Mati, Tidak Efektif, Tidak Efisien


Jadi, setelah berlalunya musim kemarau, musim duren, dan musim rambutan, sekarang datanglah musim bunuh diri.

Seorang tentara asal Tulungagung kedapatan tewas, setelah menggulingkan bodinya ke bawah sebuah truk yang lagi jalan. Disinyalir korban bunuh diri, mengingat dirinya bukan berprofesi jadi tukang bengkel yang punya kapasitas resmi buat ngesot di kolong truk. Lha ngapain coba dia di bawah situ, mosok dia lagi tidur siang?

Gw denger itu beberapa hari lalu pas lagi nonton siaran berita di rumah bareng adek dan nyokap gw. (Kesiyan ya keluarga gw, tontonannya cuman berita. Mbok sekali-kali nonton sinetron gitu kek seperti orang normal.) Dan beginilah reaksi keluarga kami kalo nonton berita orang bunuh diri:

Adek gw: “Huuh, dasar. Bunuh diri kok (ngesot) ke bawah truk. Mestinya ke rel kereta api aja biar matinya cepet!”
Gw: “Apakah truknya baik-baik saja?” (dengan nada sok prihatin)
Nyokap gw: “Yo man eman bane digawe ngelindes wong!” (tanpa mengalihkan pandangan dari jaitan di tangannya)
Kalo pake bahasa pokem, maksud nyokap gw, sayang bannya rusak gara-gara dipake ngelindes orang.

Semenjak ada orang terjun bebas dari lantai atas dua mal di Jakarta dua hari lalu, perkara bunuh diri jadi pembicaraan anget lagi. Gw sendiri bertanya-tanya kenapa korbannya milih terjun bebas dari tempat setinggi itu. Ada apa gerangan? Apakah korban kepingin keluar dari mal tapi stres nggak nemu tangga buat turun ke bawah? Apakah korban sedang terobsesi jadi atlet paralayang atau atlet loncat indah sehingga menjadikan lantai atas mal sebagai batu loncatan? Apakah korban memang stres lantaran Anggoro Wijoyo belum ketemu juga batang idungnya? Apa hubungannya??

Lalu, gw mencoba mengingat-ingat lagi beberapa kasus percobaan bunuh diri yang pernah gw tanganin.

1. Waktu gw masih jadi koass, gw pernah dapet pasien seorang remaja tanggung dianter keluarganya ke UGD. Dia baru berusaha bunuh diri dengan naik ke kursi dan menggantung tali di leher. Upayanya itu gagal lantaran talinya ternyata kepanjangan.
Dasar bocah nggak berpengalaman.

2. Yang ini waktu gw masih PTT di Pulang Pisau. Pelakunya adalah tetangga gw sendiri, yang berusaha bunuh diri dengan minum obat nyamuk. Upayanya gagal karena keburu ketangkap basah keluarganya dan dia malah pingsan karena malu. Alasan si ibu ini pengen bunuh diri adalah karena marah liat anak laki-lakinya pulang ke rumah bawa penyanyi dangdut.

3. Yang ini terjadi pas gw kerja jadi dokter jaga ICU rumah sakit. Tentara ini terpaksa masuk ICU lantaran nenggak karbol. Menurut pengakuannya, dia nggak tau kalo yang diminumnya itu karbol, dipikirnya itu sirop.
Kasihan, istrinya si prajurit terpaksa diperiksa oleh komandannya lantaran diduga salah naruh karbol di sebelah sirop. Macem apa sih dapur kamar tentara ini?

4. Kalo yang ini sungguh mengharukan. Tentara nembakin pistol ke mulutnya sendiri. Cuman cukup membubarkan tulang-tulang wajahnya, tapi dia masih bisa nafas. Dia dimasukin ke UGD gw jam 2 siang dan badannya berontak melulu karena trauma kepala yang hebat. Boss gw masukin dia ke ICU. Dia baru diumumin meninggal jam 10 malemnya. Jadi ada jeda waktu delapan jam buat kesakitan sebelum menemui ajal.

Semua kasus itu nunjukin bahwa yang namanya bunuh diri itu betul-betul norak. Orang yang punya badan ini, boleh aja kepingin mati. Tapi yang punya nyawa itu Tuhan, jadi kalo Tuhan belum mau orangnya mati, ya sampai kapanpun juga orangnya nggak akan mati-mati. Biarpun orangnya sudah make segala modus buat bunuh diri, mulai dari memberdayakan tali, obat nyamuk, karbol, pistol, sampai truk manggis.

*Sudah dibilangin, pake kereta api aja ‘napa sih?*
(Modus bunuh diri ini hanya bisa digunakan di Jawa dan Sumatera, karena di tempat lain, rel kereta api belum tersedia.)

Tapi yang jelas, bunuh diri nggak akan masuk surga. Dan menurut guru agama gw, orang yang mati karena bunuh diri, nggak boleh disembahyangin.

Repot bener yang bunuh diri ini. Upayanya sudah sedemikian rupa, tapi ternyata gagal. Udah nggak jadi mati, cacat pula. Ada yang berhasil, tapi proses matinya lama dan pake acara sakit-sakit dulu. Kalo ternyata tewas beneran, jenazahnya nggak boleh dihormatin. Terus di surganya ditolak pula. Sungguh cara mati yang tidak efektif dan tidak efisien.

Jangan bunuh diri! Lebih baik obat nyamuk dipake buat ngebunuh nyamuk, karbol buat bersihin kamar mandi, dan pistol buat nakut-nakutin maling. Turun dari mal harus pake eskalator atau lift, bukan lewat jendela kayak perampok. Dan tolong deh, kalo mau terjun bebas, pergi aja ke kolam renang sana..

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

36 comments

  1. mawi wijna says:

    Halo Bu Dokter! ๐Ÿ˜€

    Ini komentar pertamaku di blog ini lho. Tapi, kalau di scroll-scroll ke atas, ternyata aku udah komen di sini sejak 6 tahun yang lalu! Hahahaha :D.

    Berhubung katanya blog Georgetterox udah ditutup, jadinya pindah komentar ke sini deh. Dulu itu aku butuh waktu berbulan-bulan lho buat ngapalin nama Georgetterox di luar kepala :D. Entah kenapa kok jadi kangen sama artikel-artikelmu di Pulang Pisau, pas aku masih memanggil dirimu dengan sebutan mbak Dokter.

    Hehehe, yo wis lah, RSS Feedku aku update dengan alamat blog barumu ini Bu Dokter. Nggak kebayang gimana itu repotnya mindah dari blogspot ke wordpress. ๐Ÿ˜€

    catatan: Domain Authority yg 81 itu bisa jadi karena blogmu yg lama itu nempel subdomain blogspot.com.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Butuh waktu 24 jam untuk mindahin semua konten dari Blogspot ke WordPress. Pake drama segala karena ternyata upaya pemindahan gagal karena..kapasitas hostingnya nggak cukup! Begitu saya perbesar kapasitas hosting-nya, upacara pemindahan konten langsung lancar jaya.

      Terima kasih sudah update RSS Feed-nya ya. ๐Ÿ™‚

      1. mawi wijna says:

        Biasanya karena foto-fotonya itu yang makan tempat, hehehe. Tapi ya umum sih, blog Georgetterox kan udah 7 tahun lebih umurnya. Yah, semoga ke depan hosting dengan kapasitas bergigabyte semakin terjangkau.

  2. Soalnya kalau mau ke Timbuktu mesti naik pesawat tiga kali, naik bis dua kali, naik elf satu kali, naik unta satu kali. Ribet dan sangat tidak praktis buat orang yang kepingin bunuh diri..

  3. wongmuntilan says:

    Hehe… bener juga ya… ada aja orang yang kecipratan rezeki ^^
    Tapi buat orang yang bersangkutan, serem amat ya bunuh diri…???
    Bukankah selama masih ada Timbuktu, lebih baik lari aja ke sana (niru Donal Bebek)…??? ^^

  4. Hai Santi, salam kenal juga, terima kasih sudah mampir.
    Saya nggak sepakat lho. Siapa bilang orang bunuh diri itu nggak berguna? Tentu saja berguna, setidaknya buat bahan reportase bagi wartawan. Rejeki yang juga bakalan nyiprat atas bunuh diri adalah para pengusaha industri pemakaman, mulai dari tukang rias jenazah, pengarang bunga duka cita, sampai tukang gali kubur. Bayangkan orang-orang ini, rejeki mereka tergantung dari banyaknya orang yang meninggal. Jadi kalau ada orang bunuh diri, mungkin mereka akan senang. Bukan begitu? Hehehe..

    *pentung*

  5. wongmuntilan says:

    Halo Vicky, salam kenal ya. Sudah lumayan sering mampir ke blog-mu (biasanya setelah mampir ke blog-nya Ria dan Kristina), dan suka banget baca postingan2-mu, tapi baru sekali ini gatal pengen ikutan komentar, hehe… ^^

    Menurut saya bunuh diri itu sama sekali tidak berguna dan tidak perlu (dan dilarang keras oleh agama). Kalau memang sudah tidak sayang nyawa, mendingan membaktikan diri dengan cara bertugas sebagai relawan di medan perang, bekerja sebagai wartawan perang, atau pilih profesi-profesi berbahaya lainnya. Kalau misalnya kena bom atau peluru nyasar, setidaknya itu bukan tindak bunuh diri, dan sebelumnya si orang ini sudah cukup berjasa bagi orang lain, hehe… ^^

  6. reni says:

    Sekarang orang makin 'pinter'… banyak cara untuk bisa bunuh diri.
    Dari yang konservatif sampai yang modern ada semua… tinggal inovasi masing-2 orang.
    Penyebabnya juga macam-2 dari yg sepele (karena gak dapat uang untuk beli buku) sampai yang parah (hamil di luar nikah).
    Ternyata berita emang lebih 'berwarna' dibandingkan sinetron hehe

  7. REYGHA's mum says:

    Semua sudah diatur koq mau ikut2an ngatur yooo….So bunuh diri itu mesti punya ilmu mesti pinter biar ngga nyiksa diri ma orang lain ya ngga?…Jadi saran saya sebelum bunuh diri belajar yang banyak, sama orang pinter spt guru bhs inggris,guru agama,guru olahraga dan guru2 bidang studi yg lain trus sama orang tua, nenek sebelah rumah sama kakeknya temen sama oarang 2 tua yang banyak ngomong di tv,radio de el el. banyak baca buku,koran,majalah,tabloid …lho..lho banyak yang masih kita belum tahu tho…nah dunia itu luas jadi masih banyak yang berada dalam situasi yang lebih susah dan ngga bunuh diri. Wah kepanjangan Vick…so tua aku…

  8. Jensen, manual bunuh dirimu panjang bener.. ๐Ÿ˜€ Bisa-bisa yang mau mbaca udah keburu mati duluan sebelum baca sampai selesai..

    Mbak Elly, saya nggak tau mati yang efektif dan efisien itu kayak apa. Kalo orangnya berusaha mematikan diri sendiri tapi nggak berhasil, itu namanya ya nggak efektif. Kalo matinya karena kecelakaan tapi pake acara sakit-sakit dulu sebelum ajal, itu namanya ya nggak efisien.

    Oh, saya pikir juga kalo masih muda sudah meninggal, bukan berarti eman-eman hidupnya. Siapa tahu Tuhan memang cuman kasih umurnya segitu, sedangkan kalo dibiarkan hidup lebih lama, nanti malah kena kanker.
    Yang repot kalo sepanjang hidup orangnya bikin sial melulu, udah gitu waktu tua ternyata sakit-sakitan tapi nggak mati-mati.

    Saya rasa, bukan urusan kita mau mati kapan, atau mau mati dengan cara apa. Yang penting, jalanin hidup di dunia, sebaik mungkin.

  9. Newsoul says:

    Bunuh diri hanya dilakukan oleh mereka yang pikirannya kalap, mental lemah, iman juga lemah, katanya. Hehe, saya jadi mikir, kalo gitu mana dong mati yang efektif -efisien…? Kalo mati masih muda, secara kecelakaan pula, yang eman-eman hidupnya (gak efektif efisien juga). Mati karena sakit, sakitnya lama, dibuat menderita dulu, gak efektif-efisien juga kan vick ? Jangan bilang mati efektif-efisien itu mati pada usai tua, cita-citanya sudah tercapai semua, sakitnya sebentar, meninggalkan wasiat, pesan terakhir, lalu flash, mati…..? Masa seh.

  10. son of a law teacher says:

    eh iya, ngobrol soal bunuh bunuhan ini, aku jadi inget quote keren:
    "some poeple are alive only because it's illegal to kill them"
    mantap man!

  11. RanggaGoBloG says:

    kalo saya ingin memandang dari sudut lain ajah… *cie sok banget yak*
    sebenarnya adegan adegan maupun berita seperti itu harus lebih diperhatikan jam tayang dan segmentsi penontonnya apalagi media sekarang bukannya memberikan pelajaran yang baik supaya kejadian itu gak ditiru.. eh malah dengan bangganya mendramatisir keadaan tersebut… kan gak baek efeknya buat psikologi anak… hehehehehe

  12. Memang sebaiknya kalo bunuh diri itu harus mikir-mikir dulu. Kalo gagal, sakitnya itu lho nggak ketulungan..

    Saya kirain pendosa sejati itu menyekutukan Tuhan, hehehe. Lebih berat mana sih? Ah, don't know ah, dark..

  13. bunuh diri bukan menyelesaikan masalah..tapi anehnya masih ada yang melakukan dengan berdalih stress, beban hidup yang berat. sangat menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan, kasihan bgt liat orang yang mati dengan sia2. apa lagi yang gagal mati..haha, tambah lagi tuh bebannya..bukan bermaksud apa2 sih, kalau ada masalah jangan bertindak bodoh deh pake bunuh diri segala..bagi yang mau bunuh diri pikir2 dulu

  14. mas stein says:

    saya pernah mbaca suatu tulisan, maling, rampok, dan pelacur masih mungkin menangis penuh sesal di sela-sela malamnya. hanya ada satu pendosa sejati, orang bunuh diri.

  15. Salut! Mungkin kemampuan menghipnotisnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan lain yang lebih fungsional, misalnya buat menghipnotis pejabat supaya nggak korup, menghipnotis orang supaya nggak ngebul, menghipnotis emak-emak di pasar supaya nggak nawar-nawar kerendahan..

  16. Aldo says:

    Sekarang juga banyak aliran/sekte bunuh diri. Di Amrik, Jepang,Korea, bahkan di Indonesia. Hebat banget pemimpinnya bisa menghipnotis para pengikutnya untuk dengan sukarela melakukan bunuh diri berjamaah hehehe.

    Salam,
    Aldo

  17. Pelaku bunuh diri punya ciri khas yaitu tidak punya pertahanan mental yang kuat. Ada yang bunuh diri karena memang tidak menjalankan agamanya, tetapi juga ada yang bunuh diri karena merasa itu "perintah" agamanya. Aku rasa fondasi pemahaman agama memang diperlukan supaya tidak ada lagi orang yang iseng menghilangkan nyawanya sendiri.

  18. Fanda says:

    Sekarang, apa bedanya bunuh diri dgn membunuh orang? Sama aja kan, karena prinsipnya nyawa manusia itu milik Tuhan. Tuhan yg ngasih hidup, jadi Ia pula yg akan mengambilnya pada waktu yg Ia tentukan sendiri. Tak boleh ada seorang manusia pun yg ikut campur memutuskan nyawa orang lain ato bahkan nyawanya sendiri mau dihabisin.

    Dan… hidup ini begitu indah, kenapa ada org yg malah mau mengakhirinya? Alasannya selalu stress dan masalah yg tak terpecahkan. Padahal di dunia ini ga ada masalah yg ga bisa dipecahkan. Kurasa, semakin org menjauh dari Tuhan, semakin agama hanya jadi hiasan di KTP, akan semakin banyak kasus bunuh diri. Itulah tanda kalo manusia ga bisa hidup tanpa Tuhan!

  19. *ketawa guling-guling*

    Buku panduan bunuh diri itu boleh juga. Kalo bisa disertakan bonus DVD Film Suicide Club. ๐Ÿ˜€

    Terus bukunya harus lengkap menyertakan gambar anatomi tubuh. Jadi orang kalo mau cepet mati itu ya yang harus disenggol adalah otaknya, bukan mulutnya, bukan perutnya, bukan mbakar kulit badannya. Inilah repotnya kalo orang yang bunuh diri terlalu malas buat belajar biologi waktu SMP.

    Harap diingat bahwa Betadine nggak bikin manusia mati. Paling-paling jadi bebas kuman, hahahah..
    Molto juga ternyata nggak efektif, paling-paling malah bikin perut jadi harum..

    Akhirnya, posting ini mengingatkan Pemerintah untuk memeratakan pembangunan ke seluruh Indonesia, minimal membangun rel kereta api di semua provinsi supaya produsen obat nyamuk cair bisa menyalurkan produk-produknya. Kasihan orang-orang Papua yang kepingin bunuh diri aja susah lantaran minim sarana dan prasarana..

  20. sibaho way says:

    peluang nih bikin buku: cara efektif bunuh diri yang indah ๐Ÿ˜›

    nanti sinopsis di sampul belakang: penulis sudah berpengalaman membantu beberapa orang bunuh diri dengan sukses.

  21. Itik Bali says:

    Baca postingan ini, jadi sedikit tersenyum
    inget tetangga saya pengin mati bunuh diri tapi yang dipake bunuh diri minum Betadine..
    mati kagak, mulutnya merah semua, malu iya..
    atau cerita orang bunuh diri, membakar diri..
    mati kagak tapi melepuh badannya semua dan akan kesakitan serta cacat seumur hidup
    Hidup ini indah, masih bersyukur diberi hidup
    jadi jangan sia-siakan hidup

  22. son of a law teacher says:

    duh, kasian amat itu tentara yg pake pistol. jarak dekat gitu kok nggak jitu juga ya nembaknya? kenapa nggak dibidik ke arah otaknya? ato ke arah tulang belakang? nggak mbois blas.

    btw posting ini mengingatkanku pd film jepang yg lumayan disturbing, judulnya suicide club. ada cerita anak2 sekolah gitu sepakatan bunuh diri massal secara riang gembira dg cara lompat ke rel kereta subway, persis ketika kereta akan lewat. mak jrooott!

  23. setuju… bunuh diri adalah tindakan paling bodoh tertolol-setolol-tololnya orang tolol diantara orang paling tolol-tololnya…
    udah nggak masuk surga, dibumi juga ditolak, neraka? meneketehe kalo yang ini, dia menerima segala jenis nggak ya?

  24. bidun says:

    yg bunuh diri di mall tu stress gara2 ngeliat harga2 di Grand Indonesia n mall satunya lagi.
    Jadi inget bbrp kasus tentament suicide yg gagal, 1. minum Molto pengharum cucian, ternyata kurang beracun; 2. minum obat anti alergi ratusan butir, kalo yg ini pasiennya psikotik, jd blm bisa dibilang suicide jg, gagal krn bilas lambung paksa sambil di iket tangan n kakinya; 3. minum obat jg, tapi ternyata kurang banyak krn stok dirumahnya cuman dikit, dan yg agak aneh tp temen gue yg nangani, 4. Makan Obat Nyamuk Bakar, yup dimakan, digigit dikunyah n ditelan, saking susahnya cari obat nyamuk cair di Papua, tentu saja gak berhasil, mungkin kalo dia makan koreknya sekalian jadi berhasil mungkin? :p
    -bidun-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *