Peran Ayah dalam Mendukung Tumbuh Kembang Buah Hati

Buat saya, menjadi orang tua itu adalah salah satu bagian paling susah dalam proses kehidupn manusia. Pasalnya, menjadi orang tua itu nggak ada sekolahnya. Menjadi orang tua itu adalah belajar, dan parahnya, belajarnya itu seumur hidup, kalau tujuan akhirnya adalah menjadi orang tua yang terbaik buat anaknya.

Banyak yang bilang bahwa ibu lebih banyak pegang andil daripada ayah untuk urusan tumbuh kembang anak (dan itu memberi privilege buat saya, karena saya kan juga ibu). Tapi menurut saya sih, ayah pegang peran yang sama besarnya buat ibu. Ada banyak moda yang dimainkan oleh ayah untuk tumbuh kembangnya si anak, contohnya ya melalui hal-hal berikut:

Mau Mengajari Anak Cara Memperlakukan Perempuan? Lihat Ayahnya

Buat anak, ayah adalah contoh teladan tentang cara memperlakukan cewek (bahkan meskipun anaknya itu perempuan). Mau itu memperlakukan cewek sebagai istri, ibu, atau sekedar pacar sekalipun. Anak-anak itu mempelajari perilaku ayah terhadap ibunya, dan di situ mereka belajar memperlakukan perempuan. Dan perilaku yang baik akan membentuk pola pikir, dan membantu karakter anak-anak menjadi matang pada level yang pas.

peran ayah dalam mendukung tumbuh kembang
Ayah punya banyak peran untuk anak yang tidak bisa digantikan oleh ibu.
Gambar diambil dari sini

Ayah Tampil Sebagai Sosok Pelindung

Sudah takdirnya ayah jadi pelindung buat keluarga, dan itu yang mestinya dipelajari anak laki-laki. Dan poin ini yang diingat anak sampai besarnya nanti, termasuk mencontoh ayahnya yang menjadi pelindung keluarganya.

Ayah Itu Istimewa bagi Anak Perempuan

Anak perempuan kenal laki-laki pertamanya berupa ayahnya. Bukan temannya waktu TK, apalagi pacarnya ketika sekolah. Bagaimana anak perempuan memandang laki-laki, itu dipengaruhi olehayahnya. Dan kalau anak perempuan mau memilih pasangan hidup yang baik, dia akan cari referensi dari sosok ayahnya.

Ayah Mengajarkan Disiplin Semenjak Dini

Ibu mungkin jadi “polisi” bagi anak, tapi ayah juga bisa memberi contoh tentang disiplin. Contohnya adalah ketika ayah memakai jam tangan sewaktu mau bekerja atau bepergian (apalagi kalau jam tangan yang dipakai itu jam tangan Expedition edisi terbaru).

Ayah juga yang mengajari anak tentang hidup hemat, misalnya dengan belanja online di MatahariMall. Kalau teliti memilih produk, belanja online jelas bukan kebiasaan yang mengajak bangkrut.

Sebagai orang tua, saya terobsesi untuk selalu jadi suporter bagi tumbuh kembang anak. Menjadi orang tua yang sempurna itu adalah hal yang mustahil. Tetapi belajar untuk jadi orang tua yang terbaik itu harus masuk must-do-list kita, dan nggak pernah ada kata terlambat untuk itu.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

4 comments

  1. ibuku dulu sempat protes tiap suami aku mintain bantu handel anak2. alasannya suami itu tugasnya kerja. trs aku kasih pengertian kalo suami bantu handel anak itu salah satu cara kami merekatkan hubungan anak dan ayah, baru ibuku ga protes…hihihi

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Iya ya, karena orang tua jaman dahulu dahulu menganut prioritas bahwa nilai utama ayah adalah sebagai sumber utama perekonomian, sedangkan nilai ayah sebagai kawan utama anak jadi prioritas belakangan.
      Nggak heran kalau generasi kita banyak yang mengalami kesulitan emosi, karena mereka memang nggak punya teladan untuk mengatur emosi mereka. Padahal teladan terbaik untuk mengatur emosi itu dari ayah, bukan ibu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *