Oke, Tablet Ini Tidak Canggih

Saya pikir tablet bisa gantikan apapun yang dikerjain komputer. Nulis email, browsing, nonton video, dengarkan musik. Yang paling penting, bisa dibawa-bawa ke mana-mana.

Sampek kemudian saya menemukan ini.

Saya pinjam Samsul besutan Korea segede 10 inci milik mertua. Saya bawa ke luar rumah, nemenin my hunk yang lagi ngurus lalu lintas keuangan perusahaannya. Dengan jaringan koneksi internet yang mumpuni, saya pun browsing. Tujuan saya Yahoo Finance, soalnya saya mau ngecek pergerakan volume di indeks bursa efek Jakarta.

Dan ternyata, grafik yang nunjukin pergerakan volume itu nggak mau nongol. Alasannya, kalau mau nampil, grafik itu ditopang oleh Adobe Flash Player, sedangkan tablet Samsul di tangan saya nggak compatible sama Flash Player-nya Adobe itu.

Apa?! Talenan ini nggak bisa dipasangin Flash Player?

Saya coba kelayapan di Play Store, nemu Flash Player. Saya suruh Play Store-nya instalasikan. Dan hasilnya tetep nihil. Di layar tertera tulisan yang kira-kira bunyinya kayak gini, “Talenan punya situ nggak cocok sama aplikasi punya awak.”

Saya merengut kecewa. Jadilah kalau mau ngitung volume indeks, saya kudu pake cara jadul: ngeliatin komputer.

Ih, pantesan investor-investor kawakan itu jarang banget yang ambil keputusan pake mobile.

Ya ampun, Samsul. Ternyata kamu nggak canggih-canggih amat.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *