Puasa Seafood Dulu

Sebetulnya, waktu kuliah dulu, saya didoktrinasi bahwa ikan mengandung zat-zat gizi terutama omega tiga yang berguna banget buat pertumbuhan otak pada janin. Makanya ibu hamil sangat dianjurkan makan ikan supaya anak-anaknya pintar.

Laut kita yang baru ngelelepin kapalnya Vietnam-maling-ikan-Indonesia ini dipenuhin ikan-ikan yang tentu saja banyak gizinya buat kita-kita. Kesempatan emas buat para ibu hamil, termasuk saya, untuk makan ikan yang beragam.
Tetapi, saya juga baca bahwa laut kita ini juga penuh dengan polusi dari kapal-kapal pertambangan. Polutan itu antara lain timbal, air raksa, dan barang-barang lainnya yang menyebalkan. Timbal dan air raksa ini, kalau sampai dikonsumsi ikan-ikan di laut, lalu ikan-ikannya dikonsumsi manusia, maka timbal dan air raksanya pindah ke perut manusia. Coba bayangkan kalau manusia yang makan ikan itu sedang hamil.

Lisa Mason dan Jordan Harp (2013) bilang di sini, bahwa timbal yang berlebihan di dalam tubuh kita bisa menyebabkan darah tinggi dan gangguan ginjal. Jika timbal ini kebetulan menumpuk di otak, bisa mengurangi volume otak kita. Janin yang sedang di dalam perut ibu dan kebanyakan mengonsumsi timbal (yang tidak sengaja dimakan) dari ibunya, ketika sudah jadi anak nantinya punya kemampuan visuomotorik dan sensorimotorik yang lebih lamban daripada anak yang normal seumurnya. IQ-nya bahkan lebih rendah sekitar 3-5 poin daripada anak-anak yang tidak terpapar timbal. Dia kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang diinstruksikan kepadanya. Intinya, janin yang kebanyakan timbal akan kesulitan belajar sewaktu sudah jadi anak-anak nanti.

Dokter-dokter kandungan kolega saya seringkali malah bilang, selama hamil jangan makan seafood dulu. Kita kan mikirin anak yang masih di dalam perut.

Saya sih mikirnya karena logikanya ikan di laut Indonesia sudah tercemar timbal. Saya nggak tahu apakah ikan di luar perairan Indonesia juga tercemar timbal atau enggak. Mengingat sebelum hamil dulu saya demen makan sushi.

Jadi selama hamil ini saya pilih-pilih makan seafood. Kalau makan di restoran, saya suka tanya dulu ke chef-nya, ini ikannya impor atau lokal? (Pasti chef-nya mbatin, ini emak-emak bunting cerewet bingit sih..?) Kalau lokal, jelas saya terpaksa nyerah dan akhirnya pesen menu daging aja..

(Tapi my hunk betul-betul nggak tahu diri. Dia bilang, “Ikannya buat aku aja, kamu pesen yang lain..“)

Saya masih makan ikan, tapi saya membatasin cuman makan ikan daratan (eh, salah ya, ikan kan hidupnya di air? 😀 Yaa gitu deh.) Sebelum makan ini juga masih bilang bismillah dulu, mengingat saya kan juga pernah nulis bahwa hari gini ikan sungai kebanyakan sifatnya kecewek-cewekan karena sudah tercemar pil KB.

Repot juga nih kalau kebanyakan baca buku. Sekarang lantaran kebanyakan (sok) tahu, apa-apa jadi kebawa parno, hahaha..

http://georgetterox.blogspot.com

http://laurentina.wordpress.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

18 comments

  1. Evita Wijaya says:

    selamat yah mbak vicky buat kehamilannya, semoga aku juga bisa nyusul *elus2 perut mbak vicky* hehehe.. 😀

    Aku juga baru tau kalo hamil pantang seafood yah. tapi aku sendiri emang kurang suka seafood. 🙂

    semoga lancar2 sama hari kelahiran yaaa

  2. pipit says:

    Wah, padahal enak ya mba seafood itu, aku paling demen deh sama seafood, hehe…sehat" terus ibu & dedek nya…sementara libur seafood dulu deh mba Vicky…

    1. Hihihi..saya juga mikir kayaknya saya rada parnoan. Tapi saya juga belum punya bukti jelas bahwa ada anak yang pertumbuhan otaknya tetap sebaik anak-anak lain biarpun waktu masih janin dikasih makan seafood setumpuk setiap hari. *dan males juga cari bahan percobaan*

      Di Indonesia memang semua ikan umumnya diolah dulu sebelum dijual. Tetapi pengolahan ini belum menghilangkan logam-logam seperti yang disebut di atas, dari dalam tubuh ikannya.

      Terima kasih buat perhatiannya ya, Wxrm 🙂

  3. wxrm says:

    rasanya terlalu berebihan jika parno sampai mengharuskan berhenti makan seafood, toh ikan mempunyai mekanisme tersendiri untuk menetralkan tubuhnya dari zat berbahaya #sokteu. lagian kan di tempat kita ikan juga biasa diolah sebelum dimakan, ga kyk sushi yg dimakan mentah, rasanya relatiof aman kok, tapi yasudahlah terserah yg punya diri ya hehehe

  4. Jaga makan harus bagi bumil tapi kalo pengeeen bangeeet ngga papa loh Vick ntar anaknya ileran kata oma-oma…hehehe…selamat ya Vick…moga baby dan Vicky sehat selama hamil…menikmatimati every moment lancar dan sehat hingga lahiran

  5. pas hamil kemarin aku yg biasanya gila ikan sama seafood, malah jadi mual tiap kali bau amis, jadinya jauh-jauh deh dari produk berenang hihi… emang sama bidannya juga dibilangin batasi makan produk berenang sih, karena timbal itu tadi 🙂

    1. Kayaknya idungku bumpet deh, jadi aku nggak punya pantangan terhadap bau apapun. Suatu keuntungan bahwa sekarang aku nggak pernah mual-mual. Jadi ketemu seafood ya biasa aja. Tapi terpaksa nggak makan seafood sekarang, hihihi. Terpaksa.

  6. mawi wijna says:

    Euh… kalau menurut saya sih di Indonesia ini nggak ada makanan yg aman Bu Dokter. Dari mulai daging sapi, ayam, telur, sayuran, beras, semua ada kemungkinan terkontaminasi zat kimia yg berbahaya buat tubuh.

    Kalau mau dicari hasil organik yang bener-bener organik ya mungkin bisa, hanya saja lumayan susah dan harganya bisa jadi mahal. Ah, sempat terpikir gimana kalau seandainya berternak, bercocok-tanam, dan bertani sendiri jadi hasil produksinya bisa kita awasi. Tapi yg kayak gitu juga menyita waktu dan usaha.

    Pada akhirnya ya… semua memang ada resikonya. Semoga Bu Dokter selalu diberi yg terbaik oleh Tuhan. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *