Cara Mendapatkan Uang dari Blog Dagang

Nulis blog dagang, alias blog yang memang didedikasikan buat jualan, ternyata punya tantangan sendiri kalau dibandingkan dengan blog lain yang tujuannya memang murni untuk menuliskan opini pribadi. Salah satu kesulitan utama dalam bikin blog jualan adalah mendatangkan pengunjung supaya mau lihat-lihat foto-foto dari barang jualan yang dipamerin dalam blog itu dan akhirnya menggelontorkan uang banyak.

Kali ini saya akan menulis beberapa tips buat blog dagang. Oh ya, tolong dicatet ya bahwa saya sama sekali bukan tukang dagang yang memakai blog sebagai cara menghasilkan uang, coz saya blogger yang murni ngeblog buat nulis celotehan saya. Malah bisa dibilang, saya jarang banget jalan-jalan ke blog dagang apalagi belanja online (coz saya orangnya nggak percayaan sama barang yang cuman saya lihat fotonya doang). Tapi saya akan menulis tips ini dari sudut pandang saya sebagai seorang konsumen yang doyan cuci-mata. (Kalau ingin tahu lebih banyak tentang cara mendapatkan uang dari blog, coba lihat artikel ini)

Buat halaman utama blog semenarik mungkin

Pengunjung yang dateng ke suatu blog dagang pasti pertama-tama dia akan mendarat di halaman utama dulu. Kesan pertama pada halaman utama, akan berperan penting untuk menentukan apakah dia akan melihat-lihat seluruh barang dagangan kita, atau justru dia akan menguap kebosanan lalu pindah ke website lain. Jadi kuncinya, agar blog menghasilkan uang, buat halaman utama blog semenarik mungkin.

Jangan terlalu banyak pasang foto

Kesalahan utama para blogger pedagang, biasanya mereka terlalu ambisius memajang semua foto dagangan mereka di halaman utama. Akibatnya orang jadi nggak fokus buat milih produk. Jadi, jangan terlalu banyak pasang foto. Misalnya Anda pedagang kue, cukup pasang 4-7 macam kue unggulan di halaman utama. Kue-kue lainnya bisa dipasang di halaman lain.

Anda harus jeli menentukan mana produk yang paling ingin Anda tonjolkan. Kalau mau merayu pengunjung melihat produk yang lain, gunakan widget Archives atau Categories.

Sebaiknya ukuran foto jangan gede-gede

Masalah foto itu juga problem tersendiri. Foto sebaiknya ukurannya jangan gede-gede. Jangan bikin foto yang lebarnya sampek melebihi layar laptopnya, sehingga pengunjung harus scroll-scroll ke bawah. Foto yang lebarnya kecil-kecil aja, misalnya dalam satu layar monitor laptop, foto produk yang nampak ada tiga buah.

Perhatikan resolusi; kalau buat halaman utama, jangan pasang foto dengan resolusi tinggi coz itu akan bikin loading halaman jadi lelet. Nanti pengunjungnya kabur. Lha gimana pengunjung mau lihat-lihat toko online kita, kalau baru di halaman depan aja udah bosen gara-gara nungguin loading foto yang nggak kelar-kelar?

Jangan terlalu banyak mengumbar teks di halaman utama

Ini blog dagang lho, pengunjung lebih tertarik lihat fotonya, bukan baca teksnya. Triknya begini, pasang foto produk di halaman utama, lalu bikin semacam capture di bawahnya disertai link ke halaman baru. Nanti di halaman baru, bikin artikel yang menjelaskan mengenai produk tersebut, dan di sini boleh-boleh aja pasang foto yang resolusinya besar supaya calon pembeli bisa melihat produknya dengan jelas.

Blog harus rajin di-update

Untuk merangsang seorang pembaca buat dateng lagi ke blog kita, blog harus rajin di-update. Ini sumber frustasi buat para blogger pedagang yang sering miskin ide. Cara ngakalinnya gini: Misalnya Anda pedagang sepatu. Sejauh ini Anda udah punya 15 rancangan sepatu yang mau dijual. Dalam sekali update, jangan langsung pasang ke-15 foto sepatu itu. Tetapi pasang 3-4 produk dulu dalam sekali posting. Nanti minggu depan, update blognya dengan pasang posting dua produk yang lebih baru. Minggu depannya lagi, posting lagi tiga produk anyar. Begitu terus sedikit demi sedikit, sehingga seolah-olah ada kesan bahwa tiap minggu Anda mengeluarkan produk baru (padahal desainnya sih sudah ada berbulan-bulan sebelumnya kan?)

Belajarlah cara memotret produk yang menarik

Sebagus apapun produknya, orang cuman lihat gambar. Jadi kalau motretnya biasa aja, maka produknya juga nampak biasa aja. Saya pernah lihat blog yang jualan utamanya adalah tas bordir, tapi gara-gara penjualnya lebih semangat menonjolkan jahitan bordiran pada pinggiran tasnya, akibatnya foto tasnya nampak nggak menonjol. Kesan pertama orang malah mengira bahwa itu adalah blog yang jualan kain motif kembang, bukan blog yang jualan tas.

Pakailah model

Kalau bisa pakailah model. Misalnya blog Anda jualan kripik, cobalah pasang gambar model lagi makan kripik. Jadinya atraktif!

Pantau minat pengunjung dengan Google Analytics

Dengan Google Analytics, Anda bisa mengetahui:

1. Berapa lama pengunjung rata-rata ngabisin waktu buat melihat-lihat produk dalam blog Anda? Apakah cuman sebentar atau lama?

2. Produk mana yang paling sering dilihat oleh pengunjung? Anda bisa menentukan minat calon pembeli dari sini.

3. Siapa yang mereferensikan blog Anda sehingga mendatangkan pengunjung baru? Dari sini Anda bisa tahu siapa yang telah mengiklankan blog Anda sehingga produk Anda dikenal orang lain.

4. Dari lokasi mana saja asal pengunjung blog Anda? Kalau Anda tinggal di Majalengka dan ada pengunjung yang berasal dari Gorontalo, Anda perlu memikirkan kemungkinan ekspor jualan ke sana.

Sudah ah, segitu dulu tipsnya. Kapan-kapan kalau saya dapet ide lagi, nanti saya bagi-bagi. Semoga blog Anda sukses menjadi hobi yang menguntungkan dan bikin dagangan Anda laku!

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

35 comments

    1. Mbk Perkenalkan, nama saya Faruq.

      Saya merupakan pengguna Blog yang baru, dan mau saya pakai untuk dagang "kopeksi tas"

      Tolong di lihat Blog saya, dan tolong kasih saran-saran mungkin da yg kurang di blok saya..

  1. Twitshirt says:

    bnr tuh, tambahan sedikit intinya pinter-pinter kita gimana mengembangakan serta membuat semenarik mungkin dagangan kita dalam blog. thx infonya

  2. Hai Dody, saransaya, gadget statistik di sebelah kanan bawah blog Dody itu diilangin aja, selama pengunjungnya sehari masih kurang banyak. Citranya kurang bagus, jadinya. Nanti aja kalau pengunujung hariannya udah banyak, baru pasang statistik lagi ya.

    Angga, caranya gampang aja, ini di kolom komentar kan ada pilihan, apakah mau pakai account Google, account Open ID, account Name/URL atau account Anonymous. Nah, kalau mau pakai account yang beda ya coba pakai aja account Name/URL, kan nggak akan keliatan tuh account Google-nya. Tapi jangan dipakai buat komentarin blog sendiri dengan bermacam-macam account anonim atas nama diri sendiri ya. Itu sama aja membohongi diri sendiri dengan bikin pengunjung palsu 🙂

  3. Angga says:

    saya ada pertanyaan nih mba…, kan kalo dagang online identik dengan posting comment-nya sendiri-sendiri kan? nah pertanyaannya adalah gimana caranya supaya semua orang dari akun-akun yang berbeda-beda bisa ngomen di blog dagang saya? contoh, saya pake blogger dari google juga sama seperti mba, gimana caranya semua orang bisa ngomen tanpa diminta akunnya?

  4. Dody Irawan says:

    Mbk Perkenalkan, nama saya Dody.

    Saya merupakan pengguna Blog yang baru, dan mau saya pakai untuk dagang "EDAMAME (Kedelai Jepang)"

    Tolong di lihat Blog saya, dan tolong kasih saran-saran buat kemajuan blog saya.

    Thanks
    Dody Irawan

  5. Betul, Pak Joko. Jangankan blog dagang, untuk blog-blog personal aja saya masih melihat umurnya. Rasa kepercayaan saya terhadap blog tersebut juga sangat dipengaruhi:
    1. Berapa lama blog itu ada?
    2. Apakah blog itu sering di-update?
    3. Apakah tiap tulisan dalam blog itu banyak komentarnya?
    Saya juga setuju bahwa memakai Paypal lebih aman ketimbang menulis data kartu kredit. Tapi buat para awam yang masih baru buat bikin online store, mereka belum punya account Paypal, jadi nampaknya lebih gampang kalau transfer antar rekening seperti biasa.

    Pitshu, ijo dangdut tuh kayak warna baju ijo yang suka dipakai penyanyi dangdut, hahahah..

    Jazz, tulisan ini memang bukan buat Jazz. 🙂

    Mbak Adhini, aku senang bisa bantu. Sampek sekarang aku cuman mau jadi konsultan blog dagang aja, bukan jadi pedagang yang jualan via blog. 🙂

    Risda, selamet belajar..

    Slamet, sekarang dagangannya mau merambah ke baju juga, tho?

  6. Adhini says:

    Aku rasa ini tips yang membantu, karna ada rencana mau buat blod khusus buat dagangan…tapi blm terlaksana karna masih banyak kekurangan..

  7. teteh, saya ngga terlalu tertarik dengan blog dagang ataupun dagang online.

    mungkin juga karena gaptek atau juga memang kalau beli itu enaknya ketemu lalu ngobrol ini itu ama pedaqangnya… alias tawar-menawar hehe

    tapi aku apresiasi pemanfaatan teknologi ini

    oya teh, makasih udah masang blog aku di daftar lik yah…

  8. Pitshu says:

    ijo dangdut ?! kek gemana tuh jeung! LOL~ yah kadang baju juga gitu, di gambar bahannya tebel, terima asli kek na barang tembakan, tipis hahahah ^^

  9. Jokostt says:

    Mungkin ini sekedar tambahan dari saya, selain seperti yang sudah Mbak Vicky ulas panjang lebar di artikel ini juga sangat penting.

    Pada saat saya memposisikan sebagai pengunjung blog dagang, saya tak berharap terlalu muluk-muluk, kecuali lebih menekankan ke sisi TRUST-nya. Yang lainnya akan saya lihat belakangan. Dan hal-hal yang perlu saya lihat dulu biasanya adalah:

    1. Berapa lama umur blognya? Alexa dan PR-nya berapa?

    2. Seberapa banyak fanpage pelanggan di blognya?

    3. Dimana alamat blog dari si pedagangnya?

    4. Ada dan mudahkah untuk menghubungi contact ke pedagangannya?

    5. Karena mayoritas situs e-commerce di internet pakai sistem pre order (bayar dulu kirim belakangan) maka adanya support bayar pakai Paypal atau Google checkout lebih membuat saya lebih merasa nyaman daripada saya menyerahkan data-data kartu kredit saya langsung. Bayangkan, misalnya kita sudah ditipu masih ditambah lagi kartu kredit dibobol pula.

    6. Blognya pakai domain dan hosting sendiri apa tidak. Ini menjadi ekspektasi pertimbangan lebih saya daripada pakai blog yang gratisan, yang memberi kesan mau jualan tapi tak mau keluar modal.

    Itu saja tambahan saya, Mbak Vicky. Maaf, kalau kepanjangan commentnya.

  10. sabry says:

    saya juga ngeblog bukan buat jualan tpi sekadar buat latihan nulis aja. tapi nnti dikemudian hari berniat jualan tips ini bisa bermanfaat…
    thanks…

  11. Berarti mereka mempraktekkan tips gw, hahaha..

    Kalau retouch-nya cuman di segi brightness atau contrast aja nggak pa-pa, Pits. Yang bikin kuciwa tuh, kalo tas yang di gambarnya warna ijo toska, tapi ternyata itu hasil retouch abis-abisan dari warna aselinya yang ijo dangdut.. :p

  12. Pitshu says:

    kadang produk terlalu banyak di re-touch di gambar bagus, pas terima barangnya ga sebagus gambarnya hahaha.. pembeli kadang kuciwa ^^

  13. Harus saya garisbawahin bahwa memang kesalahan umum para blogger pedagang itu adalah ribut masang pernak-pernik nggak penting. Akibatnya tampilan blog jadi terlalu rame, dan ini malah membingungkan pembacanya mau baca yang mana dulu. Ibaratnya seperti pengunjung yang baru pertama kali ke mal, bingung mau masuk toko yang mana dulu, coz semua toko nampak kerlap-kerlip mencrang..

  14. Itik Bali says:

    Yepz, meski lewat blogspot bisa juga blog dagang sukses
    traffic blog bisa dibangun kok, asal rajin update dan masuk ke social bookmarking
    dan yang penting jangan riweh dengan segala pernik2 yang gak penting

  15. Yepz, di Blogspot memang perlu trik tersendiri buat bikin blog dagang, Cahya. Saya kan nulis ini coz rata-rata blogger pedagang yang masih baru merintis usahanya di Indonesia, masih lebih banyak yang pakai Blogspot ketimbang Joomla. Saya pernah iseng-iseng meneliti teman-teman saya yang pakai media blog buat dagang. Ternyata host yang mereka pakai paling banyak adalah Blogspot dan Multiply (sori, Facebook nggak saya masukin coz Facebook itu bukan blog).

  16. Cahya says:

    Biasanya blog dagang dibuat dengan mesin CMS tersendiri, seperti Drupal atau Jomla, entahlah, kalau di blogspot mungkin perlu perjuangan ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *