Kau Anjing, Lantas Kenapa?

Apa yang Anda rasakan kalo orang yang menulis kepada Anda selama ini bukan gadis cantik, tapi ternyata laki-laki yang mukanya bisulan? Bukan direktur sekolah mode, tpi pemulung sampah? Bukan lulusan Harvard, tapi nggak pernah sekolah? Bukan tinggal di Jakarta, tapi di sebuah dukuh kecil di Cibonang? Bukan manusia, tapi hanya seekor anjing?

(Gw pasti semaput. Anjing macam apa yang bisa menulis?)

Baiklah, gw berlebihan. Tidak ada anjing yang bisa menulis, padahal mukanya bisulan, sering mulung sampah, nggak pernah sekolah, dan tinggal di Cibonang. Gw bahkan tidak tahu, di mana Cibonang itu??

Belakangan ini dunia blog di Indonesia gempar lantaran seorang blogger tau-tau pupus lantaran kanker payudara. Jemaah blognya menangis, dan sebagai tanda perkabungan, mereka bahkan mau bikin yayasan segala untuk mengenangnya.

Sampai kemudian seseorang iseng meneliti si blogger almarhumah, melacak jejaknya, main detektif-detektifan. Hasil investigasinya ternyata sangat mengagetkan: si blogger almarhumah itu, di dunia nyata, ternyata nggak meninggal karena kanker payudara. Dia bahkan belum meninggal, coz dia memang belum pernah hidup di dunia nyata. Karakter blogger itu ternyata fiktif!

Jemaah blognya, yang tadinya berduka mengharu-biru, sontak jadi naik darah. Beginilah dampak negatif internet, berani-beraninya orang menipu dengan menciptakan karakter fiktif, bonus pura-pura sakit kanker sampai ujung-ujungnya dibikin mati pula. Itu kan bikin sedih banyak orang. Kejahatan macam apa yang lebih kejam daripada mempermainkan perasaan orang?

Lalu gw memutuskan untuk menelusuri jemaah-jemaah yang suka baca blog gw, dan sering gw kunjungin juga. Dan terpikirlah sesuatu di kepala gw: Guys, are you real?

😀

Yah, kalo dipikir-pikir sebagian besar dari jemaah blog gw tidak pernah sungguh-sungguh pernah gw temui secara nyata. Hanya empat orang jemaah yang pernah satu sekolah dengan gw. Hanya dua orang jemaah yang pernah ketemu sama gw di konferensi dokter. Dan hanya tiga orang aja yang pernah minum kopi bareng gw (itukah definisi kopi darat? Minum kopi di darat? Kalo ketemunya di atas pesawat terbang, nggak termasuk dong?) Sisanya tidak pernah sungguh-sungguh gw liat orangnya. Nggak tau apakah dagunya buluan atau nggak. Badannya bau Calvin Klein atau bau minyak tawon. Jangan-jangan pipinya kedutan terus-menerus.

Gw rasa itu gunanya kopi darat. Membuktikan bahwa semua yang pernah dia katakan mengenai dirinya di dunia maya, itu memang benar. Meskipun gw tau realisasi kopi darat itu tidak gampang. Waktu yang nggak ada. Tempat yang nggak cocok. Males ketemu secara real time. Atau..orangnya sudah terlalu banyak bohong di dunia maya sampai-sampai kebohongannya itu akan menjungkalkannya kalau sampai ketauan di dunia nyata. Termasuk bohong karena tidak mengatakan bahwa dirinya anjing?

Tapi kemudian gw terpikir sesuatu yang lain lagi. Kalo memang selama ini yang menulis kepada kita adalah anjing, lantas kenapa?

Tulisannya bagus. Banyak manfaat yang bisa ditarik. Menghibur dan bisa bikin ketawa terbahak-bahak. Dan dia melayani komentar kita dengan baik.

Jadi, kalo ternyata blog yang kita kunjungin selama ini ternyata dikelola oleh orang yang bukan seperti bayangan kita, ya nggak pa-pa kan?

Toh penjahatnya paling banter anjing. Lain soal kalo selama ini yang nulis blog itu makhluk halus alias lelembut binti dedemit, nah itu baru bikin repot. :-p

P.S. Tulisan ini gw bikin karena pernah dengar idiom, “Di dunia maya tidak ada yang pernah menyadari bahwa Anda seekor anjing.”

P.S lagi. Gw menulis ini bukan berarti bilang bahwa gw seekor anjing.

P.S. terakhir. Foto yang di atas diambil pas gw lagi kopi darat sama sesama blogger. Yang ngejepretnya Eddy Fahmi. Bukan, bukan yang gambar anjing itu. Kalo yang gambar anjing itu sih diambil dari sini.

P.S lagi. Oke! Ini yang terakhir. Gw mulai mirip teman gw Arman Tjandrawidjaja, kebanyakan nulis P.S. di blognya.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

31 comments

  1. Justru saya kuatir jangan-jangan saya ini juga palsu, Mbak, hahaha..

    Dalam kasus yang saya ceritakan di atas, penulisnya membuat kisah fiktif atas dirinya sendiri, tapi dia nggak bilang kalo sebenarnya kisahnya karang-karangan doang. Siyalnya pembacanya pada percaya semua, gitu.

  2. zee says:

    Menurut saya sih, sebuah blog yang isinya butuh suatu komen atau interaksi balik dgn pembaca atau teman2 lain, tentunya ya hrs ada keterangan jelas dulu apakah itu blog fiktif ato real personal blog. Ikatan antara penulis dan pembaca itu kan yg membuat emosi itu terjaga. Lain halnya kalo jelas dia bilang bahwa itu semua hanya cerita, ya salah kita jg klo percaya bhw itu kisah nyata.

    Sayang kita belum kopdar ya Vick, kali aja saya ini palsu heheee…

  3. Betul, Mi. Bikin karakternya gampang. Yang susah itu bikin suasana yang mendukung karakternya itu supaya seolah dia hidup. Ini seperti membuat kebohongan-kebohongan baru untuk mendukung sebuah kebohongan yang lama. Dan kita tau sendiri, bohong itu capek.

    Aku harus bilang bahwa ide anonimitas itu bukan ide yang menarik. Jika namamu ada di antara deretan nama blogger, apakah orang mau mengklik namamu yang Anonymous? Pasti tidak. Aku sendiri nggak respek kalo ada jemaah yang komentar di blogku dengan nama Anonymous.

    Paling enak adalah menunjukkan diri kita sendiri apa adanya. Nggak usah pura-pura. Dengan begitu hidup kita nggak akan jadi susah.

  4. fahmi! says:

    nggak paham juga dg motivasi orang bikin karakter palsu gitu. kalo pingin ngeblog tapi nggak kebaca identitasnya kan ya ngeblog aja secara anonymous?

    bikin karakter palsu itu capek, karena ngurus yg demikian itu perlu mengidupkan karakternya, menciptakan suasana sekitarnya, dsb. akhirnya kecapek'an, dibikin mati deh.

  5. Ide bagus, Man. Kita lupa bahwa nggak seperti buku, blog juga melibatkan emosi dan perasaan pembacanya, jadi nggak boleh dimainin.

    Lu fiktif, Man? Anak lu fiktif juga nggak? Halaah..pusing gw! 😛

  6. Arman says:

    tergantung blog nya sih vic… kalo blog nya emang bukan personal (misalnya cuma isinya artikel2 yang umum2 sifatnya), gua gak peduli kalo yang nulis anjing juga gpp.

    tapi kalo blog nya personal, dan udah sering komen2an, udah keliatannya kayak kenal, apalagi kalo kayak di cerita lu yang sampe sakit dan meninggal segala, itu kan udah main perasaan buat para jemaahnya yang udah berasa kenal juga. kalo ternyata fiktif ya bikin kesel lah… 😛

    menurut lu, gua fiktif gak? 😛 hahaha

  7. Hahaha..ini menarik. Jadi boleh menampilkan tokoh blogger fiktif asalkan bloggernya bilang dari awal bahwa dia fiktif? Hahaha..

    Ah, menjengkelkan sekali Memoir of A Geisha itu fiktif juga. Maksudnya mau mengekspos kehidupan rahasia geisha, tapi terpaksa didramatisir supaya bukunya laris?

    Aku nggak ngerti kenapa terjemahan kopi itu Roger. Lema kata yang aneh.. Waktu aku kecil, aku selalu ngira Roger itu nama orang..

    Mau minta sidik jari dan sampel darah? Wah, nanggung. Nggak minta sampel urinnya sekalian? 😛

  8. Hoi Vicky. Minta sidik jari dong ama sampel darah. Buat bukti bahwa dikau nyata. Hehe.

    Kayaknya dulu entah darimana aku pernah denger tentang kenyataan yang dibuat (atau kenyataan yang lain ya, lupa), artinya gak semua yang kelihatan nyata itu memang nyata. Jadi sengaja dibuat dunia lain yang mirip ama dunia nyata tapi sesuai dengan imajinasi pembuatnya. Cntohnya adalah dalam pembuatan iklan atau TV series. Kayaknya itu sah2 aja selama penonton tahu bahwa itu adalah dunia buatan, meskipun dibuat semirip aslinya dan menghanyutkan kita. Kasus Puri menurutku tetep nggak bisa diterima karena nggak pernah bilang dari awal kalo tokoh itu fiktif, pastinya ini mengecewakan. Aku pernah baca buku yang bagus banget dari awal karena aku kira ini adalah buku autobiografi, tapi ternyata itu cuman novel fiksi. Buku itu adalah…jreng2345x MEMOAR OF GEISHA karya Arthur Golden.

    PSSS (ini sambungan dari PS-nya Vicky). Kopi darat itu istilah dari komunikasi lewat radio transistor. Tiap kali kita mndpt info, kita akan bilang, "Dikopi, ganti!" sebagai tanda bhwa informasi/pesan sudah diterima dan pihak lain giliran bicara (bhs Inggrisnya kalo gak salah "Roger!"). Jadi waktu mereka ketemu/bicara di "udara" ini "kopi udara", kalo ketemu muka, itu "kopi darat" (meskipun bisa juga sih kopi udara diartiin minum kopi di pesawat=P). Aku dibilangi pilot pesawat twin otter waktu di Papua (jadi kalo salah, salahin dia, ihihi)

  9. zam says:

    soal kopi darat. itu bermula dari dunia breaker. dulu kan sering tu ada orang berkomunikasi dengan menggunakan radio, di mana kalo menutup pembicaraan dengan kata, "yak begitu copy ganti.. krrsskk"

    para orang-orang yg hidup di dunia break in kemudian ketika bertemu, mereka pun ber-copy-darat (karena dulu ketemunya di "udara").

    istilah ini kemudian digunakan juga di dunia blog.

    aku malah udah capek kopdar. ketemu anak-anak itu mulu. hihihih…

  10. 🙂

    Kasusnya Puri sudah ditutup beberapa bulan yang lalu, tapi masih ada artikel-artikel yang diilhami kemarahan atas blogger yang satu itu, pertanda masih banyak mantan jemaahnya yang marah-marah. Ya sudah, pelajaran aja buat semua blogger supaya nggak percaya semua hal di dunia maya.

    Komentar lu sungguh nggak nyambung, Depp.. ^^

  11. depz says:

    Guys, are you real?

    😀
    <—-i'm real vik
    are you?hahahha

    gile… gw ampe baca tuh tautan "kasusnya"
    seru juga ternyata (yg komen)

    tapi mnrt gw itulah bedanya blog dengan buku.
    karna interaksinya beda.
    dengan blog/blogger kita bisa ga cuma membaca tapi mengenal si penulis
    walaupun membuat/menjadi tokoh /penulis fiktif adalah hak si penulis itu sendiri

    *gw ngmng apaan sih? jd pusing sama komen sndiri*
    auk ahhh 😀

  12. Justru yang saya takutkan itu, kalo pabrik tempat Mas Stein nguli itu juga fiktif, Mas. Hahahah!

    Yang di RT sebelah itu, sudah memensiunkan karakternya dengan damai kok. Kan istilahnya, rest in peace.. 😛

  13. mas stein says:

    sepertinya saya nyata mbak, kalo ndak percaya tanya yang punya ceritaeka.com pernah ketemuan sama saya.

    tapi bisa juga saya ndak pernah bener-bener ketemu mbak eka, karena kami berdua juga fiktif. halah!

    ngomong-ngomong jadi inget di RT sebelah dulu banyak yang berbelasungkawa. doh! kedjam bener yang bikin karakternya, mbok dibikin pensiun damai gitu

  14. Ada jenis orang yang lebih ekspresif di dunia maya. Itu sebabnya di dunia nyata dia jadi kaku kalo kopdar.

    Ada juga yang dari awalnya temenan di dunia maya untuk berinvestasi jadi temen sungguhan di dunia nyata. Makanya waktu kopdar jadi senang.

    Kalo saya, rada milih-milih. Saya cuman mau kopdar kalo saya udah merasa nyaman dengan orang itu di jalur pribadi. Coz saya nggak mau hubungan yang udah bagus di dunia maya jadi renggang gara-gara salah paham waktu kopdar.

    Terima kasih buat sarannya. Saya memang nggak pernah perjelas ini jawab buat siapa. Coz saya maunya, saya ngomong untuk semua pengunjung. 🙂

  15. Anonymous says:

    Baru kali ini komen setelah sekian lama menjadi silent reader…:-)

    Alhamdulillah semua teman online dan pembaca tulisan saya merupakan orang2 yang "nyata" dan sudah berhasil saya kunjungi. Setelah ketemuan, pertemanan jadi lebih akrab dan seperti mempunyai kakak/adik baru…

    Kalaupun itu tokoh fiktif, jika tulisannya bermanfaat, kenapa tidak?

    @papantulis

  16. Itik Bali says:

    Kalo buat saya pribadi sih mbak..
    yang penting selalu berpikir positif.
    seperti kata mba Vicky : yang penting tulisannya bisa memberi manfaat itu sudah cukup
    mungkin kalo ada waktu emang asyik kopdaran..
    dan aku pernah kopdaran sama seorang blogger..
    aneh juga rasanya, biasa ketemu d dunia maya akrab, ketemu nalah jadi kaku..

  17. Newsoul says:

    Vick, saran ya, jawabannya harap jelas ditujukan ke siapa. Kalau yang saya maksudkan hampir senada dengan anda, tentu saja saya tidak setuju dengan blogger fiktif, cuma kadang sulit menghalangi niat orang. Etiketpun kadang mereka langgar.

  18. Fenomena blog masih terhitung baru di Indonesia, nge-boom-nya baru 1-2 tahun belakangan. Jadi sifatnya masih eforia. Maka wajar kalo banyak orang masih sulit memisahkan antara tokoh di blog maupun tokoh di dunia nyata. Dikiranya dua tokoh itu selalu sama, padahal bisa jadi dua orang yang berbeda sama sekali. Pada saat ekspetasi khayalan ternyata beda jauh dari kenyataan, itu bisa menimbulkan reaksi macam-macam, mulai dari maklum sampai marah.

    Orang berhak menciptakan tokoh fiktif. Tapi berinternet juga ada etiketnya. Etiket itu antara lain, tidak boleh mempermainkan perasaan orang dengan bawa-bawa nyawa, misalnya mengaku mati, pura-pura keguguran, dan hal-hal seperti itu. Tokoh "Puri" telah melanggar netiket ini, jadi portal blog Kompasiana tempatnya punya akun, memutuskan untuk membekukan akunnya supaya blognya Puri tidak bisa diakses lagi.

    Tentu saja bukan tidak mungkin bahwa orang bisa aja nuduh kita sebagai blogger ini juga fiktif. Makanya itu gunanya kopi darat. Supaya ada orang yang bisa bersaksi bahwa kita ini ada "sungguhan", hehehe.

    Pada akhirnya, kita mesti memisahkan orang, mana identitas sebagai blogger, mana identitas sebagai seorang anggota jaringan sosial (Tweepsy, Facebooker, Friendsterian, dan lain-lain). Kalo melihat orang sebagai seorang Facebooker, wajar kalo kita menganggap sesuai profilnya. Tapi kalo melihat orang sebagai blogger, ya harus dinilai berdasarkan karya tulisannya dong.

    Lain itu, ada pesan kecil di sini: Jangan gampang percaya deh dengan apa yang kita lihat.

    Gambar anjingnya lucu ya? Aku ngambil di Google. Ada banyak gambar anjing ngetik keyboard, tapi aku milih yang ini coz dia pake jas. Mewakili sosok manusia yang suka melebih-lebihkan dirinya di dunia maya cuman buat dianggap keren, hahaha!

    Terima kasih buat awardnya, Mbak Fanda! Aku aja lupa kalo blogku yang ini juga udah setahun lebih, hehehe..

  19. Newsoul says:

    Mana dong link blogger fiktif itu…?, siapa tau saya pernah kesana. Baru-baru ini ada nama mencuat di dunia maya Sarah…, lupa Sarah apa. FB nya banjir peminat, blognya rajin dikunjungi orang, bahkan iklannya sebagai guru privat gencar bertebaran dimana-mana. Ternyata, cuma fiktif. Sengaja diciptakan sebuah perusahaan untuk kepentingan bisnis mereka. Kembali ke niat masing-masing, yang mau fiktif serah deh. Setuju, kopdar mungkin jalan keluar selain untuk meningkatkan ikatan persahabatan. Kopdar akbar perlu tuh, hehe.

  20. Fanda says:

    Yah..jangankan penulis di dunia maya, para selebriti di dunia nyata aja, yg bener2 ada, kita jg ga pernah tahu kepribadian sesungguhnya. Si Elvis Presley yg bak raja ketika di atas penggung, ternyata hanya manusia yg putus asa dan kesepian.

    So, percayailah yg kita ingin percayai, tapi selalu ada kemungkina bhw semua itu hanya kebohongan.

    Btw, Fanda tuh beneran ada kok. Malahan dia lg ngerayain ultah blognya yg pertama. Kamu diundang jg kesana. Datang ya!

  21. Berarti tantangannya adalah menerima bahwa si idola juga manusia, Na. Dan manusia itu juga punya sifat jelek. Yang problem sekarang, pengidolanya mau nggak menerima bahwa idolanya itu juga manusia yang punya sifat jelek?

  22. mawi wijna says:

    Memang kalau sebuah blog hanya kita pandang muatan isinya saja itu takkan jadi perkara. Tapi biasanya memang selalu "hubungan" antara pembaca dan penulis. Contoh sederhananya, si pembaca lantas mengidolakan si penulis. Nah, kasus diatas itu mungkin terjadi karena si pembaca merasa dikhianati oleh si penulis.

  23. Betul, Pak, bohong sih di mana-mana, bahkan biarpun di dunia nyata sekalipun. Dan gimana kita mau bersikap bijak kalo ternyata yang kita hadapi itu tidak seperti yang kita bayangkan.

    Ngomong-ngomong, Pak, apa Bapak bisa belajar mengeja dari tulisan saya? 😛

  24. Wakakakakakakakakakakakakakakkaaa
    ( guling-guling nech ketawanya )
    Emang ada anjing yang bisa nulis ?.
    Soal tipu menipu dimana-mana pasti ada …tergantung kitanya mau ditipu atau tidak.
    Soal dusta mendusta dimana-mana juga ada … Jadi jangan percaya begitu saja.
    Bagi aku sepanjang tulisan tersebut ada manfaatnya ( minimal ntuk latihan mengeja dan membaca ) fine-fine aja.

    As usual ..tulisan bu dokter selalu punya warna yang unique …menggelitik , kocak dan tetap penuh hikmah.

    hebat Oiiiiii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *