Ternyata, Blog Memang Hobi yang Menghasilkan Uang

Ketika sebagian besar orang lain masih ribut karena sebentar lagi pendaftaran CPNS baru mau dibuka, orang-orang ini malah sibuk berkutik bagaimana cara menghasilkan uang banyak dari hobi mereka tanpa harus memaksa mereka keluar rumah.

Saya beruntung banget malam ini karena diundang oleh iBlog Market untuk datang ke jamuan yang dihelat oleh Matahari Mall.com. Pertemuan yang digelar di di hotel Santika Premiere itu semula hanya ditujukan untuk mengkampanyekan program afiliasi dari Matahari Mall.com, makanya seminar sembari makan-makannya ini mereka juduli Smart Income Through Affiliate Marketing. Tetapi tanpa diduga, audiens yang datang justru para blogger kelas serius yang sungguh-sungguh ingin website masing-masing bisa bekerja mendatangkan uang banyak. Blogger serius yang masih terus belajar tentang cara mendapatkan uang dari blog, bukan blogger yang cuma jadi social climber.

Cara Mendapatkan Uang dari Blog? Mesti Terampil SEO

 

hobi yang menghasilkan uang Anasta Rahmat Eddy Fahmi
Nur Anasta Rahmat: “Adwords hanya membantu traffic untuk blog, tetapi tidak membantu keyword yang dicari untuk membuat artikel itu menjadi artikel pertama di halaman satu Search Result.”

Anasta Rahmat (@anazurra), seorang pakar SEO, membuka diskusi dengan bilang bahwa sekarang Google sudah jadi sarana utama masyarakat buat cari informasi yang mereka butuhkan. Ini adalah ladang buat para blogger untuk menyediakan informasi itu, jadi sudah merupakan hal yang lumrah kalau banyak blogger ingin halaman blog mereka tampil di halaman pertama hasil Google Search agar blog menghasilkan uang. (Saya sendiri, yang juga jualan tiket pesawat, pasti senang setengah mati kalau orang ngetik “cari tiket pesawat” di Google Search, dan hasil yang keluar pertama adalah halaman www.vickyfahmi.com.) Saking kepinginnya halaman blognya tampil di halaman satu Google Search itu, makanya banyak blogger yang berbondong-bondong belajar SEO sebagai salah satu cara mendapatkan uang dari blog.

SEO itu ternyata sekarang bukan lagi Search Engine Optimization, tapi artinya sudah berubah menjadi Search Experience Optimization.  Blogger nggak lagi diharapkan untuk bikin artikelnya memuaskan untuk jadi nomer satu di mesin pencarinya Google, tetapi juga diharapkan untuk memuaskan pembaca yang terpaksa membaca halamannya gara-gara artikel tersebut nongol di halaman satu Google Search Result tersebut. Karena itu Anasta kasih macam-macam cara membuat blog yang menghasilkan uang, termasuk memberi kiat supaya artikel bikinan para hadirin malam ini bisa SEO-friendly alias tampil ciamik bagi search engine Google maupun bagi pembacanya.

Salah satu kiat yang diusulkan Anasta adalah sharing link artikel blog ke account Google Plus masing-masing. Hampir setiap tamu malam ini mengakui punya account Google Plus, tapi ternyata account ini jarang banget dipakai. Memang nggak mengejutkan, karena Anasta mengakui bahwa di Indonesia, pengguna account Google Plus cuman ada tiga macam. Satu, kaum geek. Dua, kaum alay. Tiga, kaum yang cari backlink buat blog mereka. Tamu-tamu malam ini jelas pasti masuk golongan nomer tiga.

Anasta juga bilang supaya blogger yang kepingin halamannya muncul di halaman satu Google Search Result lebih memprioritaskan supaya halamannya cepat loading dulu. Sebab, jika ada dua website yang isi artikelnya sama persis, mesin Google lebih mendahulukan website yang halamannya lebih cepat loading ketimbang website yang loading-nya lelet. Bahkan meskipun artikel di website yang lebih cepat loading itu merupakan hasil copy-paste dari artikel di website yang loading-nya lelet.

Ia juga bilang bahwa suatu website mesti sebersih mungkin dari broken link supaya website itu terindeks oleh robotnya Google. Backlink-backlink yang mati cenderung bikin Google susah percaya pada website itu, lantaran seolah mengesankan bahwa website itu hanya dikunjungi pengunjung-pengunjung yang cepat mati. Sewaktu Anasta membahas perkara fixing broken link ini, saya jadi ingat kalau saya belum nemu plugin yang pas untuk membereskan ribuan broken link dari para komentator di blog saya ini. 😀

Anasta pun kasih tahu bagaimana menentukan keyword yang paling sering bikin artikel jadi cepat terindeks di halaman satu Google Search Result. Carilah keyword yang level kompetisinya masih rendah. Tapi juga pilih keyword yang volume pencariannya cukup tinggi. Dan lebih bagus lagi jika value of visitors dari keyword-nya juga masih tinggi. “Value of visitors ini adalah kesiapan visitor untuk konversi,” katanya. Maksud konversinya, pengunjungnya datang ke artikel itu dan siap untuk melakukan pembelian terhadap barang (keyword) yang dicari. “Makanya lebih baik bikin long tail keyword,” tegasnya.

Dan tip optimasi yang diberikannya cukup mudah. “Letakkan tag pada title dan meta description,” katanya. Panjang title hendaknya kurang dari 65 karakter. Sedangkan URL lebih baik lebih pendek dari 65 karakter. Meta description sendiri hendaknya lebih baik kurang dari 156 karakter. “Dan letakkan tag juga pada Image Attribute,” katanya lagi.

Bagian sulit dari ngeblog sebetulnya justru pada saat membangun link. Kalau mau halaman blog cepat memperoleh banyak backlink, lebih baik minta backlink dari halaman yang sudah populer (misalnya Wikipedia). Atau kontak blogger-blogger penulis artikel lainnya, dan minta mereka membuat artikel lagi tentang artikel yang ingin dioptimasi. Domain terbaik yang paling dipercaya Google untuk memberi backlink itu adalah domain-domain militer (misalnya .mil) dan domain-domain dari institusi pendidikan (misalnya .edu atau .ac.id).

Lebih Tajir Ngeblog daripada Bekerja Offline

hobi yang menghasilkan uang Jimmy Ahyari Eddy Fahmi
Jimmy Ahyari: sama seperti jutaan kepala keluarga Indonesia pada bulan ini, juga ikut diperiksa oleh petugas sensus ekonomi di rumah.
Ditanya petugas, apa pekerjaannya?
Ia menjawab, pengangguran.
Sang petugas pun melenggang pergi tanpa menyadari bahwa Jimmy berpenghasilan dolar.

Acara malam ini juga menampilkan Jimmy Ahyari (@AhyariNet), blogger yang sudah bertahun-tahun malang-melintang mencari uang banyak via ngeblog. Ia kasih tahu para tamu bahwa menaruh keyword dalam domain ternyata sangat membantu halaman blog supaya bisa tampil nomer satu di Google Search Result.

Jimmy sendiri sudah mencoba macam-macam cara untuk menghasilkan uang dari blog. Agar blog menghasilkan uang, blognya dipasangi link afiliasi dari macam-macam website e-commerce. Ketika pengunjung mengklik link tersebut, pengunjung akan diarahkan membuka website e-commerce yang terkait. Kalau sampai pengunjung membeli sesuatu pada website e-commerce tersebut, maka Jimmy selaku sumber klik perujuk akan kecipratan komisi.

Ia sangat mencintai pekerjaan affiliate ini karena affiliate pada blog memang kelewat mudah. “Kerjaan kita menjual barang secara online, tapi kita nggak perlu punya barangnya dulu. Dan kalau ada yang beli, kita pun nggak perlu packing, nggak perlu bawa-bawa ke JNE,” katanya.

Saat ini ia merasa barang-barang elektronik merupakan barang yang paling sering dibeli orang di internet. Biarpun untuk bisa tampil di halaman satu Google Search Result, persaingan bloggernya cukup tinggi dan komisinya sendiri kecil.

Bagaimana ia mengembangkan blognya sehingga menjadi cara untuk mendapatkan uang banyak? Ia pilih membeli ratusan domain untuk blog, yang kemudian ia isi dengan artikel-artikel. Lalu ia optimasi ratusan blognya itu supaya jadi prioritas untuk terindeks Google Search, sambil ia pasangi banner maupun link untuk afiliasi (menurutnya, memasang deeplink generator lebih ampuh untuk mengundang click per action ketimbang memasang banner atau pun contextual link. Resepnya adalah jangan tampilkan harga persis produk yang dibahas dalam artikel dan dipasangi deeplink generator tersebut). Untuk mengoptimasi dari menerbitkan artikel hingga tembus halaman satu Google Search, menurutnya butuh waktu dua bulan. (Dengar ini, para praktisi blog, tidak perlu repot-repot pasang segala macam trik SEO malam ini hanya untuk berharap halaman kita langsung ada di halaman satu Google Search Engine besok pagi. :-p)

“It takes time to create money. Time is money,” katanya menyudahi khotbahnya tentang mendapatkan penghasilan dari ngeblog. Ia bolak-balik berkata bahwa lebih baik investasi dengan membeli domain dan hosting berbayar daripada ngeblog pada hosting gratisan. Bahkan, kalau perlu, ada jalan pintas untuk menciptakan uang dari blog tanpa harus membangun blog lama-lama. “Beli aja web yang udah jadi,” tandasnya.

Gara-gara ngeblog ini, penghasilan Jimmy jadi lebih banyak daripada pekerjaan aslinya sebagai apoteker di sebuah BUMN, sehingga ia pun mengundurkan diri dari pekerjaan itu supaya ia bisa konsentrasi ngeblog dan mengembangkan penghasilan online-nya. Itu adalah keputusan yang berani karena memang nggak semua orang mengerti bahwa ngeblog bisa jadi pekerjaan yang menghasilkan. Dan lagipula, sewaktu mengundurkan diri itu, posisi Jimmy di BUMN itu sudah lumayan tinggi karena dia sudah punya anak buah. Ia sendiri punya dua orang anak kandung, dan ia harus berhadapan dengan orangtuanya sendiri ketika ia memutuskan untuk hengkang dari pekerjaan “serius”-nya demi ngeblog. Kedua orangtuanya yang berstatus pegawai negeri sipil, baru merestui Jimmy untuk keluar dari pekerjaannya di BUMN itu setelah ia janji untuk ikut seleksi CPNS tahun ini :-p

Penghobi Ngeblog Serius

Budiono (@deteksi), kawan saya sesama blogger, malam ini sampai berkomentar bahwa ini acara yang cukup luar biasa lantaran ternyata banyak banget blogger senior yang hadir. Para blogger serius di Jawa Timur yang sudah punya jam terbang cukup tinggi dalam main afiliasi, umumnya jarang kelihatan di acara-acara gathering blogger. Jadi sungguh keren kalau mereka mau meringankan kaki mereka untuk datang ke event-nya iBlog Market malam ini. Saya sama sekali nggak heran, dengan adanya para pembicara Anasta sebagai pakar SEO dan Ahyari yang jelas sudah beken sebagai bukti hidup bahwa blog memang bisa dimonetisasi secara maksimal, pantas kalau para blogger senior sudi untuk keluar dari sarang masing-masing.

hobi yang menghasilkan uang Vicky Laurentina Eddy Fahmi
Yang ini bukan pembicara, tapi simpatisan hobi ngeblog.

Seorang blogger yang cukup kawakan curhat bagaimana ia telah menjadi mitra afiliasi dari sebuah website  e-commerce nomer satu di Indonesia, namun akhirnya ia didepak dari e-commerce tersebut tanpa mampu mencairkan komisinya, lantaran ada perubahan sistem yang mengharuskan bahwa mitra afiliasi baru bisa mencairkan komisinya setelah minimum jumlah tertentu. Itu bikin sakit hati para blogger yang sudah lama main afiliasi di website situ, sehingga mereka jadi sulit mempercayai program afiliasi yang dibikin di Indonesia. Apalagi, jumlah pebisnis yang mendirikan bisnis afiliasi masih sedikit, sehingga blogger kekurangan pilihan untuk mencari tempat bermitra.

Blogger lainnya berbisik kepada saya bahwa jumlah perusahaan bisnis afiliasi yang bisa dijadikan mitra masih sedikit, dan blogger mesti pintar untuk memilih mau bermitra dengan perusahaan yang mana kalau mau dapat uang banyak. Sebagai gambaran, pada perusahaan afiliasi yang satu, blogger bisa dapat komisi 10% untuk setiap pembelian item fashion. Namun, pada perusahaan afiliasi yang lainnya, komisi untuk pembelian item fashion bisa mencapai 12%. Perbedaan antara perusahaan satu dengan lainnya cukup tajam, karena yang satu sudah mengijinkan blogger untuk mencairkan komisinya setelah minimum pay-out Rp 250k, namun lainnya baru mengijinkan blogger untuk pay-out minimum Rp 1 juta.

Semua Orang di Sini Hobi Ngeblog Dibayar

Era ketika blog hanya sekedar jadi ajang pelampiasan curhat colongan sepertinya sudah berlalu. Dengan sedikit kreativitas, blog bisa menjadi contoh hobi yang menghasilkan uang (saya sendiri pernah menulis sedikit tips untuk menghasilkan uang dari blog itu di sini). Memasang afiliasi dan melakukan job review, merupakan sedikit dari beragam cara mendapatkan uang dari blog, namun bila dilakukan telaten, hasil yang didapatkan pun cukup tinggi. Seorang blogger yang bernaung pada agensi bisa mencairkan paid-out sebanyak Rp 1,2 juta setelah menulis 24 artikel, tetapi blogger yang lebih premium sudah bisa mencapai tarif sampai Rp 1,5 juta hanya dengan menulis sebuah artikel saja.

Seorang agen blogger berkata kepada saya bahwa saat ini tujuan dari sebagian besar brand yang membutuhkan blogger adalah ingin mengoptimasi SEO dari website mereka sendiri. Ini yang membuat para penghobi ngeblog yang ingin dibayar, mesti serius mempelajari SEO. Biarpun saat ini rentang tarif terbanyak yang diminati para brand masih berkisar di angka Rp 100k-150k/artikel. Namun, jika suatu blog sudah mendapatkan jumlah kunjungan yang cukup tinggi, para brand nggak sungkan-sungkan untuk membayari blogger tersebut sampai Rp 350k/artikel, bahkan hingga Rp 750k/artikel.

Bagaimanapun, yang paling penting sebetulnya bukan uang banyak yang dihasilkan, namun bagaimana blogger bisa memanfaatkan waktunya untuk melakukan hobinya yang menyenangkan itu sekaligus menjadi hobi yang menguntungkan secara material.

Datang ke gathering blog malam ini sungguh menarik bagi saya, karena nggak cuman charging ilmu di acara gathering yang overload gizi pengetahuan ini, tapi saya juga berhasil networking dengan para kolega blogger baru serta para agensi dan mitra. Semalaman ini saya berbaur dengan banyak orang, bertukar cara untuk mengembangkan blog masing-masing sekaligus bertukar aspirasi dengan para (calon) pemberi job. Saya jadi lebih paham tentang bagaimana membuat hobi kami para blogger ini menjadi terasa lebih menyenangkan.

Karena seyogyanya itu, tidak ada yang lebih mengasyikkan selain punya hobi dan dibayar untuk melakukannya. 🙂

Semua foto oleh Eddy Fahmi. Saya cuman duduk di hall, menyimak sambil menggendong bayi saya 🙂

 

 

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

48 comments

  1. retno says:

    Di Malang juga ada acara ini mbak…tp waktu itu aku masih bwlum nyambung sama apa yang diomongin hahaha… sekarang udah nyangkut lah dikit dikit… TFS mbak…

  2. iezul says:

    Alhamdulillah blog memang menghasilkan…banyak jalan mnuju rejeki,,,bnyak jalan juga dapetin duit dri blog…..salam kenal

  3. Ery Udya says:

    Acara seperti ini selalu saya ingini, tetapi kapan ya ada di kotaku? hmm bahas tentang SEO, selalu aku minati, tapi belum mudeng2 🙁
    *ngook banget diri ini

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Ya, mungkin itu sebabnya belum ada pembicara yang mau bicara tentang SEO di Purbalingga. Sebab takut bloggernya nggak mudeng-mudeng kalau dikhotbahin.. *ngok juga*

  4. Adriana Dian says:

    Waaah kayanya dari acara roadblog ya, kemarin aku di roadblog jakarta juga dapet materi dari mbah anas. Hihihii. Agak pusing tapi tentang SEO, pokoknya ya bagusin konten dulu plus atur-atur keyword yaaa. Kalo yang teknis aku belom ngertiii. Kayanya kalo ngomongin SEO butuh waktu yang lama ya biar tuntas. Hehehehee. Makasi sharingnya ya Mbaaak 😀

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Acara yang kutuliskan ini adalah edukasi untuk afiliasi yang diselenggarakan oleh MatahariMall bulan lalu. Kebetulan Anas didapuk untuk menjadi pemateri dalam acara ini.

      Sepertinya Anas mengulangi materi yang sama untuk cara roadblog Jakarta yang diadakan oleh Excite Indo bulan ini 🙂

      Memang penjelasan teknis ini terhitung cukup rumit untuk blogger yang belum berminat memahami teknisnya SEO. Roadblog memang acaranya lebih generalistik untuk blogger pemula sih, sedangkan acara affiliate yang kutuliskan ini memang lebih tertarget untuk blogger yang serius ingin memonetisasi blognya.

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Di WordPress, jika kita memasukkan file foto (Image) sebagai media ilustrasi, maka akan disediakan kolom Title, kolom Caption, kolom Alt Text, dan kolom Description. Kolom-kolom ini yang gw maksud sebagai Image Attribute.

      Contohnya memasukkan Image Attribute itu gini lho:
      Misalnya artikel kita berkisah tentang mie bakso. Tulis di Image Attribute-nya:
      Title: mie bakso
      Caption: mie bakso
      Alt Text: mie bakso
      Image Attribute: mie bakso

      Semakin banyak tag “mie bakso” yang kita masukkan di Image Attribute, Google bot akan mengindeks artikel kita lebih sering, sehingga kalau ada orang mengetikkan kata “mie bakso” di Google Search, kemungkinan artikel kita akan diprioritaskan.

  5. Tulisan yang panjang tapi keren. Semacam membaca simpulan acara itu, jadi dapat beberapa ilmu disini setelah kemarin rada2 ingat. :D, makasih untuk tulisannya mbak, salam dari banjarmasin. 😀

  6. Jimmy Ahyari says:

    Hihihi.. Anda memang blogger sejati.. saya sudah sangat jarang menulis sepanjang ini.. Dan tidak hanya panjang, tulisannya pun enak dibaca
    Semoga dengan adanya acara/event kemarin bisa mempererat tali silaturahmi dan -sedikit-banyak- memiliki manfaat
    Salam sukses selalu untuk Anda dan keluarga..

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Saya yang terima kasih, Jimmy. Pidato Anda membuyarkan pameo bahwa monetisasi blog via afiliasi itu cuma tahayul. Dan Anda melakukan semua proses itu dengan sangat sederhana. Semua yang Anda kerjakan itu bisa ditiru semua orang, kalau orangnya niat.

      Anda layak dapet standing ovation. Tapi sehubungan saya cuma bisa duduk karena saya megang bayi yang sedang tidur, saya cukup sitting ovation aja.. 😀

  7. budiono says:

    memang keren acara kemarin. makanya saya tiada henti-hentinya merekam dan menayangkan ulang ke YouTube.com/BudionoSukses supaya nanti bisa dilihat lagi oleh sesiapa aja yang ingin belajar

  8. Acara kemarin itu memang bagus, terutama pembicara SEO dan Mas yang berbagi pengalaman ngeblog. Sampai pulang pun saya paling akhir. Habisnya tiap nanya gak dpt kesempatan, jadi nanyanya di belakang panggung hahaha..
    Untung Mbak Vicky nyimak materinya, baca artikel ini seperti mendengarkan narsum bicara hahaha

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Ya gimana caranya kamu mau kebagian nanya, lha kebalap sama aku yang kecepetan ngacung, hahahaha..

      Aku sebetulnya masih kepingin menyecar pembicaranya setelah acara selesai, tapi nggak bisa karena bayiku belum makan malam. Nikmati masa-masa childless-mu, Yun, coz kalau sudah punya anak, kita nggak bisa lincah lagi pulang malem-malem demi interview orang, hahahaha..

  9. evylia hardy says:

    Thank you buat bagi-bagi ilmunya. Aku masuk bilangan yg ‘having fun’ aja di blogland, tapi baca posting ini jadi terpacu buat masuk lebih jauh deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *