Kulit Sehat Bikin Umur Panjang

Banyak di antara kita yang belum paham bahwa merawat kulit merupakan bagian yang sangat penting dari menjaga kesehatan. Tidak hanya kulit yang sehat akan mencegah pemilik tubuhnya untuk mengalami penuaan sebelum waktunya. Akan tetapi merawat kulit bisa memperlambat pemilik kulit tersebut dari kematian.Faktanya, kanker kulit merupakan kanker nomer empat yang paling banyak menewaskan, setelah kanker serviks, kanker paru, dan kanker payudara. Yang lebih mengejutkan, penderita kanker kulit lebih banyak pria daripada perempuan. Bisakah Anda tebak kenapa?

Laki-laki juga perlu merawat kulit.
Bukan supaya makin ganteng.
Tapi supaya nggak sampai kena kanker kulit.
Gambar diambil dari sini.

Manusia hidup di dunia tidak mungkin bisa menghindari sinar matahari. Hal-hal sederhana seperti menjemur baju, menyirami halaman, sampai sekedar menyeberang jalan, bikin kita pasti terpapar sinar matahari. Bahkan biarpun tinggal di rumah seharian, sinar matahari tetap masuk menembus tembok rumah kita, meskipun mungkin kadarnya hanya sedikit. Sayangnya, sinar matahari punya sinar ultraviolet yang merupakan radikal bebas. Jika sinar ultraviolet ini memapari kulit kita berlebihan, radikal bebas akan masuk ke jaringan kulit kita, dan bila kita sedang sial, radikal bebas ini akan menjadi cikal bakal kanker kulit yang mematikan.

Sebetulnya Tuhan sudah Mahabesar dengan menciptakan barisan sel pigmen untuk menghalangi radikal bebas ini. Sel-sel ini bernama melanosit, dan orang-orang Asia diberkahi karena punya melanosit lebih banyak ketimbang orang Eropa. Makanya, meskipun kulit orang Asia umumnya lebih berwarna (entah itu hitam atau kuning) ketimbang orang Eropa, tetapi populasi yang menderita kanker kulit di Asia masih lebih sedikit daripada populasi di Eropa.

Sayangnya, banyak dari orang Indonesia yang merasa dirinya kurang cakep. Keluhan mereka bermacam-macam, mulai dari merasa kulit wajahnya kurang terang, berbintik-bintik, dan lain sebagainya, sehingga mereka menjadi merasa tergantung kepada kosmetik. Banyak dari mereka yang membeli kosmetik karena terpesona iklan di tivi, atau karena takhayul yang diturunkan temurun oleh mamanya, tantenya, temannya, dan lain-lain, tanpa berpikir lebih lanjut tentang kegunaan kosmetik. Diperparah pelitnya orang Indonesia untuk berkonsultasi kepada tenaga medis yang profesional, membuat banyak konsumen menghabiskan duitnya untuk beli kosmetik karena percaya kepada bujuk rayu SPG di mal.

Kulit manusia bervariasi, antara kulit kering, kulit normal, sampai kulit berminyak. Mereka yang punya kulit kering, nggak semestinya menggunakan kosmetik untuk kulit berminyak, begitu pun sebaliknya.

Pertanyaannya, sudahkah kosmetik yang Anda pakai sesuai dengan jenis kulit Anda?

Mereka yang punya kulit kering, hendaknya pilih kosmetik yang tidak mengandung alkohol. Penggunaan alkohol akan mengelupas lapisan kulit, termasuk menggerus melanosit, sehingga sinar ultraviolet akan bisa menembus kulit dan menyebabkan kanker.

Mereka yang punya kulit berminyak, baiknya memilih kosmetik yang mengandung alkohol dan asam, karena alkohol dan asam yang bercampur akan mengikat minyak sehingga minyak pun akan terangkat. Hasilnya lebih sedikit minyak yang menyumbat wajah, sehingga menyingkirkan komedo, jerawat, bintik-bintik hitam yang sering dikeluhkan penderitanya.

Dengan memilih kosmetik dengan bahan yang tepat, bukan hanya investasi kita pada kosmetik tidak akan terbuang percuma. Kulit kita akan lebih sehat dan kepercayaan diri kita meningkat. Dengan adanya kulit kita yang sehat dan kadar melanosit yang cukup, kanker kulit pun tidak akan sampai menyerang kita, dan mungkin umur kita lebih panjang.

Percaya atau tidak: Orang yang berkulit mulus, umumnya nampak lebih menarik. Akibatnya lebih banyak dari mereka yang berhasil dalam negosiasi, sehingga lebih sukses dalam karier maupun bisnis.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

13 comments

  1. kalo beli kosmetik yang bener2 alami gimana? aye sebenarnya udah ke dokter a, b, dan terakhir ke dokter t, tapi muka akhirnya jd sensitif banget dan ngga ada perubahan yang besar. malah sempat iritasi dan bikin kulit muka jd belang. aye waktu kuliah sempat minder gamau keluar rumah saking parahnya iritasi. eh baru2 ini make kosmetik impor asli, malah kulitku jadi bagus buanget. sampe bekas cacar menghilang dikit-dikit. harganya juga ga semahal dokter krn sekali perawatan ampe 3jut. bokek dah.

    1. Hai Nez, kalau mau kosmetik yang alami, pakai aja bahan-bahan di dapur. Semisal jeruk nipis kan bisa dipakai buat mengelupas bintik hitam di muka. Madu dan susu bisa dipakai buat masker pelembab di wajah.

      Ada beberapa kemungkinan penyebab kenapa kulit kita nggak cocok dengan perawatan yang diberikan oleh dokter:
      1) Kita tidak melaksanakan instruksi dengan akurasi yang sudah disarankan oleh dokternya. Misalnya penggunaan yang semula disuruh tiap hari, tapi kita hanya melakukannya 2-3 hari sekali. Atau disuruh mengaplikasikannya di seluruh muka, tapi kita hanya melakukannya di titik-titik tertentu. Dan lain sebagainya.

      2) Perawatannya sebetulnya belum selesai, tapi kita keburu pindah ke dokter lain. Perawatan kulit umumnya tidak hanya dalam 1-2 kunjungan, tapi bisa sampai berkali-kali, karena memang durasi perawatannya butuh selama itu. Jadi kalau sudah berobat pada dokter A, jangan pindah ke dokter B apalagi dokter T.

      3) Perubahan dalam kulit tidak bisa berlangsung hanya dalam tempo 1-2 hari, apalagi 1-2 minggu. Butuh berbulan-bulan. Kenapa? Karena regenerasi kulit kita berlangsung sesudah 1 bulan. Tentang ini, akan saya tulis besok-besok.

      4) Dokter tidak bisa langsung memutuskan bahwa seorang pasien cocok dengan obat tertentu. Dia harus melihat dalam tempo beberapa waktu, untuk menilai apakah obat ini telah bekerja baik atau malah menimbulkan iritasi yang melukai pasiennya. Jika obat ini sudah bekerja baik, dokter akan melanjutkan perawatan tersebut. Tetapi jika obatnya menimbulkan akibat yang tidak baik, dokter akan menghentikan perawatan tersebut dan menggantinya dengan perawatan lain yang lebih tepat. Jika kita yang sudah menggunakan obat ini tidak memberitahu sang dokter bahwa obatnya menimbulkan iritasi, maka dokter tidak akan tahu. Yang rugi siapa? Ya kita sendiri dong, karena dokter jadi tidak bisa menolong kita.

      Besok-besok saya nulis tentang cara mengidentifikasi kosmetik impor asli ya. Terima kasih sudah kirim komentarnya.

    1. Kalau cewek biasanya susah nolaknya bukan karena faktor mulus, Mas. SPG-SPG kosmetik sendiri banyak yang nggak terlalu cantik sih, kalau dibandingin sama konsumennya.

  2. Kerasnada says:

    lebih milih ngerawat kulit sama produk yg masuk kategori gak aneh"…ngurangin junk food & konsumsi makanan sehat…walaupun ngelakuinnya gak segampang ngomongnya sih 😀 dan tetep PD sama kulit asli wanita indonesia ku ini…

    1. Kerasnada says:

      yg ga pake slogan "memutihkan dalam 1 minggu"…kalo gak "wajah cerah seketika"…yg sejenis gitu lah mba…horor…pasti ada apa"nya

  3. Katanya Ibu saya, berlebih-lebihan itu tidak baik, semuanya harus serba cukup. Mulai dari berpanas-panasan atau memakai kosmetik. Niscaya, semua akan baik-baik saja jikalau Tuhan berkehendak demikian. Betul begitu Bu Dokter? 😀

    1. Wijna, sebaiknya kita tahu kapan kosmetik itu dianggap berlebihan, dan kapan dianggap masih kekurangan kosmetik untuk menimbulkan manfaat yang diinginkan. Soal berpanas-panasan itu mungkin masih diperlukan, tapi sebaiknya kita tahu efek negatif dari berpanas-panasan dan apa yang harus kita lakukan untuk menangkal efek negatifnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *