

Akhirnya! Gugatan cerai gw dikabulkan, Sodara-sodara! Lepas sudah hubungan itu, tak ada lagi kewajiban itu, yang perlu gw lakukan hanyalah menuntut harta gono-gini yang jadi hak gw! Yihaa! Gw pulang! Catet, gw pulang! Merdekaa!

Saat gw nulis ini, gw lagi mau ambil pesawat pertama ke Jakarta. Nanti di Jakarta gw tinggal ambil travel ke Bandung, dan gw menikmati kebebasan gw. Bebas, lepas, seperti merpati!

Akhirnya tugas gw sebagai dokter PTT berakhir. Aih, senangnya! Dan gw sekarang mau ngucapin pidato dulu. Yuhuu.. *keprok-keprok tangan*

Pertama, terima kasih kepada kedua kolega gw yang juga alumni PTT, Kuy Nainggolan dan Dini Norviatin. Ya, kalian yang pertama gw peluk, Jeng-jeng! Coz kalianlah yang pertama kali nyemangatin gw buat pergi, hanya dengan mantra sakti, “Vic, PTT itu nggak pa-pa lagih..” Betul-betul kalimat yang menenangkan..dan menyesatkan!

Lalu, gw mau berterima kasih kepada bonyok gw. Thanx, Mom, Pops, for letting me go. And thanx for keeping my name in your prayers all the time. Kalo Tuhan mengijinkan, nanti sore anak kalian sudah ada di rumah..:-) Adek, pastikan baju-baju gw dan sepatu gw ada di tempatnya. Cukup sudah kamu pake itu semua selama setahun gw nggak ada..

Lalu, terima kasih buat Om dan Tante Agus Yunarso, untuk Nindy, Yoga, Yudha, Dimas, yang udah jagain selama di Pulang Pisau, jadi shelter gw di Palangka, sumber asuransi hiburan kalo gw udah kangen pengen liat lampu rumah yang terang. Maaf, Tante, Om, selama ini saya ngerepotin.

Staf-staf di Kantor Kesehatan Pelabuhan Pulang Pisau tempat saya kerja, makasih udah nolong saya selama setahun ini. Ng-escort, online bareng, dan melawak biarpun saya lagi manyun. Mudah-mudahan Sodara-sodara semua segera naik gaji..

Bu Noordiani dan keluarga, makasih udah minjemin apartemennya buat saya tempatin. Mohon maaf jika selama saya nyewa di situ, ada sikap saya yang kurang berkenan.

Bu Menteri Kesehatan Dr Siti Fadilah Supari, terima kasih sudah memastikan diri saya sampai ke Cali dengan aman, merespons laporan keluhan saya dengan cepat, dan bayar gaji saya tepat waktu. Semoga Ibu dapet yang terbaik pada masa pemerintahan berikutnya.

Buat angkatan dokter PTT yang berangkat bareng gw ke Kalimantan Tengah: Ratnadewi Ciputra, Faiz Wibowo, Endi Setyawan, makasih! Persahabatan kita, biarpun cuman satu malam di Hotel Lampang, sangat menyenangkan. Sekarang kita pulang, Guys! Muhammad Abubakar, satu-satunya yang nggak pulang, mudah-mudahan lu bahagia di Barimba sana.

Para pegawai di Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Dinas Kesehatan Pulang Pisau, terima kasih buat upayanya ngurus PTT. Mudah-mudahan harta gono-gini hak saya segera dibayar. Jangan lupa lho, ini amanat pajak rakyat!

Keluarga besar Purnomo dan Djojodiharjo, makasih udah ngedentum-dentum Vicky di SMS, telfon, dan Facebook buat bilang, “Kapan pulang??” Tau nggak, cucu kalian ini lebih senang pertanyaan itu ketimbang “Kapan nikah?”

Buat kolega-kolega dokter yang tetap kerja di Kalimantan Tengah, mudah-mudahan Tuhan melindungi kalian semua. Untuk Hetty Christine, selamat udah nemu panggilan hidupnya jadi dosen di Palangka. Buat Mbak Widya Hastuti, semoga bahagia dengan keluarga kecilnya di Sampit. Dan buat Gideon Trinovianto di Pangkalanbun, biarpun kita pilih hidup kita sendiri-sendiri, Gid, ke mana pun kamu melangkah, doaku selalu buat kamu. God bless you, dear.

Temen-temen yang tetap bersama gw via on-line, makasih tetap ngirimin kabar-kabar nggak penting buat gw. Kalian bikin gw sadar bahwa di ujung dunia manapun gw berada, gw tetap dicariin. Ayo kita dugem lagi!

Dan akhirnya, karena efek samping utama PTT adalah bosan, tapi coz orang-orang berikut telah bikin gw semangat buat menjalani hari demi hari. Untuk Andyka Abdillah, Afan, Fanda Amnesiana, Julia Anggraeny, Hasan Bashari, Aditya Bayu, Budiono, Poltak Butarbutar, Edy Cahyono, Henny Caprestya, Angga Chen, Zizy Damanik Pardede, Didi, Setiawan Dirgantara, Eddy Fahmi, Fenty Fahmi, Fanny Fredlina, Yudhi Gejali, Senna Gumilar, Fe Gumilar, Tikno Guyana, Ira Hairida, Yuliarsih Hardy, Andri Harmaya, Budi Hermanto, Herdiani Hidayanti, Henry Hongdoyo, Deddy Huang, Risma Hutabarat, Ilham, Syafwan Irawan, Nugroho Irianto, Joni Ismail, Andri Jaenuri, Rangga Janaka, Sofhian Javanur, Reni Judhanto, Fabiolla Katsuyuki, Wahyu Kardanto, Yeremia Krisnanto, Manshor Makmun, Farid Mardin, Harry Multahadi, Ali Munir, Bilher Naibaho, Maya Notodisuryo, Hedi Novianto, Nura, Trie Pramono, Hendriawan Prasajajati, Oktarina Prasetyowati, Harsya Pratama, Rudy Pujiono, Ayu Purnama, Dyah Purwati, Mita Puspita, Ferdi Putra, Gabriela Putri, Muhammad Qori, Fauliza Rakhima, Miftakhur Roifah, Salwangga, Arya Santosa, Raffaell Sanzio, Seno, Dian Siagian Decante, David Simanjuntak, Helen Stevanie, Sudino, Riyati Sugiarto, Lily Suhana, Raden Suparji, Trie Suprihatin, Kazuma Suryadiningrat, Elly Suryani, Agus Suryatmojo, Ade Susanti, Hadi Susanto, Ruli Sutanto, Zamri Talib, Arman Tjandrawidjaja, Syelly Tuhumury, Edy Widodo, Wihikanwijna, Sidik Wikromo, Natasya Wisaksono, Wisnu, Yanti, Deppy Yanto, Ike Yurissa, Muhammad Yusuf,
Asep Zainudin, Attayaya Zam.. dan teman-teman lain yang nggak bisa gw sebutin satu per satu, soalnya..gw nggak tau nama kalian semua! Thanks udah nemenin gw selama ini, Jemaah. Semoga dilancarkan semua koneksi internetnya..

Dan pada akhirnya, ingin gw bersimpuh kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Tuhan, makasih ya udah sayang banget sama Vicky..:-)

Vicky Laurentina sedang pulang.. Senangnya! 🙂

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

91 comments

  1. Bwahahaha..diriku jadi terharu..

    Maaf, sampai hari ini aku belum nulis lagi. Aku pulang ke Bandung dan langsung merombak kamarku jadi kapal pecah, soalnya barang-barangku kan dibawa semua dari Pulang Pisau. Ini judulnya pindah rumah, jadi ribet banget nge-load koper, hehehe. Mudah-mudahan setelah aku beresin koperku, aku bisa ngeblog lagi. Sekarang sih, untuk sementara baru bales e-mail-e-mail yang masuk dulu.

    Oh ya, saat ini daerah-daerah di luar Jawa udah mulai punya fakultas-fakultas kedokteran sendiri lho. Contohnya aja, di Cali ada tiga fakultas kedokteran, antara lain di Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda. Tahun depan juga dibuka fakultas kedokteran di Palangka.

    Ada juga fakultas-fakultas kedokteran di Bandaaceh, Pekanbaru, Bandarlampung, Palu, dan Jayapura. Semuanya bertujuan supaya tiap daerah bisa mendidik putra-putra daerah masing-masing untuk jadi dokter. Dengan demikian nggak perlu nunggu "pasokan" dokter dari Jawa buat memenuhi kebutuhan mereka sendiri, gitu lho..

  2. reni says:

    Aku komen ke-78 nih mbak..!! Ternyata 'perceraian' mbak Vicky disambut gegap gempita oleh banyak orang nih…

    BTW, aku seneng namaku dicantumkan dalam daftar 'penggembira' bagi mbak Vicky selama bertapa di Pulang Pisau.

    Keluar dari tema, aku jadi berpikir kapan ya daerah-2 itu bisa mengirimkan putra-2 daerahnya utk menjadi dokter agar mereka betah mengabdi di daerahnya sendiri. Soalnya, kalau dokter-2 PTT biasanya berasal dari 'peradaban modern' yg gak akan betah berlama-2 tinggal di pelosok spt itu…

    Terakhir… ayo mbak buruan nulis lagi. Setelah di Bandung kok malah terlena dan ga 'curhat' lagi via blog sih..?!

  3. Ria, ternyata setelah setahun bisa ngasih makan perut sendiri, sekarang rasanya nggak enak jadi parasit di rumah bonyok sendiri. Mudah-mudahan Brad Pitt segera dateng mengangkut aku supaya aku nggak terus-terusan jadi parasit lajang di rumah ini, hihihi..

  4. Ade Wahyu says:

    Wah, selamat mba Dokter. Akhirnya selesai juga ya.

    Selamat menempuh hidup baru dengan kondisi yang lebih menyenangkan ya. Setidaknya dari segi fasilitas, Bandung tentu lebih baik dari Pulang Pisau (bener kan nulisnya?) hehe.

    Sekali lagi, congrats! 🙂

  5. Ini sudah 65 komentar, padahal biasanya nggak segini jumlah komentarnya, hahaha..

    Kayaknya bejibun juga yang seneng saya pulang ya.. Jadi terharu. Saya kan cuman pulang dari PTT, bukan pulang dari Perang Vietnam, hahaha..

    Makasih ya, Mas Farid.. 🙂

  6. Farid says:

    Congrats…..
    Akhirnya farewell speech nya muncul juga di blog.

    Dan ternyata hampir semua jamaah georgetterox yang namanya disebut2 dalam pidato ikut berbahagia dan memberikan applaus buat sang dokter veteran PTT hehehe…

    Kayaknya ini menjadi posting georgetterox yang paling banyak dikomentarin nih. Selain karena judulnya yang provokatif, juga karena jamaah ikut senang dengan selesainya bu dokter melaksanakan tugas sebagai dokter PTT.

    Terima kasih, nama saya juga disebut dalam list jamaah yang sering urun berisik di georgetterox 🙂

    Welcome home 🙂

  7. depz says:

    damn..
    sm kyk jansen, utk prtma x nya ad yg nulis nama lgkp gw d blogosphere :p

    iktn hepi dah dgrnya, coz gw rasa fitrah lo bukan hdp d 'pojok' sono vic.

    gud news jga kl dgn pndhan lo ga brenti blogging.
    skali lg, slamet
    *menjura*

  8. PRof says:

    Menikmati kembali dinginnya bandung…….

    Perceraian bagiku gak indah banget Vic, beberapa waktu yang lalu pernah niatan talak 3 blog Ijopunkjutee, tapi ternyata baru beberapa har tangan dah gatel tuk "memperkosa" keyboard….!!! he..he…Rujuk lagi dah….

  9. Buat saya, PTT tuh buat bertapa juga. Melihat kondisi dunia yang sebenarnya, yang masih asli tanpa bumbu-bumbu artifisial. Tapi saking aslinya, jadi terasa pahit juga.

    PTT tuh ada enaknya, ada nggak enaknya juga. Saking nggak enaknya, saya sampai eneg sendiri. Itu sebabnya setelah kontrak saya berhenti, saya jingkrak-jingkrak kegirangan.

    Kadang-kadang pernikahan tidak selalu indah. Ada sisi-sisi gelapnya juga yang bikin kita kepingin meninggalkan pernikahan itu. Kalau sudah tidak tahan, lama-lama ya minta cerai. Perceraian memang tidak baik, itu hanya jalan yang diambil buat orang-orang kepepet aja..

    Saya masih cari pekerjaan yang lebih baik.. 🙂

  10. pelangi anak says:

    Sepahit itukah Mbak menjalani PTT…
    Kok sampai dianalogikan as "perceraian" he..he..he…
    Padahal as far as I'm concerned…PTT itu sangat mulai, membumikan jiwa kita pada realitas kehidupan out there, salah satu dari sekian jalan mulia untuk mengerti makna hidup he he he…

    Mbak Vicky ini membayangkan pernikahan kok begitu 'gelap' yah…saya yang sudah menikah di usia muda, kok tidak demikian menjalaninya…sejauh ini, menginjak tahun ke-4 kok indah-indah saja ya he..he…he…
    …just kidding Mbak!

    Met menikmati kemerdekaannya Mbak…semoga nanti dapat soul-mate yang membebaskan he..he..he…!

  11. elmoudy says:

    aku gak ngerti,
    kenapa seolah cinta dalam sebuah rumah tangga
    mudah luntur
    apakah karena perbedaan prinsip
    karena pasangan selingkuh
    karena gak cocok
    ahhh… itu klise
    cinta… dimana kau???

  12. dKazuma says:

    Yach, tidak masuk ke list. Tapi gpp. Wah, sudah di Bandung donk skarang 😀
    Merdeka bagai burung disana hahahaha… trus di Bandung mo buka praktek dimana niy?? Biar saya jadi pasien pertamanya.

  13. Pak Sugeng, hanya ada dua macam reaksi dari dokter PTT luar Jawa ketika dia menyelesaikan PTT-nya:
    1. Dia bersikeras ingin tetap tinggal di situ, atau..
    2. Dia bersikeras ingin buru-buru pergi.

    Kebetulan saya bereaksi yang nomer 2, hahaha..

    Tentu saja ada adegan tangis-tangisan mbrebes mili itu, Pak. Kayak sinetron deh, hihihi..

  14. guskar says:

    ini kali ketiga saya menyaksikan seorang teman yg bahagianya minta ampun ketika selesai PTT. kebetulan semua ber-PTT di luar jawa…
    btw, ada tangis2n nggak bu ketika bu dokter meninggalkan tempat prakteknya? he..he..
    selamat kembali ke peradaban… hiks

  15. Iya..sekarang aku udah di rumah lagi. Lagi mikir mau ngabdi di mana, hehehe..

    Aku kira itu sebabnya kenapa sampai sekarang beluma da yang nawarin aku main film. Kayaknya takut aku bakal ngabis-ngabisin waktu buat pidato pas baru nerima Oscar..:p

  16. Wah, Pak Sugeng, ini pasti kebanyakan bikin seremoni i kantor pajak ya..? Hahaha.. Terima kasih, terima kasih..

    Jangan kuatir, saya bakalan terus ngeblog lagi kok. Cuman sekarang ngeblognya di Bandung, bukan di Cali lagi. Kayaknya nggak akan balik ke sana, soalnya saya nggak pernah terlibat cinta lokasi sama siapa-siapa tuh..:)

  17. BIG SUGENG says:

    Terimakasih kepada dokter Vicky yang telah memberikan sambutan/sepatah dua patah kata, sebagai ungkapan kebahagiaan, kami semua meridukan dokter karena jasa-jasa (pahlawan) yang telah dilakukannya selama ini. Kami berdoa semoga di tempat lama (bandung) selalau mendapat kesuksesan sampai menjadi profesor. Lho…..
    Kami berharap segera ada dokter pengganti (cuma jangan berharap dapat helm warisan yaa)

    ttd
    ketua KUD ( kok KUD sih…)

  18. PRof says:

    Akhirnya…..
    Tak sia-sia menunggumu, akhirnya kesetiaan ini berakhir dengan indah, engkau kembali dalam pelukanku…..

    (kata Ibunda Vicky…..)

  19. zee says:

    Vick,
    Ternyata status cerainya itu bkn cerai sama suami. Gw sempat kaget, kirain emg cere. Ngagetin bo' hehehee…

    Tq ya Vic utk ucapan selamatnya. Kapan2 klo gw ke Bandung, gw kabari ya biar kita kopdar hehee….

    Selamat ya bu dokter. Welcome back!

  20. Oleh-olehnya kan diri saya yang selamat dan nggak kena teluh, hahaha..

    Tentu saja saya bakalan nulis terus laah, selama ada waktu dan kesempatan..

    Mungkin sekarang, PR saya adalah mengubah image saya selama ini sebagai dokter dari Cali menjadi dokter dari Bandung..:-)

  21. -3- says:

    yihaaaa ! nama gw disebut euyy… thanks , kirain teu emut jeung abdi … xixixixi

    jangan lupa oleh2 Vick…* tetep ngarep mode on ceklik …

  22. Bekerja di luar Jawa itu seperti menikah dengan tempat itu. Kau nggak bisa pergi sejenak dari situ kalo nggak perlu-perlu amat. Sebaliknya kau harus membetah-betahkan diri di situ, menerima dengan senang sekaligus dukanya, atau kalau tidak, kau akan jadi gila atau malah bunuh diri saking stresnya. Itu, apa bedanya dengan menikah?

    Makanya setelah saya lepas dari situ, rasanya seperti bercerai dari pekerjaan yang saya nikahi selama setahun. Enak sekali! 🙂

    Tentu saja saya mau menikah lagi, dengan pekerjaan yang lain..:-D

    Terima kasih juga, Sodara-sodara, udah sering urun berisik di blog saya ya..

  23. mawi wijna says:

    weh namaku disebut, fullname pula, jadi terharu (halah!).

    Buat para komentator lain, kayaknya ni mbak dokter minta dikasih piala bergilir deh. He3

    Berarti episode "Georgetterox Dinas di Cali" diganti ke episode "Georgetterox Balik ke Bandung". 🙂

  24. luvly7 says:

    Terharuuuuuuuh … hicks hicks, peluk tepuk2, cium pipi kiri & kanan!!

    Welcome home dear!!!

    Semoga perpisahan dengan PTT bukan berarti berhenti menulis 🙂 Banyak hal2 lucu dan unik yang simple tapi dalem yang bisa gue baca di blog elu Vic 😉

    *mengetahui elu adalah sepupu dari si Mas Bowo adalah hal lain yang membuat gue merasa cukup dekat sama elu, walopun baru berkenalan blom lama2 amat ;)*

    Selamat menempuh hidup baru, kembali ke peradaban, kembali ke Malls, kembali ke hiruk pikuk dan menjadi dokter beneran 🙂

    Merdeka!!

  25. Wakakakkkaaaa…
    saya juga sampai kaget baca di dashboard saya,… Koq Bercerai sih….
    Selamat yah dok,… saya yakin bahwa selama jadi PTT tentunya sangat banyak pembelajaran berharga yang dapat dipetik yang nantinya dapat menjadi bekal buat pengabdian selanjutnya.

    Makasih buanyak nama aku disebut juga.

  26. detEksi says:

    jangan lupa sebelum meninggalkan tempat itu kamu mandi keramas yang bersih, nikmati guruyan air di situ..

    lepaskan semua penat dan beban, biarkan terbawa air yang mengaliri setiap lekuk tubuhmu..

    pergi dengan bebas dan tanpa beban..

  27. edy says:

    wah gw terharu… ga nyangka ada nama gw di situ… makasih, bu… smoga engkau tenang di sana *lho??*
    hehehe becanda :p sayangnya cuman numpang lewat di jakarta. kalo ga kan bisa kopdar. have a great trip, bu dok!

  28. jensen99 says:

    Haiyah, yang ditulis disitu nama akte saya! Pertama kali dalam sejarah blogsfer ini. Wahahaha…! LOL

    Ternyata, emang gak sia2 kamu nyembunyiin palu milik dinkes selama 2 minggu, vic. 😛

    OK, congratz, ditunggu makan2nya. 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *