Rawan Penyalahgunaan pada Go-jek

Menjaga aplikasi supaya nggak sampai disalahgunakan itu penting banget. Termasuk juga ini disadari oleh pengelola aplikasi paling populer di Indonesia saat ini: Go-jek.

Nadiem Makarim, founder Gojek, berada di antara para driver Gojek
Nadiem Makarim, founder Gojek, berada di antara para driver Gojek. Gambar diambil dari sini

Pendiri Gojek, Nadiem Makariem, sepertinya mati-matian menjaga supirnya supaya nggak ada konsumen yang dirugikan. Contohnya aja, untuk daftar ke sebuah lowongan Gojek driver, seorang calon supir kudu menyerahkan surat berharganya ke kantor manajemen Gojek. Surat itu boleh berupa akte kelahiran, kartu keluarga, buku nikah, atau ijazah. Kalau di KTP-nya ada tulisan bahwa si calon supir adalah S1, yang diserahin harus ijazah S1-nya yang asli, bukan kopian, apalagi cuman nyerahin ijazah SMA.

Supir Gojek juga kudu pintar menjaga dirinya dari kesulitan. Banyak supir Gojek mengeluh bukan karena badannya remuk sampai kepingin dipijet lantaran ngojek seharian. Tapi kambing hitamnya adalah penumpang-penumpang berbadan big size. Siyalnya, di aplikasi Gojek, para supir cuman bisa terima notifikasi bahwa ada penumpang membutuhkan supir Gojek minta dijemput di jalan anu kordinat anu. Tapi mereka nggak dapet data apakah penumpangnya jelek atau cakep, cowok atau cewek, bodinya gede atau mungil. Alhasil, kalau supirnya kebetulan badannya sekurus pohon cabe, dan dapet penumpang segede gaban, itu apesnya sang supir. Lebih parah lagi, kalau pas sudah dibawa naik motor, terus  badan si penumpang ternyata limbung. Berjuanglah si supir sepanjang jalan untuk mempertahankan keseimbangan.

Temen saya, Alexis, yang kemaren saya ceritain jadi tukang ojek itu di sini, berusaha nggak pulang malem supaya nggak sampai jadi korban pelecehan seksual oleh penumpangnya (maklum, dos-q kan cewek). Tapi yang lebih parah sebetulnya ada lagi.

Feature Gojek, instant courier, rawan buat disalahgunain nganterin benda-benda nggak jelas. Konsumen umumnya pakai feature ini buat minta supir Gojek untuk ngambilin benda di suatu tempat dan nganterin benda itu ke lokasi si konsumen. Bendanya apa, supir Gojek jelas nggak tahu. Biasanya bendanya sudah dibungkus rapi, dan supirnya tinggal ambil dan anterin. Coba bayangin kalau sebetulnya bungkusan itu berisi hewan buas, atau sebetulnya jenazah, atau sebetulnya narkoba?!

Alexis curhat ke saya bahwa dos-q pernah dapet pesanan instant courier seperti ini. Semula dos-q curiga kenapa si konsumen cuman nyuruh anterin ke Jalan Morowudi tapi nggak kasih tahu Jalan Morowudi nomer berapa. Ngeri sebetulnya itu pesanan berisi narkoba dan takut tiba-tiba dos-q ditangkap pulisi laper di jalan, dos-q nelfon ke konsumennya minta spesifikasi alamat. Si konsumen ngeyel nggak mau kasih tahu. Alexis lalu pura-pura bilang bahwa bannya gembos dan minta konsumennya cancel. Si konsumen mengelak, bilang HP-nya yang dipakai buat pesan Gojek sudah ketinggalan. Alexis kemudian nekat nelfon ke Call Center Gojek dan menjelaskan ketakutannya. Call Center Gojek kemudian mencoba menelepon sang konsumen. Ternyata teleponnya malah ditutup! (Manajemen Gojek kemudian membatalkan pesanan ini, dan Alexis pun merasa aman. Soal ini, Alexis kasih tips supaya para supir Gojek lainnya jangan sungkan nelfon Call Center jika merasa ada yang tidak beres dengan kerjaan mereka, supaya mereka juga terlindungi. Tetapi ternyata banyak supir Gojek yang mengeluh bahwa kadang-kadang nomer Call Center memang sering sibuk waktu ditelfon.)

Pekerjaan supir Gojek ini mungkin menarik. Tapi memang nggak sembarangan orang yang bisa jadi supirnya Gojek. Aplikasi ini masih tetap menghargain orang untuk kerja keras supaya bisa dapet penghasilan, namun juga lebih penting lagi, kerja cerdas.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

4 comments

  1. ratusya says:

    Iya sih itu kepikiran juga sama aku, gimana kalo nantinya yg minta dianter nya narkoba, atau bom?
    Kan kesian drivernya ga tau apa2.
    Salam dari gojekholic #halah

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Atau binatang buas.. why not? Temenku yang jadi driver-nya Gojek cerita, aturannya Gojek tuh, barang pesenan cuman diambil dan diantarkan oleh driver dalam keadaan utuh, nggak boleh rusak. Lha biasanya barang yang udah dipack itu diterima oleh drier dalam keadaan udah dibungkus plastik item rapet. Driver-nya nggak mungkin bisa buka-buka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *