Ketika Sun Life Indonesia Merangkul Komunitas Blogger

Menahan diri untuk nggak menyebut satu pun nama produknya, perusahaan asuransi Sun Life Financial Indonesia sekuat tenaga mengerahkan program pemasaran mereka tahun ini dengan mengajak komunitas blogger Indonesia untuk financial check up.

Siang ini saya dan komunitas blogger Indonesia di Surabaya menyeret kaki-kaki kami yang sudah capek ini (sudah banyak acara yang mengundang para blogger bulan ini, masya Allah. Saya sampai pusing karena reminder HP saya nggak mau berhenti bunyi) ke Capri Resto untuk menghadiri talkshow-nya Sun Life Financial Indonesia. Sun Life merupakan perusahaan asuransi yang sedang getol-getolnya memperluas pasar asuransi jiwa mereka di Indonesia, dan sudah dua tahun terakhir mereka rajin banget melibatkan blogger untuk branding perusahaan mereka.

kalkulator finansial financial check up
Joice Santi mengajari para tamu tentang financial check up dengan menggunakan kalkulator finansial dari Sun Life Indonesia. Foto oleh Eddy Fahmi

Hari ini Surabaya menjadi kota kedua yang mereka datangin untuk bikin roadshow, setelah bulan lalu mereka bikin event serupa di Makassar. Ciri seminar mereka tahun ini adalah mengajak para blogger Indonesia untuk mengunjungi website baru mereka, Bright Advisor, sembari menyelipkan talk show tentang cara mengembangkan hobi yang menghasilkan uang. Website Bright Advisor ini punya feature utama berupa Bright Calculator, suatu kalkulator financial yang dapat digunakan untuk financial check up, alias mengecek apakah keuangan kita sudah sehat atau belum. Jika melalui kalkulator ini terbukti bahwa keuangannya belum sehat, maka pengunjung website akan dipersilakan untuk meninggalkan alamat email supaya Sun Life dapat menolong menyehatkan keuangannya.

Pangsa pasar asuransi di Indonesia masih cukup luas karena presentase penduduk yang memiliki polis asuransi masih kurang dari 10%. Persoalan dari minumnya penduduk yang punya asuransi ini bukanlah masalah tidak mampu beli polis atau tidak tahu fungsinya polis, tetapi karena kebanyakan penduduk Indonesia nggak mengerti produk asuransi bagaimana yang mereka perlukan. Contohnya, masyarakat masih sering bingung, siapa di dalam keluarga yang mesti diprioritaskan untuk punya asuransi jiwa, orang tuanya atau anaknya? Mana yang lebih penting, dapat uang pertanggungan ketika sudah meninggal atau dapat uang pertanggungan ketika jatuh sakit? Dan apa bedanya asuransi jiwa dengan unit link? Karena masyarakat masih berkutik di pertanyaan-pertanyaan basic semacam itu, kelihatan jelas bahwa masyarakat yang sudah punya polis pun masih belum mengerti apa yang mereka beli, sehingga Sun Life memilih mengkonsentrasikan pemasaran mereka dengan mengedukasi dulu tentang cara memilih produk yang cocok. Karena setiap orang punya kebutuhan dan permasalahan keuangan yang berbeda-beda, maka perusahaan asuransi ini memilih mendekati setiap orang secara individual dengan minta para calon nasabah untuk financial check up dulu melalui Bright Calculator dalam website Bright Advisor.

perusahaan asuransi edukasi asuransi
Kaiser Simanungkalit: “Tantangan dari menjual polis adalah mendidik nasabah untuk tertib planning.” Foto oleh Eddy Fahmi

Kaiser Simanungkalit (@getkaiser), Head of Branding and Communications Sun Life Financial Indonesia, malah terang-terangan bilang bahwa dirinya punya delapan polis sekaligus dari berbagai perusahaan asuransi di Indonesia, selain dari Sun Life sendiri. Ia mufakat dengan Avy Chujnijah (@mbak_avy) yang menyorot para agen asuransi tipikal di Indonesia yang cenderung langsung mengarahkan para calon nasabah untuk membeli produk yang ditargetkan tanpa memberi penyuluhan dulu tentang solusi problem keuangan para calon nasabah. “Di Sun Life, kalau beli polis harus ngerti apa yang dibeli, jangan cuma beli polis tanpa ngerti risiko,” katanya.

Dan itu juga termasuk rider-rider yang sering ditawarkan para agen asuransi di Indonesia kepada para calon nasabah untuk mendampingi produk utama yang dipromosikan (paling sering kita jumpai di asuransi kesehatan). “Rider, manfaat tambahan tapi bayarnya bisa lebih besar dari premi utama,” curhat Anastasya (@anastasyabee27), salah satu blogger tamu.

Untuk menarik simpati para blogger yang hadir, Sun Life pun mengundang Aditya Agung (@adityaagungm), fotografer amatir lokal yang sudah berkali-kali mendapat penghasilan tambahan dengan upload berbagai foto jepretannya via Instagram. Ia kasih tahu bahwa kini ia menghasilkan minimal Rp 500k/post untuk foto yang ia endorse bagi vendor yang meminta. Hobi yang sudah ditekuninya semenjak tiga tahun terakhir ini sudah banyak memberinya pendapatan (dan dibilangnya bahwa sebagian dari pendapatannya itu dioperkannya untuk membayar polis asuransi). Tapi ia tetap mematok kegiatan memotret dan upload Instagram-nya itu sebagai hobi, bukan penghasilan utama. “Hobi adalah hobi, kita harus tetap punya pekerjaan utama,” katanya.

Edukasi asuransi
Ini saya, ditodong oleh Joice untuk bicara tentang kerjaan saya di pasar modal. 😀 Foto oleh Eddy Fahmi

Acara seminar dan roadshow Sun Life Financial Indonesia ini sebetulnya diselenggarakan dengan cukup rapi, kelihatan dari panitia yang nampak merencanakannya dengan baik. Saya punya naluri Sun Life sudah bikin riset sedemikian rupa untuk bikin roadshow ini untuk menjaring penonton, nampak dari pemilihan komunitas blogger Indonesia yang saat ini merupakan populasi strategis untuk menyebarkan kampanye, plus pemilihan venue untuk menjadi arena talkshow itu. (Roadshow sebelumnya di Makassar diadakan di Trans Studio Mall.) Hanya sayang Sun Life memilih Cafe Capri untuk menjadi arena gathering, karena tempat ini terlampau sempit dan remang-remang untuk membuat betah sekitar 30 orang blogger yang diminta menyimak talkshow asuransi selama 3,5 jam ini. Asuransi di Indonesia sendiri masih merupakan topik yang cukup berat untuk dicerna (apalagi jika sponsornya menghendaki audience menyimak hingga memutuskan untuk melakukan pembelian suatu produk), dan membuat blogger yang rerata sudah berusia 30-45 tahun untuk terlihat dalam inti pembicaraan dan menuliskannya dalam website masing-masing adalah pekerjaan sulit. Saya penasaran ingin tahu berapa persen dari audience di dalam ruangan itu yang bersedia meninggalkan alamat emailnya dalam Bright Calculator.

Blogger Indonesia Sun Life
Komunitas blogger Indonesia di Jawa Timur berpose bareng dalam gathering acara Sun Life. Foto oleh Sun Life Financial Indonesia

Ketika saya pulang dari event ini, setelah haha-hihi sejenak dengan kawan-kawan sesama blogger, seperti biasa saya mengambil goodie bag di meja registrasi. Semula saya sangka isinya cuma just another kinda merchandise seperti buku notes, bolpen, mug, atau tumbler, seperti event-event lazim yang sering saya datangi. Ketika saya mengintip isi tasnya, saya terkejut karena ternyata isinya..buku! Yupz, sebagai oleh-oleh, Sun Life Financial Indonesia menyelipkan buku Selami Asuransi demi Proteksi Diri karangan perencana keuangan Joice Santi ke dalam goodie bag masing-masing tamu. Nggak percuma Joice didapuk jadi pembicara dalam talkshow ini. Ternyata Sun Life memang sungguhan bikin edukasi asuranai buat calon nasabahnya.

Roadshow Sun Life Financial Indonesia berikutnya akan diadakan di Mall Galleria, Kuta, 5 Juni 2016 dengan mengundang komunitas blogger di Bali, terutama food blogger. Peminat edukasi asuransi, terutama tentang asuransi di Indonesia, bisa menyorotkan perhatiannya ke Bali minggu depan.

Foto-foto oleh Eddy Fahmi dapat dinikmati di alamat ini

 

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *