Adu Domba a la Blog


Selamat datang di dunia maya. Tempat di mana Anda bisa pura-pura jadi anjing. Tempat di mana Anda bisa bikin orang lain seolah-olah jadi anjing. Tempat di mana tidak ada seorang pun tahu bahwa sebenarnya Anda adalah anjing.

(Siapa sih yang nebarin anekdot beken itu?)

Jadi gini ceritanya. Buat seorang blogger, kadang-kadang karier perblogannya nggak selalu mulus. Kadang-kadang ada batu yang suka menggoda pengen nyandung. Mulai dari koneksi internet yang pas-pasan. Atau susah bagi waktu dengan kerjaan. Atau kadang-kadang, mati ide.

Salah satu kerikil yang tajam itu, bernama fitnah.

Harus kita akuin, memang seorang blogger bukan pribadi yang nggak selalu disukai orang. Biarpun tuh blognya rame trafik, banyak pembuntutnya, tapi pasti juga ada aja orang nggak suka sama pemilik blog itu. Dan kalau orang nggak suka, dia bisa melakukan apa aja buat bikin blog itu jatuh. Atau minimal, citra yang empunya blog jadi jatuh.

Modus yang bisa dipakai adalah modus pemalsuan identitas. Misalnya nih, seorang A komentar di blognya si B. Tapi di komentar itu si A nggak pakai namanya A, tapi pakai namanya C. Kebetulan di blognya si B itu, ditulisnya komentar-komentar jorok yang nggak sopan. Akibatnya apa? Orang jadi nganggap si C ini netter jorok, lalu si B bisa sewot kepada si C, dan si C bisa dikucilin dari dunia perblogan. Padahal yang salah kan si A, sedangkan si C malah nggak tau apa-apa.

Siyalnya, kadang-kadang sulit buat si B untuk membedakan apakah si C yang komentar di blognya adalah si C sungguhan atau si C palsu. Untuk memastikan keaslian identitas si komentator, bisa diliat dari URL-nya. Kalau URL-nya nggak valid, alias si komentator cuman nyantumin nama tanpa URL, maka besar kemungkinan si komentator yang nyatut nama si C ini adalah scammer alias penipu.

Ada juga scammer yang nyantumin URL si C, sehingga mengesankan bahwa yang berkomentar jorok ini memang si C. Ini lebih berbahaya, coz bisa menjatuhkan citra si C di muka publik.

Jadi gimana dong kalau blog kita didatengin komentar jorok dari penontonnya? Nah, kuncinya adalah selalu berpegang pada prinsip bahwa internet adalah tetap dunia maya. Waspada scammer, termasuk waspada kepada orang-orang yang memfitnah orang lain dan berkomentar nyolot demi tujuan penjatuhan citra.

1. Jangan pernah percaya komentar jorok di mana komentator nggak nyantumin identitasnya. Nggak jelas fotonya, nggak ada URL-nya. Orang macem gini cuman berani nyolotin orang lain, tapi sendirinya nggak berani disolot balik.

2. Jangan percaya juga kalau Anda dapet komentar jorok dari penonton yang nyantumin URL. Lihat IP address-nya, apakah betul itu alamat dia.
Gw bisa aja ngaku diri Angelina Jolie dan nyantumin URL website resminya, tapi IP address kan nggak bisa bo’ong?

3. Kalau memang betul itu URL-nya asli, IP address-nya asli, dan komentarnya jorok, langsung konfirmasi ke penonton yang bersangkutan itu via jalur pribadi dan tanyakan, “Hei, apa betul sampeyan barusan komen di blog eike dan nyebut eike sodaranya Miss Piggy?”

Tips supaya Anda sebagai blogger nggak rawan difitnah:

1. Milikilah identitas yang valid. Pakai nama asli, bukan nama alias. Kalau memang harus pakai nama alias, patenkan nama aliasnya itu di blog Anda supaya nggak gampang ketuker dengan orang lain yang punya nama sama. Misalnya Anda punya nama Mrs Pitt, maka sebaiknya di blog Anda ada badge Facebook atau badge Twitter atas nama Mrs Pitt juga.

2. Selalu nyantumin URL kalau komentar di blog orang lain. Jangan males!

3. Lebih baik punya Gravatar. Jadi tiap kali komentar di blog orang, pasti foto kita muncul di situ. Maka kalau ada komentar jelek atas nama kita tapi nggak ada gravatarnya kita, maka orang akan meragukan identitas komentar itu.

4. Berteman dengan para blogger via jalur pribadi, baik via Yahoo, Twitter, Facebook, atau Friendster. Jadi kalau timbul pertengkaran di blog, bisa diselesaikan baik-baik tanpa harus diketahui publik. Kan ada orang yang senengnya provokatif di blog, tapi kalau di e-mail orangnya sopan?

5. Jadilah blogger yang sopan. Berkomentarlah yang elegan seperti orang terpelajar, bahkan meskipun Anda menyatakan ketidaksetujuan kepada pihak tuan rumah. Boleh aja nyolot, tapi serangan ditujukan kepada isi tulisan, bukan kepada penulis blognya. Hindari pemakaian kata-kata kasar, obral tanda seru, dan matikan caps lock. Cuman orang norak yang nggak ngerti netiket.

Kita ini blogger, jangan mau disamain dengan domba. Domba nggak bisa ngeblog. Jadi sebagai blogger, jangan pernah sudi diadu domba.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

29 comments

  1. Huhuhu..saya nggak punya solusi buat itu. Kalau ada pemalsuan gravatar pada blog wordpress, berarti penjahatnya adalah blogger yang blognya pernah kita komentarin. Agak sulit, mengingat saya tidak pernah ingat satu per satu blog mana saja yang pernah saya tinggalin komentar.

  2. Jokostt says:

    Tips supaya Anda sebagai blogger nggak rawan difitnah yang nomor 3, masalah Gravatar. Ini yang membuat saya kuatir, terutama pada blog yang pakai engine wordpress.

    Apa pasalnya? Dengan tahu alamat emailnya seseorang (blogger) yang dipakai dalam profile di wordpressnya maka kita bisa memunculkan avatar orang tersebut saat berkomentar. Ini yang rawan pemalsuan dan fitnah. Celakanya, bukankah setiap kita berkomentar selalu punya kebiasaan meninggalkan email yang sama agar avatar kita bisa muncul?

    Kalau pada blogspot masih sedikit lebih save karena harus melewati filter login dulu dengan username dan password. Selama password tidak bocor ya aman.

  3. Opung says:

    Waduh orang kayak gitu kejam sekali ya. Orang kayak gitu gak berani nunjukin jati dirinya karena dia sakit jiwa dan cacat mental kali.

  4. Well, aku sudah ngira ini fenomena umum. Tapi nggak kukira bakalan terjadi padaku aja. Cuman nyengir doang, kalau udah ada yang berani mess-up sama aku, berarti aku "eksis" dong? Hahaha..

  5. fahmi! says:

    yah warna warninya dunia blog. nggak bisa berharap 100% baik semua 🙂 kalo diladeni ya nggak ada abis2nya, bikin emosi ae. aku pernah ngalami hal serupa hahahaa 😀

  6. Reni says:

    Adu domba ternyata bisa dilakukan dimana saja, termasuk di dunia maya.
    Mungkin adu domba di dunia maya lebih mudah ya.., karena identitas bisa disembunyikan hehehe

  7. mawi wijna says:

    Ndak suka blognya si Anu? gampang. Alt+F4 aja browsernya. Mudah toh?

    Kalau cemburu sama popularitas blognya si Anu? Wah itu silakan instropeksi diri deh. :p

  8. Makanya sedapat mungkin aku selalu berusaha punya alamat e-mail jemaah-jemaah blogku.

    Beberapa alasan kenapa kita nggak usah meladeni komentar jorok:

    1. Meladeni = menganggap dia eksis. Orang yang nggak sopan jelas nggak pantas eksis di dunia maya.

    2. Dia belum tentu dateng lagi ke blog kita kok, buat meriksa apakah komentar dia ditanggapi atau nggak.

    3. Menanggapi orang yang sakit mental nggak pernah bermanfaat. Kata guru agamaku, jangan bertengkar dengan orang bodoh.

  9. fanny says:

    setuju. makanya jangan langsung percaya kalo ada yg koment macam2 di blog kita dg memakai nama seorang rekan blogger, padahal kita tahu si rekan blogger gak pernah koment yg aneh2. tapi kok tiba2 komentnya jorok. fb dan yahoo juga patut dimiliki jadi kalo ada apa2 bisa konfirmasi via fb dan yahoo juga.

  10. jenkna says:

    selama ngeblog, baru kemaren aku mendapat komen yang kalo diati jadi panas banget, nggak kasar sih. cuma tidak menanggapi adalah jalan yang terbaik, soalnya ditangapi juga nggak ada esensinya itu komentar.tapi kamu bener, kita mesti waspada dan nggak mudah negative thinking sama komentator yang mungkin hanya dicatut namanya.

  11. Saya juga suka koment di Blogspot pakai URL saya yang di WordPress. Tapi bingung integrasinya. Nanti dicoba lagi deh.

    Oh ya, saya juga rada kejam sama komentator anonim. Kalau namanya anonim, komentarnya nggak mutu, dan saya sendiri lagi kena PMS, langsung saya reject, hahahah..

  12. RanggaGoBloG says:

    hehehehe.. setuju mbak….memang kadang ngeselin juga ama orang2 kaya gitu… apa lagi yang make anonim huh… pengen tak telen idup2 aja tuh orang… hihihihihihi… ngomon2 soal YM add yah mbak ran99a_dj ini id ym sayah…

  13. Itulah masalahnya, Mbak, aku juga bingung, komentar yang elegan itu kayak gimana ya? Hahaha..

    Yang pasti komentar yang nggak elegan itu pasti komentar yang nggak sesuai netiket.

    Kayaknya orangnya nggak nyambung ke Mbak Fanda deh. Dia nggak ada di daftar teman FB-nya Mbak Fanda.

  14. Fanda says:

    Vick, mo nanya dulu. Komentar yg elegan tuh yg gimana ya? hehehe…

    Kalo aku sih, kalo emang ga suka karakter pemilik blog ato ga suka isi blognya, ya aku ga akan buka dan baca blognya. Tapi emang ada org2 yg kurang kerjaan. Moga2 deh di antara teman2 kita ga ada kejadian kayak gitu.

  15. Hehehe..ngeri kan?

    Beberapa hari yang lalu saya dapet komentar yang jorok tuh. Ngomongnya kasar banget. Padahal, selama ini hubungan saya dengan si komentator itu baik-baik aja. Karena kebetulan dia blogger yang cukup sukses, saya jadi curiga kalau itu ada orang jahat yang ngiri sama dia dan mencoba nyatut nama dia untuk memecah-belah persahabatan kami.

    Memang kudu banyak waspada, Yu. Untung saya nggak kepancing. Kesiyan juga sih kalau temen saya itu beneran dicatut. Setau saya, dia orang baik-baik.

  16. Itik Bali says:

    Artikelnya seru mbak..
    emang sebaik2nya orang ya selalu ada yang ga suka
    dan ironinya, gak sukanya bukan ditujukan ke artikelnya
    tapi lebih ke personalnya..

    blog yang rame, yang bagus
    yang banyak disukai
    justru itu yang memicu rasa iri terhadap blogger lain
    padahal untuk menjadi/mempunyai blog yang bagus tak semudah yang dibayangkan
    musti rajin update dengan ide yang bagus, rajin blogwalking dsb
    orang melihatnya sesudah rame nya saja

    Tapi saya saya gak kepikiran sampe ke situ, komentar pedas di blog masih bolehlah..
    tapi kalo sampe mencatut nama itu sih sudah keterlaluan banget
    thanks atas sharingnya ya mbak
    lain kali kalo saya komen lebih baik menggunakan google account saja
    biar nama saya gak dicatut orang
    ngeri ah mbak..

  17. Memang ada sih orang fitnah di blog itu. Tujuannya yah macem-macem, Mbak-mbak, antara lain ya pembunuhan karakter buat orang lain.

    Kalau di Blogspot sebenarnya bisa disetel supaya yang koment cuman orang-orang yang punya Google Account doang.

    Sayang di Blogspot belum ada fasilitas buat scan IP address, yang ada baru di WordPress dan Kompasiana.

  18. Newsoul says:

    Bila ada yang melakukan hal seperti itu vick, maka dia cuma bedebah. Bah, ngapain ya melakukan pekerjaan iseng seperti itu. Nobody perfect, sudah basi, tapi itu tetap harus kita camkan. Tidak saja orang lain, kita sendiri pun tidak sempurna. Balik lagi ke person kita masing-masing. kalau Saya, wah saya gak sempat memikirkan orang lain secara mendalam, apakah saya suka atau tidak, bla..bla..bla. Wong ngurus diri sendiri saja kadang waktu saya keteteran.

  19. Yes, gw setuju bgt. Dlm hal ini gw suka multiply yg cm mempersilahkan berkomentar setelah log-in. Ngomong2 gw blom pernah cek IP address (hehe.. norak deh) bs kasih tips ga, khususnya utk blogspot? Makasih ya Vicky! 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *