Curiga Rujak Ini

Jadi ceritanya kemaren di kamar bersalin kami bikin selametan karena kami berhasil melalui musim kerja ini dengan baik. Di acara selametan ini kami traktir para bidan dengan rujak party.

Sebenarnya saya ini sama sekali nggak doyan rujak. Mungkin karena waktu dulu nyokap saya memperkenalkan rujak itu dengan bumbu petis dan itu penuh paksaan, akibatnya saya jadi nggak doyan banget. Kalau ada orang lain makan-makan rujak, saya biasanya minggir dan mojok sendirian sambil nenggak teh botol.

Lalu karena kali ini saya ingin belajar basa-basi (baca: mendekatkan diri) dengan para bidan, maka saya pura-pura ngambil sepiring potongan nanas, semangka, dan menyiraminya dengan bumbu. Kemudian sesuatu terjadi.

Lho, kok enak? Setelah piring saya habis, saya nambah lagi.

Lalu saya nambah lagi.

Dan lagi.

Lho, saya kok jadi doyan rujak??

Akhirnya rujaknya habis, dan saya hampir kekenyangan karena nikmat.

N.B. Kolega senior saya kasih tips, kalau bikin rujak party, sedia ketimunnya nggak usah banyak-banyak. Orang paling males ambil ketimun. Terbukti ketika buah-buahan lainnya udah abis, ini ketimunnya masih tersisa bejibun. Mau dibikin apa ini ketimunnya? Mosok mau dipakein masker mata?

www.laurentginekologi.wordpress.com

www.laurentina.wordpress.com

www.georgetterox.blogspot.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

16 comments

  1. ndutyke says:

    Iya. Timun emg pelengkap penderita gitu kayaknya… Dijadiin genep2an lalu dia menderita karna jarang disentuh….. #halah :))

    (mendadak) Demen rujak…… Jangan2 hamdun vick? 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *