5 Tips untuk Ikut Bazaar Gaul

Tentu saja, biarpun semenjak kemaren saya sudah ngoceh tentang madu manisnya ikutan bazaar gaul, tetap ikutan bazaar itu banyak tantangannya. Banyak banget temen saya pengusaha muda anyar yang ragu untuk ikutan bazaar lantaran terganjal urusan kapitasi. “Sewa booth-nya mahal. Aku kalau ikutan ginian, mesti modal berapa?” keluh temen saya yang bergerak di industri fashion kecil-kecilan.

Laura Angelia, panitia IDNtimes yang bikin Hyperlink Project (tentang Hyperlink Project itu saya tulis di sini), bilang ke saya bahwa panitianya menjual booth seharga Rp 4,6 juta untuk para pengusaha lifestyle (ini istilah mereka untuk alat-alat fashion, Red). Dengan harga segitu, tenant berhak nyewa booth seluas 3 x 2 meter persegi selama tiga hari. Adapun booth untuk pengusaha kuliner dihargain sedikit murah, yaitu Rp 4,4 juta. Tapi besarnya juga lebih sempit, yaitu 2,4 x 2 meter persegi.

Mahal? I don’t think so. Saya pernah nemu di bazaar lain yang harga booth-nya cuman Rp 2,5 juta.

Pasar industri fashion di Surabaya sudah mulai diinvasi oleh pengusaha muda dari Jakarta. Booth ini salah satu contohnya, Alinskie Brothers.
Pasar industri fashion di Surabaya sudah mulai diinvasi oleh pengusaha muda dari Jakarta. Booth ini salah satu contohnya, Alinskie Brothers.

Tapi apalah duit segitu kalau dibandingin jumlah orang yang semakin mengenal para tenant kecil ini semenjak mereka membagi-bagikan kartu nama di bazaar. Rasanya sayang kalau nggak jualan di bazaar kota sendiri, apalagi kini Surabaya sudah mulai diincar para pedagang dari kota lain untuk jadi sasaran produk. Di Hyperlink Project, area lifestyle sudah mulai dirangseki para pengusaha fashion dari Jakarta, Bandung, dan Bali. Kompetisi melawan para pelaku industri dari luar kota sudah dimulai lho.

Pun, harga booth yang dibanderol segitu ternyata nggak selamanya bikin panitia untung. Laura cerita ke saya bahwa sebetulnya bazaar ini rugi. Ada masalah-masalah yang masih mereka pelajarin lebih lanjut, seperti menghadapi keluhan dari para tenant yang masih bekutetan dengan urusan teknis. Malam sebelum hari pertama acara, beberapa tenant kelimpungan menggotong properti mereka yang terlalu banyak itu ke venue. Banyak partisi antar booth yang belum siap terpasang. Panitia sudah ngumumin jatah daya listrik yang akan diperoleh masing-masing tenant, tapi kemudian banyak tenant yang kepingin jatahnya di-customize. Dan lain-lain kesulitan IDNtimes yang memang baru pertama kali ini bikin bazaar.

Jika kita pengusaha muda anyar dan ingin ikut bazaar gaul, ini tips yang bisa kita pertimbangkan:

  • Hendaknya gesit sewaktu memutuskan ikut sebuah bazaar. Semakin cepat memutuskan ikut, semakin cepat kita bisa memilih posisi booth. Booth yang berada di dekat panggung tentu dekat dengan crowd. Tapi ada jenis bazaar tertentu yang pengunjungnya diatur untuk berjalan mengikuti alur tertentu, dan bayangkan kalau booth kita berada di deretan stand yang terakhir dikunjungin pengunjung.

 

  • Seriuslah ikut technical meeting. Terutama mengenai penjelasan panitia tentang jatah listrik yang diberikan kepada setiap tenant. Panitia sudah menentukan bahwa kuota watt yang diberikan kepada kita adalah sekian, jadi jangan bawa mesin kompor atau kulkas yang dayanya melebihi itu. Apalagi kalau kita kepingin menginapkan kulkas di malam hari, belum tentu panitia bisa kasih daya listrik untuk menghidupkan kulkas kita.

 

  • Dalam memilih lokasi booth, pertimbangkan agar lokasinya merupakan tempat yang strategis untu dilewati pengunjung.
    Dalam memilih lokasi booth, pertimbangkan agar lokasinya merupakan tempat yang strategis untu dilewati pengunjung.

    Selektiflah memilih harga booth yang ditawarkan di bazaar. Harga booth mungkin terdengar mahal buat kita yang sudah biasa buka lapak dari bazaar satu ke bazaar lain. Tapi coba perhitungkan berapa banyak crowd yang bisa menemukan produk kita. Bagaimana lokasinya, apakah nyaman untuk pengunjung? Dan apakah kita mendapatkan fasilitas yang sepadan (terutama listrik)?

 

  • Patuhi peraturan panitia dalam urusan waktu. Terutama pukul berapa paling lambat kita harus pasang partisi.

 

  • Selalu sigap untuk kontak jangka panjang dengan pembeli. Mungkin kita kehabisan barang untuk dijual, tapi lain waktu pembeli akan mencari kita kembali. Atau kita ingin pembeli memesan barang kita dalam jumlah banyak. Kuncinya, siapkan kartu nama banyak-banyak. (Baca pentingnya punya kartu nama di sini.)

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *