Error-nya Strategi Pemasaran dari Marketing Belagu

Percaya deh, kalau sebuah brand mau nerima seorang individu untuk jadi anakbuahnya, berarti brand itu percaya kepada kemampuan anak itu buat mewakili brand tersebut. Tapi kadang-kadang dari sekian banyak pelamar yang kepingin sebuah posisi, pelamarnya nggak ada yang bagus-bagus amat, sehingga brand ini nggak punya pilihan lain selain nerima seorang mediocre.

Sekarang bayangin kalau sebuah brand menyewa seseorang untuk marketing produknya, tapi gegara salah implementasi, lalu strategi pemasaran yang udah tersusun rapi jali pun jadi keok.

***

Suatu hari my hunk dapet e-mail dari sebuah brand handphone. Si brand handphone ini mau meluncurkan HP teranyarnya di Surabaya, dan mereka mengundang blogger untuk acara itu.

My hunk sebetulnya kepingin dateng, tapi bukan dalam kapasitas sebagai blogger. Dos-q kan punya toko HP, dan dos-q sedang melirik-lirik apakah dos-q bisa dapet produk ini untuk dijual di tokonya.

Lalu dos-q tanya ke saya, apakah saya mau dateng. Kami ini suami-istri sama-sama blogger, dan kami terbiasa dateng ke acara blogger bareng-bareng. Sayangnya saya kok nggak diundang ke acara launching HP ini, buktinya saya nggak dapet e-mail ini. Apakah saya dikira blogger kurang eksis? Wkwkwk..

Tapi saya nggak mau merasa tersinggung, jadi saya kirim email ke juru marketing-nya brand yang ngirim e-mail ke my hunk itu. Saya bilang dalam e-mail itu, saya adalah blogger dan saya berminat untuk datang. Apakah boleh saya datang?

Eh, eh, eh..beberapa jam kemudian si marketing brand ini membalas. Isi e-mail-nya begini kira-kira, “Mohon maaf, Vicky, saat ini undangan sudah penuh. Tapi Anda bisa datang ke acara serupa di Malang..”

Halah. Spontan saya tutup itu e-mail. Saya mbatin, gw nggak mau nyetir sejauh dua jam perjalanan hanya demi dipamerin henpon lu yang lu minta endorse-in (apalagi kalau nggak dikasih pinjem handphone-nya buat test drive selama 10 bulan).

Sambil menggerutu dalam hati. Kok bisa-bisanya my hunk diundang, padahal dos-q udah lama nggak update-in blognya (dos-q mah lebih seneng ngupdate online shop-nya ketimbang blognya). Lucunya lagi, dari daftar CC dalam e-mail yang diterima my hunk itu, ada nama temen saya Okky Listiani. Saya nggerutu, kok bisa-bisanya Okky diundang untuk menghadiri acara launching di Surabaya, padahal dos-q lebih terkenal sebagai blogger Semarang.

Sekitar beberapa hari kemudian, Okky nyolek saya, bilang dos-q nggak tertarik dateng ke acara itu, karena ada prioritas yang lain. Lalu Okky suruh saya dateng ke sana, pakai nama dos-q aja, supaya nggak ngacauin kuota yang sudah diset oleh panitia.

Maka saya dateng. Sama my hunk dan bawa Fidel.

Teruus..gimana acaranya? Oh, biar saya ceritakan. Acaranya digelar di hall berkapasitas 50 orang di sebuah restoran kecil. Saya, sebagai mantan event organizer amatiran, iseng ngitung jumlah pengunjung dari awal sampai akhir acara. Bok, kursi terisi cuman setengahnya. Haha.

Ketika saya masuk, saya disambut seorang panitia. Sang panitia yang menyambut saya itu ternyata agen multipel, dos-q satu-satunya yang nyambut pengunjung, dos-q satu-satunya pembicara presentasi, dos-q satu-satunya yang menjawab semua pertanyaan wartawan. Waktu dos-q sebut namanya sendiri, saya langsung mengenalinya sebagai “Oh ini tho marketing yang kirim e-mail massal dan membuat penerimanya tahu siapa aja nama-nama di kolom CC dan menolak saya dateng dengan alasan kuota 50 sudah penuh”. Haha nomer dua.

Ada panitia lain? Oh ada sih, kalau Anda mau menyebut dua orang SPG berpakaian rok cekak sebagai panitia. Lainnya, saya menduga itu sebetulnya pelayan restorannya sendiri. Karena mereka sibuk membagi-bagikan makan siang dan mengambil piring kotor. Haha nomer tiga.

Di tembok, ada kertas HVS ditempelin dan bertuliskan “Silakan live tweet keseruan acara ini dengan hashtag #********”. Haha nomer empat. Keseruan apa?? Ini acara launching handphone atau rapat RT, kok sepi mirip kuburan?

Lalu dua SPG rok cekak tadi maju ke depan. Tidak naik panggung, coz memang nggak ada panggung. Mereka memamerkan HP anyar itu dengan pose baiklah-silakan-foto-dan-upload-fotonya-di-koran-Anda. Teman-teman saya yang blogger maju males-malesan buat motret. Foto SPG memamerkan HP terlalu mainstream, tapi kesepian suasana acara sama sekali nggak mainstream. Tak ada musik. Tak ada lampu-lampu menyinari para SPG. Haha nomer lima. Saya sulit percaya brand handphone ini pernah menjadikan Leonardo diCaprio sebagai model iklannya. Kalau si Leo tau acaranya sesepi ini, dos-q pasti kepingin melelepkan diri di bawah kapal Titanic.

Saya, yang tadinya dateng ke situ dengan niat kepingin bikin review handphone, langsung mengganti niat menjadi kepingin nyinyirin panitia acara.

Strategi pemasaran melaluinsocial media akan berhasil bila Anda mengetahui bagaimana cara implementasinya. Implementasi yang tepat bisa diperoleh bila Anda menguasai perilaku pelaku social media itu dengan baik. Gambar diambil dari sini
Strategi pemasaran melalui social media akan berhasil bila Anda mengetahui bagaimana cara implementasinya.
Implementasi yang tepat bisa diperoleh bila Anda menguasai perilaku pelaku social media itu dengan baik.
Gambar diambil dari sini

Kok bisa-bisanya si marketing ini nolak saya dateng lantaran dos-q merasa pegang list berisi 50 nama blogger padahal yang akhirnya venue cuman terisi setengahnya? Itu juga kalo yang akhirnya dateng itu blogger semua. Sebagian malah bukan blogger, tapi wartawan dari koran.

Pulang dari acara, my hunk dicolek temennya via chatroom. “Mi, Fahmi, kamu dateng ke acara launching HP merk XXXX ini dong..”

My hunk: “Lho, tadi aku sudah ke sana sama istriku.”

Temennya: “Kamu dateng lagi aja. Aku ada di sini nih, acaranya ternyata ada gelombang kedua. Aku diundang soalnya aku anggota komunitas pemakai handphone ini. Tapi ini yang dateng cuma dikit dan makanannya masih sisa banyak banget..” (Si temen lebih terdengar seperti orang kesepian daripada ngajakin makan siang)

My hunk nunjukin ke saya chat itu dan saya bengong.

Saya: “Jadi acaranya ada gelombang kedua? Yang sekarang ini dateng ada berapa orang?”

My hunk: “Kalo kata dia sih, cumak lima orang..”

Saya ketawa guling-guling. Kenapa lima orang itu tidak disuruh ke Malang aja??

***

I don’t understand. Apakah orang-orang marketing ini tidak bikin riset dulu tentang behavior blogger sebelum mengundang blogger untuk mempromosikan produknya?

“Kurasa dia anak baru,” kata my hunk, ngomongin sang juru marketing. “Dia diangkat oleh perusahaan XXXX untuk jadi marketing, disuruh kampanye, lalu dia pikir kampanye akan sukses kalau mengundang blogger.” Sayangnya si juru ini nggak berpengalaman mengestimasi jumlah blogger yang datang, sehingga acaranya sepi. Dos-q nggak tahu kalau sebagian blogger masih diikat jam kantor (itu hari Jumat siang), dos-q nggak tahu blogger senengnya dateng rame-rame sama gengnya (jadi ngundang satu, harus ngundang semua), dos-q nggak tahu blogger bakalan ogah nulisin event kalau event-nya sendiri nggak meriah apalagi nggak diimingi-imingi hadiah. Kesalahan fatal dos-q adalah menolak para blogger di luar kuota, sehingga dos-q mengeliminasi kesempatan untuk mendapatkan influencer potensial.

Blogger itu influencer potensial. Blogger ngomong bagus-bagus, belum tentu jujur. Tapi blogger yang niat bikin review yang bunyinya jelek tentang suatu produk, berarti itu memang sungguhan.

Saya sebetulnya pingin nulis ini dari kemaren-kemaren, karena kejadiannya sudah dua bulan lalu. Tapi saya nungguin sampai trend handphone-nya meredup, coz saya nggak mau tulisan saya mengacaukan laporan keuangan kwartal penjualan. Well, ternyata saya nggak perlu nunggu terlampau lama, coz musim ini, si merk ini sudah terbanting oleh Meizu, thanx to promosi gede-gedean via e-commerce dan karena acara launching-nya yang jauh lebih “niat’.

Iya, saya memang bukan blogger khusus teknologi, tapi saya tahu bagaimana posisi brand situ di pasaran dan saya tahu gimana caranya supaya brand situ laku.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

4 comments

  1. 21inchs says:

    ‘Saya, yang tadinya dateng ke situ dengan niat kepingin bikin review handphone, langsung mengganti niat menjadi kepingin nyinyirin panitia acara’

    karena gak diundang?

    mungkin panitianya membatasi undangan pesertanya/menolak peserta baru krn kuota kursi dan makan siangnya yg sdh penuh

    pastinya si one man show panitia-nya itu mendapatkan pelajaran yg sangat berharga atas pengalamannya itu apalagi kalau mampir ke blog ini..

    hahahaa..

  2. okky says:

    Marketingnya hengpong pintar buatan Tiongkok ini berarti dituntut buat jadi canggih ya, dia bisa multitasking. Kesian kalo semisal ternyata gajinya cuma di bawah 5jt 🙁

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Kebetulan multitasking-nya menghasilkan kesulitan untuk fokus dalam perencanaan marketing-nya. Dia bisa mengoceh tentang produknya dengan baik, tapi dia kesulitan memanfaatkan blogger sebagai tool marketing-nya.

      Kalau dia melakukan multitasking ini dengan lebih baik, dia berhak akan gaji di atas 5 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *