Desain Sistem Keamanan Mobil Terbaik dari Nissan untuk Indonesia

Dalam pembicaraan saya tentang kenapa orang senang mobil mewah di artikel ini kemarin, terbersit komentar Mas Warm tentang rasa waswasnya nyetir mobil mewah lantaran dirinya takut nabrak.

Saya memahami kenapa beliau kuatir. Kecelakaan lalu lintas masih jadi isu penting di negara berkembang macam negeri kita ini, dan sering menimbulkan dampak korban harta dan lebih parah lagi, minta nyawa. Mobil yang terhitung harganya mahal akan nyesek banget kalau sampai mengalami kecelakaan.

Kenapa suatu mobil bisa mengalami kecelakaan? Entahlah kalau di Indonesia, karena saya sendiri kesulitan cari datanya. Merujuk ke hasil penelitian National Highway Traffic Safety Administration yang menyurvei kecelakaan kendaraan bermotor setiap tahunnya di Amerika Serikat, saya menemukan bahwa hanya 2% kecelakaan yang terjadi karena kesalahan kendaraan. Memang faktor lingkungan seperti kabur atau hujan badai yang menyulitkan pengendara mobil masih menjadi penyebab kecelakaan, akan tetapi sebanyak 94% kecelakaan justru disebabkan faktor pengendaranya sendiri.

Bagaimana pengemudi bisa jadi biang kerok utama pada kecelakaan kendaraan bermotor? Macam-macam alasannya, tapi paling sering terjadi adalah pengemudi yang tidak bisa mengenali situasi sekitar kendaraan dengan baik. Lebih spesifiknya lagi, penyebab tersering kesulitan mengenali situasi ini adalah hilangnya konsentrasi pengemudi ketika sedang menyetir (biasanya karena pengemudi sibuk mengganti siaran di audio, sibuk mengobrol-ngobrol, atau bisa juga karena perhatiannya teralihkan oleh cuaca jelek seperti hujan deras atau kabut). Alasan lainnya yang juga sering terjadi ialah kesalahan pengemudi dalam memutuskan maneuver, misalnya terlalu dekat ketika berbelok. Ini wajar sebetulnya, karena pengemudi kan kesulitan memperhitungkan jarak jika ia tidak bisa melihat keseluruhan lapangan. Kesalahan-kesalahan pengemudi ini, jika dikombinasikan dengan kelemahan kendaraan yang masih belum memberikan sistem keamanan yang memadai (misalnya sistem rem yang blong, roda yang tidak terintegrasi baik dengan kemudi), dapat meningkatkan risiko mengalami kecelakaan ketika menggunakan kendaraan tersebut.

Mobil Keluarga yang Aman
Saya mikir, jika saya ingin mempunyai mobil keluarga, pasti saya ingin mobil yang aman. Alasan utama orang ingin mobil keluarga ialah karena mereka ingin meluangkan waktu bersama seluruh keluarga, bukan? Mobil yang mewah dan mampu memuat sekitar 6-7 anggota keluarga sekaligus plus barang-barangnya yang seabrek tidak akan ada artinya kalau sampai nabrak. Apalagi kelakuan keluarga Indonesia yang senang pergi bersama-sama dengan mobil, tentu menuntut mobil yang cukup mumpuni untuk dibawa menyetir jarak jauh dengan durasi perjalanan yang lama. Menyetir jarak jauh berjam-jam membawa risiko kelelahan bagi pengemudinya, dan pengemudi yang lelah punya andil besar untuk kecelakaan lalu lintas. Jadi, bagaimana kalau kita cari saja mobil yang punya sistem keamanan yang cukup baik sehingga nyaman jika dikendarai dalam segala jarak, segala cuaca, dan segala durasi perjalanan, plus jika terjadi kecelakaan pun penumpangnya masih terlindungi dengan baik?

Nissan, produsen mobil asal Jepang milik Renault, sudah lama memikirkan pentingnya sistem keamanan dalam mobil ini. Mereka sampai merancang sistemnya yang mereka namai Nissan Safety Shield, sebuah sistem yang mengandung tujuan supaya pengemudi maupun penumpangnya merasa aman sentosa ketika mengendarai mobil Nissan. Safety Shield ini mereka aplikasikan dalam model-model mobil yang mereka produksi.

Sebut saja Nissan Juke. Sedan sporty yang menyasar para pasangan muda yang baru berkeluarga ini dilengkapi dengan Dual Airbag di baris depannya. Jika sampai mobil ini mengalami tabrakan, kedua airbag ini akan mengembang otomatis dari dashboard, sehingga melindungi pengemudi dan penumpang di sampingnya dari trauma kepala yang mematikan. Bangkunya sendiri juga dilengkapi headrest, yang mana sandaran kepala akan bekerja menopang kepala pengendaranya bila terjadi guncangan.

Penampakan bagasi Nissan March yang cukup luas. Gambar diambil dari sini.
Penampakan bagasi Nissan March yang cukup luas.
Gambar diambil dari sini.

Saudaranya yang lebih cantik, Nissan March, biarpun feminin tapi tangguh banget. Sistem keamanannya diusung dengan feature Vehicle Dynamic Control, yang mana jika sewaktu-waktu pengemudinya terpaksa mengerem mendadak, maka sistem akan mengurangi kekuatan mesin, serta mengatur tekanan pengereman pada roda supaya mobil tidak sampai keluar jalur. Airbag-nya bahkan lebih rumit; selain sistem airbag dari dashboard, untuk pengemudi dan penumpang di baris depan ini March juga punya airbag dari sisi samping yang akan mengembang otomatis jika terjadi tabrakan dari samping mobil. Tidak cuma itu, bahkan curtain airbag akan mengembang otomatis pula untuk melindungi kepala para penumpang.

Nissan Livina, model Nissan yang paling sering dibicarakan orang Indonesia sepanjang tahun lalu, adalah versi MPV Nissan yang juga cukup bagus dalam sistem keamanannya. Selain sistem remnya Anti-lock Braking System dan Brake Assist yang sudah jadi standar pada model-model Nissan, batang kemudinya merupakan Collapsible Steering Column, di mana bila sampai Livina ini mengalami tabrakan, maka shaft dari kemudinya akan langsung patah, sehingga kepala pengemudi terhindar dari risiko menghantam batang kemudi.

Tetapi model Nissan yang betul-betul mengaplikasikan Safety Shield-nya adalah kesukaan saya, Nissan Elgrand. Sesuai dengan hasil penelitian NHTSA yang membuktikan bahwa penyebab terbanyak kecelakaan kendaraan bermotor ialah kesulitan mengenali situasi sekitar kendaraan ketika sedang mengemudi, Elgrand pun dirancang dengan membangun sistem pencahayaan istimewa untuk pengemudinya. Sistem yang mereka namai Adaptive Front Lightning System ini berupa dipasangnya lampu kabut untuk memudahkan pengemudi menyetir di cuaca yang buruk, misalnya seperti ketika menembus kabut atau di tengah hujan deras. Selain itu di bemper mobil dipasangi headlamp Xenon yang memberikan pencahayaan optimal bagi pengemudi agar bisa mengenali objek apapun di depannya ketika sedang menyetir di jalan yang gelap. Elgrand ini juga dipasangi keempat kamera yang diintegrasikan dengan monitor di dashboard dalam sistem Around View Monitor, sehingga pengemudi bisa mengidentifikasi ada objek apa saja di sekitar mobilnya agar tidak sampai terjadi tabrakan. Elgrand juga dilengkapi GPS built-in, sehingga menghindari risiko mobil hilang.

Memilih mobil keluarga mungkin memerlukan keputusan yang matang, dan sebaiknya sistem keamanan dari mobil menjadi prioritas utama agar keselamatan seluruh keluarga tetap terjaga ketika mengendarainya. Dan Nissan, mobil terbaik dalam desain sistem keamanannya, memberikan jaminan untuk itu.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

2 thoughts on “Desain Sistem Keamanan Mobil Terbaik dari Nissan untuk Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *