Khusus Buatmu, Tak Ada Lebaran!

Jadi ceritanya, menurut tahayul yang saya baca, salah satu budaya Lebaran yang cukup menonjol di Indonesia dan nggak ada di negara-negara Islam lain itu adalah minta maaf. Itu menjelaskan kenapa pada sekitar Lebaran ini banyak banget ucapan “mohon maaf lahir batin” berseliweran pada tweet, status Blackberry, ataupun di wall Facebook. Saya rada bosen ngeliatnya, coz saya tau itu kan sifatnya broadcast gitu, jadi nggak private. Membuat saya yang skeptis ini kadang-kadang bertanya-tanya, kalau Anda ngumumin di tempat umum itu, apakah Anda betul-betul minta maaf sama SAYA? Apakah Anda sungguh minta maaf karena sudah bikin saya ninggalin pekerjaan sementara Anda enak-enakan tidur selimutan? Apakah Anda sungguh minta maaf karena sampek hari ini Anda pinjem duit saya dan belum dibayar? Apakah Anda sungguhan minta maaf karena udah ngejelek-jelekin saya di belakang punggung saya? Saya kuatir status Anda yang broadcastive itu cuman basa-basi.

Ngulik Facebook itu baru menyenangkan kalo ada fitur-fitur anyar.
Kalo gitu-gitu doang sih, ya ngebosenin.
Foto dijepret dengan sukarela oleh Eddy Fahmi

Ngomong-ngomong, itu cuman intermezzo.

Nah, barusan saya buka Facebook buat meriksa pesen-pesen, dan ternyata saya nemu sesuatu yang cukup menarik: Hey, ternyata sekarang kita bisa nulis status di Facebook tanpa terbaca oleh seseorang!

Caranya, bukalah Facebook Anda di kompie, lalu tulis sesuatu di status Anda. Nah, di sebelah kanan bawah kolom status, itu ada icon Custom kan? Tekan icon-nya, pilih Custom. Akan muncul kolom baru, namanya Hide this from; nah di kolom itu, tulislah nama friend yang tidak Anda inginkan untuk baca status itu. Setelah selesai, pencet Save Changes, dan..voila! Status Anda nongkrong di news feed orang-orang, tanpa ketahuan orang tertentu. ๐Ÿ˜‰

Contoh kasus: Liburan gini kita pingin jalan-jalan ke Madagaskar, ngajak Katy dan Beyonce sewa pesawat jet. Tapi nggak mau ngajakin Ghadafy, soalnya Ghadafy itu maunya enaknya doang tapi nggak mau urunan mbayar pesawat.
Nah, cara nulis status gini, tulis di kolomnya status, “Hey @Katy Perry n @Beyonce Knowles, ayuk kita hang out ke Madagaskar hari Rebo besok!”
Nah, di sebelah kanan bawah, tekan icon, nanti muncul pilihan Custom. Di kolom Custom Privacy, pada kolom Hide this from,, tekan nama friend yang tidak diinginkan, misalnya Muammar Ghadafy. Pencet Save Changes. Maka publish deh! Dan Ghadafy-nya nggak tahu, hihihi..

Bagaimana cara memeriksa bahwa si Ghadafy memang nggak akan tahu apa yang kita tulis?
Simpel. Buka profil Anda. Di sebelah atas, pencet icon “View As”. Pada kolom Enter a friend’s name, tulis nama friend yang tidak diinginkan, misalnya Muammar Ghadafy..

Apa kaitan tips ini dengan judul di atas? Tips ini bisa diaplikasikan buat kasus-kasus lain, misalnya:
– Kita mau pamer di tempat umum lantaran kita ikutan nobar film Breaking Dawn, tapi nggak mau ketahuan temen kita si Beverly gara-gara pada saat bersamaan dia ngundang kita minum teh sama boneka Barbie-nya.
– Kita lagi sumpek dan kepingin memaki-maki boss di news feed gara-gara dia pinjem mobil kita dan pulang-pulang tinggal bempernya doang, tapi kita nggak berani ngomong ke boss langsung soalnya takut gaji kita disunat..
– Kita mau ngomong mohon maaf lahir batin di publik, tapi kita nggak ingin salah satu teman merasa bahwa kita udah minta maaf sama dia :p
– dan lain-lain.. Isi sendiri!

Tentu saja ini ada kelemahannya:
1. Nulis status di Facebook-nya harus ditulis di komputer, pasalnya di HP lebih ribet lagi.
2. Biarpun kita sudah set supaya si Ghadafy nggak tahu bahwa kita nulis status itu, tapi si Ghadafy tetap tahu kalau dia log in ke Facebook-nya pakai nama orang lain, bukan pakai nama sendiri.
3. Butuh kecermatan buat klik icon Custom, masukin nama orang yang tidak diinginkan. Pendek kata, kalau Anda gaptek, tips ini bubar!

Tips ini menarik, tapi saya malah jadi mikir. Kenapa sih kita harus nulis sesuatu di tempat umum kalau nggak kepingin seseorang tahu? Bukankah itu malah jadi sumber ribet, antara keinginan mengutarakan pendapat dan keinginan merahasiakan pendapat? Kenapa kita nggak tutup mulut aja kalau kita memang takut menyinggung perasaan orang lain? Bukankah kita harus bertanggungjawab atas apa yang kita ucapkan? Ngomong minta maaf ya sungguhan minta maaf, kalau kemaren ngrasani ya besok-besok jangan ngefitnah lagi, kalau kemaren malak duit ya besok-besok jangan malak lagi, kalau kemaren merasa bikin susah ya besok-besok jangan ngerepotin lagi. Lebaran mestinya jadi sarana cuci dosa permanen, bukan recycling maaf dan besok-besok dosanya dibikin lagi.. ๐Ÿ˜€

http://laurentina.wordpress.com
www.georgetterox.blogspot.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

11 comments

  1. Mas Bayu, aku sudah kelamaan di vesbuk, dan kepingin keluar ๐Ÿ˜€

    Ninda n Fenty, memang setting itu sudah lama sih, tapi dulu setting diatur berlaku untuk semua status. Kalo yang sekarang, status diatur secara manual, jadi tidak berlaku otomatis. Jadi bisa aja kali ini kita memberlakukan privacy atas status kita untuk public, dan beberapa jam kemudian kita membuat status yang lain yang privacy-nya hanya untuk orang tertentu aja ๐Ÿ™‚

    Oh ya, alasan aku belum kirim e-mail itu karena aku memberlakukan manuver yang seperti dilakukan Yermi: ketik ucapan satu per satu, tiap orang nggak ada yang sama. Kebetulan aja yang buat Fenty belum terketik, eh..Fenty udah keburu bilang selamet duluan, hahahaa..

    Mohon maaf lahir batin juga ya ๐Ÿ™‚

    Aron, terima kasih. Mohon maaf lahir batin juga ya ๐Ÿ˜€

    Asop, pakailah. Ini berguna sekali. Maafin saya juga ya ๐Ÿ™‚

  2. Febriasop says:

    Wah, Mbak Vick, makasih infonya nih, meski saya bukan pemakai maniak fb, sekali2 pengen nyoba juga… ๐Ÿ˜€

    Ehem.. Mbak… maapin saya lahir batin ya… ๐Ÿ™‚

  3. jensen yermi says:

    Kenapa sih kita harus nulis sesuatu di tempat umum kalau nggak kepingin seseorang tahu?

    Fesbuk kan meniru fitur ini dari circle-nya G+ yang revolusioner itu. Jelasnya sih, di dunia nyata kita kan bergaul dengan berbagai kelompok orang, di dunia maya kelompok2 itu juga tetep ada, gak bisa dicampur. Karena ada status yang cuma bisa dibaca temen2 & gak boleh dibaca keluarga, makanya socmed menyesuaikan dengan kebutuhan itu.

    btw, saya ngirim ucapan met lebaran & mohon maaf japri lewat sms loh. Tiap orang diketik sendiri, gak ada yg sama. :))

  4. Met lebaran buuu … hahaha, aku menunggu kiriman email, tapi ternyata ndak ada :p

    anyway, udah lama ada fitur itu di fb, mungkin promonya baru gencar sekarang ๐Ÿ™‚

  5. ninda~ says:

    sebenernya sudah lama sih mbak ada fitur itu di fb ..bisa diatur di privacy dan ada setting gambar gembok disebelah kanan bawah (posisi ngadep layar) nya tempat buat nulis status itu…

    tapi ada icon yang kayak sekarang plus pemberitahuan fitur itu baru sekarang sih…

    minal aidin wal faidzin mbak

  6. Iya, kemaren itu sebetulnya ngetes, orang lain bisa baca tulisanku buat Mas tanpa harus ke message, nggak?

    Maafin aku juga ya, Beb, kalo setahun ini aku bikin Beb susah.. Selamat Lebaran, Beb-ku.. >:D<

  7. efahmi says:

    oh, jadi posting soal sarung tangan itu tadi tes posting bersifat privat cuman bisa dibaca orang tertentu saja ya? ooo i see… ๐Ÿ™‚

    btw, beb mohon maaf lahir & batin ya beb >:D<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *