Keburu Amat Sih..

Mungkin dulu liftnya pernah rusak, terus diperbaikin dan tombol-tombolnya dicopotin semua. Pas mau dipasang lagi, mungkin tukangnya udah kecapekan, jadi yang mestinya tombolnya bertuliskan HOLD jadi njungkir.Cuman mikir aja, kira-kira kesalahan pemasangan kayak gini bisa digantirugi nggak ya? Soalnya kan perbaikan lift rumah sakit ini juga memakan biaya dari anggaran yang dibangun dari pajaknya rakyat lhoo..
http://laurentina.wordpress.com
www.georgetterox.blogspot.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

20 comments

  1. mawi wijna says:

    Kesalahan yang lumrah dalam pekerjaan mbak dokter. Apa pihak Rumah Sakit sudah melaporkan ke pihak reparasi lift untuk segera memperbaiki kesalahannya?

  2. Itik Bali says:

    Mungkin tukang reparasinya bukan spesialis tukang reparasi lift mbak
    mungkin dia tukang reparasi ban atau apa gitu..jadi engga ngerti cara pasangnya..

  3. Kalo menurut saya sih, ini bukan problem tukangnya amatiran. Ini hanya masalah tukangnya nggak bisa bahasa linggis, yang mengakibatkan dia nggak tau pentingnya arti kata HOLD. 😀

  4. Joko Sutarto says:

    Tukang service anyaran mungkin. Atau belum pernah ditraining. Coba kalau saya yang ngawasi pekerjaannya pasti saya tolak kalau mau serah terima pekerjaannya 😀

  5. Ini bukan masalah mau ngirit karena nggak mau beli spare part. Masalahnya, kok tukang reparasinya bisa nggak teliti kalo masang tombol HOLD-nya terbalik? Padahal kalo orang mau baca teliti, tombol HOLD bisa dipake buat menahan pintu lift supaya nggak ketutup, misalnya kalo liat di kejauhan ada orang ndorong tempat tidur pasien dengan terburu-buru karena ngejar lift. Tombol itu ada gunanya, bukan cuman jadi ornamen..

    Sebenarnya lift ini nggak tua-tua amat sih. Setidaknya lebih tua daripada umur anaknya Arman, hehehe.. Tapi lihat aja, pengerjaan asal-asalan pada tombol lift malah jadi menimbulkan kesan bahwa lift ini malah jadi nggak aman..

    Oh ya, aku nggak tau apakah di sini banyak copet. Soalnya syukurlah selama sekolah di sini aku nggak pernah dicopet. Tetapi aku pernah dinasehatin supaya jangan ninggalin barangku sembarangan. Jangankan HP, lha jas putih dokter aja bisa ilang. Padahal pada jas itu kan dijahit nama pemiliknya lho..

  6. Satu satunya yang aku ingat dari lift-nya dr soetomo itu adalah "Hati-hati barang anda, ada copet yang mengintai" kurang lebih begitu, hehe … emangnya disana banyak copet ya ? ck ck ck ;p

  7. Rawins says:

    bukan dari vendor biasanya kalo begitu bu
    aku aja kalo perbaikin barang lewat garansi
    suka asal idup aja ga mikirin jadi aneh karena dimodifikasi
    abisnya perusahaan maunya ngirit ga mau beli sparepart baru

    harap maklum bu
    indonesia raya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *