Disentil Foursquare

Salah satu hal yang menyenangkan dari Foursquare itu adalah feature Explore-nya. Saat kita mencet feature Explore, aplikasinya akan mendeteksi via GPS tentang keberadaan kita, lalu dia akan memberi tahu kita tempat-tempat menarik buat dikunjungin di sekitar titik tempat kita berada dalam radius sekitar tiga kilometer. Untuk milih tempat pun, setiap venue disajikan menarik, lengkap dengan foto upload-an pengunjung yang sudah pernah ke sana plus tips dari mereka untuk menikmatinya. Ciamik tenan.

Saya, sebagai orang yang tidak mau kalah dalam urusan riya kalo sudah urusan amal ibadah berupa bagi-bagi tips jalan-jalan, pun tidak ketinggalan ikutan meninggalkan jejak berupa tips. Sayangnya saya ini bukan orang yang cukup kreatif dalam urusan muji, apalagi kalau tempat yang saya datengin itu nggak enak-enak amat.

Buat saya, tempat makan itu seenak apapun, tapi kalau masih banyak nyamuknya, jelas saya nggak sudi dateng ke situ lagi dalam keadaan kaki telanjang. Tak lupa saya tinggalin tips di venue situ, “Never forget to bring your repellent!”
Sayangnya ternyata robot-robot 4sq sudah mulai hapal keluhan saya itu, buktinya hari ini mereka nyentil saya.

Ceritanya kemaren saya dan my hunk nyobain makan di sebuah tempat dugem di Pacar Keling yang jualan iga bakar. Malam itu kelakuan my hunk lebih gila daripada saya kalau lagi kena PMS, saking leletnya si tempat dugem itu, padahal pengunjungnya cuman kami berdua dan sepasang suami-istri di meja lain. Iga-iga pesanan kami pun datang akhirnya ke meja, setelah saya berulang-ulang menampar-nampar kaki saya sendiri gara-gara digigit nyamuk. My hunk makan dengan cepat, pertanda mood-nya turun drastis. Harganya yang mahal sangat tidak sepadan dengan kecepatan service-nya. Sungguh kencan yang tidak romantis.

Sebagai tanda apresiasi yang tulus, saya nulis tips di 4sq-nya, “What they mean about sop konro iga bakar is very spicy ribs in a hot plate with a small bowl of soup with small meat inside. Bring your own repellent coz there are a lot of mosquitoes right there.”
Lalu saya pencet Leave Tip.
Terus..tau-tau dari 4sq keluar tulisan gini, “You’ve written similar tips. Try to be more creative.”
Apaaa? Tips yang sama sudah pernah saya tulis? Kok bisa??
Dengan menggerutu saya edit tips saya, baris tentang “bring your own repellent” pun saya hapus. Tekan Leave Tip. Dan berhasil! Tips saya tertulis di venue.

Moral dari cerita ini adalah:
1. Robotnya 4sq ternyata tidak bisa dibohongi. Mereka tahu kalau saya terlalu sering mengomel soal nyamuk.
2. Selera makan bisa merosot kalau kokinya lelet.
3. Saya harus belajar untuk lebih kreatif dalam menciptakan tips.
Foto di atas saya jepret dengan HP saya sendiri. Iga bakarnya enak kok, sebetulnya. Dan pedes banget, tapi nggak sampek bikin mencret-mencret (nggak kayak waktu saya terkapar di toilet gara-gara nasi goreng jancuk bikinan Surabaya Plaza Hotel dulu itu). Tapi service-nya memang lelet, ya Tuhan. Barangkali sakrumnya si tukang masak itu kudu diolesin rheumason dulu supaya masaknya bisa gesit..

http://laurentina.wordpress.com

www.georgetterox.blogspot.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

12 comments

  1. Nyamuk…udah lama ga liat hewan yg satu itu. Ternyata nyamuk cuma ada di negara tropis aja lho, di sub-tropis mulai jarang, dan malah di tempat gua, ga ada nyamuk sama sekali, hehehe…

    1. Nyamuk punya short term memory loss, Mbak. Itu sebabnya mereka senang menggigit orang yang sama berulang-ulang. Bagaimana caranya mereka mau inget motif cicak di sepatu kita??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *