Berdayakan Tukang Kebun Langganan Kita

Tukang kebun menabung di BTPN
Tukang kebun merupakan jenis pengusaha juga yang layak untuk diberdayakan.
Gambar diambil dari sini

Anda ingin punya tukang kebun pribadi seperti halnya pembantu rumah tangga di rumah? Sama, saya juga. Zaman sekarang ini, saya lebih sering menemukan keluarga yang punya asisten rumah tangga sebanyak 2-3 orang, tapi menemukan orang yang punya tukang kebun itu susahnya minta ampun.

Lha apakah orang nggak butuh tukang kebun untuk rumahnya? Pasti butuh. Rumah-rumah tapak pasti perlu tukang kebun, biarpun cuma punya halaman seuprit yang hanya cukup buat main gundu. Tukang kebun diperlukan untuk memotongi pohon-pohon yang dahannya sudah tumbuh sampai keluar pagar rumah dan daunnya berguguran mengotori jalan. Tukang kebun diperlukan untuk memangkas rumput secara manual dan kita pikir mesin pemotong rumput itu kemahalan. Tukang kebun diperlukan untuk menyabuti gulma yang liar dan kita curiga kalau di antara bebungaan itu bersembunyi seekor ular. Dan lain sebagainya.


Tapi tidak semua orang gampang menemukan tukang kebun. Mertua saya, contohnya, cuma sanggup menghonori satpam kompleks untuk jadi tukang kebun dadakan di halaman rumahnya. Sepupu saya, yang luas tanah rumahnya cuma sekitar 96 m2 dan halamannya cuma sedikit, kalang kabut waktu tukang kebun langganannya pulang kampung dan nampaknya nggak balik kota lagi. Tetangga saya, pengusaha yang rada parnoan, selalu punya ritual rutin saban kali mau manggil tukang kebun yang nomornya dia temukan dari googling. Alasannya, takut tukang kebunnya nyolong besi-besi yang ia geletakkan di garasi.

Saya jadi ingat tukang kebun langganan ibu saya di Bandung. Setiap bulan, ibu saya menjadwalkan memanggil emang-emang yang sama untuk memotongi rumput halaman. Ketika suatu hari salah satu tanaman diserang ulat, ibu saya langsung menghubungi si emang untuk membasmi ulat itu. Uniknya, si emang tidak punya telepon. Konon dia tinggal di sebuah kampung dekat rumah kami, tetapi kami tidak tahu persis alamatnya di mana. Kalau ibu saya membutuhkan beliau, ibu saya pergi ke pos siskamling dekat rumah, lalu berkata kepada sang hansip, “Tolong panggilkan si Ujang/Asep/Endang, bilangin kalau Ibu ada perlu.” Dan besok paginya, si tukang kebun itu akan nongol di depan pagar rumah saya, siap untuk disuruh nyabut rumput.

Saya tanya kenapa ibu saya nggak googling aja “cari tukang kebun di Bandung Utara” supaya kami nggak perlu bergantung kepada emang-emang yang nggak punya HP ini. Lalu ibu saya bilang, “Si emang ini orangnya jujur, bisa dipercaya. Buktinya dia masuk-masuk garasi tapi nggak ngambil dongkraknya Daddy yang tergeletak di lantai..”

Begitulah tukang kebun, jasanya dibutuhkan banyak orang, tapi sering kali susah ditemukan. Pelaku jasa tukang kebun jarang banget yang punya pendidikan bagus, sehingga mereka sulit memasarkan jasanya di Google Ads. Menyebarkan jasa mereka masih dengan cara dari mulut ke mulut, umumnya dengan memotongi rumput di rumah orang, dan berharap orang yang membayarnya itu akan menyebarkan nomor telepon mereka ke tetangga-tetangganya yang sewaktu-waktu membutuhkan. Upahnya ya untung-untungan, kadang-kadang mereka tidak tahu mereka layak dibayar berapa, cuma sanggup mengelus dada kalau majikan dadakannya itu kasih bayaran sedikit. Padahal orang-orang yang memanggil tukang kebun itu mungkin juga tidak tahu tarif standar tukang kebun. Memangnya tukang kebun ada UMR-nya?

Kalau sekarang sudah banyak jasa penyaluran asisten rumah tangga, saya ingin buka jasa broker tukang kebun. Kebutuhan akan tukang kebun masih tinggi, dan pelanggan tukang kebun adalah konsumen yang loyal. Saya ingin bikin standar bahwa tukang kebun layak dibayar sekian untuk setiap meter persegi halaman yang ia bereskan. Saya juga ingin tukang kebun saya berpakaian rapi dan bersih meskipun pekerjaannya banyak berurusan dengan yang kotor-kotor, supaya kliennya tidak memperlakukan dirinya seperti pengemis. Saya juga ingin memberi tukang-tukang kebun saya pelatihan yang mumpuni, seperti pelatihan memotongi duri mawar, pelatihan menggunakan mesin pemotong rumput otomatis (bayangkan kalau dia bisa memotongi rumput seluas lapangan basket Santa dalam 15 menit!), atau pelatihan cara menangkap kadal tanpa takut bisa si kadal itu mencelakai dirinya. Saya ingin tukang kebun itu dimanusiakan dan diberdayakan.

Saat ini, sudah banyak UKM yang berhasil diberdayakan lantaran produk-produknya ditampung dan disediakan lahan untuk berjualan, berupa lahan pasar tradisional yang tertib maupun lahan homepage di internet. Tetapi bagaimana dengan para penyedia jasa sektor informal macam tukang kebun, tukang ledeng, tukang sedot WC, dan sebagainya? Mereka ini juga pelaku-pelaku usaha mikro yang kebetulan tidak punya produk untuk dijual, tapi punya jasa yang dibutuhkan banyak orang. Mereka juga layak diberdayakan, dipinjami modal untuk membuat iklan atas jasa mereka sendiri, termasuk diberi pelatihan tentang bagaimana memasarkan jasa mereka di internet. Pernahkah Anda iseng buka Instagram dan iseng mengetik kata “tukang kebun/tukang ledeng/tukang sedot WC” di kolom search?

BTPN alias Bank Tabungan Pensiunan Nasional yang punya segmen mass market, saat ini sedang getol-getolnya bikin program untuk memberdayakan para pengusaha kecil di Indonesia. Salah satu program mereka, Daya, sudah berhasil membuat banyak pelaku usaha mikro yang semula cuma bisa berjualan barang di kampung mereka sendiri, menjadi lebih luas pasarnya hingga lintas provinsi. Anda bisa lho ikut berpartisipasi untuk menolong wiraswasta-wiraswasta prasejahtera ini. Cukup dengan menabung di produk tabungan BTPN, yaitu Taseto Mapan, dan dana yang Anda tabungkan akan diputar oleh BTPN untuk membantu para pengusaha kecil mengembangkan usahanya. Anda sendiri akan mendapatkan keuntungan dari tabungan Anda berupa bunga, dan tidak tanggung-tanggung, bunganya sendiri setara bunga deposito.

Mari saya contohkan betapa gampangnya menabung untuk menguntungkan diri sendiri sekaligus menolong pengusaha kecil ini:

1)  Buka website http://menabunguntukmemberdayakan.com dan masukkan identitas Anda seperlunya.

Screenshot_2016-02-10-06-38-42

2) Bayangkan Anda ingin menabung sebanyak jumlah yang Anda tentukan sendiri dalam kurun waktu yang juga Anda rencanakan sendiri. Contohnya, pada simulasi ini saya ingin menabung sejumlah Rp 2 juta setiap bulan. Saya memilih jangka waktu lima tahun karena sebuah usaha umumnya bisa terukur kemajuannya setelah lima tahun.

 Screenshot_2016-02-10-06-40-35

 

3) Ternyata, setelah dihitung, jika saya menabung sebanyak Rp 2 juta/bulan selama lima tahun pada tabungan Taseto Mapan, dana saya berkembang sampai 13% dari jumlah nominal dana yang sesungguhnya saya angsurkan.

Screenshot_2016-02-10-06-41-51

Dengan Taseto Mapan, pengusaha kecil yang ditolong oleh BTPN menjadi berdaya, dan kita sendiri yang menjadi nasabah pun mendapat untung. Sungguh dobel manfaat! Anda mau coba tabungan ini?

Screenshot_2016-02-11-05-33-46

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

4 comments

  1. inda chakim says:

    terbantu bgd ya mbak dg adanya tukang kebun, smoga dg program bank btpn ini para tukang kebun terbantu, baik dr segi kesehatan, atau pengembangan ketrampilan atau jg dr usaha lainnya. amin

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Wah! Aku bahkan nggak mikirin bahwa semestinya bantuan BTPN ini bisa difungsikan untuk ngelola kesehatan pelaku UMKM juga 😀

      Nice idea, Inda!

  2. Mugniar says:

    Saya pernah ikutan acara penyuluhan untuk pelaku UMKM (bukan karena jadi salah satu dari mereka tetapi karena ingin tahu). Bbrp dari mereka mengharap info2 utk dana pinjaman dengan kredit ringan. Ternyata banyak juga yang tidak tahu kalau tidak diberi tahu oleh pihak KUMKM. Saya pun baru tahu kalau BTPN juga membantu para pelaku UMKM.

    Memang di masa sekarang kita harus pandai2 mencari informasi. Itu pula yang tak dipunyai banyak pelaku UMKM kita. Termasuk tukang kebun yang Mbak Vicky ceritakan di atas, mereka tidak tahu bagaimana mengiklankan diri mereka di internet.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Pelaku UMKM memang rerata tidak punya akses untuk pengetahuan akan penasaran yang mutakhir ya, Mbak. Itu sebabnya mereka mudah tergerus dalam kompetisi dengan pengusaha lain. Mudah-mudahan dengan program Daya yang didanai Taseto Mapan BTPN ini bisa menolong mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *