Kau Bisa Baca Nggak?

Beberapa orang memang nggak senang membaca.

Sudah dibilangin, kalau mau komentar, tulis nama dulu. Supaya nyaman. Komentatornya nyaman, yang punya rumah juga nyaman.

Tapi tetep aja dateng-dateng ngoceh panjang-panjang sembari nggak nulis identitas.

Nggak bisa baca kah?

Segitu susahnya daftar ikutan Kelompok Belajar Paket C sampai baca instruksi simpel aja sulit?

Biar saya kasih tau Bang Anies nanti, mumpung dia lagi jadi menteri.

Eh, sebentar, Bang Anies itu menteri pendidikan dasar atau khusus ngurusin pendidikan tinggi?

*Saya juga nggak baca daftar menteri itu*

http://georgetterox.blogspot.com

http://laurentina.wordpress.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

6 comments

  1. warm says:

    tumben postingannya galak 😀

    ini jg terkait setingan komentator, rasanya bisa itu opsi anonimousnya dimatikan, kalo saya sih santai aja, paling tidak ada yg tertarik berkunjung, tapi yaaa hal prerogatif empunya blog deh ehehe

    1. Saya nggak mematikan option anonim, karena pilihan lainnya hanya Registered User, member of the blog, Open ID. Untuk orang-orang awam yang baru mengunjungi blog saya (dan kebetulan populasinya banyak), itu istilah yang rumit. Jadi saya tetap centang setting Anonim, dengan harapan pengunjung akan menuliskan namanya sendiri di akhir komentar yang diketiknya.

      Memang ribet sih, tapi saya masih toleran terhadap pengunjung blog saya yang masih kepingin bersopan-santun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *