Jempol Berhamburan

Setelah saya menganalisa foto-foto di timeline Instagram, saya menyadari bahwa hampir semua foto itu ada “Like”-nya.

Saya sendiri termasuk medit kalau urusan apresiasi. Kalau menurut saya fotonya bagus, saya “Like”. Tapi kalau enggak, ya saya nggak “Like”.

Icon “Like” itu berguna buat pengunggah fotonya. Pujian selalu bisa merangsang orang untuk berkarya lebih baik. Sebaliknya cacian selalu bisa merangsang orang untuk membogem lebih baik.

Kadang-kadang ada beberapa kali saya lihat di Facebook, teman mengunggah foto yang saya biasanya sebut itu foto sampah. Misalnya, foto yang fokus pada kejelekan fisik orang. Dalam hal ini, saya masih penasaran, kenapa sih nggak ada icon “Dislike”?

Mau nanya dong, Jemaah-jemaah, kenapa sih kalian mengklik “Like” untuk foto-foto teman-teman kalian di social media?

www.laurentginekologi.wordpress.com

www.laurentina.wordpress.com

www.georgetterox.blogspot.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

11 comments