Cegah Lupa Bayar Premi Asuransi

Jadi, anggap saja kita sudah mempersenjatai diri kita yang berharga ini dengan asuransi kesehatan. Untuk memilih asuransi ini, kita sudah bela-belain riset demi menunjuk perusahaan asuransi terbaik untuk melindungi kita. Lalu tahun demi tahun berlalu, sampai suatu hari kita dapat kecelakaan, yang akibatnya untuk mengobatinya itu kita harus berkorban uang yang banyaknya tiada tara. Kita tenang-tenang saja karena toh kita sudah punya polis asuransi di tangan. Tapi apa yang terjadi saat kita mau klaim biaya pengobatannya, ternyata polis asuransi kita malah ditolak?

Semula kita mencak-mencak di depan loketnya, sambil menyumpah-nyumpah bahwa kita sudah menjadi nasabah yang setia. Tetapi sewaktu kita mau menyebut kata setia itu mendadak lidah kita pelo. Sejenak kita tertegun sendiri, lalu terbersit pertanyaan, “Eh, kapan ya terakhir kali gw bayar premi asuransinya?”

 

Dan ternyata, polis asuransi kita ditolak gara-gara kita lupa bayar premi. Jleb! Sakitnya tuh di sini, my men..

 

Ya, namanya juga manusia, mesti ada saja sifat khilafnya, termasuk bayar premi asuransi yang padahal merupakan kewajiban rutin. Padahal kita sudah pakai segala macam cara supaya jangan sampai kita bayar kewajiban yang satu itu; mulai dari pasang reminder manual di smartphone, sampai minta ke perusahaan asuransinya supaya dikirimi reminder via e-mail. Tapi kita ganti smartphone tiap tahun, dan kebetulan di smartphone yang baru, daftar reminder-nya belum diperbaharui. Dan perusahaan asuransinya baru mengumumkan bahwa mereka memang tidak akan menginformasikan notice of cancellation. Artinya kalau lupa bayar premi, ya sudah, berarti polisnya memang lapse, mati. Dan standar Asosiasi Asuransi Umum Indonesia memang bersabda bahwa kalau ada keterlambatan pembayaran premi, maka polis pun batal secara otomatis.

 

Kenapa kita bisa lupa? Penyebabnya sederhana saja, karena kita sibuk. Ada prioritas lain. Tiap hari pekerjaan kita begitu-begitu saja, bangun, sarapan, lalu bekerja, makan siang, bekerja lagi, lalu pulang, makan malam, dan tidur. Boro-boro mau bayar tagihan-tagihan, bisa nonton tv satu jam saja sudah hebat. Itu juga kalau kita yang nonton tv, bukan tv-nya yang nonton kita, kan? :-p Saya sendiri merasakan, sekedar ke supermarket untuk belanja sayuran saja rasanya menyita waktu banget. Apalagi pergi ke kantor khusus hanya untuk bayar premi asuransi.

 

Saya sendiri lebih senang memilih produk asuransi yang tidak perlu effort khusus hanya untuk membayarnya. Contohnya BPJS Kesehatan, sekarang preminya sudah bisa dibayar di minimarket. Beberapa pengusaha warung rumahan bahkan sekarang sudah banyak membuka loket payment point online bank yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. Istimewanya, para banyak pengusaha warung ini mau jemput bola, mereka menyebar kurir-kurirnya ke rumah-rumah untuk menadahi siapa saja yang ingin menitipkan bayar apapun, mulai dari tagihan PLN, tagihan PDAM, tagihan Speedy, sampai iuran premi asuransi. Banyak juga sekarang perusahaan asuransi menjadikan dirinya e-commerce. Mereka membuka saluran internet banking khusus supaya nasabah tinggal mendebetkan preminya ke rekening mereka. Cara konvensional dengan membayar premi di kantor asuransi sudah lama berlalu.

 

Polis asuransi ditolak itu, sakitnya di sini.
Polis asuransi ditolak itu, sakitnya di sini. Gambar diambil dari sini.

 

Bayar premi asuransi itu harus dijadwalkan, entah itu asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi mobil, atau asuransi lainnya. Karena itu tindakan kita untuk maintenance polis asuransi yang kita miliki. Sekarang pun sudah banyak perusahaan e-commerce yang menawarkan membayarkan premi asuransi kita secara autodebet tanpa harus kita jadwalkan, contohnya ini. Tinggal masalah kita mau rajin membayar atau tidak. Karena kalau sudah punya polis, lalu polisnya tahu-tahu sudah lapse saat kita butuhkan, sakitnya tuh di sini.. *nunjuk dada sebelah kiri*

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

2 comments

  1. nice info! asuransi ini emang salah satu hal yang sering banget disepelein, tapi ketika kejadian (sakit, kecelakaan), yang harusnya untung karna punya asuransi, malah jadi buntung :”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *