Terima Kasih buat Para Penolak

Apa yang kamu pikir adalah musibah, sesungguhnya itu adalah jalan Tuhan buat menggiring kamu ke keadaan yang lebih baik.Semalam, saya nonton Asri Welas di talk show-nya Deddy Corbuzier. (Eh ya, ada yang bisa kasih tahu saya kenapa ilusionis bisa jadi pembawa acara bincang-bincang? Apakah ini pertanda ekspansi bakat entertainment si Deddy, atau memang dia sudah mulai nggak laku jadi tukang sulap?)Jadi gini, semalam Asri cerita bahwa suatu ketika dos-q tuh udah pernah dikontrak buat jadi presenter suatu acara sebanyak 30 episode. Nah, di tengah jalan acara tahu-tahu Asri itu dikabarin kalau kontraknya dibatalkan oleh si produser. Menurut produsernya, suaranya Asri itu terlalu cempreng, nggak enak didenger. Dan kata produsernya, Asri nggak akan pernah jadi artis terkenal.Asri sempat down waktu dikata-katain gitu. Tapi beberapa waktu kemudian, Asri diajak main di sinetron Suami-suami Takut Istri, dan seperti yang kita semua tahu, sinetron produksinya Anjasmara itu booming dan bikin Asri melesat jadi selebritis. Nggak cuman Asri akhirnya berhasil lepas dari image-nya sebagai emak-emak jawa yang bikin takut suaminya yang galak, tapi juga Asri sekarang punya acara sendiri yang bertemakan jalan-jalan. Sampek sekarang, pamor Asri kini bersinar terus biarpun sebenarnya tampangnya "biasa-biasa aja" dan suaranya memang cempreng.Lalu dalam acaranya Deddy semalam, Asri berterima kasih kepada produser yang udah pernah mecat dos-q dengan semena-mena itu. Coz kalau dia tetap bertahan di acaranya yang lama, barangkali Asri nggak akan ganti produser dan mencapai kariernya yang cemerlang seperti sekarang.Saya jadi terharu dengernya, coz saya rasa di sini kita bisa ambil pelajaran bahwa ditolak seseorang atau suatu perusahaan (katakanlah, misalnya rumah produksi) ternyata belum tentu musibah. Kalau Tuhan memang menggariskan kita masuk ke karier yang lebih baik, maka Dia akan mengeluarkan kita dari karier sebelumnya, meskipun dengan cara yang mungkin tidak kita inginkan (misalnya ditolak atau dipecat). Ingat akhir-akhir ini Irfan Bachdim lagi naik daun di tim nasional sepakbola kita, padahal siapa yang sangka kalau dia dulu pernah ditolak oleh Persija dan Persib hingga akhirnya Irfan mesti puas main di Persema. Nampaknya manajernya Persija dan manajernya Persib nggak melihat jeli bakatnya Irfan, sehingga butuh mata seorang pelatihnya Persema buat kasih tahu bahwa sebenarnya Irfan adalah asset sepakbola yang berharga. Tapi coba bayangkan kalau Irfan diterima di Persib, mungkin karier Irfan nggak akan sebagus sekarang dan dia akan terperangkap dalam manajemen morat-marit klub bola yang suporternya selalu bikin rusuh kota saya itu.Kepada para tertolak, berterima kasihlah kepada para penolak. Coz jika para penolak itu dulu menerima kalian, barangkali kalian nggak akan berada pada kedudukan yang sebagus sekarang.

http://laurentina.wordpress.com

www.georgetterox.blogspot.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

20 comments

  1. the other says:

    Yups… setuju sekali. Sebenarnya Allah telah memberikan yang terbaik bagi kita…
    Untuk setiap 'masalah' pasti ada ada hikmah yang dapat kita petik.
    Untuk setiap 'malapetaka' akan ada yang kita syukuri di kemudian hari.

  2. sepakat 🙂

    saya juga mau bilang terimakasih pada organisasi yang udah nolak saya waktu dafar dulu, karena dengan begitu saya sekarang bisa bergabung dengan organisasi yang lebih berprestasi dan bisa dapat kerja pula dari sana 🙂

  3. Rawins says:

    begitu yah..? berarti sekarang puluhan cewek yang dulu nolak aku kayaknya lagi menyesali diri ya. hehehe… inspiring banget tuh. sayang sampe sekarang aku masih males nonton tipi, bu…

  4. Kimi says:

    Tapi, alasan penolakan Irfan Bachdim katanya Persija dan Persib sedang mencari pemain yang sudah paham liga di Indonesia, sedangkan Irfan kan masih baru. 😀

    Tapi, bener juga sih. Penolakan bukan akhir segalanya. 🙂

  5. Saya mengalami penolakan paling berat ketika saya menjadi mahasiswa, judul skripsi saya ditolak belasan kali…

    saya hampir menyerah dan stress berat.

    namun sebuah kekuatan membangkitkan saya untuk mencoba lagi…

    setelah saya berada di waktu sekarang baru saya sadar, Tuhan punya janji lain untuk saya.

    Saya ditahan lama-lama sebagai mahasiswa karena Tuhan ingin saya mencapai impian saya.

    sebagai penulis

    penyiar

    pedagang

    dan pendidik

    seandainya judul skripsi saya gampang diterima

    saya cepet selesai kuliahnya mungkin sekarang saya nggak mencapai apa yang sekarang saya punya…

    terima kasih untuk semua yang telah menolak judul skripsi saya

    😀

  6. Mbak Adhini, saya nggak tahu apakah suara cemprengnya Asri itu layak dikritik apa enggak. Kalo memang dia jadi MC-nya acara romantis, mungkin memang nggak cocok. Tapi kalo dia disuruh bawain acara hura-hura, mungkin suara cempreng itu justru jadi asset.

    Acid, orang memang sekali-kali perlu ditolak. Coz kalau dia diterima terus, dia nggak akan bisa perbaikin dirinya untuk jadi orang yang berkualitas lebih baik.

    Mbak Ria, kalau sudah ditolak 10 kali, sebenarnya kita mesti introspeksi lho, apakah ada yang salah dengan upaya kita. Dalam hal ini ya jangan malu-malu bertanya ke orang yang tepat, apa yang kurang dari yang kita kerjakan.

    Ireng, eh, apa hubungannya?

    Pak Joko, pengalaman adalah guru yang baik. Tapi saya rasa kurang baik juga kalo kita mangkir kerja tanpa pamit. Pak Joko sekarang kan udah jadi boss, pasti merasakan juga sumpeknya kalo ada karyawan yang mengundurkan diri tanpa pamit.

    Titik, saya suka Asri lho. Bener dia tampil apa adanya. Saya ngiri banget sama orang-orang kayak gitu, bisa tampil menarik tanpa harus banyak polesan gaya.

    Wijna, setuju deh ah.. Jangan putus asa biarpun udah ditolak. Tapi apa hubungannya sama tergiur dengan materi yah?

  7. yustha tt says:

    iya mb, sy juga nonton. Welas eh Asri bisa mengambil sisi positif dari sebuah kejadian. Good. Sekarang malah laris manis dengan gayanya yang apa adanya dan gk dibuat-buat itu. Bravo aSri…

  8. Joko Sutarto says:

    Sebuah penolakan kadang memang ada hikmah dibaliknya. Saya jadi ingat dengan peristiwa yang saya alami sendiri. 17 tahun yang lalu saya pernah mengundurkan diri dari pekerjaan saya sebagai pelayan toko di Surabaya. Saya kala itu mengundurkan diri tanpa pamit. Kemudian saya menyesalinya dan ingin balik ke pekerjaan saya itu tapi Bos saya menolak.

    Jika saja dulu Bos saya tidak menolak saya, mungkin selamanya Joko muda akan tetap jadi pelayan toko kecil yang tak punya masa depan apa-apa.

    Saya bersyukur pernah ditolak. Terima kasih, Mbak Vicky. Baca artikel ini saya jadi bernostalgia dan tercerahkan. 😀

  9. bridge says:

    kalau sudah ditolak smp lebih dari 10 kali rada2 susah ya berpikir positif… Tapi ujian setiap org kan beda2… Hanya pas lagi susah rada2 susah melihat hasilnya nanti

  10. IbuDini says:

    Bener Bu Dokter, saya juga lihat acaranya semalam..cemprengnya Asri udah ciri Khas juga kali ya.

    Sebuah penolakan bukan akhir dari karir atau kehidupan justru membuat semangat untuk lebih memajukan apa yng dikritik oleh seseorang.

  11. DewiFatma says:

    Semalam kami juga nonton acaranya Deddy Kokbusyet ini. Saya berfikiran sama dengan Vicky, sebuah kejadian yang kita anggap buruk bahkan traumatis tak selalu menghasilkan sesuatu yang buruk. Bisa jadi lebih indah dan lebih baik, karena Tuhan udah berjanji bahwa dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan. Saya dan suami saat ini dalam tahap MPP (Masa Persiapan PHK)nih Vick, karena perusahaan tempat kami nguli bakal pindah ke Malaysia. Tapi kami enjoy aja. Yakin aja dengan janji Tuhan. Nggak selalu keburukan menghasilkan keburukan asal kita juga berusaha meraih yang terbaik. Thanks, Sist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *