Ayah Anak Main Bareng, Anak Makin Sehat dan Cerdas

Anak yang sering mendapatkan quality time untuk berinteraksi dengan orangtuanya, ternyata cenderung berkembang jadi anak yang kreatif dan tumbuh lebih sehat. Perasaan senang yang dialami si anak sewaktu bermain bareng orangtuanya ternyata memprovokasi sel-sel saraf di otak untuk tumbuh. Feeling bahagia yang dirasakan anak ternyata juga mengalirkan neurotransmitter tertentu di usus anak supaya zat-zat tersebut bekerja lebih tokcer. Efeknya, pencernaan anak lebih baik, gizi anak terserap dengan efisien, dan anak pun tumbuh sehat.

Ayah anak PT Nestle Indonesia
Konferensi pers dalam bentuk talk show yang diadakan PT Nestle Indonesia dalam mengkampanyekan semangat quality time ayah anak untuk menentukan karakter dan tumbuh kembang anak.
Nampak dari kiri-ke-kanan: Gusti Mailani (brand manager Lactogrow), Oka Antara (ambassador Legendaddy Lactogrow), Ahmad Suryawan (dokter ahli tumbuh kembang), Rini Hildayani (psikolog), Amy Zein (pembawa acara).

Ini yang sedang dikampanyekan PT Nestle Indonesia melalui salah satu link produknya, yaitu susu balita Lactogrow 3 dan 4. Pagi ini mereka mengundang saya untuk konferensi pers tentang acara mereka, Nestle Lactogrow Happy Date with Legendaddy. Dalam rangkaian kampanye ini, Nestle berusaha menyampaikan pesan bahwa quality time yang diperoleh ayah dan anak ketika bermain bersama akan menghasilkan anak yang karakteristiknya lebih baik, tumbuh lebih sehat, dan berkembang dengan lebih cerdas. Dengan menonjolkan Legendaddy sebagai tema utama, Nestle berupaya membagikan inspirasi untuk para ayah supaya mau meluangkan lebih banyak quality time bersama anak mereka.

Kampanye Nestle Lactogrow Happy Date with Legendaddy tahun ini adalah adegan ulangan dari kampanye PT Nestle Indonesia yang bertema sama tahun lalu. Hanya bedanya, jika tahun lalu Nestle menggelar acara Happy Date with Legendaddy dengan tema Happy Beach, maka tahun ini Nestle mengusung tema Happy Winter Land. Sesuai tajuknya, Nestle menggelar taman bermain bertema musim dingin di mana pengunjung bisa main salju sungguhan sepuas-puasnya. Dan tahun ini, acara penuh salju ini diadakan oleh Nestle di kota-kota paling hot se-indonesia: Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan.

Anak-anak balita se-Surabaya tumplek blek di Tunjungan Plaza selama dua hari terakhir ini buat main di Winter Land-nya Nestle ini. Ratusan anak bersama ayah dan juga ibunya asyik bikin manusia salju, foto-fotoan di booth salju dan pulang dengan rambut putih kena percikan salju. Ada juga kolam pancing di mana anak bisa belajar mancing ikan sama orangtuanya dan ikan tangkapannya pun boleh dibawa pulang. Betul-betul wisata anak yang edukatif.

Dalam konferensi pers yang dipandu penyiar radio Amy Zein dan digelar di Sheraton Hotel and Convention Center ini, saya ketemu Ahmad Suryawan, dokter ahli tumbuh kembang yang didaulat buat menjelaskan pentingnya bikin anak happy. Kolega senior saya ini cerita di hadapan para blogger bahwa ketika seorang ayah tersenyum di depan bayinya, sel otak bayi merespons senyuman ayahnya itu. Hasilnya, tumbuh saraf-saraf peniru (sering disebut juga “mirror neuron”) yang membuat si bayi jadi meniru senyuman ayahnya. Inilah yang membuat si anak bayi ini menjadi bahagia.

Rini Hildayani, pembicara lainnya, kasih tahu tentang pentingnya bikin seorang anak balita happy. Psikolog ini bilang bahwa anak yang bahagia akan mendapatkan pembentukan karakter yang lebih bagus. Efeknya adalah ia menjadi pribadi yang kooperatif dan mau patuh terhadap aturan. Lho, dua unsur ini kan yang bikin orang jadi lebih gampang untuk beradaptasi dengan masyarakat dan jadi orang yang bermanfaat?

Kenapa PT Nestle Indonesia mau repot-repot bikin acara taman bermain instant di empat kota ini? Gusti Maulani, brand manager-nya Lactogrow, cerita di konferensi pers ini, bahwa acara ini dilatarbelakangin surveynya Nestle tentang kebahagiaan anak di Indonesia. Dalam survey ini, terungkap bahwa 53% ibu merasa anaknya kurang happy dengan keluarga mereka. Mereka kepingin anak punya quality time lebih sering lagi untuk bermain bareng ayah mereka. Dan mereka juga kepingin variasi dalam kegiatan ayah anak, nggak cuman main itu-itu melulu. Makanya Nestle Lactogrow merancang acara Happy Date with Legendaddy, yang tujuannya memberi tempat buat anak-anak supaya mereka main bareng ayah mereka. Dan tema tahunannya pun dibikin unik, seperti tahun ini yang mengusung tema musim dingin, misalnya.

Ayah anak PT Nestle Indonesia
Suasana acara Happy Date with Legendaddy bertema Winter Land yang diadakan oleh susu Lactogrow dari PT Nestle Indonesia di Tunjungan Plaza

Satu hal yang saya catet mengenai acara Happy Date with Legendaddy sendiri, jika PT Nestle Indonesia punya agenda menjaring pengunjung sebanyak mungkin, maka mereka telah berhasil. Arena venue nampak crowded banget mirip dawet salju. Tetapi minat pengunjung sendiri buat engaged dengan brand Lactogrow 3 maupun 4 masih terbilang rendah, nampak dari kurangnya jumlah pengunjung yang upload foto-foto mereka atau ngetwit dengan hashtag #LactogrowHappyDate. Saya sendiri nggak yakin tujuan kampanye bertema Legendaddy ini akan berhasil dengan acara ini. Mungkin akan lebih mengena jika lomba foto yang diadakan di venue ini lebih spesifik, disuruh upload foto ayah anak misalnya.

Setidaknya, kerinduan kita terhadap wisata anak sedikit terobati. Dan ada banyak anak yang akhirnya dapat kesempatan untuk punya quality time bersama ayah mereka. Sayang ya cuman dua hari. Oh iya ya, kan saljunya mau dipindah ke Makassar..

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

12 comments

  1. Semo says:

    bagaimana jika anak malah lebih banyak main dengan bapaknya karena si ibu sibuk bekerja? apakah nantinya akan menjadi anak yang superkreatif? atau malah sebaliknya?

    menurut saya haruslah imbang karena ayah dan ibu punya peran masing-masing

    Salam

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Ya, apa yang Anda concern tentang keseimbangan peran ayah dan ibu itu memang betul. Kebetulan aja acara ini memang bertema Legendaddy untuk mengedukasi para ayah agar lebih banyak meluangkan waktu untuk main bersama anak. Coba kalau tujuannya untuk mengedukasi peran ayah dan ibu sekaligus, tentu judulnya bukan cuma Legendaddy, tapi juga Legendaddy dan Legenmommy..

  2. Mugniar says:

    Waaah kereeen. Temanya beda yah dgn tahun lalu. Yangtahun lalu saya ikutan.
    Moga2 ada untuk Makassar dan blogger Makassar diundang juga …

  3. Keke Naima says:

    zaman sekarang udah gak bisa dikotak-kotakin, ya. Dimana ayah tugasnya hanya cari nafkah, lalu urusan anak adalah sepenuhnya tanggung jawab ibu. Kenyataannya, anak butuh sosok yang komplit. Kehadiran ayah dalam pola asuh memang pentings ekali

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Pembicaranya sempat menjelaskan spesifik bagaimana peran ayah dalam pengasuhan anak. Peran ayah ini ternyata tidak bisa digantikan oleh peran ibu. Selengkapnya nanti akan aku tuliskan di website ini pada artikel berikutnya.

  4. okky says:

    Aku kepengen dateng ke talkshownya, sayang undangan acara ini datang setelah kami membayar tiket kereta pulang 🙁

  5. cputriarty says:

    saya support jika anak-anak selamanya happy dalam tumbuh kembangnya 🙂
    Salam kenal..sukses selalu ya mba Vicky
    (@cputriarty) IG N twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *