Akurasi Review Tempat Dugem

Sekitar tiga tahun lalu, sewaktu masih jaya-jayanya Foursquare, saya masih rajin banget make aplikasi yang satu ini untuk mengecek apakah suatu tempat dugem itu makanannya enak atau enggak. Saya menilai dengan cara simpel aja, kalau suatu tempat itu banyak tipsnya, dan yang ngasih tips itu orang-orang yang berbeda-beda, bisa dipastikan tempat itu rame dan jadi favorit orang banyak. Soalnya saya mikir gini, kalau orang nggak seneng sama tempat itu, dia nggak akan mau repot-repot ninggalin tips atau komentar yang bagus atas tempat itu, iya kan? Iya lah, kalau kalian benci atas suatu tempat dugem yang menurut kalian nggak oke, kalian pasti nggak akan kepingin tempat itu laku kan? ;)Tapi seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai melihat kalo 4sq makin sulit dipercaya jadi paramater akurat tentang kekerenan suatu tempat. Sebab-sebabnya antara lain:
1) Meskipun tips-tips yang ditulis dalam 4sq itu sangat informatif buat jadi marker kekerenan tempat dugem, tapi nyatanya jarang pengikut 4sq sendiri yang rajin nulis tips di dalem 4sq itu
2) Tips itu sendiri kadang nggak valid sebagai tips. Masih banyak pengguna 4sq yang nulis di kolom tips dengan kalimat-kalimat seperti "Lagi makan di sini.." Atau "Tempatnya keren euy.." Atau lebih parah lagi "Mau jual pulsa? Silakan hubungi 081xxxx.." Itu bukan tips, itu namanya ngupdate status, dodol..Saya sendiri nggak percaya bahwa trend nulis tips telah berakhir. Mereka pasti nggak berhenti di nulis cuman gegara 4sq telah berkurang pamornya, jadi saya mencari reviewer-reviewer tempat dugem lain. Hasilnya, saya menemukan tips-tips yang bermutu di Trip Advisor dan Open Rice.Di http://tripadvisor.com dan http://openrice.co.id, saya merasa orang bisa bebas menulis panjang-panjang dan spesifik tentang suatu tempat dugem. Mereka mengoceh banyak tentang "suasana di tempat ini penuh dengan barang-barang vintage jaman dulu seperti blek aluminium dan..", atau "nasi lemaknya lembut, dan pasta carbonaranya autentik banget kayak pasta Italia sungguhan..", sampek review sarkastik seperti "pelayannya ndeso banget, mosok di sini nggak boleh motret buku menu makanannya.." Sekali review bisa mencapai satu halaman tersendiri, semuanya terdetail secara spesifik, bikin pembacanya jadi tertarik atau justru ogah dateng ke tempat itu. Ini yang nggak didapet dari 4sq.Trip Advisor malah bikin wawasan kita jadi kaya karena yang nulis nggak cuman orang Indonesia, tapi turis-turis dari luar negeri pun bebas bikin review tentang tempat-tempat dugem di sini. Kita bisa menilai gimana orang-orang nagri menilai kita, keramahan bangsa Indonesia, lidah mereka yang gelagapan mencicipi sambel, sampek tikus lewat di depan pintu restoran pun mereka tulis. Ssst..sejak dulu saya percaya, kalau mau tahu suatu tempat itu bersih atau enggak, baca aja review-nya yang ditulis oleh orang luar negeri. Kalau ada satu aja tulisan dari bangsa Kaukasus yang nulis bahwa suatu resto di Indo itu jorok, pasti resto itu beneran jorok, karena di Eropa atau Amrik sono bersih banget. Tapi kalau ada orang India komentar bahwa sambel di suatu restoran itu pedes banget, berarti sambel di sana memang sambel sungguhan! ^^Open Rice punya kelebihan yang cukup asyik sebagai suatu situs, review di situ nyebutin perkiraan harga menu dari tempat dugem itu di baris atasnya. Sehingga pembaca yang berkantong cekak nggak perlu buang-buang waktu untuk baca enaknya sop buntut bakar di restoran X karena di baris atasnya udah ditandain bahwa rentang harga makanan di tempat itu adalah Rp 50 s/d Rp 100 ribu rupiah.Dan sayangnya Open Rice masih padat dengan tempat-tempat dugem di kota besar. Kota-kota kecil sekelas ibukota kabupaten belum banyak disebut dalam Open Rice, padahal mereka pasti punya tempat-tempat dugem tradisional yang nggak kalah enak rasa masakannya dengan tempat-tempat dugem di kota besar.Bagian yang sama-sama menyenangkan: semua review di situ bisa dipertanggungjawabkan karena profile reviewer-nya jelas, siapa nama orangnya, sudah berapa kali dia nulis review, dan restoran-restoran mana aja yang udah dia review. Sehingga kadar subjektivitas review-nya pun bisa kita ukur sendiri. Apakah Anda bisa percaya bila si X bilang restoran pizza di Bekasi itu nggak enak padahal selama ini dia cuman nge-review 50 warung pecel di kota Magetan?Tapi membandingkan 4sq dengan Open Rice dan Trip Advisor, rasanya masih layak. Satu hal yang nggak bisa dipungkirin ialah 4sq punya aplikasi mobile yang melibatkan Google Maps. 4sq juga punya feature List-to-Do yang bikin penggunanya bisa nandain tempat-tempat dugem mana aja yang berencana dia kunjungin setelah baca tips. Feature List-to-Do yang digabung dengan Google Maps ini bisa diakses via ponsel, sehingga penggunanya bisa terbantu untuk wisata kuliner kapan aja. Sebagai ilustrasi, misalnya seorang pengguna yang merupakan penggila makanan dalam perjalanan darat dari Surabaya ke Bandung, singgah di Jogja. Di Jogja ia bisa buka 4sq di HP, melihat tempat-tempat mana aja yang lagi happening di sana melalui feature Browse Search dan pilih menu Trending. Dia tinggal nandain bahwa di sebelah selatan ada warung gudeg yang ramai di malam hari, di pusat kota ada pabrik bakpia, dan di sebelah timur kota deket Prambanan ada restoran bebek goreng. Dia tandain tempat-tempat mana aja yang dia incar, lalu dia lihat posisinya dalam Maps yang udah disediain di dalam 4sq. Seterusnya dia tinggal menentukan rute, lalu cabut ke tempat yang bersangkutan.Trip Advisor belum se-mobile ini. Open Rice mungkin sudah menerbitkan aplikasi mobile-nya, tapi situs ini masih "terlalu eksklusif".4sq sebaiknya berbenah kalau nggak mau punah. Karena orang-orang pecinta wisata kuliner macam saya cukup serakah kalau nuntut kegamblangan review atas pedagang makanan. Plus, mengetahui lebih banyak lagi tempat dugem alias dunia gembul alias tempat makan-makan yang enak-enak adalah hobi yang nggak akan pernah habis. Dan saya juga berharap banget, review yang bagus tentang tempat makan di Indonesia nggak cuman ada untuk kota-kota besar, tapi juga kota-kota kecil di seluruh pelosok Indonesia.Because I love travelling, photography and culinary. And I love to travel around for taking photo of gourmets beautifully.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *