Bisnis Rental Mobil di Yogyakarta Semakin Mudah

Ingat saya pernah cerita di sini tentang peluang bisnis rental mobil dari mobil yang dimiliki di garasi rumah kita? Nah, semakin lama trend usaha rental mobil semakin meningkat, seiring dengan semakin seringnya orang ingin bepergian. Nyatanya, biarpun permintaan konsumen akan mobil untuk rental ini begitu banyak, tetapi menjalankan bisnis sewa mobil tetap punya kendala. Salah satunya adalah bagaimana mencari konsumen untuk bisnis penyewaan mobil tersebut. Apalagi kalau lokasi usaha penyewaan mobil ini berada di daerah basah.

Bukan, maksud saya tentang daerah basah bukanlah daerah yang sering kebanjiran.

Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, contohnya. Kedua propinsi ini termasuk padat jalur transportasinya, dan merupakan propinsi yang mengandung banyak kota besar dengan banyak pelaku bisnis rental mobil. Salah satu daerah yang basah akan konsumen bisnis sewa mobil ini ialah kota Yogyakarta.

Yogyakarta, Kota Besar yang Baru Berkembang

Nggak diragukan lagi, Yogyakarta memang booming sebagai tempat tujuan para traveller dalam beberapa tahun terakhir. Kota ini tidak cuma menjadi gerbang bagi turis yang ingin mengunjungi Borobudur dan Kraton Sultan. Tetapi Yogyakarta juga menjadi pintu bagi para pekerja yang perlu melakukan perjalanan bisnis ke daerah ini.

Yogyakarta saat ini menjadi tujuan investasi baru, terutama untuk pariwisata. Coba hitung berapa hotel baru yang tumbuh subur dalam beberapa tahun terakhir di Kota Gudeg itu? Banyak. Belum lagi orang-orang yang ingin bepergian ke Borobudur, Dieng, dan bahkan berlanjut ke Solo.

Bahkan untuk keperluan business meeting, Yogyakarta masih jadi tempat yang tepat bagi para perusahaan lokal untuk menjamu investor dari luar kota. Untuk menjemput tamu saja, pasti perusahaan butuh rental mobil (lihat alasannya di sini).

Sewa mobil Avanza di Yogyakarta
Avanza, salah satu merk mobil yang laris menjadi incaran konsumen rental mobil di Yogyakarta. Gambar diambil dari sini

Maka dengan banyaknya frekuensi orang yang ingin bepergian di sekitar daerah itu, bikin bisnis rental mobil di Yogyakarta makin menjamur. Lalu bagaimana perusahaan bisnis sewa mobil ini akan bisa menemukan pelanggan untuk menggunakan jasa mereka?

Kita mungkin bisa menjawab bahwa para pelaku bisnis rental mobil di Yogyakarta akan memasang iklan, baik itu di media massa, media elektronik, atau memakai cara tradisional seperti promosi dari mulut ke mulut dan sebar-sebar brosur di bandara. Namun ada juga cara yang lebih mutakhir, yaitu dengan berpartner bersama aplikasi marketplace online, misalnya Docar.

Pada aplikasi marketplace online, kita sebagai pelaku bisnis rental mobil memasang foto unit kendaraan kita beserta identitas mobilnya. Calon penyewa atau konsumen akan melihat aplikasi ini dan memilih mobil mana yang akan mereka sewa.

Cara rental mobilnya pun cukup gampang. Konsumen cukup menginput data mobil mana yang mereka inginkan, kapan mereka mau menggunakan mobil untuk rental ini, dan di lokasi mana mereka ingin mendapatkan mobilnya. Juga diberikan pilihan apakah konsumen ingin menggunakan mobil secara lepas kunci atau hendak menyewa supirnya juga. Bahkan, apakah konsumen bersedia membayar bahan bakar atau menyerahkan segala urusan tetek-bengek (bahan bakar, tol, parkir) kepada supir.

Setelah itu, konsumen tinggal membayar saja dengan menggunakan rekening bank. Kemudian, pada hari yang sudah ditentukan, konsumen tinggal dijemput dengan mobil yang sudah dipilihnya, dan konsumen pun bisa menggunakan mobil untuk rental itu. Selesai. Mudah, bukan?

Video ini adalah video tutorial dari salah satu marketplace online khusus penyewaan mobil yang saat ini bisa kita temukan di internet.

Manfaat Aplikasi Penyewaan Mobil Online

Dulu seringkali saya mesti mikir-mikir dulu sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa bisnis rental mobil. Apakah mobilnya bersih dan tidak berbau asam? Apakah saya betul-betul hanya perlu bayar di muka saja secara all-in atau ketika mobil sudah datang pun saya masih dipajaki uang bensin? Apakah mesin mobilnya tidak soak?

Masalah yang juga seringkali saya alami adalah saya sering kesasar kalau nekat menyewa mobil secara lepas kunci. Bukan, bukan problem tidak tahu jalan, toh saya pakai GPS. Tetapi untuk daerah-daerah tertentu, saya sering lebih senang pakai supir karena saya mengharap supirnya mau bercerita tentang daerah tersebut. Saya senang kalau diceritakan bahwa di daerah itu ada tempat ini, tempat itu, dan sejarah dari masing-masing tempat. Supir juga biasanya lebih tahu mana tempat makan yang enak, halal, tempat parkirnya nyaman, begitulah. Hal-hal semacam itu kadang-kadang tidak bisa kita temukan dengan mudah di internet.

Pada beberapa aplikasi online, para pelaku usaha rental mobil yang ingin menyediakan jasa customized ini pun dipermudah. Tiap mobil yang disewakan mencantumkan nomor plat masing-masing mobil beserta review dari pelanggan yang pernah menyewa unit mobil tersebut. Bisa dibayangkan bahwa mobil untuk rental yang pernah kedapatan berbau asam akan diberi review jelek oleh konsumennya, sehingga pemilik bisnis penyewaan mobil yang bersangkutan pun akan merawat mobil sewaan itu sebaik mungkin. Konsumen pun juga jadi lebih puas.

Malah konsumen usaha rental mobil juga diperbolehkan menuliskan permintaan khusus mereka. Mau dijemput di lokasi mana? Ingin melakukan permintaan apa? Kalau saya jadi konsumen, sudah tentu akan menulis “Saya ingin supir yang berumur antara 25-50 tahun, bisa menyetir tanpa ngebut, rajin sholat, dan tahu di mana tempat makan gudeg yang tidak pakai mengantre.”

Dan buat kawan-kawan saya yang menjadi pelaku usaha rental mobil, menjadi partner yang ingin menyewakan mobilnya pada aplikasi online sebetulnya cukup mudah. Cukup mengisi formulir yang disediakan oleh aplikasi tersebut, lalu manajemen aplikasi itu akan melakukan validasi data rental. Kalau perusahaan bisnis penyewaan mobil milik calon partner ini sesuai dengan standar mereka, maka calon partner pun boleh bergabung meminjamkan mobil untuk rental bersama. Asyik kan?

Tips Rental Mobil

Berikut saya ingin berbagi kiat menjadi pelaku usaha penyewaan mobil:

1. Prioritaskan menyediakan mobil dengan kapasitas penumpang banyak. Karena memang mobil dengan kapasitas yang besar ini yang paling sering laris disewakan. Contohnya saja, search engine Google sering penuh dengan permintaan akan sewa mobil Avanza.

2. Pilih mobil dengan biaya operasional yang paling ekonomis.

3. Pastikan mobil telah mendapat asuransi mobil bertipe all-in insurance.

4. Jenis mobil mewah termasuk mobil yang juga sering dicari konsumen. Baca lebih jauh lagi tentang sewa mobil mewah di sini.

5. Pekerjakan supir yang memang kita kenal betul latarbelakangnya. Kesulitan terbesar dari usaha sewa mobil ialah jika mobil tersebut dibawa lari oleh supirnya sendiri.

6. Pastikan supir tersebut punya pengetahuan memadai tentang cara merawat mobil, tentang rute jalan, dan terutama sekali ialah cara berkomunikasi dengan konsumen.

Vicky Laurentina

I am a commercial blogger, a physician, a trader, and a mother.

4 comments

    1. Vicky Laurentina ( User Karma: 0 ) says:

      Hai..
      Kebiasaan saya kalau nyewa mobil adalah minta dijemput di bandara/stasiun, dan diantar sampai bandara/stasiun juga.
      Biasanya itu tidak ada extra charge selama posisi bandara/stasiun masih di dalam kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *