CSR Favorit: Air Bersih

 


Gegara risetnya Nielsen yang pernah saya tulis di sini, saya jadi iseng mengulik kenapa masyarakat lebih suka isu air bersih untuk jadi sarana amal orang-orang bermodal (baca: sarana buat jadi obyek CSR perusahaan).

Air bersih mungkin sudah jadi konsumsi biasa dalam kehidupan kita sehari-hari yang nyaman, tapi ternyata ada saat-saat tertentu ketika air bersih jadi urusan pelik yang ketiadaannya bisa merusak hajat hidup orang banyak. Musim hujan begini, misalnya, rentan bikin banjir. Banjir akan membuat sumber air jadi tercemar sehingga menyusahkan penduduk. Belum lagi kalau mereka sampai terpaksa mengungsi, maka timbul masalah anyar karena di tempat pengungsian belum tentu ada sumber air bersih yang cukup untuk orang banyak.

Salah satu peristiwa krisis air bersih yang cukup beken di negeri kita terjadi pada bulan September 2011. Waktu itu tiba-tiba pintu air di kawasan Buaran, Jakarta, runtuh. Akibatnya air bah mengalir tidak terkendali sehingga pengelolanya terpaksa menyumbat air supaya nggak jadi banjir. Padahal pintu air ini mengendalikan pasokan air bersih ke banyak industri di Jakarta. Gara-gara ini, banyak perusahaan merugi, terutama mall, hotel, dan pengelola apartemen yang bergabung banget pada pasokan air ini. Bisakah kita membayangkan datang ke mall tapi nggak bisa pakai toilet gegara krannya mati? Dan itu terjadi di Jakarta, pusat bisnis di Indonesia?

Untungnya waktu itu Palang Merah Indonesia langsung bergerak. PMI memboyong mesin ke Danau Sunter, menyedot air di sana, lalu membersihkannya dan menampung air yang sudah bersih itu di tangki. Puluhan mobil tangki bergerak ke seluruh Jakarta untuk menyalurkan air bersih itu ke daerah-daerah crowded yang seret air, antara lain ke pemukiman rumah susun. Penduduk akhirnya bisa bernapas lega, setidaknya mereka nggak perlu memborong air mineral galonan hanya untuk bisa mandi (link beritanya ada di sini).

Tidak sekali dua kali ini kisruh air bersih terjadi gegara banjir di Indonesia. Juli 2013, seorang blogger menulis di sini bagaimana jebolnya waduk Way Ela di Maluku Tenggara memaksa penduduk sekitarnya mengungsi. Di tempat pengungsian, mereka sungkan untuk mandi dan buang hajat lantaran tak cukup air bersih. Lagi-lagi PMI pun bertindak. PMI menyuplai air bersih untuk para pengungsi, sambil mengerahkan ratusan goodie bag darurat berisi ember, gayung, plus sabun dan sikat gigi. Dan menggelar dapur umum supaya semua orang bisa makan.

Responden risetnya Nielsen sepertinya paham bagaimana urusan air bersih ini bisa mempengaruhi hajat hidup orang banyak, dan banyak perusahaan menanggapinya sebagai kesempatan strategis untuk melakukan CSR. Dan PMI mengulurkan tangan untuk menjadi mitra para perusahaan dalam membantu masalah air bersih ini. Tidak cuma menyediakan air bersih pada saat terjadi bencana, PMI bahkan sudah mengurusi isu air bersih sebagai bagian dari program kesiapan antisipasi bencananya.

Nestle Indonesia, misalnya, semenjak tahun 2008, bekerja sama dengan PMI melakukan CSR dengan menyediakan air bersih untuk sebuah desa di Serang. Di sana mereka membuat sumur, tangki air, sarana mandi-cuci-kakus, plus hidran, untuk keperluan penduduk sehari-hari.

Seorang penduduk baru mengambil air bersih yang disalurkan oleh PMI cabang Solo, hasil kegiatan CSR BRI. Gambar diambil dari sini.
Seorang penduduk baru mengambil air bersih yang disalurkan oleh PMI cabang Solo, hasil kegiatan CSR BRI.
Gambar diambil dari sini.

Di Wonogiri dan Klaten, Jawa Tengah, yang sering banget kekeringan di musim kemarau, Bank Republik Indonesia mengerahkan dana CSR-nya untuk membiayai PMI menyuplai truk-truk tangki air bagi penduduk. Bantuan yang cukup signifikan karena sebelumnya, penduduk harus merogoh kocek dalam hanya supaya bisa membeli air bersih dari swasta.

Tahun ini, Samsung Electronics Indonesia menggelontorkan dana CSR-nya untuk membangun sarana air bersih di Berau, Kalimantan Timur. Bersama PMI dan Korean Red Crescent, di sana mereka membangun pipa dari sumur not dan drainase limbah, plus mengajari murid-murid sekolah setempat akan pentingnya cuci tangan.

CSR di Indonesia merupakan kewajiban perusahaan yang sudah dipayungi hukum dan dapat menjadi peluang perusahaan untuk meningkatkan pamor di mata masyarakat. Menginvestasikan dana CSR dalam bidang pengadaan air bersih merupakan isu yang terbukti disukai masyarakat dan PMI mempunyai ahli yang kompeten untuk mewujudkan hal itu. Nestle, BRI, dan Samsung telah melakukannya, dan melalui link ini, perusahaan Anda bisa mengikuti jejak mereka.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *