Cara Memilih Toko untuk Beli Risoles

Kalau Anda kepingin menghidangkan risoles buat meeting di kantor Anda seperti yang sudah saya tulis di sini, coba pilih toko yang bermutu buat beli risolesnya. Toko yang bagus biasanya nggak akan membuat risoles sembarangan. Begini tipsnya:

Pilih Tepung yang Bagus

Mesti selektif pilih produk tepung roti yang dipakai buat melumurin risoles. Sebagian pabrik tepung kadang-kadang nggak cukup teliti, bahan dari roti manis ikutan tercampur buat bikin tepung roti. Padahal tepung roti untuk dijadikan kulit risoles, semestinya dibikin murni dari roti tawar. Tepung yang terkontaminasi dari roti non-tawar, kalau digoreng nanti bisa jadi gosong. Bayangkan kalau tepung beginian dipakai untuk menggoreng risoles, risolesnya jadi ikutan gosong dong?

Selain itu teknik melumurin isian risoles dengan tepungnya juga ikut berperan lho. Setelah menggulirkan isi risoles ke tepung roti, hendaknya tepungnya ditepukin ke sekujur risoles sebanyak 1-2 kali. Dengan cara begini tepung sudah akan rata menempel melumuri isian risoles.

Cukup Telur, Bukan Basah

Tidakkah risoles mayo ini membuat Anda ngiler?
Tidakkah risoles mayo ini membuat Anda ngiler?

Setelah isian risoles digulirkan ke tepung roti, lalu biasanya digulirkan ke adonan putih telur. Fungsi adonan putih telur adalah untuk melengketkan tepung yang dipakai untuk menyelimuti isian risoles, supaya ketika digoreng isiannya nggak berhamburan keluar. Tapi jangan dalam-dalam waktu mau mencelupkan risoles ini ke dalam adonan telurnya. Cukup sampai sedalam 1/3 tinggi risoles aja, baru diangkat. Risoles yang kebanyakan dilapisin telur bukan cuman jadi basah, tapi juga jadi bau telur. Risoles yang bau telurnya terlalu kuat kadang-kadang nggak disukain, soalnya meninggalkan bau nggak sedap di mulut setelah dimakan.

Menggoreng dengan Bersih

Sebuah toko risoles biasanya menggoreng risoles dalam jumlah yang banyak banget di dapurnya. Supaya ngirit, tentu dia akan pakai minyak goreng yang sama untuk menggoreng risoles dari satu batch ke batch lainnya. Nah, coba perhatikan, sekali suatu batch risoles tergoreng, risoles ini akan meninggalkan endapan tepung roti sisa-sisa dari rontokan kulit pelapisnya kan? Ketika risoles diangkat dari wajan, endapannya mungkin ketinggalan di wajan, kelelep bareng-bareng minyak. Kalau kokinya yahud, jika dos-q mau pakai minyak itu untuk menggoreng batch risoles yang baru, dos-q bakalan saring dulu endapannya itu dari wajan, lalu dos-q buang endapannya. Dengan demikian batch risoles yang baru akan tergoreng dalam minyak yang bersih, biarpun sebenernya minyak ini masih minyak yang sama dengan batch risoles sebelumnya. Ya kan?

Cukup Minyak

Kadang-kadang ada aja produsen risoles yang ketika melumurin risoles, dia pakai kuning telurnya sekalian, nggak putihnya doang. Nggak apa-apa sebetulnya, asalkan sewaktu digoreng, minyaknya nggak kebanyakan. Minyak yang kebanyakan volumenya akan berbuih ketika bercampur dengan kuning telur, sehingga risoles cepet kotor.

Menggoreng Sebentar Saja

Lama waktu yang dipakai untuk menggoreng risoles harus cukup, nggak terlalu lama. Karena itu selain volume minyaknya cukup, apinya juga harus besar. Kalau kelamaan terendam dalam minyak goreng, kulit tepung yang sudah melumuri risoles akan merekah, mekar, dan pada akhirnya pecah. Kalau sampai kulit risolesnya pecah, risolesnya jadi nggak cakep lagi dah.

Risoles - makanan kecil - Eddy Fahmi
Kantor terasa lebih semarak dengan makanan kecil yang satu ini.

Beberapa chef bahkan menyarankan pakai dua-tiga wajan sekaligus buat menggoreng risoles pada saat yang bersamaan dengan ukuran api yang sama. Maka risoles nggak akan kelamaan terendam dalam minyak. Sewaktu meniriskan risoles dari minyak, pakai saringan kawat dulu, baru dipindahkan ke kertas hisap. Dan tiriskan dengan cara vertikal, alias risolesnya dijejer secara berdiri.

Foto-foto: Eddy Fahmi

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

2 comments

  1. warm says:

    risol mayo di jalan kecil antara UGM dan UNY itu yg sering saya beli, rasanya enak, harganya pun masuk akal 😀

    eh saya pikir proses ngasi tepung roti itu digulirkan ke putih telur dulu baru ke tepungnya, ternyata kebalikannya toh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *