Yang Penting, Dapet Kursi Duluan

"Perhatian, perhatian! Kereta dari Surabaya akan tiba di Jalur 5! Bangku-bangku harap disingkirkan!"Dengan audisi macem begitu, sekarang saya ngerti kenapa saya nggak lolos seleksi jadi mbak-mbak yang bertugas di bagian pengumuman stasiun kereta api.***Stasiun Jombang adalah stasiun yang letaknya sekitar kilo di sebelah barat daya Surabaya. Meskipun nggak segede Gubeng atau Tugu, tapi stasiun ini juga nggak kecil-kecil amat. Ada peron, ada tempat duduk buat penumpang atau sekedar pengunjung yang nganter/njemput penumpang.Dan seperti stasiun-stasiun umumnya, pengunjung non-penumpang yang masuk peron pun kudu bayar. (Ada yang tahu kenapa? Memangnya peron itu tempat wisata ya, kok harus bayar?)Dengan adanya ketentuan bayar itu, maka praktis di peron disediakan tempat duduk dong. Tapi kenapa kok orang-orang di foto ini malah berdiri di pinggir rel?Ketika saya noleh ke peron, ternyata di peron banyak tempat duduk kosong. Jadi saya bingung. Logika saya, sebagai perempuan yang males berdiri dan lebih suka duduk (pantesan dirimu agak menggemuk, Vic!), saya lebih seneng nunggu sembari duduk di peron. Di peron kan teduh, ada atapnya, nggak usah panas-panasan kayak orang-orang ini. Apakah mungkin tempat duduk di peron ada permen karetnya?Apakah orang-orang ini kepingin foto-fotoan deket kembang, sehubungan di antara rel ini terdapat pot kembang yang cukup ciamik? Tapi cara berdiri mereka tidak menunjukkan gelagat orang yang mau foto-fotoan.Atau mungkin, mereka nunggu di pinggir rel, supaya kalau keretanya dateng, mereka bisa naik dan cepet dapet tempat duduk enak. Serasa nungguin bis DAMRI aja..Padahal, mestinya rel adalah daerah yang steril. Nggak boleh ada manusia di situ. Soalnya kalau ada yang teledor, bisa-bisa kereta nyerempet orang yang dengan pe-de-nya nongkrong di rel tanpa waspada. Saya sendiri udah pernah ngotopsi orang yang keserempet kereta dan kepalanya tinggal 3/4.Kita nggak bisa bilang, jumlah polisi stasiun nggak cukup buat melarang-larang penumpang ngetem di rel. Ya penumpangnya yang kudu waspada dan sayang nyawa. Kalau penumpang kepingin dapet tempat duduk yang enak, ya semua orang kudu bayar tiket dan kereta cuman boleh memuat penumpang sesuai kapasitas yang udah ditentukan. Mestinya dibikin jalur antrean, dan jalur ditutup kalau kapasitas kereta sudah terisi pas, macem naik busway gitulah.*Halah, Vic, diamlah kamu. Kamu kan nggak pernah naik kereta tarif ekonomi yang penumpangnya berjubel nggak jelas itu, makanya nggak pernah terpaksa mesti ngetem di pinggir rel..*

http://laurentina.wordpress.com

www.georgetterox.blogspot.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

19 comments

  1. Pertumbuhan ekonomi suatu daerah bisa dilihat dari selera masyarakatnya menggunakan kereta api. Jika pertumbuhan ekonominya cukup baik, maka orang akan duduk tenang di peron. Tetapi jika pertumbuhan ekonomi jelek, maka akan ada lebih banyak orang ngetem di pinggir rel karena banyak orang lebih suka yang lebih murah.

  2. mawi wijna says:

    Saya pernah meintasi stasiun Jombang (dekat dari Mojokerto klo ga salah), dulu sewaktu naik kereta ekonomi Logawa jurusan Jogja (Lempuyangan) – Banyuwangi, dan memang stasiun Jombang termasuk padat.

    Duduk di peron memang nyaman mbak Dokter, tapi untuk bisa duduk nyaman di gerbong ekonomi, tentu penumpang harus memposisikan diri sejitu mungkin sebelum kereta sudah tiba di stasiun.

  3. Bukan ke Jombang, Mbak Elsa. Aku pergi ke Bandung, dan keretanya berhenti lima menit di Jombang. Oke deh, kalo aku ditugasin sekolahku ke Jombang, nanti kita kopi darat yaa.. 😀

  4. Kursi sih udah pasti dapet, Mike. Tapi kadang-kadang suka ada penumpang yang bawa tas berlebihan di bagasi kabin, akibatnya penumpang lain nggak kebagian tempat buat naruh tas..

  5. mikhael says:

    aneh ya… watak orang endonesah.. hahaha

    sy juga pernah waktu mau naik pesawat , penumpangnya pada desak2an di pintu keluar gate bandara… takut nggak dapat bangku katanya , padahal kan udah dapet tiket dan nomor kursi yak… hehe

  6. Mbak Reni, foto ini diambil minggu lalu, waktu aku naik kereta dari Surabaya. Keretanya sempat singgah di Jombang selama lima menit. Keretanya juga sempat singgah bentar lho di Madiun. Mestinya waktu itu aku nge-buzz Mbak Reni ya, biar Mbak Reni bisa lari ke stasiun buat dadah-dadah, hihihi..

    Mbak Adhini, MRT lebih enak daripada kereta api, coz penumpangnya lebih tertib. Eh, Mbak mau ke Jawa ya? Mampir Surabaya yuk, kita kopi darat..

    Iya, Pitshu, memang tuh arsitek yang bikinin shelter busway-nya nggak bisa memperkirakan berapa banyak penumpang yang bakalan menuhin shelter. Masih mending tuh shelter busway di Jakarta udah dibikin gede. Kalo shelter busway di Jogja lebih kecil lagi, paling-paling cuman 3×3 meter..

    Mbak Thia, iya nih, sarafnya udah mati rasa, hihihi..

  7. Pitshu says:

    tapi jeung busway aja, orang2 sampe ngantri panjangan banget tuh di jembatan wkakaka.. secara box tempat nunggu na kecil buanget ^^ (busway di beberapa tempat)

  8. IbuDini says:

    Sayang sekali sampai sekarangpun saya belum pernah naik kereta api tapi kalau MRT udah pernah.
    Kira2 nyamannya sama gak dgn kereta api.
    Insyaallah jika umur panjang dalam waktu dekat saya bisa naik kereta api.

  9. Emangnya mbak Vicky barusan naik kereta dan lewat Jombang?
    Aku waktu kuliah dulu pernah beberapa kali naik kereta api kelas ekonomi dan sukses gak dapat tempat duduk… hehehe

  10. Ta' bayangin Yoga ke sana kemari naik kereta bawa bangku plastik sendiri biar terjamin sedia bangkunya, hihihi.. Memang naik kereta ekonomi susahnya gitu, pasti berjubel. Nggak heran banyak kejadian pencopetan di situ.

  11. Gaphe says:

    kalo mau modal dikit sebenernya mereka bisa sangu kursi plastik.. jadi dapet tempat dimana aja, kursi plastik tuh tinggal taroh. dijamin pasti duduk

  12. ninda~ says:

    aku pernah naik kereta ekonomi mbak tarifnya waktu itu 4500 surabaya malang..
    orang2nya berjubel banget rawan segala macam.. dan banyak juga yang ngaku udah bayar padahal juga belum
    bapak petugasnya juga lupa dan susah ngeceknya jadi lolos2 aja deh yang gabayar2 itu
    *mm nyambung ngga ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *