Gumoh

Saya baru ngeh kosakata ini waktu ngunjungin kolega yang melahirkan sekitar empat tahun yang lalu.

Waktu itu pagi-pagi, saya dateng ke rumahnya membawa hadiah, dan bayi itu baru berumur sekitar delapan hari.

“Tunggu sebentar ya, Vick, aku mau nyusuin anakku dulu,” kata kolega saya.

“Oke!” Saya langsung kepo. “Eh, Lex, aku boleh liat kamu nyusuin?”

“Boleeh!”

Saya kirain dia akan melakukan aksi aneh itu, mengangkat dasternya dan memperlihatkan asetnya yang segede buah semangka, lalu menyusuin anaknya. Saya, cewek yang waktu itu belom pernah tahu rasanya hamil apalagi melahirkan, sangat excited kalau lihat ibu menyusui karena itu proses yang belum pernah saya lihat.

Tapi temen saya malah ngeluarin..botol dot.

“Kamu nggak kasih ASI?” Saya kecewa.

“ASI-ku nggak keluar,” sahutnya sedih. Lalu menyelipkan dot botolnya ke mulut si bayi. Dan si bayi pun mengenyot dengan tenang.

Bayi itu nggak lama ngedotnya, nggak sampai 15 menit. Ditunggu sebentar setelah dotnya diambil, lalu terjadilah peristiwa itu, tahu-tahu ada air putih meler keluar dari mulutnya.

“Ah ya, ayo sini, Nak!” Kolega saya langsung menggendong anaknya dan menepuk-nepuk punggung anak itu. Si anak terbatuk-batuk seperti keselek.

“Dia kenapa?” tanya saya cemas.

“Oh, itu namanya gumoh. Selalu gini kalau habis dikasih minum susu. Makanya habis diminumin, dia harus digendong, supaya minumannya yang kelebihan itu bisa dikeluarin,” kata kolega saya.

Oh, kalau di fisika mungkin ini seperti prinsip bejana berhubungan, pikir saya mengerti. Menyeimbangkan posisi lambung supaya air di dalam bisa keluar melalui saluran yang ada.

Yang lucu, “Aku baru tau gini-ginian ini setelah melahirkan,” kata kolega saya tersipu. “Pertama kali dia gumoh, aku panik. Sekarang sih sudah enggak.”

***

Suatu hari seorang kawan cerita. Dia baru melahirkan pagi-pagi. Bayi itu dibawa ke kamarnya kira-kira sorenya, oleh seorang suster berseragam pink. Ceritanya kawan saya kepingin belajar nggendong bayi. Dan mungkin..berharap bisa belajar menyusui.

“ASI-ku belom keluar, tapi setidaknya aku kepingin belajar nggendong dia,” kata kawan saya.
Maka digendonglah bayi itu olehnya. Saat dia mencoba mengayunkannya sedikit, terjadilah itu. Si bayi gumoh. Cairan kental warna putih mengalir dari mulutnya.

“Untung ada mamaku di situ, jadi mamaku langsung mengambil anakku dan nepuk-nepuk punggungnya,” cerita kawan saya. Tapi saat itu kawan saya malah kebingungan. “Itu cairan putih keluar dari mana? Aku kan belom netekin dia, kan ASI-ku belom keluar. Siapa yang kasih dia susu??”

Gusar, kejadian itu diceritakan ke “kolega-kolega” lain sesama ibu hamil dan menyusuin. Akhirnya diperoleh informasi kalau di rumah bersalin tempatnya melahirkan itu, bayinya sering dicekokin susu kaleng di dalam kamar bayi.

Info itu membuat marah ibu-ibu muda dan rumah bersalin itu di-blacklist.

“Kalau memang kudu disusuin, ngapain dikasih susu kaleng sih? Bawa aja ke kamar emaknya biar dikasih ASI, gitu aja kok repot?” tukas mereka gusar.

“Mungkin mereka pikir, toh ASI emaknya belom keluar, ngapain juga dibawa ke kamar emaknya?” Argumen para pembela dokter-suster-pecinta-susu-formula.

“Omong kosong,” kata para ibu muda. “Anak bayi yang baru berumur 24 jam itu, lambungnya baru berkapasitas 5 mililiter. Nggak dikasih susu apapun ya nggak pa-pa. Ngapain dikasih susu kaleng??”
Jemaah, jika Anda sulit membayangkan kapasitas 5 mililiter itu sebanyak apa, ambillah sebuah sendok teh. Yupz, 5 ml itu cuman segitu.

“Oh, kalian tidak mengerti! Di dunia ini ada yang butuh makan, butuh iPad baru, butuh liburan ke Singapore! Siapa lagi yang bisa kasih itu semua kalau bukan detailer susu formula? Perkara bayi baru lahir langsung gumoh setelah dikasih susu, itu kan derita bayinya!”

*langsung para wanita pengusaha distributor Apple dan pengusaha travel biro mengacungkan tangan*

***

Moral of the story:
Gumoh itu fenomena normal. Itu mekanisme spontan bayi untuk mengeluarkan minuman yang terlalu banyak jika lambungnya masih terlalu kecil. Seiring dengan semakin nambah umur si bayi, lambungnya juga makin luas, dan gumohnya akan hilang.

Gumoh terjadi karena si bayi baru minum, entah karena minumnya susu kaleng atau karena minumnya ASI.

Ibu-ibu yang melahirkan di masa kini, semakin rajinnya belajar parenting, semakin ogah kasih bayi-bayinya susu kaleng. Dokter anak yang kasih saran ASI lebih disukai daripada dokter anak yang kasih saran susu kaleng. Dan itu membuat para SPG susu kaleng terpaksa cari alternatif pekerjaan lain.

Rumah-rumah sakit yang melayani persalinan sebaiknya lebih waspada. Kalau mau kasih susu kaleng secara diam-diam ke bayi-bayi di kamar perinatologi, jangan sampai ketahuan orangtuanya. Mulut emak-emak yang baru melahirkan itu tajam-tajam, mereka bisa menyanyi ke ibu-ibu lain dan mengatakan bahwa “rumah sakit ini tidak sayang ibu apalagi sayang bayi”.

http://georgetterox.blogspot.com

http://laurentina.wordpress.com

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

11 comments

  1. Setuju sama bu santi dewi… dulu inget banget ketika nina kecil baru lahir.. demi menjaga nina hanya menerima asi. 2.malam pertama saat si anak harus dapet perawatan uv (biar gak kuning) harus bolak balik kamar ibu – bayi untuk nganterin asi yang saat itu baru keluar barang 5- 11 mili
    . Yang pada saat keluar.. dan diantarkan… langsung diminum bayi…. alhamdulillah saat ini asi kekuar dengan lancar… semoga begitu terus

  2. …tambah dikit lagi ya bu.. (kalo diijinkan tentunya)

    nanggapin yg ini:
    "Kamu nggak kasih ASI?" Saya kecewa.
    "ASI-ku nggak keluar," sahutnya sedih.

    kalo hari-hari pertama pas payudara produksi kolostrum, kolostrumnya ga dikenyot sama bayi (karena bayinya dikasih botol), ya produksi ASI tersendat dan bisa berhenti. ini penyebab utama dari kasus 'ASI ga keluar'. karena produksi ASI memang distimulasi oleh pengosongan kelenjar susu. kalo ga dikosongin ya tubuh dapet sinyalnya ASInya ga dibutuhkan. jadi ngapain produksi.

    kalo sejak lahiran kolostrum langsung diisep bayi (atau dipompa juga boleh-misal kasus bayi prematur, yg penting KOSONGKAN), kelenjar susu jadi kosong, tubuh terima sinyal untuk produksi ASI lagi. makin sering dikosongkan, ASI yang diproduksi makin banyak. makin jarang dikosongkan, tubuh terima sinyalnya produksi kudu dikurangi. teorinya begitu, kata guru kursus hehe.

    itu saja tambahannya. semoga berkenan.

    1. Versi panjangnya aku jadiin postingan blog, trus aku share ke komunitas blogger ibu2, tanpa mikir panjang kelompok yang berseberangan akan merasa 'terhakimi'. Akhirnya beneran postingan nya kayak bom meledak hehe. Aku keluar dari grup karena merasa ga nyaman lagi. Sampe sekarang postingan nya aku password meski sempat ngundang trafik blog sampe 2000 lebih pageview. Nanti akan kubuka gemboknya kalo aku ada waktu nulis postingan baru untuk pengantar sekaligus menjustifikasi postingan lama ttg asi vs formula yg memang selalu kontroversial itu 🙂 Tapi untuk saat ini ya sudahlah, tiarap dulu hehe

  3. dulu aku ga pernah ngerti kalo ada yg bilang "ASI blom keluar" itu artinya apa sih, sampe aku ngelahirin sendiri th 2013 lalu.

    bayiku lahir sehat, persalinan normal, tali pusar masih nyambung dia udah ditelungkupin di dadaku. cuma nangis 2 menitan setelah aku peluk dia langsung tidur! holoh…aku juga ketiduran karena capek setelah teriak2 ngelahirin hihi…. suami tugas jaga duduk di kursi sebelah kasur. dokter dan para bidan yang ngebantu proses lahiran udah kabur semua setelah acara bersih-bersih selesai. kata mereka, biar kami bertiga menikmati hadirnya si buah hati tanpa gangguan! baik yah, terharuuuu….

    rumah sakitnya: hinchingbrooke hospital, huntingdon, cambridgeshire, united kingdom.

    setelah 45 menitan, si dede bayi kebangun, aku juga. seperti dalam video yang kami tonton pas kelas antenatal, dede bayi mulai ogel-ogel ngerangkak nyari-nyari puting, dan akhirnya HAP! nyup nyup nyup… lahap banget, entah apa yang dia isep, yang pasti sejak menit itu dia ga brenti nenen sampe sekarang, umur udah 2 tahun 1 bulan! ga pernah absen sehari pun, hehe

    tentu saja pake acara cracked nipple, bengkak, sakit, ga sampe yg bleeding sih…tapi nenenin jalan terus!

    sepengetahuanku waktu itu, dari yg kupelajari pas kursus antenatal, 3 hari pertama sejak bayi lahir, payudara memang belum memproduksi susu. yang ada adalah cairan kental kuning bernama kolostrum (colostrum) yang secara alami diproduksi semua ibu hamil (bahkan semua makhluk mamalia) pada masa-masa akhir kehamilan. silakan cek Wikipedia untuk info lebih lanjut. jadi secara alami harusnya semua wanita juga ada kolostrumnya.

    kolostrum ini jumlahnya memang ga banyak, beberapa wanita bahkan cuma bisa produksi beberapa tetes saja (kata yg ngajar di kursus)! tapi memang bayi lahir itu seperti udah dibahas di atas, lambungnya cuma sebesar kelereng. jadi beberapa tetes kolostrum ini sudah CUKUP untuk lambung bayi.

    memang karena lambung ukuran 5 ml ini pula begitu udah diisi dikit, sejam udah laper lagi. kalo diisi kebanyakan, jadi gumoh, wajar. waktu itu sampe yg ngajar beneran bawa beberapa kelereng berbagai ukuran, supaya kami paham umur berapa hari bayi butuh berapa ml susu.

    kesimpulannya, sependek pengetahuanku, dan ga bermaksud judgmental atau menggurui ya ini ibu-ibu (jangan dirajam saya ya), kalo ada yg bilang 'ASI blom keluar jadi bayi harus dikasih botol', itu sepertinya cuma salah paham, kurang paham, atau gagal paham saja.

    memang selama 3 hari ASI ga akan keluar karena adanya baru kolostrum. kalo si bayi dari menit pertama nenen udah cukup dengan kolostrum, saat ASI akhirnya keluar di hari-hari selanjutnya, bayi akan nenen teratur secara alami.

    kesannya ideal banget ya, tapi itulah yang aku alami sendiri dari hari pertama ngelahirin sampe sekarang. di rumahku ga ada botol susu (memang ga pernah butuh), dan kami ga pernah serupiah/atau sepoundsterling pun keluar duit untuk beli susu formula. sampe sekarang.

    kuncinya mungkin di: edukasi ibu hamil supaya ngerti banget apa yg akan terjadi pada tubuhnya dan tubuh bayi sebelum, sewaktu dan setelah melahirkan?

    tentu support dari rumah sakit yang pro-ASI dan orang-orang sekitar dengan pengetahuan yang cukup dan benar mungkin juga perlu.

    mohon maap bu dokter, komennya kepanjangan :-p
    maap juga kalo ada salah kata.

  4. anakku termasuk yg salah satu bayi yg dikasih susu formula di rs hahahaha… tapi alasan mereka karena lahirnya kecil… tapi setelah nanya ke klinik laktasi, asal lahirnya full term dan masih diatas 2kg, ga perlu itu yg namanya susu formula… tapi kasih susunya cuma pas di rs doang, begitu pulang asi full ampe sekarang…

  5. Pitshu says:

    walo kata orang bayi lahir bisa tahan 3 hari tanpa di kasih susu, tetep aja aye ga tega boo, siang lahir malamnya udah stock sufor buat si bayi :), secara asi lom keluar~

  6. ((((5 ml )))) baru tau aku kalau lambungnya cuma berkapasitas segitu. pas anakku lahir, anakku rewel banget. Digendong, dinyanyiin, ditimang timang, diapa2in tetep nggak bisa diem. Diemnya kalau dikasih Botol. Akhirnya sy bisa istirahat. Dan minum botolnya dua kali doang langsung asi keluar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *