Rumah Tua yang Bayar Listrik Online

Rumah paman saya sebetulnya memakai sistem listrik meteran analog, sama seperti rumah-rumah lainnya yang dibangun puluhan tahun lalu. Tapi sepupu saya terpaksa merombak keseluruhan sistem listriknya untuk membuat rumah tinggal itu jadi tempat bisnis. Dan itu membuatnya belajar untuk mulai bayar listrik online.

Problem Rumah Tua

Paman saya dulu tinggal di Cibubur bareng istri dan ketiga anaknya. Problem di keluarga besar kami membuat paman saya terpaksa pindah ke rumah Grandma untuk menjaga Grandma. Anaknya yang pertama menikah dan pindah ikut suami, sedangkan anaknya yang kedua meninggal karena sakit. Anaknya yang ketiga sempat melanglang buana dengan kapal pesiar, sebelum akhirnya pulang ke Indonesia dan memutuskan untuk jadi pengusaha.

Rumah itu sempat nyaris mangkrak dimakan rayap karena ditinggal pergi semua penghuninya. Kakak sepupu saya itu pulang dan memutuskan bahwa dia harus merawat rumah itu demi menjaga aset keluarga. Garasi rumahnya yang kosong memberinya ide akan lahan, dan kemudian dia putuskan, dia ingin membuat warnet.

Dengan sisa-sisa gaji yang dibawanya selama bekerja di kapal pesiar dahulu, dia mengecat garasi, membeli karpet dan beberapa unit komputer desktop bekas. Pangsa pasar yang dia incar simpel saja, yaitu anak-anak sekolah yang ingin bermain game online. Lalu persoalan pertama pun timbul: ternyata listriknya nggak kuat kalau mau menyalakan komputer besar itu lama-lama. Padahal dia ingin buka warnet itu 24 jam.

Setelah dia melacak dokumen tagihan-tagihan peninggalan paman saya, ternyata dia baru paham bahwa rumah itu hanya memakai daya listrik sampai 900 watt. Padahal kira-kira zaman sekarang rumah itu lebih cocok dengan daya sampai 1350 watt. Memang dulu Paman pasang setting cuma sampai 900 watt karena dipikirnya itu cukup.

Mengganti Instalasi Listrik

Maka sepupu saya pun pergi menghadap kantor PLN terdekat untuk minta supaya daya rumah itu yang semula hanya 900 watt diganti menjadi 1350 watt. Si petugas PLN lalu janji mau kirim seseorang untuk merombak instalasi listrik itu.

Ditunggu sampai dua minggu, ternyata tukang rombak kiriman Mbak-mbak PLN nggak datang-datang. Sepupu saya senewen, dia ingin segera mulai bisnis warnetnya supaya segera dapat income. Lalu dia kasak-kusuk sama tetangga, nanya-nanya gimana caranya supaya dia bisa merombak instalasi listrik. Akhirnya dia dapat nama sebuah biro instalatur listrik yang konon bisa mengganti sistem instalasi listrik di rumahnya itu. Dan di situlah kami mulai belajar bahwa ternyata di dunia ini ada penyedia jasa bernama instalatur listrik.

instalatur listrik bayar listrik online
Akibat terpaksa bergaul dengan instalatur listrik, kami jadi belajar bahwa ternyata kita bisa bayar listrik online.
Malah sekarang, kami jadi buka usaha agen pulsa listrik online sekalian. Gambar diambil dari sini.

Lalu datanglah mas-mas dari biro instalatur ke rumah itu dan mempelajari listriknya. Kemudian ia menawari sekalian, bagaimana kalau di garasi itu dipasangi saja meteran listrik prabayar.

Katanya, sekarang PLN cenderung memasangi pelanggan-pelanggan baru dengan meteran listrik prabayar, supaya pelanggannya bayar dulu dan mendapatkan aliran listrik sesuai dengan yang dibayarkan. Cara ini ternyata lebih efektif untuk membuat para pelanggan jadi hemat listrik.

Sepupu saya semula bengong karena dengan begini ia terpaksa mempelajari sistem listrik yang baru. Baru kali ini kami dengar bayar listrik macam bayar pulsa telepon saja. Menurut instalaturnya, pelanggan cuma perlu beli token, lalu token itu diisikan dengan nomor meteran listrik di rumah sang pelanggan. Setelah diisikan, PLN akan mengalirkan listrik ke rumah itu. Voila.

Lha terus kalau pulsanya habis, listriknya mati dong?  Makanya sang instalatur pun menganjurkan supaya mengisi tokennya jangan mepet-mepet dengan keperluan. Diisi sewajarnya, jangan cuma diisi “seadanya”.

Memakai Token Listrik Prabayar

Singkat cerita, sepupu saya setuju untuk garasi warnet itu dipasangi meteran listrik online. Warnet pun berjalan, dan alhamdulillah selalu saja ada pengunjung setiap hari ke situ. Tapi yang cukup mencengangkan, ternyata semenjak pakai pulsa listrik online, biaya listrik yang dikeluarkan oleh rumah itu malah jadi tinggal 50%-nya dari pemakaian listrik pascabayar sebelumnya.

Barangkali sistem pencatatan listrik online ini mencatat dengan lebih akurat daripada memakai pencatatan manual.

Sempat bingung juga awalnya, mau beli token listriknya di mana. Lalu sang instalatur mengajari bahwa PLN menjual token listrik online. Cara beli token listrik online ini sama saja dengan beli voucher pulsa telepon;

1. Buka websitenya,

2. Masukkan nomor meteran milik kita,

3. Pilih nominal voucher token yang diinginkan,

4. Bayar via internet banking. PLN akan kirimkan kode token sejumlah 20 digit ke e-mail kita.

 

Cara isi token listrik prabayar pun sama sederhananya. Nomor sebesar 20 digit yang kita terima tadi tinggal dimasukkan ke meteran. Tunggu tulisan Accept nongol pada layar, maka listrik pun akan mengalir.

Itu sudah terjadi tahun lalu. Semenjak itu, sepupu saya cenderung lebih sering bayar listrik online via teman-temannya yang jadi agen. Mereka jual apa saja via smartphone mereka; ya jualan pulsa telepon, ya jualan pulsa listrik juga. Akhirnya sepupu saya malah jadi kebablasan belajar cara buka usaha token listrik. Dia bikin kulakan pulsa segala macam, termasuk pulsa token listrik juga. Pelanggannya tetangga-tetangganya sendiri, yang datang ke warnet untuk beli pulsa token. Kebetulan banyak tetangganya yang tinggal secara kost-kostan. Akibatnya sekarang usaha sepupu saya pun berkembang, yang semula hanya warnet, kini bertambah jadi distributor token listrik.

Being Grown Up

Urusan merombak sistem instalasi listrik ini sungguh bikin sepupu saya terpaksa jadi dewasa. Memasukkan sistem yang baru ke rumah itu berarti melepas diri dari status quo, apalagi sepupu saya tidak pernah belajar mengenai hal ini. Ditinggal oleh bapaknya sehingga ia harus mengelola rumah itu sendirian, membuatnya jadi grow up.

Untunglah sekarang semua hal bisa dilakukan secara online. Termasuk bayar listrik pun juga online. Dan informasi untuk itu ternyata bisa ditemukan mudah di internet.

P.S:

Tahun ini, saya dapat kabar cihuy. Ternyata isi token listrik online pun sekarang bisa melalui Tokopedia. Lihat halaman cara beli token listrik online ini, lalu masukkan 11 digit nomor meteran milik kita dan pilih nominal pulsa listrik yang diinginkan. Kode token listrik pun akan terkirim kepada kita.

Sepupu saya dong yang kegirangan. Ini jelas kabar baik buat bisnis token listrik di warnetnya. Bulan ini dia bisa menggaet pelanggan baru lebih banyak, karena jual pulsa listrik online lebih praktis. Nggak perlu kulakan dulu dari supplier sana-sini hanya untuk cari persenan komisi lebih murah. Pasalnya, selama bulan September ini, bayar listrik online di Tokopedia itu bebas biaya admin! 😀

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

2 comments

  1. galihsatria says:

    Sebelumnya saya pakai internet banking, tapi sekarang saya juga pakai toped buat beli token listrik. Lebih murah 3500 (di internet banking kena charge administrasi 3500). Yah dikit sih tapi paling nggak itu bisa buat sejam dua jam listrik menyala. Lumayan 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *