Ngambek Piala Dunia

Sesungguhnya Tuhan itu Mahaadil. Dan sifat baik Tuhan itu nggak cuman
ditiru orang-orang beriman, tetapi juga orang-orang pengurus sepakbola internasional
yang cenderung kurang religius.
Beberapa kawannya my hunk di mal lagi sebel. Ceritanya gini, sudah
kebiasaan saban empat tahun pasti penjualan proyektor pasti naik. Apalagi
penyebabnya kalau bukan Piala Dunia. Soalnya kalau ada siaran Piala Dunia,
pasti kafe-kafe itu berebut bikin acara nonton bareng. Karena ada acara nonton
bareng, maka pasti kebutuhannya adalah proyektor, LCD, gitu deh. Maka
berduyun-duyunlah mereka pergi ke mall untuk beli proyektor. Tinggal para
pemilik tokonya kipas-kipas ngitung laba.
(Eh, sudah tau ya, Indonesia lagi-lagi belom boleh ikut Piala Dunia. Tapi
biarpun atlet Indonesia belom ke sana, anak Anda sudah boleh lho. Bisa tampil
di Piala Dunia, jadi escort yang tugasnya ngegandeng pemain sepakbola, muka
anak Anda disorot sama kamera tivi, terus disiarin deh ke seluruh Anda secara
live! Tinggal berangkatin anak ke Brazil. Paling-paling Anda yang bingung ngepak koper demi nemenin si kecil ke sana. Caranya ada di sini lhooo..)

Oke, intermezzonya lewat.
Nah, tahun ini kan gilirannya Piala Dunia tampil di Brazil. Semua anak SD
juga tahu kalau Brazil itu negara tropis. Samalah kayak negara Indonesia.
Alhasil kalau mau bikin pertandingan sepakbola ya pasti bikinnya kalau nggak
jam siang ya jam sore. Jadi kalau mau bikin siaran nonton live bareng ya pasti
di jam siang atau jam sore. Lha jam siang sore di Indonesia itu kan masih jam
kantor, mosok boleh penontonnya mabur dari kantor cuman demi nonton bareng?
Alhasil pasaran acara nonton bareng nanti pasti bakalan jarang-jarang, soalnya
yang nontonnya juga masih ngantor. Lha siapa yang bakalan merugi karena acara
nonton barengnya jadi down gini? Ya jelas tukang jualan proyektor..
Diceritain my hunk begitu, terus saya komentar. Tuhan itu Mahaadil, mosok
FIFA nggak mau adil juga. Kemaren-kemaren acara Piala Dunia itu dibikinnya di
negara musim dingin, mbok sekali-kali ya negara khatulistiwa diijinkan bikin
Piala Dunia juga. Lha sekarang Indonesia sebel karena nggak bisa nonton bareng
pas Piala Dunia. Lha emangnya dulu waktu Piala Dunia di Jepang, orang-orang di Norwegia
nggak sebel ya karena pas waktunya Solksjaehr main ternyata mereka nggak bisa
nonton lantaran harus ngantor?

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

6 comments

  1. PRofijo says:

    Akhir-akhir ini, aku sudah bisa menikmati pertandingan sepakbola via detik com. Jadi untuk piala dunia kali inipun kayaknya demikian juga. No Problemo mau disiarin jam berapa aja 😀

  2. Asep Haryono says:

    Soluna eh solusinya mungkin dengan menyediakan fasilitas TV Flat atau TV apa aja kek ukurannya di kantor. Memang tidak selalu ada. Pada umumnya sih kantor sudah menyediakan TV untuk sarana hiburan dan informasi para karyawannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *