True Love-ku Bukan Soulmate-ku

Jadi, Brad Pitt cerai dari Angelina Jolie. Ini sungguhan. Kali ini bukan hoax. Penyebabnya? Klasik. Ternyata, Jolie bete coz selama ini Pitt masih sering kepikiran mantan bininya, Jennifer Aniston.

***

Bener nggak sih true love itu sama dengan soulmate? Kalau memang dua istilah itu artinya sama aja, kenapa di dunia ini bisa ada perceraian seperti yang terjadi pada Pitt, Jen, dan Jolie? Lha kalau memang cinta sejati itu ada, kenapa mereka nggak bisa mempertahankan pernikahan sehingga harus bercerai? Bukankah orang menikah untuk alasan yang sama, yaitu karena cinta?
Lantas ketika mereka mutusin bercerai, apakah cinta itu sudah punah lantaran setrumnya sudah habis?

Memang nggak semua orang menikah karena cinta. Beberapa menikah karena memang dicomblangin seperti ayam babon ketemu ayam jago. Atau seperti Sitti Nurbaya yang menikah dengan Datuk Maringgih, buat bayar utang. Tapi pasangan-pasngan yang nggak pernah naksir satu sama lain, ternyata mereka bisa beranak sampai 11 orang, dan punya cucu banyak. Kalau memang sebagian orang menikahkan perempuan hanya semata-mata sebagai obyek seks suami, tapi kalau sampai rela disetubuhi sampai melahirkan belasan anak, berarti dalam pasangan itu sudah terjadi sikap menerima satu sama lain sebagai pasangan hidupnya. Iya kan?

Gw nulis ini, setelah empat hari lalu gw nonton serial Full House bikinan Amrik yang ada Mary Kate Olsen dan Ashley Olsen-nya pas mereka masih umur tiga tahun itu. Masih inget kan, di situ ada pasangan Jesse Cochran (John Stamos, sekarang main di ER) dan Becky Donaldson (Lori Louchin, nggak tahu sekarang jadi apa..). Tiap kali gw nonton film ini, Jesse dan Becky kerjaannya berantem melulu. Lha gimana nggak berantem, Jesse-nya urakan sementara Becky-nya anggun. Kayaknya di dunia nyata nggak mungkin deh mereka bisa pacaran langgeng. Tapi ya kita tahu sendiri kan, pada musim terakhir dari serial ini, Jesse dan Becky kawin dan punya dua anak kembar. Artinya, dua orang yang mungkin secara logika nggak bisa jadi soulmate, barangkali ujung-ujungnya tetap bisa bersama dalam sebuah ikatan pernikahan karena mereka punya true love alias sungguh-sungguh mencintai satu sama lain.

Apakah itu hanya gambaran ideal dari sebuah film fiksi yang sulit terjadi di dunia nyata? Mungkin aja.
Teman gw waktu SMA, pacaran sama teman gw yang satu lagi, selama 10 tahun. Ujung-ujungnya bubar, dan sekarang teman gw jadi istri orang lain. Waktu gw nanya apa alasan teman gw mutusin cowok itu, jawab teman gw simpel aja, “Nyokapnya nggak suka sama gw.”
Yang lebih parah lagi, sepupu gw, pacaran semenjak SMA, lalu menikah setelah mereka lulus kuliah. Anak mereka yang paling besar sudah berumur 10 tahun waktu sepupu gw menggugat cerai setelah ditikungin sama suaminya.

Padahal tadinya gw pikir-pikir, teman gw dan sepupu gw dan masing-masing mantannya, adalah true love. Sepuluh tahun berbagi kasih, ya ampun. Baiklah, mungkin memang katanya Tuhan mereka nggak jodoh. Tapi bagaimana caranya 10 tahun true love itu tidak menjadi soulmate?

Lalu gw mikirin alasan sepupu gw bercerai. Kenapa bisa selingkuh? Kenapa suaminya menemukan kesenangan baru di pelukan wanita lain, yang dia nggak temukan pada sepupu gw? Kalau memang kesenangan itu nggak ada, bukankah seharusnya bisa diciptakan dalam sebuah pernikahan? Apa gunanya pacaran lama semenjak SMA sampai kuliah, kalau begitu?

Lalu untuk teman gw. Apakah betul alasan bubarnya hubungan mereka karena orang tua nggak setuju? Lha yang punya hubungan kan laki-laki dan perempuannya, bukan orang tuanya. Kalau memang nyokapnya nggak suka sama pacarnya, adalah tugasnya si laki-laki mengusahakan supaya si nyokap mau nerima pacarnya coz gimana-gimana juga si cewek itu true love-nya. Bilang dong, “Emak, aku tahu Emak lebih senang kalau aku kencan sama cewek berambut pirang. Tapi bukan salah dia kalau dia berambut ungu.”
Sementara pada saat yang bersamaan kan dia bisa bilang sama pacarnya, “Nanti kalau ke rumah nggak usah sok-sok mbawain alpukat. Emakku lagi diet.”

Pokoknya kalau memang true love itu sungguhan, mbok ya diusahakan supaya hubungan itu jadi langgeng dan tidak berpisah, begitu lho.

Maka gw jadi inget pas minggu lalu gw nguping diskusi teman gw si Ferry di Twitter. Katanya teman gw, “Bini gw mungkin bukan true love gw, tapi dia soulmate gw.”
Soulmate itu, kita mau terima dia apa adanya, untuk hidup bareng kita sampai akhir hayat. Meskipun kalau tidur dia itu ngiler, dia itu ngorok..

Dan konsep menerima seseorang menjadi soulmate itu, yang membuat sebuah hubungan bertahan lama. Berusaha ikhlas berkompromi dengan pasangan yang mungkin nggak sempurna. Memperjuangkan supaya si pacar diterima oleh orang tua. Menikah sampai punya 11 anak. Dan bertahan tanpa berselingkuh dengan orang lain.

Hari ini 14 Februari, alias hari Valentine. Gw sih nggak ikutan eforia Valentine-Valentine-an. Tapi gw menarik amanat penting dari Valentine bahwa kita memang mesti sayang-sayangan, bukan saling sambut dengan sambit. Jadi, marilah kita semua merayakan Valentine, menurut agama dan kepercayaan masing-masing..

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

18 comments

  1. Hendriawanz says:

    Akhirny kau tutup pintu juga buat Pitt.
    Ketegasan itu memang perlu Vic, sehingga dia tidak mengharapkanmu sesudah pisah (bukan cerai ya?) itu…hahahaha..:D

  2. Fanda says:

    Aku paling tertarik ama berita Brad ma Angie pisah beneran (bukan cerai loh, kan ga pernah nikah!). Klo soulmate n true love sih ga ngerti, tp aku setuju Eka, perkawinan itu bukan hanya cukup dilandasi cinta tp jg komitmen kedua belah pihak utk membangun bahtera rumah tangga. Cinta tp kalo dua-duanya membawa ego masing2 ya bubrah deh…(Brad dan Angie memang pantes klo akhirnya pisah, lha wong nikah aja ga brani…)

  3. Susah kalau kebanyakan mantan sih, jadi nggak tau true love yang mana.. 😀

    Kalau aku sih, berharap aja pasangan apapun yang bersama aku bisa menuntun aku masuk surga..

    Baiklah, tag apa yang menungguku di Dandelion?

  4. latree says:

    mudah-mudahan yang bersama aku sekarang adalah soul mate, entah true love atau bukan

    ga tahu mana yang true love sih 😛

    vic, kl ada waktu maen ke Dandelion ya, siapa tahu mau iseng, ada tag buatmu.

  5. vany says:

    selamat merayakan hari kasih sayang ya, mbak… 🙂
    sedih waktu dgr kalo brad pitt beneran mau cerai…hehehe
    cinta memang penuh misteri ya… 🙂

  6. Jazz, didoain deh mudah-mudahan nanti Jazz bisa jadi pacar dan suami yang baik.

    Bang Bill, apa mungkin ya memilih berpisah adalah salah satu jalan buat memperjuangkan cinta juga? Saya pernah punya orang tua angkat, mereka berantem melulu dan nggak cocok padahal mereka punya dua anak kandung. Akhirnya mereka sepakat bercerai dan jalan sendiri-sendiri, dan ternyata hubungan interpersonal mereka jadi lebih baik. Anaknya juga bilang sama saya, "They've treated me better nowadays rather than when they were still together.."

    Semoga Pitt menemukan dokter lain. Dokter yang punya blog ini nggak nafsu ikutan bursa calon istri ketiga, hahaha..

    Jessie, selamat Valentine juga, hehehe..

    Boro-boro udah menikah. Masih pacaran juga punya tanggung jawab juga. Perjuangan nggak berhenti ketika kita udah dapet pacar. Perjuangan sesungguhnya baru dimulai buat mempertahankan supaya setrumnya tetap semanis waktu lagi pe-de-ka-te. Tapi kalau menurut saya sih, kalau setrumnya habis, itu bukan takdir dari Tuhan ah..

    Wijna, justru cinta itu mesti ada tanggung jawab. Kalau nggak tanggung jawab, maka itu namanya bukan cinta. Perkara tanggung jawab harus pakai hitam di atas putih, yaah..itu hanya tanda bahwa cinta juga dilindungin hukum lho.

    Harry, love itu..yang bikin jadi bego. Hehehe..

  7. mawi wijna says:

    Nah itu dia. Menyambung komentarnya mba Eka, mungkin ada baiknya cinta itu berlandaskan hitam di atas putih. Ada kontrak tanggung-jawab beserta sanksinya. Tapi toh kalau seperti itu, apa itu masih layak disebut cinta?

    Masalah cinta ini memang tak pernah habis untuk dikupas karena tak punya solusi mutlak. Hmmm…

  8. jc says:

    Dulu sekali aku juga pernah ditanya tentang konsep cinta dan pacaran. Kenapa ada yang kepengen banget punya pacar tapi blom dapet-dapet, kenapa ada yang nggak cari tapi dapet duluan. Dipikir-pikir pacar/kekasih/pasangan itu hadiah. Ada yang harus dibayar untuk 'memelihara' hadiah itu. Mungkin kata 'tanggung jawab' lebih tepat. Bayangkan kalau saya belum bisa nyetir mobil, nggak tahu apa-apa tentang mesin mobil, nggak tahu cara perawatannya, kemudian saya minta dan dikasi mobil. Mau jadi seperti apa ya mobil saya ntar? Makanya saya benci kalau ada seleb cerai terus pas diwawancara bilangnya: "Ya mungkin ini memang takdir." atau "Ya kalau Tuhan maunya gini, gimana mbak?" Orang dia yang cerai kok nyalahin Tuhan. Aya-aya wae ya, teh..
    Btw, selamat hari valentine!! 😉

  9. sibaho way says:

    kabar baiknya, sama dengan mbak reni: sekarang brad pitt kosong lagi vic 😀

    saya rasa dia butuh seorang dokter yang bisa membantu dia melupakan bayang2 jennifer aniston :))

    oke. serius nih.
    dulu juga saya suka berpikir, cinta itu harus dipertahankan dalam setiap suka dan duka. namun saya kemudian juga berpikir, jika tujuan kita adalah untuk kebahagiaan, mengapa selalu memaksakan sesuatu yang tidak klop walau sudah 10 bahkan 20 tahun bersama? memang cinta perlu diperjuangkan dan perjuangan tidak selalu di medan yang sama. masalah anak? tidak selamnya anak korban perceraian menjadi tidak sukses demikian juga sebaliknya, anak dengan orangtua yang lengkap pun banyak yang 'ngeblangsak'

    panjang ya komennya 😀 maaf …

  10. *menohok*

    Aku jadi mikir, jangan-jangan selama bertahun-tahun ini aku belum menegakkan komitmen, tapi baru mbelain perasaan doang.. Kapan mau jadi pribadi yang bertanggungjawabnya ya? Mungkin itu yang dialami Brad Pitt, dia nggak sanggup bertanggungjawab untuk "tidak mencari yang lain"..

  11. Reni says:

    Aku selalu trenyuh jika membaca kisah tentang sebuah perpisahan yang harus terjadi setelah sekian lama berbagi cinta dan kasih sayang.
    Memang kehidupan rumah tangga melalui jalan yang berliku-liku, tapi dengan saling memberi dukungan dan pengertian, Insya Allah semua bisa diatasi.

    BTW.., ada peluang tuh mbak utk dapetin mas Brad Pitt. ^_~

  12. Hai morning bu dokter 🙂

    True love? Soul mate?

    Satu yang gue inget dari nasehat2 pas pernikahan gue:

    CINTA ITU BUKAN PERASAAN TAPI KOMITMEN! Sekali ikrar, ada tanggung jawab disana 🙂

    (ini sih sebenernya artinya hampir sana dengan 2 paragraf terakhir tulisan bu dokter 😉 redaksionalnya aja rada beda hehehe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *