Ayo Mancing!

Anda kepingin belajar sabar sekaligus tahu rasanya makan makanan hasil tangkapan sendiri? Gampang. Ikutan mancing yuk!

Dewasa ini, mancing nggak perlu jauh-jauh ke sungai, duduk di pinggir rumput sambil kepanasan dan gatel-gatel lantaran digigit semut merah. Di Jawa Barat banyak banget tersebar kolam pemancingan komersial di mana kita bisa mancing ikan di situ sesukanya. Kolam-kolamnya besar-besar, paling kecil ya mirip kolam renang ukuran olimpiade sampai yang ukuran segede-gede gaban seluas lapangan bola. Pengelola kolamnya udah naruh ikan-ikan di dalam situ, siap buat dipancing. Kita sebagai pengunjung tinggal dateng, duduk di gazebo pilihan yang tersebar di pinggir kolam, terus keluarin joran dan jaring. Lalu..mancing deh!

Caranya mancing sebenarnya gampang. Begini prosesnya:

1. Ambil pancingan, pasang kail dan umpan di ujung tali pancingan. Kail berfungsi buat naruh umpan, untuk diumpankan ke ikan. Umpannya bisa berupa pisang atau cacing. Tapi kalau model yang gw potret ini lebih suka pakai umpan berupa kroto.

2. Pasang pelampung di tali pancing. Pelampung hendaknya yang warnanya ngejreng, supaya keliatan di bawah sinar matahari. (Pelampung pada foto ini ditunjukkan pada anak panah.)

3. Siapkan jaring dan jala. Eh, jaring dan jala sama aja ya? Jaringnya digantung pada paku yang ada di pinggir kolam. Jala ditaruh dekat kita.

4. Sekarang kita mulai mancing. Perhatikan pelampung udah siap dan umpan ditunjukkan di anak panah. Putar tali pancing sampai minimal, pegang tongkat pancing, lalu angkat tongkatnya.

5. Posisi tangan pada 135 derajat dari daratan, lalu lempar tali pancing ke kolam sehingga tali akan merentang.

6. Perhatikan tali merentang panjang di atas kolam, sementara umpan yang tadi kita pasang sudah tenggelam di dalam kolam. Pelampung (yang ditunjukkan anak panah) yang mengapung di air kolam adalah indikator bahwa umpannya masih menggantung di dalam kolam. Jika ada ikan datang dan memakan umpan itu, maka pelampung akan tenggelam.

7. Sambil menunggu ikan datang memakan umpan, kita bisa duduk-duduk yang manis atau sambil menelepon. Tapi mata harus tetap mengawasi pelampung di tengah kolam.

8. Begitu pelampung tenggelam, tanda ikan memakan umpan kita, angkat tongkat pancing. Tali pancing akan menegang, pertanda ikan sedang memberontak karena berusaha memakan umpan kita. Putar tali pada tongkat pancing, maka ikan akan terangkat bersama tali pancing kita.

9. Ikan yang diperoleh bisa macam-macam, tergantung amal ibadah kita. :-p

10. Mata kail akan terperangkap dalam mulut ikan karena ikan tadi berusaha memakan umpan di mata kail. Lepaskan mata kail dengan tang.

11. Simpan ikan di dalam jaring di pinggir kolam. Jadi ikannya tetap bisa menikmati saat-saat terakhir hidupnya sembari bernafas karena dia masih berada di dalam air. Selanjutnya kita bisa memancing ikan lagi dan nanti menampungnya di dalam jarring itu. Kalau sudah selesai mancingnya, bawa ikannya ke caddy untuk ditimbang. (Ya, nggak Cuma lapangan golf yang punya caddy, tapi kolam pemancingan juga punya.)

Ada banyak macam ikan yang sering disediakan di kolam pancing. Pada kolam-kolam pemancingan yang sering gw kunjungin di sekitar Bandung, biasanya mereka punya ikan nila, ikan gurame, ikan mas, sampai ikan bawal. Mungkin lantaran cocok sama kondisi geografis tanah sekitar Bandung yang lumayan sejuk. Rata-rata ikan dibanderol Rp 20.000,00-Rp 25.000,00/kg.

Biasanya penggiat hobi mancing cuman seneng proses mancingnya doang. Mereka senang nangkep ikannya, tapi nggak niat makan ikannya. Jadi pengelola kolam memberlakukan kebijakan di mana konsumen cuman bayar untuk setiap ikan yang mereka pancing dan dibawa pulang. Kalau ikannya mau dimakan di tempat situ, ada biaya tambahan coz bayar juru masak. Kita bisa pesen ikannya dimasak sesuai selera, apakah itu dibakar atau digoreng aja.

Beberapa kesulitan buat mancing:
1. Kalau ngelempar tali pancingnya kurang jauh, biasanya umpan cuman berakhir di pinggiran kolam. Padahal, biasanya ikan paling seneng main di tengah-tengah kolam. Jadi kalau mau sukses, harus sering latihan ngelempar. Yeah, ini olahraga biseps juga sih.
2. Nungguin pelampung tenggelam. Mancing itu seperti pe-de-ka-te, kita kadang-kadang takut umpannya nggak laku dimakan ikan. :-p Gw punya tips: Kalau udah tujuh menit kita melempar tali pancing tapi pelampungnya ngga tenggelam juga, coba diangkat tongkat pancingnya, liatin umpannya masih ada atau nggak.
3. Umpan sudah dilempar, tapi pelampung ngga kunjung tenggelam. Ternyata, kita lengah dan ikan telah memakan umpan kita dengan cepat tanpa kita sadari.
4. Beberapa ikan ternyata punya gigi yang bisa melukai jari kita. Jadi gunakan tang untuk melepas kail dari mulut ikan yang sedang megap-megap meregang nyawa.
5. Kita nggak hobi mancing, tapi orang yang kita temenin mancing itu maniak mancing. Dan bagian resenya, kalau yang mancing itu udah duduk megang tongkat pancingnya, dos-q nggak mau berdiri sampai berjam-jam meskipun kita udah bosen nemeninnya.

Ayo mancing, biar tau enaknya makan ikan tangkapan sendiri.. 

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

22 comments

  1. Aldo says:

    Sampai sekarang belum tertarik dengan kegiatan mancing, apalagi di kolam, yang hanya duduk-duduk sambil menunggu umpan dimakan ikan. Jelas masih lebih enak naik gunung hahahahaha..

    Tapi kayaknya mancing di laut lepas naik kapal asyik juga tuh.Seperti yang sering saya lihat di TV, acara mancing ikan di laut.Kalau dilihat ikannya gede2 banget sampai2 tongkat pacingnya melengkung seperti mau patah,narik ikannya pasti susah banget.harus pintar tarik ulur.

    Salam,
    Aldo

  2. hunk says:

    Kayaknya aku perlu belajar mancing ikan dari si om ah, selama ini cuman bisa mancing anak gadisnya aja 😛

  3. Seharusnya kutulis manual ini cuman buat mancing di kolam, hahaha..

    Kalau di kolam kan ikannya kecil-kecil, yang mana perasaan antara ikannya narik umpan atau belum enggak, bedanya tipis banget. Makanya butuh pelampung sebagai indikator.

    Ide menggunakan kaleng sebagai indikator boleh juga. Tapi nggak cocok buat di kolam. Kalau bunyi klontang-klontang, nanti ikan-ikannya lari.. 😀

  4. Hendriawanz says:

    Vic, yang foto pertama, yang ditunjukin dengan anak panah, bukannya pemberat? Nggak jelas sh dari sini, pelampung ya? Ah, pemberat tuh.
    Dulu aku sering mancing, di sungai ataupun di tepi laut. Kalau yang bukan di kolam atau sungai kecil, misal di muara, aku lebih suka tanpa pelampung. Jadi ingat waktu PTT, habis praktek, mancing, karena nggak jauh dari dermaga. Gimana mau pakai pelampung, malam-malam..hehe. Tapi memang untuk yang tanpa pelampung itu, untuk yang ikan-ikan yang narik umpannya mantap. Yang kalau tidak dipegangin, jorannya bisa terbang kebawa. Cara simpel lain, gulungan senar tidak pakai yang sudah menyatu di joran, tetapi di gulung sendiri dengan kaleng susu. Jadi kalau ikannya narik…klontang..klontang..Seru lho ngejar kaleng susu yang lari ke sana-kemari..hehe

  5. Kalau memang punya usaha belut, biasanya gampang cari relasi ke orang yang hobi mancing. Kalau baru pertama kali mancing, enaknya nemenin penghobi mancing dulu, supaya belajar masang kail, ngulek umpan, ngelempar tali pancing, dan muter tali.

    Saya nggak hobi mancing, cuman hobi makan ikannya doang, hahaha.. Nggak terlalu jago juga, coz jarang banget ikan yang bisa saya tangkep. Mungkin lantaran saya orangnya berisik, jadi ikannya nggak tenteram kalau ada saya.. 😀

  6. hehehe suka mancing ya teh..

    aku g bisa mancing, coz pas pegang kail, tangan gemeteran

    grrr..

    jadilah ikannya lari..hehe

    thx teh laurentina, kalau sempat main ke tempatku yaaa

  7. Noer Hayat says:

    sangat membantu sekali, bagi diriku karena aku kepengen banget belajar memancing yg baik, kbetulan aku tinggal gak jauh dari laut..dan disini juga bnyak pengusaha empang,kdg sering mngadakan lomba mancing tpi ku cuma jdi penonton ae..dan saya sekarng bersama2 temen2 tengah budi daya belut.bisa bantu saya tuk berternak belut dgn baik ..saya ucapkan terima kasih sebelumnya..

  8. Sama, Nit, aku juga lebih sering ketiduran kalo nungguin bokap mancing. Dan makin kesel kalo aku udah bangun tapi bokap masih tetep mancing juga, belum mau berhenti. Hahaha!

  9. Seiri Hanako says:

    yahh
    kalo mancing diriku sering ketiduran..
    makanya nggak pernah diajak..
    seringnya di ajak makan hasil pancingan..
    tapi kalo cuman mancing emosi…
    bisa banget.. hehehehehe

  10. Wijna, kalau di Cali sih saya sering lihat orang mancing, di pinggir Sungai Barito. Pinggiran sih nggak dalem, cuman airnya butek.. 😀

    Pitshu, itu pasti mancingnya di daerah yang banyak anginnya, hahaha.. Kalo masih pemula sih kudu sedia plester di tas. Lumayan gw sering belajar nyopotin kail dari mulutnya ikan. Saking aja gw sayang ama tangan, makanya gw stop ikutan mancing. Kalo nggak, pasti luka-luka deh tangan gw..

    Mbak Fanny, aku juga nggak betah nungguin umpan dimakan ikan. Tujuh menit bengong mestinya udah dapet blogwalking banyak..

    Viol, cowok gw nggak pernah mancing. Tapi bokap gw yang maniak mancing. 😛

  11. Pitshu says:

    jadi inget dulu sering ikut bokap mancing di empang kampung, cuma si bokap 1 jam kentut ada kali 10-15 kali, ikan na ga ada yang dateng wakakaka ^^ dengerin kentutna bokap, kadang jadi males mancing hahaha :), lom tangan pulang2 luka semua kena kail ^^
    lebih milih main sama anak2 disana^^

  12. mawi wijna says:

    dan saya nyari sungai yang bisa buat mancing tapi belum nemu, bahkan di Jogja sekalipun…mba dokter tau yang saya maksud kan? sungai yang kayak di luar negeri itu. Dikelilingi hutan, airnya ndak dalem, airnya jernih, dst…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *