8 Macam Pelanggan Setia Rental Mobil Mewah

Bermain di kompetisi rental mobil susah-susah gampang, asalkan tahu target pasarnya sejak awal.

Feature leg rest ternyata signifikan untuk membuat penumpang percaya bahwa ia memang sedang naik mobil mewah. Gambar diambil dari sini.
Feature leg rest ternyata signifikan untuk membuat penumpang percaya bahwa ia memang sedang naik mobil mewah.
Gambar diambil dari sini.

Tengok di kota kita, pasti setiap kilometer ada saja yang buka jasa sewa mobil. Jika mengharap musim liburan segera tiba untuk bisa panen order, harus berapa kali lebaran supaya bisa balik modal? Tetapi saya melihat segmen lain yang kira-kira cocok untuk bisnis rental mobil, yaitu segmen kaum yang butuh pencitraan. Dan segmen kaum yang butuh kenyamanan, terutama yang mendefinisikan kenyamanan berupa tempat duduk yang ada sandaran kakinya.

Tiap bulan, pasti saja ada orang menikah. Di Indonesia yang rakyatnya masih mengedepankan gengsi, pernikahan adalah saat ketika orang tidak segan-segan keluar modal banyak untuk nampak keren, baik (keluarga) pengantinnya, maupun tamunya. Tengok pengantinnya yang datang ke gedung pernikahannya dengan menggunakan mobil mewah, meskipun sehari-harinya mungkin sang pengantin tidak menunggang mobil itu. Jika aslinya pengantinnya tidak punya mobil mewah, menyewa pun tidak masalah, toh cuma sehari ini. Maka tidak heran, para pemilik mobil mewah selalu senang dekat-dekat dengan orang yang mau menikah, karena para calon pengantin mengincar mobil mereka untuk mereka sewa.

Tamunya pun tidak mau kalah. Jika tamunya merasa dirinya adalah VIP, ia tidak sungkan menyewa mobil mewah (selanjutnya saya akan sebut mobil premium saja untuk mencegah distraksi pembaca dari kesan pamer barang lux) untuk datang ke pesta. Menunggang mobil premium dianggap bisa menaikkan citra profesional. Bagi orang yang kebetulan memegang jabatan penting di pemerintahan, naik mobil premium diasosiasikan dengan kewibawaan. Bagi pengusaha, naik mobil premium menunjukkan perusahaannya sudah mapan, dan itu membuatnya percaya diri untuk mengajak orang untuk berbisnis dengannya.

Pengantin dan kroni-kroninya ini cuma konsumen insidentil buat para pengusaha rental mobil. Konsumen yang lebih potensial menjadi pelanggan tetapnya justru berasal dari kalangan pejabat pemerintahan. Di beberapa provinsi di Indonesia sekarang, DPRD-nya ogah memasukkan pembelian mobil premium ke RAPBD mereka (thanks to KPK yang garang dan sedikit-sedikit menuduh orang korupsi), apalagi kalau tujuan membeli mobil premium itu hanya untuk keperluan “menjemput menteri” yang paling-paling datang cuma lima tahun sekali. Untuk keperluan menjemput pejabat dengan mobil mewah ini, mereka lebih suka opsi menyewa mobil karena terasa lebih hemat dari segi perawatannya.

Kaum yang lebih sering lagi menyewa mobil premium adalah kaum pengusaha. Mereka merasa perlu mobil premium untuk menjemput klien yang mereka anggap penting. Seperti yang saya bilang bahwa mobil premium dianggap merepresentasikan kemapanan sang pengusaha, mereka mengharap klien yang merasa nyaman dijemput dengan mobil premium akan percaya untuk membeli produk mereka. Pengusaha juga tidak sungkan menjemput calon investor di bandara dengan mobil premium, karena jika sang calon investor merasa nyaman dengan mobil itu, investornya akan percaya untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan tersebut.

Segmen konsumen lain yang juga mengincar mobil premium adalah industri yang jelas-jelas bergerak di bidang pencitraan, contohnya rumah produksi untuk film, sinetron, dan iklan. Mobil premium sering kali dipinjam untuk ditampilkan dalam adegan mereka. Di Indonesia, sinetron dan iklan yang menampilkan mobil premium masih punya rating tinggi, dan itu membuat para pebisnis sewa mobil premium kipas-kipas.

Segmen konsumen yang rada mirip dengan rumah produksi tapi biaya operasionalnya lebih kecil, dan juga jadi mitra potensial untuk sewa mobil premium, adalah industri fotografi prewedding. Calon pengantin senang sekali bikin foto pre-wed dengan kostum mewah, dan mobil premium pun mereka sewa untuk jadi background. Biarpun bagi sebagian orang membuat foto prewedding ini adalah pemborosan, nyatanya peminat prewedding dengan berlatar mobil premium tetap banyak.

Jika kita tinggal di tempat wisata yang sering dikunjungi turis, mobil premium kita bisa mendulang rejeki dari para wisatawan mancanegara. Turis-turis dari Tiongkok, Jepang, dan negara-negara Kaukasus senang dijemput di bandara dan diantar keliling kota dengan mobil yang nyaman. Konsumen jenis ini bahkan sudah reservasi mobil sewaannya sejak dua minggu sebelum datang ke Indonesia, dan mobil-mobil yang mereka incar umumnya bukan jenis mobil yang diimpor oleh distributor kebanyakan.

Kaum lainnya yang juga sering mengincar rental mobil premium adalah event organizer yang ditugasi mengundang artis untuk konser. Manajemen artis biasanya minta EO-nya menjemput artis dengan mobil premium. Pengusaha rental mobilnya senang karena manajemen artisnya minta mobilnya tidak cuma satu, tapi banyak. Karena mobilnya tidak cuma mengangkut sang artis, tapi juga sekalian para crew-nya. Yang repot, kadang-kadang manajemennya minta mobil-mobilnya sama semua, baik warna maupun jenisnya. Alasannya, untuk mengelabui para fans supaya tidak tahu artisnya naik mobil yang mana..

Seperti yang saya bilang di sini, untuk bermain di usaha rental mobil bisa hanya dengan bermodal satu mobil saja. Dengan mempunyai satu buah mobil premium saja, kita bisa mengejar konsumen pengusaha, konsumen (calon) pengantin, atau konsumen produser sinetron. Tinggal masalah mobil yang mana yang mau kita pilih untuk dijadikan modal, dan bagaimana mengakali perawatannya? Lihat selanjutnya di sini..

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

11 comments

  1. sutoro says:

    wahh kece bener nih kalau punya mobil mewah…
    oh ya aku baru posting otomotif juga judulnya Nissan X-trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik

  2. mawi wijna says:

    Bu dokter macamnya pengantin baru itu klo selepas nikah nginepnya di hotel pasti juga milihnya kamar yg di atas standar. Klo aku pikir-pikir mungkin ya sama alasannya dengan nyewa mobil mewah, yaitu “mumpung ada kesempatan, siapa tahu cuma sekali seumur hidup” 😀

  3. vizon says:

    Dari yang saya amati, bisnis rental mobil bisa berkembang pesat di kota-kota besar dan yang menjadi tujuan wisata. Kalau di kota-kota kecil, jangankan mobil mewah, mobil biasa saja sangat sepi order.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Di kota kecil, umumnya pertumbuhan wiraswasta sangat kecil, Pak. Padahal kaum wiraswasta ini yang paling sering order rental mobil, karena mereka perlu mobil sewaan untuk angkut-angkut barang. Jadi kalau mau bikin bisnis rental mobil, sebaiknya tunggu kota tempat usahanya itu memiliki banyak wiraswasta dulu.

  4. ((((Kaum yang butuh pencitraan))))
    Hahahah, sepertinya ada benernya tuh, dan memang bisa jadi peluang. Mungkin kedepannya kita juga bisa membidik pasa alayers yaa, soalnya kan sepertinya mereka juga haus pencitraan :))

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Iya, Pak, memang nggak butuh mobil banyak-banyak untuk dapat customer macam-macam itu. Silakan coba ya, Pak. Nanti kasih tahu saya kalau Pak Hariyanto sudah bisa sewakan mobil di Makassar maupun di Banjarbaru 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *