Blogger Be-te sama Biro Iklan

Masih mau cerita soal upaya saya mencari cara mendapatkan uang dari blog nyewain lahan..Jadi, dari riset abal-abal tentang mengeksploitasi blog sebagai hobi yang menguntungkan, saya belajar kalo di dunia ini ada konsep bernama iklan Cost Per Mille. Iklan ini dipasang di blog kita, terus pemasang iklannya akan bayarin kita kalau sudah 1000 kali tayang. Saya mikirnya, kalau blog kita sehari aja dikunjungin 1000 orang, harusnya masuk tuh duit.

Penasaran, saya cari tuh biro mana yang nyediain layanan CPM. Dari beberapa blog abal-abal, saya dapet beberapa nama biro yang sediain CPM. Terus saya cobain satu per satu. Saya daftarin alamat e-mail, alamat blog, plus alamat Paypal.

Biro periklanan itu ternyata nggak sekonyong-konyong kasih akses kita buat nayangin iklannya. Mereka akan review website kita selama beberapa hari, baru mereka kasih kita iklan buat ditayangin. Nah, bagian review ini yang nggak enak.

Setelah beberapa hari merasa diaudisi oleh biro iklan antah-berantah, saya dikirimin e-mail oleh salah satu bironya. Bilang nih blog Georgetterox nggak asyik buat mereka pasangin iklan CPM. Alasannya, iklan-iklan yang mereka pasang itu nilainya tinggi, jadi mereka cuman mau pasang di website yang kira-kira CTR-nya juga tinggi. CTR itu Click-Through Rate, artinya angka pengeklikan. Dinilai dari berapa banyak pengunjung website yang bersedia ngeklik iklan di website itu.

Nah, mereka tuh punya patokan kalo CTR-nya si blog sudah lewat dari 0,5%, baru mereka bersedia kasih iklan CPM ke blog tersebut.

Terus, mereka bilang ke saya kalau blog Georgetterox ini CTR-nya rendah banget, kurang dari 0,5%. Jadi mereka ogah kalau mau pasang CPM di blog saya, hahahahah..

Kalo pembahasan njelimet ini mau disederhanakan, mereka mau bilang, “Lahan elu nggak oke buat dipasangin iklan yang statis, soale baru dipasangin iklan dikit aja, orang males noleh ke iklan sana..”

Membuat saya balik menggerutu, lha orang kan dateng ke blog gw kan buat baca tulisan gw dan urun komentar. Bukan buat baca iklan situh!

Sayangnya gerutuan itu cuman bisa saya dumel dalam hati. Soalnya biro iklannya tinggal di Amrik dan nggak bisa bahasa Indonesia, plus saya nggak yakin apa jenis kelamin pegawai biro yang ngirim e-mail ke saya.
Membuat saya ngerti, pantesan biro iklan itu kerjanya berat. Mereka harus kreatif, supaya iklannya juga keren. Iklan keren bikin penontonnya ingin beli barang yang diiklankan. Kalau penontonnya mau beli, nanti produsen baru bayar ke bironya. Lha gimana produsen mau bayar, kalo penontonnya noleh ke iklan pun enggak?

Terus, saya jadi ngerti, kenapa teman-teman saya yang blogger-blogger senior rerata nggak pada pasang iklan di blognya. Coz mungkin mereka udah pernah coba nawarin lahan blog buat dipasangin iklan, tapi niat itu urung gegara biro iklan cuman mau pasang iklan kalau iklan itu bakalan diklik. Padahal teman-teman saya adalah blogger-blogger idealis yang meskipun tahu bahwa ngeblog merupakan contoh hobi yang menghasilkan uang, tapi mereka tetap lebih mentingin konsep tulisan ketimbang konsep duit.

Adapun teman-teman lain yang rela pasang iklan di blog, itu juga rerata blognya nggak tahan lama. Mungkin coz mereka sendiri bosen nulis karena pengunjungnya yang berkomen dengan berkualitas cuman dikit. Mungkin pengunjung yang berkualitas juga cuman dikit karena begitu dateng ke blog, niatnya baca tulisan langsung ciut liat iklan segambreng-gambreng di sidebar.

Lha apakah jadi tugas saya untuk menciptakan segmen penonton yang kira-kira bersedia ngeklik iklan? Jangankan merayu penonton buat ngeklik iklan, lha saya kalau blogwalking aja nggak pernah tuh melirik iklan. Lebih parah lagi kalau dateng ke suatu blog tuh loading-nya lama gegara iklan masih main, dengan kejam saya langsung pencet tanda silang di kanan atas.

(Update 13 Mei 2016: Baru akhir ini saya paham, bahwa memang mestinya membuat blog yang loading-nya cepet adalah prioritas yang paling utama untuk bikin blog bisa mendatangkan duit. Lihat di artikel ini).

Saya harusnya ingat fitrah saya sebagai blogger adalah untuk menulis dan mencipta gagasan. Saya kirain, bukankah itu alasan kenapa jemaah blog mencintai saya? Jadi kalau saya mengeksploitasi sedikit lahan blog sebagai cara menghasilkan uang banyak, apakah saya salah?

Norton Internet Security, Rp 200.000,- di Infosys Solution

 

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

14 comments

  1. Hoeda Manis says:

    Prinsipnya sih sah dan wajar aja kalo ada blogger yang masang iklan di blog. Tinggal iklan itu menarik pengunjung apa nggak. Kalau aku sih nggak terlalu terganggu sama iklan di blog, selama iklan itu nggak memberatkan loading. Bebarapa kali aku malah terbantu menemukan beberapa barang lewat iklan di blog.

    Sejujurnya, waktu lihat ada blog personal yang masang iklan, justru iklan itu yang pertama kali aku perhatikan (dalam maksud positif). Tapi kembali pada yang tadi; iklan itu menarik atau nggak.

  2. Ranger Kimi says:

    Menurutku gak salah. Idealisme setiap orang bisa bergeser. Dulu bloggers niatnya murni ngeblog, berbagi opini, berteman dengan sesama bloggers lainnya. Setelah cukup lama ngeblog dan merasa blognya ramai, ya apa salahnya blognya disewakan lahannya? Toh halal mencari uang di blog. Benar tidak?

    Untuk benar2 dilirik para advertiser, kurasa blog kita memang betul2 harus ramai, Mbak. Dan kurasa–lagi–iklan dengan metode pay per click itu kurang laku deh. Banyak orang yang malas ngeklik iklan. Jadi ya yang paling masuk akal paid per review itu atau paid per posting atau apapun namanya. Tapi ya… Susah toh dapat job nulis iklan, kecuali–yah, itu tadi–blog kita benar-benar terkenal dan rame pengunjungnya.

  3. galihsatria says:

    Saya juga ingin masang iklan, hitung-hitung buat bayar sewa hosting dan domain. Tapi kok ya rasanya jadi tidak nyaman lihat blog sendiri jadi ada banner gitu. Diri sendiri aja ngga nyaman apalagi orang lain. Ya wis akhirnya diremove lagi.

    1. Mungkin karena yang diiklankan oleh banner-nya bukan produk kesukaan kita, makanya kita nggak sreg. Kalo kita bisa milih-milih produk apa aja yang boleh tampil di blog kita, mungkin lebih sip.

  4. saya sih beranggapan blog pribadi itu sama seperti (maaf) pakaian dalam, jadinya kalau ada "label harga" yang mencantol bikin risih yang makai dan yang lihat, hahaha. 😀

    Beda kalau buat blog komersil yang memang fokus untuk nyari duit. Banyak "label harga" itu bisa dimaklumi lah.

  5. dewo says:

    Kayaknya penayangan iklan itu malah mengganggu blog kita, secara tampilannya animatif & mencolok, malah bikin fokus pembaca hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *