Pilih Makanan Kecil untuk Kantor

Memilih snack buat acara meeting mingguan di kantor bisa jadi lebih membingungkan ketimbang sekedar bikin laporan pajak. Mending kalau boss suka snack-nya. Tapi kalau enggak suka, kita sebagai juru pilih snack bisa jadi bulan-bulanan boss. Sebetulnya nggak sesusah itu milih hidangan untuk nyamikan ini, asalkan kita mampu mengemas makanan kecil ini dengan ciamik. Kuncinya simpel, snack harus nampak cakep untuk menarik perhatian. Dan nggak menyusahkan.

Menyusahkan? Yep, snack bisa bikin meeting yang isinya ruwet menjadi semakin eneg kalau penyajian sampai cara makannya sendiri bikin ribet. Snack yang berminyak umumnya nggak disukain karena ngotor-ngotorin tangan (padahal kita sudah sedia segepok tisu di meja, tapi di dunia ini tetep aja ada orang-orang tertentu yang ogah ambil tisu). Snack juga membuat rapat rutin jadi semakin membosankan kalau yang disajikan ya snack yang itu-itu aja. Sekretaris di kantor tempat saya kerja dulu, sampai bikin jadwal rolling snack meeting di kantornya, lantaran dos-q kuatir kehabisan ide karena dos-q yang kebetulan didaulat untuk jadi juru memilih hidangan.

Jangan terlalu fokus kepada spesifikasi snack, karena perilaku orang yang lagi meeting adalah fokus kepada isi meeting-nya, bukan snack-nya. Snack pada hakekatnya adalah pemanis, maka tugas kita hanya memilih snack yang nampak cakep. Karena itu cobalah pilih finger food yang kemasannya cantik, syukur-syukur kalau packaging-nya premium.


Risoles - makanan kecil - Eddy Fahmi
Saya sendiri punya trik, kalau saya kepingin disangka juru snack yang kreatif, saya biasa bermain dengan varian dari snack itu sendiri. Risoles contohnya, merupakan jenis snack cantik yang isinya hari gini sangat variatif. Saya bisa request apapun untuk isi risoles: daging asap, sosis, daging cincang, udang, sayur-mayur, sampai cokelat, mayonaise dan keju.

Pesan risoles dengan isi yang beda-beda tiap minggunya, maka meeting di kantor pun bisa berubah menjadi permainan menebak “Apa isi risoles minggu ini?”

Beberapa toko kue bahkan melapisin kroket kecil ini dengan bread crumbs sehingga tampangnya pun lebih ciamik. Risoles juga nggak bikin mulut bau setelah memakannya, karena kandungan telur yang dipakai untuk bikin kulit risoles juga nggak banyak-banyak amat. (Bau mulut adalah musuh bebuyutan di kalangan pekerjaan atau bisnis).

Risoles mayo - Eddy FahmiPun harganya yang murah, bikin snack sederhana ini menjadi cemilan favorit banyak orang. Kalau Anda kepingin menekan harga, beli aja risoles dalam kondisi masih beku. Anda bisa menyetoknya di kulkas kantor dan tinggal minta office girl menggorengnya sewaktu-waktu jika si boss kelaparan. Jika si boss nanya kenapa Anda ngusulin risoles untuk ngemil di kantor, jawab aja, snack dibalurin tepung roti dan isinya yang macam-macam itu bikin kenyang dan badan tetap sehat. 😀

Risoles, cemilan Perancis yang kini sudah merakyat di Indonesia.

Foto-foto: Eddy Fahmi

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

4 comments

  1. 21inchs says:

    dari awal baca saya menebak2 ini kayaknya pesan sponsor catering snack utk meeting, eh ternyata beneran ttg risoles.

    yups, saya juga suka risoles
    tetap aja risoles klasik yg isinya wortel dipotong dadu kecil dan sedikit daging tetap nomer satu..

  2. ninda says:

    kalo sekretaris di kantor saya nyetoknya keripik2 mbak jadi makanan tiap meeting seringnya keripik, jenisnya aja yang beda atau penganan kayak kalo kita bertamu di rumah orang dan disuguhin di toples2 gitu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *