Budeg Massal


Beberapa orang tidak bisa hidup dengan asap rokok. Contohnya ya saya. Beberapa lagi justru tidak bisa hidup tanpa asap rokok. Makanya dibuatkan smoking area di tempat-tempat umum, supaya orang bisa menghirup asap rokok dengan nyaman.

Smoking area yang saya potret ini ada di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang (males bilang bandaranya ada di Jakarta). Berupa boks kaca berukuran 2 x 6 x 3 meter kubik di koridor buat calon penumpang. Boksnya transparan bak akuarium, jadi orang-orang yang kepingin ngebul bisa ngeceng dan dikecengin orang lain di luar boks. Ada bangkunya, jadi perokok bisa ngebul tanpa takut kena varises lantaran kelamaan berdiri. Perokok bisa ngebul dengan nyaman, intinya begitu.

Sewaktu saya motret ini, petugas bandara mondar-mandir di koridor sambil teriak-teriak, “Pekanbaru 470! Pekanbaru 470! Berangkat!”
Nampaknya pesawat dengan nomer penerbangan 470 yang menuju Pekanbaru mau berangkat, dan petugasnya manggil-manggil calon penumpang yang masih keleleran. Padahal sudah dari tadi mbak-mbak yang jagain loudspeaker manggil-manggil di halo-halo, kok masih ada aja penumpang yang baru ngeh kalau dipanggil secara manual.

Lalu dari smoking box ini, tahu-tahu berdiri bapak-bapak yang rokoknya belum abis. Dia melongokkan kepalanya keluar pintu, lalu berteriak, “Pekanbaru?”

Si petugas noleh dan bales teriak, “Pekanbaru 470? Berangkat, Pak!”

Kontan si bapak yang lagi ngebul itu lari tunggang-langgang ninggalin smoking area dan nyusul ke ruang boarding.

Beuh, kenapa lu nggak boarding dari tadi sih? Udah bagus lu nggak ditinggal.

Lalu saya baru ngeh. Itu smoking box-nya nggak ada lobangnya.
Pantesan si bapak nggak denger panggilan dari halo-halo. Weks, berarti yang ngebul di ruangan situ terancam ketinggalan pesawat dong?

Ada lagi kelakuan unik dari orang-orang lain di boks ini. Ada yang baru masuk, mau ngebul, tapi celingukan dulu. Lalu dia nyapa seorang perokok yang lagi duduk, kayaknya minta api. Wah, ini jenis perokok yang nggak bermodal. Mbok kalau bawa rokok, mbok ya bawa geretan sekalian.

Ada lagi yang ngebul terus tapi sibuk nutupin idungnya. Kayaknya dia nggak tahan asap rokok tetangganya. Mau pindah dari boks itu nggak bisa, lha rokok di tangannya sendiri belum abis?

Jadi kesimpulannya, berada di smoking area itu, implikasinya macem-macem. Budeg bareng nggak denger panggilan boarding, menghirup asap satu sama lain, bau asap bersama.

Berhentilah merokok sebelum Anda ketinggalan pesawat.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

37 comments

  1. zee says:

    Hahahaaa….. aduh ngakak baca si perokok gak modal itu. Untung ga minta rokok sekalian.

    Sepertinya smoking room itu emg asal2an buatnya. Ya gimanapun jg, fasilitas hrs dilengkapi. Ada exhouse fan dan ada speaker kecil u. dengerin halo2. Dsr Indonesia ya, segalanya serba tanggung.

    Atau emg sengaja u/ ngerjain para perokok? Uheuehue…

  2. Dodi says:

    "Sodara-sodara, menurut saya ini memang taktiknya pengelola bandara untuk tidak memanjakan perokok. Jadi perokok sengaja dikasih ruangan tanpa exhausted fan, tanpa pengeras suara, sehingga perokok nggak akan nyaman ngebul di dalam situ. Lama-lama mereka merasa nggak disediain tempat, sehingga mereka dipaksa berhenti ngebul, gitu lho."

    Bisa jadi Mba, hehe. Sengaja didesain sedemikian rupa biar para perokoknya ga betah. Tapi mereka kan udah biasa ngisep asap rokok kan ? kalau asap jadi lebih banyak bukannya mereka jadi tambah suka ? wkwkwkwk

  3. Sri Riyati says:

    Menurutku harusnya di warning itu tulisannya: merokok dapat mengakibatkan IMPOTENSI, keganasan, IMPOTENSI, gangguan pernapasan, IMPOTENSI, gangguan kehamilan dan janin, IMPOTENSI, ketinggalan pesawat dan IMPOTENSI. Masih nekad juga nggak ya?

  4. Sodara-sodara, menurut saya ini memang taktiknya pengelola bandara untuk tidak memanjakan perokok. Jadi perokok sengaja dikasih ruangan tanpa exhausted fan, tanpa pengeras suara, sehingga perokok nggak akan nyaman ngebul di dalam situ. Lama-lama mereka merasa nggak disediain tempat, sehingga mereka dipaksa berhenti ngebul, gitu lho.

    Saya setuju banget kalau bandara nggak usah dikasih smoking area aja sekalian. Tapi kan perokok itu bandel, dan satpam-satpam bandara itu kurang galak buat mengusir para perokok, hehehe.

    Oh ya, ini di terminal 1.

  5. Lah, itu yg bikin box jg gak kira2… Apa sih susahnya masukin speaker (ato apa sih namanya pengeras suara itu) ke dalam box itu?

    Tapi…. kalo org kayak gitu sekali2 ketinggalan pesawat gak pa2 kali. Terlalu dimanja! Kenapa pula kudu sampe disamper2in baru boarding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *