Jalan-jalan di Surabaya Heritage Track

Waktunya jalan-jalan..
ihiiiy!
Untuk acara tour ini, Sampoerna nyediain bis kecil buat ngangkut turisnya.
Satu bis berkapasitas kira-kira 25-30 turis,
dilengkapin guide yang ngomong bahasa Indonesia dan English sekaligus.
Bisnya nyaman lho, ada AC-nya.

Preambule: Jadi
temen-temen saya, Angki dan Okky cerita ke saya dan my hunk bahwa sekarang di
Surabaya ada acara tour keliling kota Surabaya lho. Penyelenggaranya dari
perusahaan Sampoerna. Konsepnya Sampoerna ini ngadain acara tour keliling kota
Surabaya buat turis-turis yang seneng lihat gedung-gedung cagar budaya yang
jumlahnya bejibun itu. Memang daerah Surabaya bagian utara itu banyak gedung cagar
budayanya, karena sebenernya dari area ini kota Surabaya pertama-tama dibangun
oleh jaman jajahan Inggris dulu. Maka nggak heran kalau di area sini banyak
ditemuin gedung-gedung berarsitektur Eropa dan usia gedung ini rata-rata sudah
ratusan tahun. Kalau di Jakarta bisa disamain dengan area Kota Tua atau seperti
kawasan Braga di Bandung gitu deh. Asyiknya Sampoerna ngadain tour ini
pendek-pendek aja, dengan durasi sekali jalan paling-paling 1,5-2 jam. Dan yang
lebih penting lagi tour ini gratis!

My hunk jelas girang banget
karena dos-q memang seneng sama gedung bersejarah dan ini peluang bagus buat
nyari obyek untuk difoto. Saya? Oh, kalau saya jelas lebih seneng difoto mejeng
di tempatnya buat bilang saya-sudah-pernah-ke-sini-keren-kaan?.. *kumat
narsisnya*
Farid, guide kami.
Dia hapal semua gedung bersejarah di Surabaya.

Sebenarnya ada
bermacam-macam rute yang disediain Sampoerna sesuai dengan hari dan jamnya.
Saya kebetulan diajakin Angki untuk ikut rute yang siang hari. Untuk acara tour
ini, Sampoerna nyediain bis kecil buat ngangkut turisnya. Turis-turis yang ikut rerata
orang Surabaya aseli juga. Rute dimulain dari House of Sampoerna di Jalan Taman
Sampoerna. Sambil bisnya jalan, guide-nya ngoceh macam-macam tentang kota
Surabaya. Saban kali bisnya lewat gedung-gedung tua yang menarik, guide-nya
cerita β€œIni gedung Anu didirikan tahun Anu oleh arsitek Anu..bla bla bla..”
Kalau turisnya ada yang orang antropologi pasti demen deh didongengin.

Wah saya seneng banget ke sini karena selama tiga tahun saya tinggal di Surabaya, my hunk nggak pernah ngajak saya nge-date ke sini! Selama ini dos-q selalu ikut mainstream dengan ngajak saya nge-date ke bioskop, ke restoran, dan sebagainya, tapi baru kali ini dos-q ngajak saya kencan dengan hormat bendera..

Pit stop pertama kami
adalah Tugu Pahlawan. Tempat ini spesial karena di sini tempat sering diadain
upacara peringatan Hari Pahlawan, dan di sini juga ada monumen berikut kuburan
massal untuk orang-orang yang dulu tewas waktu bertempur melawan Belanda di
tahun 1945.

Makamnya masih terawat dengan rapi dan ada penjaganya yang fasih bercerita tentang Soetomo. Dinas Sosial mengalokasikan anggarannya untuk merawat kuburan ini dan pada hari-hari nasional tertentu, keluarga Soetomo datang untuk berziarah. Konon Soetomo sendiri nggak punya anak, jadi cucu-cucu dari keponakannya yang datang. Wah, kalau cucu-cucu ponakan itu semakin jauh, apa kabar yang mau ngedoain dia ya?
Pit stop kedua adalah
Gedung Nasional Indonesia. Sebetulnya gedungnya menurut saya biasa aja sih, yah
cuman bentuk pendopo besar gitu. Konon dulu gedung ini dipake Soekarno di jaman
kolonial untuk menghimpun teman-temannya bikin partai buat mempromosikan Indonesia
yang dulu bernama Hindia Belanda supaya merdeka. Tapi yang istimewa, di
belakang gedung ini ada kuburannya pahlawan bernama Soetomo.
Gedung PTPN XI
Pemberhentian terakhir
adalah Gedung PTPN XI. Sebetulnya gedung ini juga menurut saya biasa-biasa aja,
cuman unik aja karena kebetulan kuno dan berarsitektur Eropa. Kalau kepingin
prewed di gedung yang nampak kuno, kali cocok ya. Katanya sih jaman dulu sering
dipake jadi markasnya tentara Jepang, tapi saya lihat lebih banyak bekas-bekas
detail Eropa-nya ketimbang bekas Jepang-nya. Cuman kurang lengkap aja kalau
kami nggak foto-fotoan di sini, hihihi..
Jadi kesan-kesannya, saya
sendiri penasaran tentang tujuan aseli kenapa Sampoerna mau bersusah-payah
bikin tour gratisan begini. Menurut saya mereka niat banget lho, mau mengusahakan
bis, bikin iklan, melatih guide, dan me-lobby pengelola gedung-gedung cagar
budaya supaya bersedia dikunjungin orang awam (dalam keadaan normal, biasanya
orang yang nggak berkepentingan itu nggak lazim kalau ada di situ). Tapi
melihat bentuk bis yang sepertinya diciptakan untuk jadi bis tingkat, saya
menduga bis itu akan jadi semacam double decker seperti yang di London. Kita
tahu sendiri bahwa di London kan ada program naik bis double decker untuk turis
yang kepingin keliling kota London. Nah, bis wisata bikinan Sampoerna ini kurang
lebih ya seperti itu. Tapi gratis, gitu lho.. Aneh kan? Mungkin sebenarnya
programnya Sampoerna ini pilot project untuk dinas pariwisatanya Surabaya gitu
ya. Apakah dinas pariwisata Surabaya sedang berniat bikin program tour-keliling-London
untuk jadi sumber devisa?
Acara bis wisata yang
sebenarnya bernama resmi Surabaya Heritage Track ini sudah ada lama sekitar
empat tahun lalu, tapi sempat tutup selama beberapa tahun. Baru bulan ini
dibuka lagi dan mereka nyetok bermacam-macam rute. Ada yang ke klenteng besar
di pecinan, ada juga yang ke balai kota dan lain-lain, tapi intinya semua tetap
sama, yaitu ke gedung-gedung tua di Surabaya. Saya sendiri berniat ikut rute
lain kapan-kapan, tapi nunggu kalau saya punya waktu senggang.
Kalau mau ikut acara
jalan-jalan ini harus daftar dulu ya. Soalnya tempatnya terbatas lantaran banyak
orang yang kepingin ngikut gratis, hihihi..Foto-foto: oleh Eddy Fahmi dan Vicky Laurentina

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

11 comments

  1. nh18 says:

    Melihat bis itu …
    hati saya bergetar …

    Boleh percaya boleh tidak …
    dua puluh dua tahun yang lalu saya pernah berkantor di titik Start Bis itu berjalan …

    Salam saya Vicky

  2. ranny says:

    gedung tua saya juga demeeen… itu foto terakhir yang paling depan narsis banget deh gayanya πŸ˜€ *dikeplak mbak Vicky* hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *