Kompetisi Menulis sebagai Strategi Pemasaran Produk

Sinting, saya pikir demikian sewaktu memutuskan untuk mengikuti lomba blog ini.

Jadi cerita lengkapnya begini.

Kira-kira minggu lalu, saya dapat kabar entah di mana (saking banyaknya forum blogging yang saya ikuti), bahwa perusahaan hardware Asus Indonesia hendak menggelar acara yang melibatkan blogger di Surabaya. Mereka mengedarkan semacam formulir untuk diisi blogger, lalu mereka akan seleksi blogger yang mengisi formulir itu untuk jadi mereka undang. Seleksi. Dan mereka butuh 20 orang saja.

Saya pun mengisi formulir itu. Semula saya pikir ini strategi pemasaran Asus untuk launching laptop Asus terbaru dan minta para blogger menyiarkannya di blog masing-masing, yah seperti brand-brand pada umumnya lah. Saya isikan nama saya, dan saya isikan nama suami saya juga, beserta alamat e-mail kami masing-masing.

Lalu saya dapat jawabannya. Asus Indonesia mengirimi saya e-mail, isinya mereka mengundang saya untuk ikut kompetisi menulis blog on the spot di Hotel Bumi Surabaya bertema Asuspro. On the spot. Jantung saya langsung terasa berhenti.

Saya terpilih. Suami saya nggak terpilih. Buktinya, dia nggak dapat e-mail.

Hanya Blogger Tertentu

Pada hari H, saya datang ke hotel untuk memenuhi undangan acara itu. Yang datang ternyata sekitar 26 orang blogger yang terundang.

Strategi pemasaran Asus
Strategi pemasaran Asus untuk mempromosikan Asuspro melalui kompetisi menulis.

Acaranya cenderung plain, flat, nggak terlalu meriah. Ya memang nggak didesain untuk hore-hore juga.

Intinya, Asus yang merupakan perusahaan produsen hardware komputer ini punya divisi bernama Asuspro, yang mana divisi ini sudah berdiri semenjak 10 tahun lalu. Tetapi eksisnya Asuspro di Indonesia baru semenjak dua tahun belakangan. Divisi Asuspro ini khusus mengandung komputer baik berupa laptop maupun PC-desktop dan variannya, yang spesial didesain untuk segmen pengusaha. Karena tujuannya adalah komputer bisnis, maka spesifikasinya pun menjadi prioritas keunggulan divisi ini.

Kalau saya amati sekilas, biarpun sudah dua tahun dan sudah bolak-balik diberitakan oleh website-website teknologi di Indonesia, hasil reviewnya sendiri belum banyak jadi rujukan para penggila komputer bisnis ini, nampak dari sulitnya saya mencari review berbahasa Indonesia tentang Asuspro di halaman pertama Google (Atau jangan-jangan memang saya salah keyword?) Mungkin Asus Indonesia juga melihat ini, sehingga mereka memutuskan untuk melibatkan blogger-blogger demi menyiarkan divisi yang satu ini.

Tapi kenapa yang disuruh review duluan malah blogger-blogger Surabaya? Padahal saya kenal blogger tekno yang bagus-bagus kiprah penulisannya dalam urusan niche teknologi, tapi mereka tinggal di di Jakarta dan Jogja.

Belakangan kemudian, Aryenda Atmadyanti, Public Relations Asus Indonesia, menjelaskan kepada saya bahwa selama ini Asus memang lebih banyak bergaul dengan blogger di Jakarta. Karena alasan simpel: kebanyakan media juga nongkrongnya di Jakarta toh? Tetapi lalu Asus ingin akrab juga dengan blogger di luar Jakarta (termasuk Surabaya). Dan mereka ingin membuka diri juga kepada blogger-blogger selain blogger teknologi, karena mereka mengharapkan blogger yang nichenya lebih bebas pun juga lebih kreatif dan bisa memberikan tulisan dengan nada yang berbeda ketimbang blogger khusus tekno.

Dan untuk di Surabaya ini, Asus melakukan strategi pemasaran untuk produk barunya ini melalui sebuah kompetisi blog. Para blogger diminta mendengarkan selintas kuliah tentang produk-produk laptop Asus terbaru dari seri Asuspro selama 15 menit. Lalu, bloggernya diminta menulis review produk Asuspro dan menerbitkannya di blog masing-masing, hanya dalam tempo dua jam saja.

Aduuh..pekerjaan yang susah.

Hadiahnya ada empat biji: Asuspro P2430, Asuspro P240SA, Asus E200SA, dan sebuah Zenwatch.

Sore itu kami cuma diberi dua pilihan, antara menulis Asuspro B8230 atau Asuspro P2420.

Tiap orang sudah diperingatkan untuk membawa laptop masing-masing untuk ngeblog. Malah panitia sudah menyediakan koneksi wi-fi gratis. Tugas blogger tinggal menulis dan publish doang.

Dan ini sama sekali nggak gampang.

Pertarungan

Di ruangan, disediakan tiga buah laptop Asus terbaru dari seri Asuspro, tapi panitia sengaja tidak menyebutkan yang mana B8230, dan yang mana P2420. Maka blogger-blogger pun blingsatan memotret laptop-laptop itu, sambil menebak-nebak mana yang mau mereka tulis untuk blog mereka.

Pertarungan jadi sulit karena ternyata wi-fi gratisan yang disediakan panitia lemot. Belakangan saya baru tahu bahwa panitia Asus menyewa paketan koneksi wi-fi dari Hotel Bumi Surabaya, yang konon bisa muat sampai 30 account (30 account, bukan 30 orang). Plus membawa modem wifi berkecepatan sampai 15 Mb/detik.

Yang tidak diantisipasi banyak orang adalah bandwidth yang disediakan itu nggak cukup untuk dipakai oleh 26 orang sekaligus. Rerata tiap orang ternyata menghubungkan wifi sediaan hotel itu ke dua device sekaligus, ya smartphone, ya laptop. Modem wifi bawaan panitia juga ternyata terhambat, karena ..posisi ruangan yang sepertinya anti sinyal.

(Dan itu membuat saya jadi dapat ide, lain kali kalau saya mau bikin event yang mengandung acara sebar-sebar koneksi gratisan, saya akan batasi tiap orang cuma bawa satu gadget doang. Dan bawa ahli fengshui juga yang mengerti hubungan posisi ruangan dengan arus sinyal wifi. Ada ya ahli kayak gitu?)

Kebayang deh, banyak blogger mengeluh sore itu karena mereka nggak bisa publish artikelnya lantaran terhambat koneksi.

Banyak blogger berusaha keras untuk menang. Saya melihat tetangga-tetangga saya bergantian meminjam model-model Asuspro itu, membuat video selfie tentang diri mereka sendiri lagi memakai notebook itu. Sebetulnya menurut saya mereview komputer ini sukar kalau cuma dikasih waktu dua jam. Soalnya kan dalam dua jam kita belum tahu apakah komputer ini tahan panas kalau dinyalakan berlama-lama, apalagi banyak dari kita yang punya kebiasaan meninggalkan laptop secara standby selama berhari-hari. Bisa dibayangkan blogger-bloggernya mesti bisa mengambil angle-angle menarik dari komputer ini untuk direview, cuma bermodal mendengarkan kuliah 15 menit plus nyontek-nyontek sedikit ke brosur.

Tapi show must go on. Satu per satu akhirnya blogger-blogger ini selesai bikin artikelnya, termasuk saya. Para blogger dijamu bareng-bareng di restoran Arumanis-nya hotel, sebelum kemudian diumumkan siapa pemenangnya.

What I Think About

Saya balik ke kesan pertama saya tadi: sinting.

Saya bilang ini tugas berat karena ternyata setelah saya googling ke sana kemari, sebelum acara ini diadakan, review-review yang sudah beredar tentang Asuspro, terutama tentang B8230 dan P2420 yang dilombakan sore itu, belum cukup catchy (entah karena faktor kontennya yang belum tertulis dengan baik oleh penulisnya, atau memang websitenya yang belum segitu populer). Asuspro serius ingin menciptakan pemasaran yang viral akan kedua laptop Asus terbaru ini, makanya strategi pemasaran mereka ialah menanggap blogger-blogger Surabaya untuk melakukannya. Dan mereka mengharapkan dampak viral itu akan tercipta langsung hari Rabu itu. Blogger-blogger Surabaya dikenal punya website dengan domain authority yang tinggi-tinggi.

Persoalannya, sedikit dari blogger Surabaya yang merupakan blogger tekno. (Atau mungkin, ada blogger tekno yang pengetahuan keteknoannya mumpuni, tapi traffic website-nya nggak besar. Atau ada blogger tekno yang keteknoannya bagus, tapi saya nggak kenal.) Menyuruh 26 orang blogger menulis seolah-olah mereka sudah memakai Asuspro selama dua bulan adalah strategi pemasaran yang cukup berisiko tinggi. Tapi Asus sepertinya sudah menyadari ini. Karena laptop nggak cuma digunakan oleh orang yang pintar urusan teknologi, tapi juga digunakan oleh orang-orang yang awam. Dan kebanyakan peserta kompetisi blog ini masih awam tentang laptop bisnis.

Empat pemenang keluar sebagai juara dalam kompetisi itu dan membawa hadiah-hadiahnya pulang. Saya nggak kenal tiga orang di antaranya. Cuma satu orang yang saya kenal, dan kebetulan dia founder untuk www.vickyfahmi.com. *jiah

Sebetulnya, saya mengharap 22 orang peserta lainnya pulang dengan tidak hanya membawa souvenir T-shirt dari Asuspro. Bagaimanapun, kerja mereka memeras otak secara instant untuk me-review dua produk yang belum dikenal, demi menyiarkan pada segmen pembaca bisnis di Indonesia, layak untuk dihargai lebih.

Me, as One of Those Blogger

Saya datang ke acara ini dengan persiapan nyaris nol. Undangan ke email saya hanya menyiratkan petunjuk bahwa judul acara ini adalah Kompetisi Menulis Asuspro, tanpa sedikitpun petunjuk apa itu Asuspro.

Sebelum datang, saya googling sendiri Asuspro itu apa. Selama dua malam saya mempelajari laptop Asus terbaru seri Asuspro itu apa saja (dan ternyata banyak banget), dan varian yang mana yang dijual di Indonesia dan ternyata komputer ini baru dirilis dua minggu. Pantes.) Saya akhirnya cuma bisa meraba filosofi marketing dari desain Asuspro, bahwa komputer ini punya feature ini dan feature itu untuk membuatnya layak jadi komputer bisnis.

Saya datang sambil bawa anak saya yang baru berumur setahun. Anak saya itu saya titipkan kepada suami saya, lalu saya minta suami saya mengajaknya jalan-jalan keliling hotel. Yang ada, malah anak saya menangis sepanjang sore mencari saya, padahal saya sedang menyusun draf untuk menulis review B8230 di sebuah ballroom. Saya tidak tahan mendengar tangisannya, lalu saya tinggalkan laptop saya sendiri di ballroom, kemudian saya keluar untuk menghampiri anak saya. Anak saya baru berhenti menangis setelah saya gendong dan saya susui, lalu saya menyusuinya diam-diam sambil saya lanjut menulis tentang Asuspro pakai HP. Masya Allah, saya ngeblog pakai HP, dan saya harus bergulat melawan tangan balita kecil ini yang terus-menerus merebut HP saya sementara saya sedang menulis tentang Intel vPro.

Panitia menjamu para blogger dengan snack kue-kue lezat, tapi saya nggak makan. Saya ambil kuenya, lalu saya berikan ke anak saya. Anak saya makan kue itu dengan riang sambil berjalan hilir-mudik keliling selasar hotel, supaya saya bisa bebas mengetik di HP saya tentang Windows 10 original yang diselipkan dalam B8230. Saya baru teringat bahwa anak saya bosan lantaran selama ini cuma saya berikan MP-ASI berupa daging cincang melulu.

Jika Anda pikir menjadi mom blogger itu hanya sekedar hobi iseng-iseng, saya yakin Anda sama sekali tidak memahami makna seni dan profesionalitas dari bidang tulis-menulis.

Sepanjang mengetik draft, kepala saya berkecamuk tentang kenapa saya mau datang ke acara ini. I don’t even know about Asuspro. Tapi kemudian saya ingat motivasi utama saya, saya ingin membuktikan bahwa saya bisa dipercayai oleh Asus (dan brand teknologi lainnya) bahwa saya bisa membuat artikel yang reliable tentang produk mereka. Mereka cuma mengundang 20 orang dan dari sekian banyak penulis yang bagus, mereka malah memilih saya.

Lagian, saya juga ingin membuktikan bahwa saya juga bisa menulis tentang teknologi. Memang tulisan saya masih jauh dari kesempurnaan istilah teknis, tapi seperti kebanyakan orang, saya juga sedang dalam proses belajar.

Senior saya, Nita Novimasofa (@tehnit) pernah bilang bahwa bidang media ini memberi kita pengalaman akan menulis secara lintas bidang.

Supaya nggak selalu terperangkap dalam zona yang kita bisa itu-itu aja. Supaya pengetahuan kita makin banyak. Supaya kita makin kaya.

Asus akan banyak menyelenggarakan kompetisi menulis lagi, dalam bulan-bulan berikutnya, untuk mengimplementasikan strategi pemasaran mereka demi menjadikan produk mereka itu viral. Semoga kota lain juga kecipratan acara yang sama.

Tulisan saya yang diketik kilat mengenai produk Asuspro ini dapat diakses di sini.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

12 comments

  1. Mbak Avy says:

    duuhhhh sepuluh jempol buat mama satu ini
    saya aja sempat mikir sampean gak jadi ikut lomba krn si kecil rewel
    memang begitulah godaan seorang ibu ya, apalagi putranya masih kecil
    tapi jerih payah si mama tergantikan dengan Asus yg bikin peserta ngiler bin deg-degan

    sekali lagi selamat….

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Hai Fajar..
      Seandainya Fajar bisa membuat 20 orang di Palembang yang kompeten untuk menulis dengan sungguh-sungguh, saya yakin suatu hari nanti acara ini akan bisa diadakan di Palembang. 🙂

        1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

          Kesulitan awalnya mungkin adalah menemukan 20 orang yang sama-sama senang ngeblog dan rutin ngeblog, Fajar. 🙂
          Tapi semua kota kan memang awalnya begitu.

  2. Dwi (nining) says:

    Itu model kedua laptop gk dibocorin, tp peserta bs ngecek dr propertiesnya kan yak. Kalo nggak, lumayan struggle jg ya. Scara blm pernah ada yg ngereview hahaha

    Tp bkn mba Vicky namanya kalo gk ajiiib, menang euy. Selamat ya, momblogger satu ini hebat. Kebayang si kecil nangis trus kamu tenangin sambil nulis. Hebat!

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      “Properties”??
      Rajin amat. Kebanyakan peserta malah cuma lihat cover belakang laptopnya doang untuk lihat ini model apa.
      Lagian nggak ngefek juga kalau nggak ngerti istilah-istilah teknisnya itu. Lha artikel review kalau nggak sebut spesifikasi kan namanya bukan review dong..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *