Pro Kontra Pijat Ibu Hamil

Bolehkah pijat saat hamil muda? Pertanyaan ini sering bolak-balik ditanyakan kepada saya sewaktu masih praktek dulu. Pasien-pasien yang sedang mengandung datang dan seringkali mengeluh bagaimana kehamilan mereka sering bikin mereka lebih gampang capek karena mesti menggotong dua badan sekaligus, ya badan mereka sendiri maupun badan janin mereka. Padahal paling-paling hamilnya baru dua-tiga bulan, tetapi perasaan badannya yang lebih berat itu pun sudah kentara. Alasan mereka rerata sama; mereka takut keguguran.

Ya, waktu awal-awal hamil Fidel dulu, saya juga sering merasa badan kecapekan. Rasanya punggung itu pegel bukan main, dan hasrat kepingin pijat pun membara sampai-sampai saya kepingin langsung memencet nomer telepon tempat pijat wanita yang ada di kontak HP saya buat bikin reservasi secepatnya. Tapi apa daya, yang menolak pijat sebetulnya bukan saya, tapi tukang pijatnya sendiri. Mereka kalau sampai tahu saya lagi hamil muda, mereka dengan sukarela menutup pintu rapat-rapat. Lho, kenapa?

Padahal saya bersedia membayar buat dipijat kok, saya nggak minta pijat gratisan, hahaha. Tapi terapis-terapis tempat pijat wanita itu langsung menggeleng, no-no-no-no.. “Bu, jangan pijat dulu, Bu. Mending saya disuruh tutup usaha ketimbang saya disuruh mijetin ibu..” Hu-hu-hu..

Ternyata, mereka takut, kalau lagi mijetin ibu hamil, apalagi yang ibu hamil muda, hasilnya si ibu malah keguguran. Lho?

Manfaat Pijat Ibu Hamil

Ibu kalau menggembol kandungan itu rasanya seperti habis digebukin tujuh ekor gajah sekaligus! (Oke, saya berlebihan. Yang benar adalah seperti habis diinjak enam ekor gajah.) Perut membesar, sehingga perut menekan tulang punggung, dan sebagai akibatnya pun tulang punggung jadi melengkung, akhirnya punggung jadi pegel-pegel. Ketika kami yang hamil ini berjalan, kaki kami mesti menanggung badan yang lebih besar daripada biasanya, alhasil pun kaki jadi pegel-pegel semua. Nggak heran kami selalu mupeng tiap kali lewat tempat pijat wanita, rasanya kepingin masuk ke sana dan duduk di situ untuk pijat punggung barang 30-60 menit.

Pijat ibu hamil Vicky Laurentina
Pijat ibu hamil yang paling disarankan adalah pijat punggung, sebaiknya dilakukan di tempat pijat wanita yang bersertifikat dari Dinas Kesehatan. Foto oleh Vicky Laurentina

 

Padahal, saya beri tahu saja, saya sendiri merekomendasikan ibu-ibu yang hamil (termasuk ibu hamil muda juga) baiknya datang ke tempat pijat wanita 1-2x sebulan. Karena pijat ibu hamil itu memberi dampak yang manfaatnya besar banget bagi ibu itu sendiri. Ketika kita dipijat, titik-titik di badan kita ditekan-tekan oleh jari-jemari terapisnya, sehingga meredakan saraf yang tertekan. Efeknya, pegel-pegel yang saya ceritakan timbul pada punggung dan kaki tadi, pun hilang. Hormon serotonin (alias hormon yang bikin perasaan senang) akan nongol, sehingga perasaan kita jadi lebih santai. Perasaan sering paranoid, cepat kuatir, dan gampang cemas, pupus kalau kita dipijat, sehingga stres pun lebih reda. Dan akibatnya, tidur kita pun jadi lebih nyenyak. Tidur yang lebih lelap ini yang paling dibutuhkan oleh ibu hamil kalau ingin kehamilannya sehat.

Bahkan, testimoni saya sendiri yang pernah hamil, justru momen paling enak ketika dipijat adalah dipijat saat hamil. Saya pernah dipijat setelah baru pulang dari outbound, setelah baru pulang jaga rumah sakit, setelah baru pulang dari hiking, tapi tidak ada yang mengalahkan enak-enaknya dipijat saat hamil.

Kapan Pijat Ibu Hamil Itu Dilarang

Memang ada teknik-teknik pijat wanita tertentu yang tidak diperbolehkan dilakukan pada ibu hamil. Contohnya, dilarang pijat ibu hamil di bagian perut dan selangkangan. Sebetulnya pada ibu hamil muda, janin terlindung aman dalam rahim, sementara rahim itu sendiri masih kecil banget seukuran buha mangga, dan letak rahim itu tersembunyi di balik kandung kencing. Kalau Anda kepingin mijat rahim, Anda mesti mijat kandung kencingnya dulu untuk bisa mencapai posisi rahim ini. Makanya saya ragu pijat pada hamil muda bisa bikin keguguran, kecuali kalau tukang pijatnya dengan bersemangat mijat-mijat kandung kencingnya juga. Apa ada ya tempat pijat yang pasang SOP supaya terapisnya mijat-mijat kandung kencing kliennya?

Teknik pijat lainnya yang juga nggak diperbolehkan kepada ibu hamil adalah teknik pijet dengan cara badan sang klien diinjak-injak, seperti teknik shiatsu contohnya. Ini yang paling ditakutkan oleh para terapis terhadap ibu hamil, karena biasanya yang minta dilakukan shiatsu ini justru mereka yang nggak menyadari bahwa diri mereka sedang hamil!

Teknik pijat lainnya yang juga dilarang bagi ibu hamil adalah pijat yang melibatkan payudara. SOP untuk tempat pijat wanita sering banget memasukkan payudara sebagai bagian untuk dipijat, sedangkan buat pijat ibu hamil, breast is a big no. Payudara punya saraf-saraf tertentu yang bersambungan langsung dengan pusat pengaturan hormon progesteron di otak.  Jika payudara dipijat, saraf-saraf yang mengatur progesteron ini akan terbangun. Maka progesteron akan merangsang rahim untuk berkontraksi,sehingga ibu pun bisa keguguran.

Teknik Pijat Ibu Hamil

Lha jadi bagaimana cara pijat untuk ibu hamil muda? Sebaiknya pijat dilakukan di daerah punggung, jadi ibu dipijat dengan posisi tiduran menyamping atau posisi duduk. Bagian lainnya yang boleh dipijet juga adalah tangan, tungkai, plus bahu dan kepala. Intinya, pijat tidak sambil tengkurap dan tidak boleh menyentuh-nyentuh badan bagian depan.

Momen paling ideal ketika hamil untuk pijat adalah ketika ibu sudah hamil lewat dari empat bulan.  Saat ini otot rahim sudah lebih kuat menopang janin, sehingga ibu lebih sulit untuk keguguran. Ibu-ibu pada hamil usia segini pun sudah beradaptasi dengan kehamilannya lebih baik, sehingga mereka tidak sedikit-sedikit jadi tukang komplain. Makanya terapis pun lebih happy kalau memijat ibu-ibu yang hamil usia segini daripada memijat ibu-ibu yang masih hamil muda.

Ibu Hamil Butuh Pijat dan Perawatan Seluruh Badan

In fact, cara menghilangkan stres buat ibu hamil nggak cuman pijat saja yang diperlukan. Stres ibu hamil bikin ibu perlu perawatan menyeluruh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Makanya kalau bisa ibu hamil nggak cuman perlu terapis pijat, tapi juga butuh spa sekaligus. Spa yang bagaimana yang perlu dilakukan ibu hamil? Nanti, saya tulis kapan-kapan..

 

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

8 comments

  1. paula says:

    Aku langganan pijet pas hamil, tapi parno juga, maklum kurang berpengetahuan kan..
    Jadi aku pilih pijet di tempat khusus ibu hamil.
    Dan aku salah, karena mbak terapisnya pun kayaknya ga pede untuk pijet keras2. Aku yang langganan pijet ini jadi kecewa soalnya kerasa cuma dipencet2

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Berasa kayak HP aja kalau cuman dipencet-pencet. Iya kalau mencetnya macam mencet BlackBerry. Yang repot kalau mijitnya kayak mencet HP Android, ditutul-tutul doang.

  2. Mama Keizha says:

    aku dulu waktu hamil gak pernah pijat krn sensitif dgn segala macam aroma, sehabis melahirkan juga gak pernah pijat… eeegh badan rasanya gak karuan T__T , baru pas umur anak 3 bulan baru pijat lagi

  3. bener! pijet pas hamil itu paling enak… baca artikel ini jadi keingetan waktu aku pijet di tempat yang emang khusus buat pijet2 ibu hamil… waktu itu perutnya uda gede sih, uda 30 weeks kalo ga salah… dan enaknya ampun2 deh hahahaha…

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Hahahaha.. Aku juga dulu pijet pas hamilku 35 minggu. Karena udah nggak tahan lagi sama pegelnya, jadi aku minta pijet deh. Sampai ketiduran segala pas dipijet, hahahaha..

  4. Mba, aku sejak dulus elalu pijat. Sebulan sekali. Jadi pas hamil juga sering pijat biar mempelancar peredaran darah. Asal nggak pija di perut kali ya. CUkup di elus-elus. Hihii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *