Dermawan Sih, Tapi..


Bahwa, bersedekah itu sangat dianjurkan, tapi nggak boleh sampai menghilangkan nyawa orang.

Hari ini tanggal 25 Ramadhan. Rakyat Mataram tau persis bahwa setiap tanggal ini, di rumah Pak Haji, akan diadain pembagian zakat massal. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan tahun ini Pak Haji melakukannya lagi. Setiap orang yang datang ke rumahnya, bakalan dikasih duit sebanyak Rp 25 ribu perak. Nggak heran, orang-orang datang berduyun-duyun ke rumah Pak Haji hari ini. Sebagian besar adalah ibu-ibu, dan sebagian besar di antara mereka sudah bangkotan banget, dan sebagian besar lagi bawa anak-anak masing-masing. Pikirnya, pembagian zakat nggak ada ubahnya seperti beli minyak goreng yang dijatah. Kalo kamu datang ke rumah Pak Haji bawa anakmu dua orang, berarti ada tiga orang di keluargamu yang dapet zakat. 3 x Rp 25.000,-; berarti kalian bawa pulang duit Rp 75.000,- ke rumah, enak kan?

Pikiran inilah yang bikin kerusuhan di rumah Pak Haji, dan gw liat beritanya barusan di tivi. Rumah Pak Haji yang diserbu banyak orang, menjadi tempat di mana ratusan orang berjejalan di halaman macam ikan pindang karena berebutan duit yang dikasih Pak Haji. Akibatnya bisa diramalkan. Tanpa ampun, puluhan orang terinjak-injak oleh massa.

Polisi datang melerai kerusuhan. Ratusan orang disuruh keluar. Gerbang rumah Pak Haji disegel rapat. Semua orang marah-marah, karena nggak bisa ngambil duit yang dilambai-lambaikan Pak Haji.

Pak Haji di Mataram ini seolah nggak belajar dari peristiwa tahun lalu, di mana puluhan orang tewas gara-gara berebutan zakat yang dibagi-bagikan oleh seorang haji di Pasuruan, Jawa Timur. Pak Haji yang satu ini juga sama, suka bagi-bagiin zakat langsung ke masyarakat. Akibatnya orang-orang berduyun-duyun memenuhi halaman rumahnya demi minta limpahan duit, dan saking beringasnya kepingin duit, banyak yang jatuh dan terinjak-injak. Buntutnya, banyak yang tewas. Yang kesiyan, gara-gara peristiwa bencana itu, anaknya Pak Haji terpaksa dipenjara tiga tahun. Soalnya, anaknya Pak Haji itu dianggap bertanggung jawab atas pembagian zakat secara massal tersebut.

Zakat adalah ibadat yang wajib buat muslim. Memberi zakat akan dapet pahala, sedangkan tidak kasih zakat itu berdosa. Pak Haji nggak salah ngeluarin hartanya buat bayar zakat itu. Tapi yang repot, kalau dia tidak mengantisipasi kelakuan orang miskin yang biasa meluap-luap ketika melihat rejeki nomplok.

Ada alasan bagus kenapa tiap orang yang mau bagi-bagiin zakat sendiri secara massal harus lapor polisi dulu. Pasalnya, supaya polisi bisa mengantisipasi kerusuhan yang bakalan timbul. Jangan sampai yang namanya pembagian rejeki kepada orang miskin bisa berubah menjadi bencana yang menewaskan orang banyak.

Sikap sekularitas gw terusik. Barangkali urusan kenegaraan dan agama memang jangan dipisah-pisahkan. Mungkin Pemerintah perlu ikut campur juga dalam urusan agama, apalagi untuk urusan zakat ini. Antara lain mengeluarkan larangan, dilarang keras membagi-bagikan zakat secara massal tanpa pengamanan polisi. Soalnya, meskipun kedua Pak Haji di atas boleh dibilang dermawan, tapi boleh jadi apa yang mereka lakukan telah membahayakan nyawa orang banyak.

Karena kalo pembagian zakat itu bisa bikin seseorang terbunuh, apakah zakat itu tetap jadi rejeki yang berkah?

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

23 comments

  1. Arman says:

    heran ya kok tetep aja kejadian begini berulang terus… padahal udah pernah terjadi sebelumnya…

    itu entah pak haji nya gak mau tau atau emang gak suka ngeliat/ngebaca berita ya? 😛

    mau ngasih zakat niatnya berbuat baik malah bikin rusuh dan menyebabkan ada yang mati… ini malah jadi dosa gak tuh? hehe gak tau juga lah.. gak mau men-judge.

  2. Saya rasa niat para Pak Haji buat bagiin zakat ini tulus. Tapi pembagian zakat ini ada manajemennya sendiri supaya lancar dan tidak bikin orang lain celaka. Memang lebih baik lewat badan amil zakat sih.

  3. Roizzz says:

    hmmmm… ini nih yang namanya hal baik tp bisa berubah buruk kalo gak didasari niat yang tulus dan sungguh2… hhhmmmm kenapa hrus ngebagi zakat langsung??? mending ke amil zakat deh..lebih merata…

  4. zenteguh says:

    atas dasar kekhawatiran tragedi zakat di rumah H Syaichon itu terulang, PT Gudang Garam jga mebtalkan bagi-bagi zakat seprti tahun2 seblumnya. Mending memang dibayarkan ke lembaga zakat aja kali mbak..

  5. Ya, kita bisa liat bahwa dalam peristiwa ini, ada banyak sekali error di segala sisi.

    Bener, kalo kita ngasih rejeki untuk orang lain (apakah itu zakat atau sedekah), mestinya jangan kita "ngundang" penerimanya buat dateng, tapi sebaiknya kitalah yang nyamperin mereka buat ngasih rejeki itu. Diliat dari ciri khas orang kita yang kalo denger rejeki nomplok langsung nyerbu ke tempat kejadian perkara, kita sebagai "penyedia" perkara ya mesti siap menghadapi akibat yang timbul. Akibat yang dimaksud ini juga termasuk gangguan keamanan dan ketertibannya dong. Nggak ada istilah ribet buat "nyamperin duluan".

    Dan kedua, mudah-mudahan ini dibaca oleh orang-orang yang terinjak-injak di Mataram tadi siang, lain kali antre, bo'! Bebek aja bisa ngantre, dan saya nggak pernah denger ada bebek terinjak-injak pas nerima zakat. Jadi gimana caranya manusia yang punya otak bisa terinjak-injak gara-gara nggak mau ngantre? Kenapa kita lagi-lagi selalu kalah dari bebek?

  6. jensen99 says:

    Orang Indonesia itu memang punya catatan buruk untuk urusan mengantri.

    Laen kali acara ginian diadakan malam saja, biar gak panas, dan yang ngantri juga gak sambil puasa. Kasian kalo siang2.

  7. jrink says:

    seingatku zakat fitrah itu berlaku per kepala (bagi yg berpuasa) mengeluarkan 1 zakat (sbg penutup kesempurnaan puasa dg harapan dpt kembali fitrah) yg besarnya spt telah diatur dlm agama. kalo pak haji ini mungkin sedekah kali yak… lantas jika kita berpikir 'nakal' apakah pahala pak haji jika dikurangi ekses dosa yg ditimbulkan maka hasilnya… wah, cilaka juga kalo dosa-pahala kok diukur dg besar-kecilnya jml uang, he2… saya setuju dg pendapat bhw zakat itu disalurkan aja pada tempat yg berhak mengurusi perihal tsb. kalo kombinasi dari berbagai macam jenis zakat dibagikan dlm waktu yg bersamaan, wah kayaknya ada unsur manipulasi dan eksploitasi pahala tuh, he2..

  8. REYGHA's mum says:

    Aku suka heran deh ma orang yang berbuat itu….kenapa juga ngga dia yang keliling kampung buat bagi zakat tapi ngga perlu woro woro alias kasih tahu orang lain. Datengin aja tetangga2 yang kekurangan kasih zakatnya sekalian silaturahmi…eh malah ribed ngga?

  9. Seperti yang dibilang Wijna di atas, beberapa orang merasa belum afdol kalo nggak ngasih zakatnya dari tangannya sendiri. Makanya mereka nggak mau kasih via badan amil zakat.

    Alasan kedua, ada satu-dua lembaga zakat yang kredibilitasnya kurang bagus dalam menyalurin zakat. Misalnya, zakat yang mereka himpun ternyata disalurkan kepada orang-orang yang kurang "miskin" atau nggak pantas nerima zakat.

    Aku agak geli, tapi kurasa, Ramadhan tahun depan polisi mungkin akan mengawasi para jutawan tertentu. Coz kadang-kadang, bukan tidak mungkin rumah mereka menjadi titik potensi kerusuhan.

  10. Fanda says:

    Rasanya bosan baca/dengar berita yg samaaaa aja dari tahun ke tahun. Mengapa manusia tak mau belajar? Apa gak pernah belajar pepatah: Hanya keledai yg jatuh 2 kali ke lubang yg sama??

    Sekrg kan sdh banyak badan yg menerima pengurusan pembagian zakat itu? kenapa gak disalurkan aja? Dengan begitu para org kaya yg mau berzakat gak usah repot2, gak resiko ditahan krn dianggap lalai menyebabkan kematian org, juga agar amalnya benar2 tulus krn dilakukan tanpa pamer2.

    Nah…yg terakhir itu kayaknya yg jadi kendalanya!

  11. Menurut pengakuan si Pak Haji di tivi, dia sih nggak publikasi apapun kalo mau bayar zakat. Tapi memang dia membagi zakat itu secara massal setiap tahun, dan dia melakukannya tiap tanggal 25 Ramadhan. Tanggal inilah yang dihafal banyak orang, jadi hari ini mereka langsung menyerbu rumah Pak Haji tanpa diminta.

    Ada beberapa golongan yang boleh dikasih zakat, jadi nggak selalu kudu panti asuhan melulu. Zakat hendaknya disalurkan melalui petugas-petugas zakat yang disebut juga amilin, coz mereka yang udah ditatar mengenai tatacara pemberian zakat sesuai tuntunan al-Qur'an dan contoh Nabi Muhammad.

    Seringkali kita cuman ingat bayar zakatnya doang, tapi kita nggak mau repot-repot mikirin dampak implikasi dari proses pemberian zakat itu. Zakat itu mestinya mensejahterakan, bukan bikin orang terinjak-injak kayak pindang.

    Bukan perkara mau ngatur-ngatur orang beramal ya. Tapi bener kata Pak Didi, zakat itu bukan charity. Di kitab suci jelas disebut bahwa dalam setiap rejeki kita, ada sejumlah hak yang menjadi milik orang lain tertentu. Hak itulah yang kudu kita berikan, dalam bentuk zakat.

    Saya sangat mendukung penyaluran zakat via badan-badan amil zakat. Soalnya, badan-badan tersebut pasti udah meneliti mana orang-orang yang lebih pantas dikasih zakat, dan mana yang masih bisa dibantu tanpa zakat. Dan mereka juga bisa menentukan mana orang-orang yang lebih produktif kalo dikasih zakat, dan mana orang-orang yang zakatnya cuman berakhir di warung rokok doang.

    Saya nggak tau di Mataram sebelah mana rumah Pak Haji itu. Tapi kayaknya gampang deh nyarinya. Mataram kan nggak segede Jakarta. 🙂

  12. depz says:

    waduhh
    gw yg d mataram malah blm tau tuh brita
    mataram belah mana vik?
    *tau gt gw ikut ngantre…*
    hehehe

    hmmmm
    kejadian yg selalu berulang yah
    miris dan ironis

  13. sanur says:

    iat orang siapa yang tahu..kecuali dia ma tuhan…cuma lebih baik di alihkan ke zakat priduktif..kaya bikin sekiolah gratis, pelatihan gratis atau pembukaan langan kerja…karenannya dampaknya pun lebih terasa dari pada pemberian sedekah yang masih bersifat insidental

  14. mawi wijna says:

    Jujur mbak, kalau buat saya sendiri lebih berasa di hati kalau turun tangan sendiri memberikan zakat kepada yang membutuhkan. Tapi, bercermin dari kasus Pak Haji ini, mungkin alangkah baiknya orang-orang dermawan lain yang ingin berbuat serupa bisa diam-diam ngasih Zakatnya, ndak terang-terangan di muka umum.

  15. Lagi , lagi dan lagi ….
    Kejadian buruk itu terulang kembali.
    Daku sangat prihatin dengan kejadian ini.
    membayar zakat adalah kewajiban bagi yang mampu.
    memelihara kehidupan adalah kewajiban bagi semua.
    Menjaga keamanan warga negara adalah kewajiban pemerintah.
    Daku sangatlah menyayangkan bahwa kejadian ini telah berulang-ulang terjadi namun sepertinya pemerintah tidak pernah melakukan antisipasi perbaikan penyelenggaraannya.

    Bagi kawan2 yang membayarkan zakat .. tanpa berprasangka terhadap ketulusan hati kalian satu hal yang perlu diingat bahwa zakat bukan charity , bukan pula bantuan tetapi zakat adalah mengeluarkan hak orang lain yang melekat di harta kita.

    Semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran dimasa-masa mendatang.

  16. Gw sih nggak mikir para Pak Haji ini kepingin beken. Gw malah pernah dinasehatin bahwa kalo kita mau bayar zakat tuh jangan bilang-bilang.

    Zakat mestinya jangan langsung diberikan, tapi melalui lembaga-lembaga yang pernah kita omongin minggu lalu. Lembaga-lembaga inilah yang bisa menyalurkan zakat secara elegan, artinya nggak sampai membahayakan nyawa orang lain.

  17. luvly7 says:

    Hfff … speechless Vic
    Mungkin semua orang emang pengen beken yaa? lupa mikirin soal keselamatan nyawa orang lain!!

    Kyknya UU dilarang Zakat langsung boljug tuh!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *