Investasi Anti Tulang Keropos

Keinginan kita buat nari tango atau sekedar bisa gendong cucu saat kita sudah uzur nanti bisa buyar kalau tulang kita keropos. Gejalanya biasanya nggak terlalu terasa, paling-paling sakit punggung atau terasa nyeri kalau lagi mulet-mulet. Lama-lama badan mulai bongkok sampek-sampek kalau jalan kayak orang menghormat terus.

Tulang keropos ini, atau kaum saya menyebutnya osteoporosis, adalah konsekuensi normal pada perempuan yang menua. Ketika perempuan berhenti mens di usia senja, hormon estrogen yang dimiliki perempuan pun menipis, padahal estrogen ini perlu buat bikin tulang. Akibatnya tulang perempuan tua jadi lembek, lama-lama keropos dimakan waktu, sehingga perempuan tua jadi sering sakit punggung dan bongkok.

Perempuan makin dekat dengan osteoporosis kalau mereka biasa pakai obat-obatan steroid sewaktu muda. Steroid ini biasa dipakai dalam berbagai bentuk, misalnya berupa obat penyakit lupus, atau obat rutin untuk penderita asma, atau yang paling sering, disisipkan secara diam-diam dalam jamu-jamu tradisional.

Osteoporosis nggak bikin tewas, coz penyakit ini cuman menyerang tulang, dan nggak ada sejarahnya orang bisa meninggal cuman gara-gara tulang keropos. Tapi nyeri punggung yang terjadi karena osteoporosis ini, sakitnya ampun-ampunan, bikin penderitanya bolak-balik ke dokter. Obat antinyeri paling manjur saat ini dibanderol dengan harga Rp 9k/kapsul, dengan catatan kapsulnya diminum sekali sehari. Taruhlah nyeri punggung osteoporosis itu terjadi setiap hari, maka sebulan harus minum 30 kapsul, jadi biaya yang dikeluarin ialah 30 x Rp 9k = Rp 270k. Bayangin, sudah pensiun masih harus bayar Rp 270k setiap bulan cuman buat ngilangin sakit punggung? Dan punggungnya tetap bongkok, jadi nggak bisa dipakai buat gendong cucu?

Sebenarnya osteoporosis ini bisa diantisipasi sekiranya kita mau nabung cadangan kalsium sebelum tua. Caranya simpel, cukup minum susu yang mengandung kalsium setiap hari. Saat ini susu kalsium jamak ditemui di mini-minimarket sebelah rumah, dengan beragam merk dan bahkan ditambahi perasa macem-macem, seperti rasa cokelat sampek rasa peach. Harganya memang terbilang mahal kalau dibandingin susu bubuk yang biasa kita minum waktu kita masih cilik dulu, coz dengan asumsi harga sekitar Rp 25k untuk 250 gram yang dihabiskan dalam dua minggu, berarti sebulan kita mesti merogoh kocek sebanyak Rp 50k untuk minum susu kalsium.

Keluhan paling sering tentang susu kalsium sebenarnya bukanlah tentang harganya, tetapi lebih karena keluhan eneg sampek mencret-mencret kalau minum susu apapun. Biasanya ini terjadi pada orang yang nggak biasa BELI susu, atau orang yang waktu bayinya memang jarang disusuin ibunya. ASI berkontribusi banyak untuk sistem kekebalan dalam perut bayi, sehingga bayi nggak gampang mencret bahkan hingga dewasa.

Memang saat kita muda begini, belanja susu kalsium sebanyak Rp 50k sebulan mungkin cukup nyekek leher. Tapi kalau membayangkan biaya Rp 270k untuk ngobatin sakit punggung di usia tua akibat kurang kalsium nanti, duit yang dikeluarin buat beli susu kalsium seolah-olah nggak ada apa-apanya. Setelah tua nanti badan kita pasti akan kekurangan kalsium, karena normalnya memang begitu. Tinggal masalah apakah kita mau nabung kalsium untuk masa depan atau tidak. Bayangin, kalau kepala kita nanti sudah beruban, tapi kita masih bisa jalan-jalan ke sana kemari dengan punggung tegak, bisa senam Taichi, bisa gendong cucu, tidakkah itu sangat menyenangkan?

Gizi di masa muda, adalah investasi yang sangat gampang untuk kesehatan di masa tua.

Saya memotret susu yang saya bikin pagi ini, dalam mug yang dikirim oleh pemilik blog Gerhana Coklat. (Yeaah..Julie, ini iklan gratis!) Gambar-gambar lainnya diambil dari sini dan sini.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

30 comments

  1. Wah, data yang diberikan Muthia tentang neneknya sangat tidak jelas, saya malah jadi bingung sendiri bacanya. Coba dibawa neneknya ke dokter saraf ya, supaya jawabannya lebih akurat đŸ™‚

  2. Muthia says:

    Dok nenek saya katanya sakit pinggang nyeri banget. Pas diperiksa ternyata bukan ginjal tp ada tulang yg keropos jadi uratnya nyempit ke tulang belakang gitu ya kurang ngerti. Kata dia kalo gerak2 tuh terasa sakit bgt. Itu tanda2 osteoporosis bukan dok trus obatnya atau ngurangin rasa sakitnya gimana ya? Apa perlu dirawat dirumah sakit tp kayaknya nambah terasa sakitnya kalo di rs apalagi kalo abis terapi. Makasih

  3. jensen99 says:

    Kalo tinggal di rumah, saya pasti minum segelas susu tiap bangun tidur, sampai sekarang. Tapi susu bubuk biasa sih, bukan susu kalsium atau susu rendah lemak. đŸ˜›

  4. Terima kasih, Pak Tikno.
    Saya belum bisa jawab coz saya belum tahu berapa massa produk kalsium yang dikeluarkan Amway, dan perbandingan efektivitasnya dengan kalsium dari susu sapi. Kapan-kapan saya cari penelitiannya, nanti saya tulis di sini. đŸ™‚

  5. Tikno says:

    Kalo saya nggak doyan susu. Sebagai gantinya saya rutin makan suplemen yang mengandung kalsium berbentuk tablet (produk Amway).

    Kira-kira sama ngak kandungan kalsiumnya dengan susu sapi?

  6. Bayu Hidayat says:

    wahhh baru tau gw. ternyata menjaga kalsium tuh bukan buat orang tua aja yah. hmmm minum susu. tambah melar gw. ada yang lain ngak yang ampuh selain susu. kalo bisa yang mudah di dapat. makasi bu dokter

  7. hilal alifi says:

    "Gizi di masa muda, adalah investasi yang sangat gampang untuk kesehatan di masa tua."

    catatan yang bagus, dari seorang ahlinya pula. saya akan selalu mengingat,
    semoga.

  8. Yoga, memang jangan minum kebanyakan. Cukup sehari minum segelas aja, bukan seember..

    Mbak Adhini, seneng dengernya. Saya sih bosen minum yang rasa cokelat, kapan-kapan pingin minum susu kalsium yang rasa cappucino, ada nggak ya? :p

    Wijna, betul bahwa kita tidak bisa mencegah rasa nyeri itu. Tapi kalau tidak minum susu kalsiumnya, rasa nyeri akibat osteoporosis itu akan terasa lebih berat.
    Satu lagi, hanya minum susu saja bukan garansi bebas osteoporosis. Itu sangat tergantung kepada berapa banyak yang telah kita minum seumur hidup kita, dan sejak umur berapa kita mulai rajin minum susu kalsium.

  9. mawi wijna says:

    ibu saya rajin minum susu berkalsium dan olahraga tapi di usianya yang ke-61 ini katanya masih terasa gejala osteoporosis, seperti nyeri ketika ruku pas shalat.

    Memang mungkin kita hanya bisa mencegah, agar osteoporosis tidak memburuk, tapi tak dapat menghentikan efek samping dari penuaan alamiah ya mbak dokter?

  10. IbuDini says:

    Setuju…

    Awal saya minum susu gara2 hamil Dini, karna emang gak doyan susu..tapi sekarang aku jadi pengkonsumsi susu Anline dengan rasa coklat tapi.

  11. Gaphe says:

    emang wanita lebih rawan kena yak, dan emang berhubungan sama hormonal.

    nggak enakin kalo sekalinya udah terkena oestoporosis gitu.. sekalinya jatuh/tulang retak/patah.. bakalan nggak bisa sembuh normal lagi.
    minum susu dalam jumalh yang cukup dan rutin memang bisa ngebantu.

    asal nggak kebanyakan aja, potensi sakit ginjaal.. >.<

  12. Saya klo dikasih mug itu pasti jadi rajin minum susu lho…
    *padahal emang dasar doyan… đŸ˜€

    Tapi betullah, klo ngitung2 sebulan habis sekian untuk susu, rasanya gimanaa gtu…. Padahal kata dokter saya ini kekurangan kalsium…
    *malah curhat

  13. Lhoo..aku lagi comment di blogmu, kok malah kamu lagi comment pisan di blogku, Dit? Hahaha..

    Minum susunya segelas aja, nggak usah seember. Biar nggak eneg.. :p

    Eh, Pakde yang kamu maksud bukan bapakku kan? .. *feeling curiga*

  14. ditter says:

    Pas kecil dulu aku nggak doyan susu. Sampe-sampa pakde yg profesinya dokter anak bilang kalo aku kurang gizi. Tapi sekarang malah doyan banget, apa lagi susu sapi murni. Enaaaaakk.. Walopun kalo kebanyakan malah jadi eneg, hehe….

  15. Mbak Ina, mbok rada kasiyan sama anaknya tho yaa.. Mosok susu jatah anaknya mau diminum juga sama Mbak Ina, hahaha..

    Henny, selama bertahun-tahun ilmuwan masih belum sepakat bahwa olahraga dapat langsung mengurangi risiko pengeroposan tulang. Memang selama ini sudah terukur bahwa atlet pelari, atlet angkat besi, dan balerina, umumnya punya tulang yang lebih padat daripada non-atlet itu (yang artinya mereka punya cadangan kalsium lebih banyak). Tujuh tahun lalu, pernah diteliti bahwa nenek-nenek yang waktu mudanya sering main squash, angkat beban, aerobik, atau bahkan jogging, punya kalsium tulang yang lebih banyak, sehingga nggak gampang kena osteoporosis. Tetapi kemudian belakangan ini ilmuwan menemukan bahwa antara orang yang rajin berolahraga dan orang yang jarang berolahraga, ternyata kejadian pengeroposan tulangnya sama saja.

    Peran olahraga untuk mencegah pengeroposan tulang baru sebatas memperlancar aliran darah. Jika aliran darah lancar, kalsium (dari susu) yang diminum oleh manusia gampang terserap oleh tulang. Itu aja.

    "Tidak menumpuk lemak di badan" juga nggak banyak bermanfaat untuk mencegah tulang keropos. Penelitian membuktikan bahwa antara perempuan yang sering dan jarang makan makanan berlemak, kejadian pengeroposan tulang tidaklah jauh berbeda. Tetapi harus diingat bahwa membuat menu makanan yang seimbang antara lemak dengan karbohidrat dan protein, tetap bermanfaat buat kesehatan secara keseluruhan, antara lain untuk menghindari penyakit jantung dan stroke di kemudian hari. đŸ™‚

  16. Henny Yarica says:

    ada yang bilang juga kalo sewaktu muda aktif dan mengatur pola hidup sehat (rajin olahraga,makan-makanan sehat, nggak menumpuk lemak di badan) tuanya nggak bakal jadi begitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *