Tips Ngelobi Orang

Suatu hari saya dan my hunk lagi dugem di food court sebuah mal, dan kami dengar di meja sebelah kami seseorang lagi ngoceh kepada teman makannya tentang sebuah produk. Kalau dari caranya ngomong, feeling saya sih dia lagi presentasi MLM.

Saya melirik si tetangga dan berpikir, produk dia nggak akan laku kalau presentasinya kayak gitu. Atau pun kalau laku, tidak akan laris dalam secepat periode yang dia inginkan. Penyebabnya multipel: food court itu terlalu berisik, ada anak kecilnya, dan presentasi dilakukan sambil makan mie hot plate.
Saya bukan sales girl, tapi sebagai seorang buyer yang over kritis, tentu saja saya punya tips buat orang-orang yang demen ngelobi untuk menaikkan kurva penjualan barangnya. Kuncinya satu: Perhatikan bahwa dari seluruh presentasi yang Anda berikan pada seseorang, maka yang nyantol di kepala orang tersebut cuman 30%. Sisanya? Menguap entah ke mana. Jadi, upayakan lingkungan supaya isi presentasi Anda bisa betul-betul nyantol di kepala penontonnya.
1. Jangan pernah presentasi produk di food court. Food court itu berisik. Anda mau lawan bicara Anda dengar semua presentasi Anda kan? Ajak lawan bicara Anda untuk makan-makan di sebuah kafe yang tenang dengan keberisikan di bawah 60 db.
2, Kalau bisa, jangan sampek lawan bicara Anda itu bawa anak kecil. Dengan adanya anak yang kemungkinn rewel, dia akan terpecah konsentrasinya antara mendengarkan Anda dan meladeni anaknya yang masih belum bisa dikendalikan kesabarannya. Kecuali kalau Anda memang presentasi tentang produk yang berguna buat anak rewel.
3. Menu makanan sangat berpengaruh buat presentasi Anda. Baik Anda maupun lawan bicara Anda, sebaiknya jangan pesan makan yang panas-panas apalagi pedas! Anda kan nggak mau presentasi dengan hidung meler lantaran kepedesan, mosok Anda mau mengharapkan lawan bicara Anda mendengarkan Anda sementara dia sendiri kepanasan karena disuguhi mie di atas hot plate?
Frappucino chocochip, roti panggang kaya spesial, teh susu ginseng, roti goreng  telur kornet keju.
Lokasi: Phoenam Cafe, Surabaya.
4. Sekiranya Anda nggak terlalu bermodal, nggak perlu memberatkan diri dengan mentraktir calon pembeli di restoran mahal, tapi juga jangan di tempat yang terlalu murah. Kadang-kadang calon pembeli tidak tahu dia mau ditraktir apa, maka sebaiknya Anda memberi contoh dengan memesankan menu yang cukup classy tapi tidak terlalu mengenyangkan. Kesan classy untuk menunjukkan kelas Anda. Kenapa jangan sampek terlalu kenyang? Soalnya kalau terlalu kenyang, orang nggak bisa konsentrasi mendengarkan dan malah jadi cenderung ngantuk. Pilihlah menu-menu ringan, misalnya pasta ukuran medium atau roti kaya dengan kopi atau teh.
* Dear Vicky, sebenarnya posting ini tentang tips melobi buat para sales, atau cuman mau pamer menu makan malammu? :p *

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

31 comments

  1. Ditter says:

    Wah, lumayan dpt tips sales… Memang, penjelasan mbak Vicky itu logis banget.
    Btw, ada ga ya sales yg ngajak makan di mana gitu utk presentasi produknya, lalu pas di akhir acara, makanan dan minumannya dibayar sendri-sendiri, hehe…. 😀

  2. Begitu liat meja makan jadi laper nich mbak..hehe btw, coba di praktekin dah.. oiya, gmana kalo nambah tips, ajak partner ketemuan di cafe bandara, spertinya lebih mantap itu, kan banyak tuh bisnis bermula dari cafe bandara..

  3. Dear.

    kalo melihat tips yang di berikan…… memenuhi citarasa gw juga yang bukan ahli jualan tapi suka belanja….. saya setuju banget persoalan tempat…. but over all… gw sebetulnya sangat gak suka dengan MLM…. apapun lah itu judulnya….

    makanannya fully fatty kayaknya bu dokter…. hhehehheee…… sok ngomentari dokter deh…..

    regards,
    … Ayah Zahia …

  4. alice says:

    Sepertinya aku juga termasuk golongan yg penting makan gratisan… Habis aku sudah dilobi apalagi melobi, makanya heran juga dulu aku giat berMLM produk Oriflame 😛

  5. ninda~ says:

    kayaknya isi postingan mbak vicky lebih ke yg kedua, pamer makan malam
    (kesalahan sepertinya deh mampir kesini pas belum sarapan)
    saya kalau mau dipresentasiin MLM sama temen suka pengin kabur 😛

  6. Aku juga anti MLM. Mereka tuh kayaknya promosinya nggak indah banget. Menurutku mereka harus belajar cara-cara sales yang lebih menarik tnapa terkesan norak.

    Sebetulnya gimana ya etikanya kalo pergi ke Starbucks gitu? Pantes nggak sih kita duduk lama di sofanya dan ngobrol lama-lama tapi nggak mesen sama sekali?

  7. ranny says:

    hehehe mbak vicky bisa-bisa aja tipsnya..
    pengalamanku pernah "diloby" dirumah dan karena udah antipati sama MLM jadi biar sejago apapun tu orang teteup kekeuh neh hati gag maauuu hehehhehe

  8. ada loh gue pergokin lagi prospek calon customer di dalam Starbucks; duduk di pojokan berdua. Yg satu menerangkan produknya ke si pelanggan, tp mrk berdua gak pesen apa2… 😀
    kelar presentasi mrk lgsg pulang gitu aja

  9. IbuDini says:

    sekalian ya Vic…tips dan menu makan malam.

    Tapi bener juga kata Vicky…meskipun saya bukan sales tapi kalau bicara ditempat keramaina apalagi dengan membawa anak suasanay akan beda…kita udah capek2 menjelakan panjang lebar ternyata pelangan hanya memahami sedikit. Ditambah lagi ngomong sambil kepedesan….curhat sama suami aja kalau kepedesan udah bikin emosi

  10. *bruk!*
    Langsung ambruk gara-gara dibilang Pak Joko udah basi..

    Jadi pakai cara gimana dong yang memakai dasar kelemahan manusia itu, Pak?
    Biar dipraktekin ke Bayu n Rohani..

    Mbak Latree, itu menu makanku ada di caption-nya 😀

  11. Joko Sutarto says:

    Soal lobi melobi orang saya mungkin juga kurang jago meski pekerjaan saya banyak berhubungan dan negoisasi dengan orang. Tapi saya sepakat cara-cara yang umumnya dilakukan para sales MLM, contoh seperti yang Mbak Vicky ulas ini sudah terlalu basi. Bikin neg dengarnya. Kalau sudah neg mana mau orang beli produknya. Betul?

    Perlu cara-cara yang lebih kreatif. Saya sendiri dalam marketing lebih suka menerapkan teknik emotional marketing atau teknik social engineering marketing. Yaitu bagaimana kita jualan tapi tak terkesan seperti jualan dan maksa-maksa orang. Biarkan prospek memutuskan sendiri untuk beli produk kita. Caranya? Dengan memanfaatkan unsur-unsur kelemahan dasar manusia.

  12. Kita memang perlu keterampilan ngelobi, Sop. Kemaren aja saya kudu ngelobi pasien supaya mau dioperasi di tempat magang saya yang notabenenya jauh dari rumahnya. Padahal dia sudah diplot supaya dia dioperasi di rumah sakit deket rumahnya. Untung pasiennya mau manut sama saya setelah saya ngelobi dia. Lha gimana, kalo saya nggak ngelobi dia, bisa-bisa janin yang dikandung si pasien itu lahir cacat dan nggak akan tertolong..

  13. Lhaa..saya kan dengerin dia lantaran saya sibuk menganalisa prediksi keberhasilan presentasinya. Kalo calon buyer itu sungguhan berminat, mungkin aja presentasi di food court itu berhasil. Tapi kalo calon buyer-nya kayak Michael, kayaknya salesman-nya rugi gegara calon buyer-nya cumak ngejar makan gratisan.. :p

    Itu roti kesukaannya Pak Eka, tah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *