Profesi Favorit Kekinian: Tukang Go-jek

Barangkali nggak ada aplikasi yang lebih fenomenal daripada Go-jek tahun ini. Sudah aplikasinya dibikin anak negeri sendiri (Nadiem Makarim, silakan lihat profilnya di sini), memanfaatkan potensi negeri sendiri, lowongan supirnya dibanjirin pelamar, dicintai para artis, dicariin para online shop, sampai bolak-balik masuk berita lantaran bikin beberapa supirnya dibogem mentah sampai terpaksa masuk rumah sakit.

Bila Anda mual dengan harga bensin sehingga males keluar rumah supaya bisa ngirit ongkos, tapi kepingin punya kurir yang bisa disuruh-suruh buat beli ini itu atau nganterin ini itu, maka jawabannya adalah membuka Gojek di Android dan cari daftar Gojek driver terdekat di sekitar rumah Anda. Aplikasi ini bikin semua orang menjadi cinta sama tukang ojek, dan pada saat yang bersamaan, mendadak juga kepingin jadi tukang ojek. Dengan mencet-mencet tombol aplikasi Gojek di gadget Android, kita bisa panggil tukang ojek dan seseorang akan dateng bawa motor untuk mengantar kita. Kalau Anda harus menjemput suatu barang di suatu tempat, padahal Anda lagi nggak bisa keluar-keluar karena mobil Anda lagi soak, cukup pencet-pencet Gojek dan seseorang akan jemput barang itu dan mengantarkannya untuk kita. Saya paling seneng feature Go-food dalam Gojek ini, karena saya bisa minta delivery makanan dari restoran incaran. Tinggal milih dan bayar pakai internet. Voila.

 

Salah satu driver cewek Gojek di Bandung, Christina Helen. Gambar diambil dari sini
Salah satu driver cewek Gojek di Bandung, Christina Helen. Gambar diambil dari sini

Jangan kira yang jadi supir Gojek ini orang-orang yang nggak bermodal. Temen saya, Alexis (bukan nama sebenarnya), malah sudah dua bulan ini jadi supirnya Gojek. Dos-q ini lahir dari keluarga pebisnis Tionghoa, hobinya motret-motret pakai kamera DSLR, S1 lulusan universitas mahal, dan parahnya..dos-q cewek! Dengan motornya, dos-q iseng jadi supirnya Gojek lantaran kepingin duit saku tambahan, dan dos-q nggak merasa tengsin jadi supir karena menurutnya, kerjaan ini halal. Dos-q adalah salah satu dari sekitar 500 orang cewek di Surabaya yang jadi supir Gojek. Di Surabaya sendiri, jumlah supir Gojek sudah 40.000 orang.

Rata-rata supir Gojek sebetulnya sudah punya penghasilan, dan mereka nge-Gojek lantaran kepingin penghasilan tambahan. Sehari, kalau lagi rajin, mereka ngerjain rata-rata sekitar tujuh orderan. Sekali orderan, mereka nginjak pedal motor mereka untuk ber-Gojek ini rata-rata sejauh 15 kilometer. Meskipun mungkin penghasilannya nggak banyak-banyak amat, tapi kebanyakan supir Gojek ngaku kalau mereka me-redeem penghasilan mereka dari manajemen Gojek hanya untuk beli keperluan keluarga.

Dan kerjaan menjadi supir Gojek ini nggak malu-maluin. Supir Gojek umumnya supir premium dengan kecerdasan premium. Why? Karena untuk bisa dapet penumpang, mereka kudu rela mantengin handphone-nya setiap hari mengawasi aplikasi Gojek. Di aplikasi itu, begitu ada penumpang dalam radius dua kilometer yang kepingin jasa Gojek, notifikasi akan muncul di handphone para supir. Dan supir-supir ini kudu rebutan saat itu juga untuk mengambil order dan waktu mereka hanya lima detik. Jadi kalau kepingin duit, supirnya nggak boleh lemot, dan harus cukup cerdas untuk memakai operator telepon yang sinyalnya nggak lemot.

Tarif Gojek sebetulnya murah-murah aja. Per kilometer, argo Gojek dihargain Rp 2k (yes, mereka pakai argo. Jadi Anda nggak usah bermimpi nawar-nawar tukang ojek berbaju hijau ini). Tapi pesanan minimal seorang penumpang untuk sekali jalan adalah Rp 25k. Nggak usah berpikir tarif ini terlalu murah buat sang tukang ojek yang sesungguhnya tajir ini. Karena supirnya sendiri dapet honor Rp 3k/kilometer dari manajemen Gojek-nya.

Saat ini, Gojek baru ada di Jabodetabek, Bandung, Jogja, Surabaya, dan Denpasar. Tapi gimana kalau Anda kepingin jadi tukang ojeknya Gojek? Atau Anda kepingin ada Gojek di kota Anda? Gampang, ajukan aja request ke manajemen Gojek-nya (lihat aplikasinya di sini). Siapa tahu, kalau Anda bersedia jadi manajernya di kota Anda, mereka mau buka cabang di sana..

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

6 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *